
Sesuai dengan kesepakatan yang telah mami setujui, aku hanya bekerja dua jam dan itu artinya hanya satu orang yang bisa membooking ku
Benar yang dikatakan mami, begitu banyak rayuan yang dilontarkan lelaki hidung belang ini ketika ingin menambah waktu. Bahkan dengan bayaran yang menggiurkan
Tapi aku tidak tertarik dengan itu semua, waktuku bersama mereka cuma dua jam, mulai dari dinner sampai bermain di atas ranjang
Lebih dari itu, aku akan menolak keras apapun alasan mereka. Prioritasku memang mencari uang, tapi aku juga lebih memprioritaskan Junior
Aku tak ingin dia menangis kejer lagi seperti dulu. Bahkan pak Handoyo yang berusaha membooking ku selalu mami tolak karena mami telah tahu alasan ku, dan mami sangat menghormati setiap keputusanku
Dan sekarang aku benar-benar telah resmi jadi wanita malam, tidak lagi lugu seperti pertama kali aku melayani pak Handoyo
Uang yang ku hasilkan semuanya aku titipkan sama mami, aku hanya mengambil sepuluh juta dalam dua minggu, uang itu aku pakai untuk aku suntik anti hiv yang harganya sangat fantastis, dan juga untuk membeli susu Junior
Terkadang, pria hidung belang memberiku bonus dan itu aku pakai untuk keperluanku sehari-hari
Pada kak Helen dan yang lain aku belajar bagaimana caranya make-up, ke salon, memanjakan diriku dengan berbelanja, bahkan aku sampai melakukan suntik pembesaran payudara seperti yang dilakukan oleh gadis-gadis disini, hingga aku juga melalukan suntik putih, agar kulitku lebih cerah lagi
Khusus untuk masalah kecantikan, aku akan mengambil uang lebih pada mami, karena mami juga tahu bahwa untuk cantik itu tidak murah, butuh biaya besar
Apalagi kami sebagai perempuan malam, jika kami tidak cantik, kendor maka nilai jual kami tidak akan tinggi lagi
Jadi dengan istilah lain, untuk menyenangkan konsumen, kami harus memberikan service yang memuaskan
Untuk masalah Junior, seluruh penghuni rumah bordil ini tetap menyayanginya, bahkan ulang tahun pertamanya kami rayakan dengan cukup meriah
Dan ulang tahunnya yang kelima yang baru saja kami rayakan beberapa minggu yang lalu juga berlangsung meriah, aku sengaja mengadakannya di sebuah panti asuhan
Aku ingin membuat hatiku menjadi tak terlalu larut lagi dalam kesedihan karena memiliki anak yang tak sempurna, karena di panti asuhan ini banyak anak yang sempurna tetapi mereka kurang kasih sayang bahkan mereka sengaja di buang oleh orang tuanya
Sedangkan Junior, walaupun dia berkebutuhan khusus, tapi masalah kasih sayang dia tidak kekurangan sedikitpun, semua penghuni rumah bordil ini menyayanginya
Dan hari ini ketika aku sedang santai, Junior mendekatiku
Jangan ditanya bagaimana dia berjalan, karena kalian akan heran sendiri ketika melihatnya berjalan di dalam rumah besar ini
Sedikitpun Junior tidak menyenggol seluruh barang-barang yang ada di rumah ini, dia berjalan layaknya seperti orang normal
Tapi tentulah itu tidak instans, di awal-awal dia belajar berjalan, ruangan besar ini kursinya sengaja dipepet kedinding oleh mami, agar Junior bisa berjalan sesuka dia tanpa ada halangan suatu apapun
Bahkan demi merangsang pendengarannya, Deno dan yang lain melatih secara khusus, Deno akan membunyikan suatu benda, dan Junior akan diam sejenak lalu akan memutar badannya berjalan kearah yang benar
Awalnya aku pesimis jika Junior akan bisa berjalan dan beraktifitas sendiri, tapi ternyata Tuhan adil, di samping kekurangannya, ternyata Junior memiliki pendengaran yang tajam dan juga ketangkasan pada tangannya
Dia akan cepat menangkap bola atau benda apapun yang dilemparkan orang kearahnya
Aku jadi teringat dengan film-film kungfu yang pernah ku tonton, aku ingat sekali, di film itu ada adegan seorang yang buta tangkas sekali dalam berkelahi karena mengandalkan pendengarannya
Mungkin ini sama hal nya dengan Junior, walau dia buta tapi dia bisa merasakan apapun yang bergerak di sekitarnya melalui pendengarannya
__ADS_1
"Mama...?" panggil Junior
Aku yang sedang berselancar di dunia maya menoleh kearahnya
"Mama disini nak" jawabku
Junior langsung berlari ke arahku dan aku langsung menangkap tubuh besarnya
Kucium pipi dan kepalanya berkali-kali, rasanya tak bosan-bosan aku menciumnya
Wajah Junior mengingatku pada Alexander, wajah keduanya sangat mirip, kulitnya pun putih bersih, mungkin karena dia tidak pernah keluar
"Mama kenapa diam?"
Aku tersenyum dan membelai wajahnya
"Tidak sayang, mama hanya mengagumi ketampananmu"
Tangan Junior terulur ke wajahku, matanya terpejam lalu seperti biasanya dia akan menggerakkan kedua tangannya di wajahku, kemudian tersenyum
"Mama juga cantik"
Tiap dia memujiku, aku akan selalu tertawa dan memeluknya erat
"Mama tidak pergi?"
