
"Berarti dia tahu dimana Sania" gumam Alexander
Bu Liza menggeleng
"Deri sudah menikah, dan sekarang dia tinggal di daerah tempatnya bertugas, dulu sebelum menikah dia pernah mencari keberadaan Sania, dan akhirnya bertemu, tapi saat itu Sania sedang hamil tua"
"Deri sama seperti saya, sangat terpukul mengetahui jika Sania hamil, padahal Sania dengan Deri saling mencintai dan berjanji akan menikah, tapi semuanya berakhir dan mimpi keduanya harus pupus karena Sania hamil"
Kembali bu Liza terisak ketika menceritakan tentang hubungan Deri dan Sania
"Apa Deri pernah bilang jika dia melihat Sania dimana bu?"
Bu Liza diam tampak berpikir
"Di kota tapi jaraknya cukup jauh dari pusat kota, sekitar dua jam dari pusat kota kalau saya tidak salah"
"Kita pergi sekarang Mark, kita harus sesegera mungkin menemukan Sania" jawab Alexander cepat
Bu Liza langsung menatap heran pada Alexander yang telah siap berdiri
"Anda berdua belum mengatakan maksud dan tujuan anda berdua mencari Sania, ada apa?, apa Sania melakukan kejahatan pada kalian berdua?"
Alexander menggeleng
"Nanti jika saya sudah bertemu dengan Sania dan anaknya, baru akan saya menjelaskan mengapa saya mencari Sania"
Bu Liza kian menatap heran bercampur curiga pada Alexander yang tampak tergesa
"Maaf bu, kami tidak bisa lama, jika nanti Sania pulang kemari, ibu bisa menghubungi saya di nomor tadi" ucap Mark yang ikut berdiri setelah melihat Alexander berdiri
Dengan cepat keduanya bersalaman dengan bu Liza lalu bergegas keluar dari rumah sederhana tersebut dan segera masuk kedalam mobil
Supir taksi yang menunggu di dalam mobil segera menghidupkan mesin mobil ketika dua pria tampan tersebut masuk kedalam mobil
Dan kembali ketika mereka telah dalam perjalanan menuju kota, Alexander kembali lebih banyak diam dan kembali wajahnya terlihat kusut
"Bisakah mobil anda kami sewa selama kami di kota ini?" tanya Alexander pada supir taksi setelah dia lama berpikir
"Maksudnya tuan?"
"Selama kami disini, anda harus mengantarkan kemana saja kami pergi dan saya akan bayar berapapun yang anda minta"
Supir taksi tersebut tanpa pikir dua kali langsung menyetujui tawaran menggiurkan dari Alexander
"Sekarang kita kemana tuan?"
Alexander mengeluarkan hpnya dan meminta pada Mark untuk supir menepikan mobil sebentar
Ketika mobil telah menepi dan berhenti, Alexander memberikan hp pada supir taksi tersebut
"Pernah anda melihat wanita yang ada dalam gambar ini?"
__ADS_1
Supir taksi tersebut mengamati wajah Sania cukup lama kemudian dia menggeleng
Alexander langsung menarik nafas panjang dan kembali merebahkan tubuhnya ketika melihat jawaban supir taksi tersebut
"Jalan lagi, dan kita langsung mencari keberadaan perempuan ini" sela Mark karena dilihatnya jika Alexander kembali lesu
Tiga jam selanjutnya mobil taksi yang membawa Mark dan Alexander telah berada di titik awal dimana supir tersebut menjemput dua pria tampan itu
"Sekarang kita harus kemana tuan?" tanya supir taksi
Alexander diam tak menjawab karena dia tengah menatap kosong keluar jendela, dimana lampu kota telah menyala karena senja telah berganti malam
"Cari hotel dekat sini" ucap Mark karena sejak tadi Alexander hanya diam membisu tidak memberikan komentar apapun
Kembali supir taksi menjalankan mobil dengan cepat menuju hotel terdekat dan ketika Alexander dan Mark turun, Mark kembali mengatakan pada supir tersebut untuk menjemput mereka jam sembilan besok pagi
Si Supir mengangguk, lalu Mark dan Alexander segera masuk ke lobby dan memesan dua kamar
Setelah berada di dalam kamarnya, Alexander yang terbaring, hanya membolak balikkan badannya dengan gelisah
Sedangkan dilain kamar, Mark menghubungi beberapa kenalannya yang berada di kota ini untuk meminta bantuan mereka
...----------------...