Aku diam, Junior sudah besar dia sudah tahu jika aku bekerja, tetapi dia tidak pernah aku apa pekerjaanku, karena tiap aku pergi aku akan selalu bilang "Mama kerja dulu ya nak, sama om dan tante dulu di rumah, oma juga ada kok, Junior nggak sendirian"
"Mama hati-hati ya kerjanya, Junior sayang mama"
Hancur rasanya hatiku mendengar ucapan polosnya, dari Junior kecil setiap aku akan pergi bekerja, aku akan selalu meneteskan air mata dan akan memeluknya terlebih dahulu
"Mama kerja untuk kamu nak" selalu kata itu yang aku bisikkan dalam hatiku
"Mama kok tidak jawab pertanyaan aku?"
Aku tersenyum, mendekapnya dalam pangkuanku
"Mama libur, dan mama ingin seharian sama Junior di rumah"
Junior bersorak dan mencium wajahku, dan tiap kali dia menciumiku rasa lelah, sedih, kacau dalam dadaku langsung menguap
"Junior mau tidak jika mama ajak jalan-jalan?"
Junior mengangguk cepat. Kulihat jam di tembok menunjukkan angka dua siang, itu artinya aku masih memiliki waktu yang panjang untuk mengajaknya jalan-jalan
"Kalau begitu kita ganti baju dulu" ajak ku sambil menggendongnya
Tubuhnya yang mulai tinggi dan besar cukup menyulitkan ku saat menggendongnya
__ADS_1
Tapi itu tak menyurutkan niatku untuk menggendongnya, karena rasanya waktu cepat sekali berlalu, rasanya baru kemarin aku menangis meraung-raung sambil mendekapnya ketika dokter memvonisnya buta, tahu-tahu sekarang dia telah besar saja
Aku memakaikan baju kaos motif kartun dan celana jeans pendek untuk Junior, tak lupa aku juga memakaikan kaca mata bening dan sepatu untuknya
Sekilas tidak ada yang menyangka jika Junior buta, karena dia sangat keren.
Selesai mengganti baju Junior aku pun berganti baju, sama halnya dengan Junior, aku memakai baju kaos dan celana jeans, memakai topi dan juga sepatu kets, sekilas orang tak akan menyangka jika kami ibu dan anak, karena kami lebih mirip seperti kakak adik
Sampai di luar, Deno dan anak buah mami yang lain segera menoleh kearah kami
"Weee, anak ganteng oom mau kemana ini?" goda Deno sambil mengangkat tubuh Junior
Junior yang telah faham dengan suara Deno hanya bisa tergelak ketika tubuhnya diangkat Deno
"Aku mau ajak Junior jalan-jalan"
Deno langsung menurunkan Junior lalu menatap ke arahku
"Perlu dikawal?"
Aku terkekeh
"Nggak lah, ini khusus me time aku sama Junior"
Deno mengangguk, setelah terdengar suara klakson mobil diluar pagar, aku segera menggandeng tangan Junior mengajaknya berjalan keluar
"Siapa yang jemput itu San?" tanya Deno menghentikan langkahku
"Taksi online" jawabku sambil mengangkat hp kearahnya
Sampai diluar, aku segera membawa Junior masuk kedalam mobil, sepanjang jalan aku menyebutkan apa saja yang saat itu kami lewati, dan Junior akan terus bertanya
"Bentuknya seperti apa ma?, warnanya apa?, kok bisa gitu?, dan lain-lain
Dan aku dengan senang hati, menjelaskan semuanya pada Junior
Hingga akhirnya taksi online yang kami tumpangi berhenti disebuah pusat perbelanjaan besar, setelah membayar ongkos taksi, kembali aku menggandeng Junior masuk
Dan lagi-lagi Junior berkata tentang apa saja yang didengarnya, dan sekali lagi aku harus bangga bahwa apa yang didengarnya dengan yang kulihat sama persis
Ketika akan naik eskalator aku menjelaskan dahulu padanya agar dia tidak takut dan khawatir. Jadi ketika akan melangkahkan kaki menapaki eskalator aku memberinya aba-aba, sepanjang di eskalator aku terus menggenggam tangannya begitupun ketika kami tidak di tangga lagi
Aku mengajaknya ke wahana permainan anak. Sengaja aku mengajaknya bermain di sana, biar dia merasa jika dia tidak berbeda dengan anak normal lainnya, ku ajak mandi bola, main perosotan, jungkat-jungkit, ayunan dan permainan lainnya, hingga sampai menjelang malam barulah kami keluar dari playground tersebut lalu aku membawa Junior ketempat makan
Sambil menunggu pesanan kami sampai, aku mengelap keningnya yang berkeringat dan merapikan rambutnya
Saat pesanan kami sampai, aku tidak langsung makan makananku, aku memilih menyuapi Junior, karena makanan yang kami pesan berbeda dengan yang biasa Junior makan di rumah, dan yang paling penting adalah Junior belum memahami suasana makanan yang ada di depannya, dan itu tentu akan sangat menyulitkannya
"Sania??!"
__ADS_1
Aku yang tengah khusyuk menyuapi Junior mengangkat wajahku dan melihat kearah seorang perempuan yang berdiri di depan meja makan kami dengan menatap tak percaya padaku