Jam sembilan pagi, Alexander dan Mark telah berada di dalam taksi yang kemarin mengantarkan mereka ke rumah bu Liza
Dan sesuai rencana hari ini mereka akan mencari Sania di daerah yang perjalanannya dua jam dari pusat kota tempat mereka berada sekarang ini
Besoknya dan besoknya lagi hingga satu minggu keduanya di kota ini hanya mereka habiskan untuk mencari keberadaan Sania
Bahkan Alexander dan Mark telah beberapa kali mendatangi Dhea dan keduanya memohon untuk Dhea memberitahu mereka keberadaan Sania
"Sumpah, aku benar-benar nggak tahu Sania ada di mana" jawab Dhea pasti agar Mark dan Alexander tidak curiga padanya
"Tolonglah nona....." lirih Alexander terduduk lemas di trotoar
Tampak sekali lelah dan putus asa dari wajahnya sehingga menimbulkan rasa iba di hati Dhea
"Mengapa kamu baru datang sekarang tuan Alexander yang terhormat" lirih Dhea dengan nada sinis
Alexander yang terduduk di trotoar mengangkat wajahnya dan menatap penuh harap pada Dhea yang tatapannya menerawang
"Berarti anda tahu dimana Sania...." ucap Mark cepat
Dhea bergeming dan masih menatap kosong ke depan
"Tolonglah beritahu saya nona jika anda tahu keberadaan Sania. Anda tahu sendiri selama seminggu ini saya terus mencari keberadaannya"
"Kamu terlambat tuan Alexander, kamu terlambat....."
Alexander berdiri sambil menggeleng keras
__ADS_1
"Saya tahu saya terlambat, untuk itulah saya harus bertemu Sania dan meminta maaf padanya"
"Maaf?, anda bilang minta maaf?" mata Dhea langsung memandang tajam kearah Alexander yang berdiri menjulang di depannya
Alexander menelan ludahnya melihat kilatan kemarahan di wajah Dhea
"Maaf anda tidak akan mengembalikan masa depan Sania yang telah anda hancurkan"
"Maaf anda tidak akan menyembuhkan begitu banyak luka dan derita yang anda berikan padanya, anda terlalu jahat tuan Alexander, hingga anda tidak pantas mendapatkan maaf dari siapapun!!!!" teriak Dhea histeris dan kalap
Alexander hanya bisa mendongakkan kepalanya mendengar Dhea berteriak memarahinya, dan Mark hanya membiarkan Dhea berteriak memarahi Alexander, biar Alexander sadar dengan kesalahannya
"Anda menghancurkan mimpi dan cita-cita Sania, seluruhnya anda hancurkan tanpa anda sisakan sekeping pun untuknya bertahan, dan anda sekarang datang dan sok sok an menjadi pahlawan kesiangan untuk Sania dan anaknya, hemm" dengus Dhea sambil mendorong kasar dada Alexander
"Walau anda melukat sekalipun untuk membersihkan dosa anda, Tuhan tidak akan memaafkan anda!!!" geram Dhea
"Tolonglah beritahu kami nona Dhea, saya tahu saya terlambat dan saya juga tahu jika saya bersalah, tapi tolong beritahu saya nona, saya mohon....." Alexander langsung menekuk lututnya di trotoar dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah yang basah
Dhea mundur selangkah melihat Alexander yang bertekuk lutut di depannya, dan setiap orang yang lewat menoleh kearah mereka tapi Alexander tidak perduli, dia terus berlutut dan memohon pada Dhea yang masih menatap kearah Alexander dengan tatapan marah bercampur kaget
"Tidak, aku tidak akan pernah memberitahu siapapun dimana Sania, tidak akan" jawab Dhea sambil mundur kemudian memutar badannya lalu dia berlari meninggalkan Alexander yang segera berdiri dan berlari mengejarnya
Dan Mark yang melihat Dhea berlari kabur tak mau ketinggalan ikut menyusul Alexander yang berlari mengejar Dhea
"Dhea tunggu, saya mohon Dhea!" teriak Alexander
Dhea tak menghiraukan teriakan Alexander, dia terus berlari kencang semampunya sampai akhirnya tangannya bisa dicekal kuat oleh Mark yang menghentikan dengan paksa laju larinya
"Kami akan berbuat kasar jika anda tidak bisa diajak kerja sama" geram Mark yang memelintir tangan Dhea
Dhea tampak meringis kesakitan akibat tangannya yang dipelintir Mark
"Saya tidak heran, kelakuan orang kaya macam anda berdua memang seperti ini, menyakiti dan memaksa orang untuk menuruti kehendak kalian" ucap Dhea sambil menahan sakit
"Tolonglah saya nona Dhea" kembali Alexander memelas dengan nafas tersengal
"Tolong apa hah?, menolong kalian dengan membawa kalian pada Sania dan anaknya, iya?, tidak akan!"
"Aku tidak akan membiarkan manusia jahanam yang telah menghancurkan hidup sahabatku bertemu kembali dengannya"
"Sania sudah sangat hancur hidupnya sekarang tuan Alexander, apa kurang anda menghancurkan hidupnya?"
Mark melepas cengkeramannya pada Dhea, dan dia berdiri di belakang gadis itu, berjaga-jaga jika gadis itu akan kembali kabur
"Maksud anda?" tanya Alexander dengan wajah menegang
"Sania jadi pelacur sekarang!!, puas kamu??!!!"
Mata Alexander dan Mark terbelalak. Tubuh Alexander limbung dan nyaris terjatuh lalu dia terduduk kembali dengan lemas di trotoar
Matanya kembali basah dan dia meremas kuat rambutnya dengan frustasi
__ADS_1
"Tidak, tidak mungkin, anda pasti bohong" ucap Alexander dengan wajah kacau dan frustasi