Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Si Keras Kepala


__ADS_3

"Papa....." kembali terdengar suara berat Junior memanggil papanya, yang membuat Alexander langsung duduk di sebelah tubuh Junior yang terbaring


Junior menggerakkan tangannya seperti mencari-cari Alexander, lalu dengan cepat Alexander meraih tangan anaknya dan menggenggamnya dengan erat


"Mama....." kembali terdengar suara lirih Junior


"Iya sayang, mama disini" jawab Sania yang masih berdiri di pinggir ranjang


Alexander hanya melirik sekilas kearah Sania, sementara dia saat ini telah menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang sambil menggenggam satu tangan Junior


"Maa....?"


Sania mendekat karena Junior masih saja menggerakkan tangannya


"Mama disini sayang...."


Junior kembali menggerakkan tangannya di atas kasur, sama seperti yang tadi dilakukannya pada papanya, Junior juga seperti meraba raba mencari sesuatu


Setelah Sania mengulurkan tangannya dan berhasil digenggam oleh Junior barulah Junior tenang


Secara tidak sengaja tangan Alexander dan Sania bersentuhan karena tangan mereka sama-sama berada di atas dada Junior


Kemudian kembali keduanya sama-sama mengerling dan kemudian sama-sama pula membuang wajah mereka


Saat Sania maupun Alexander ingin menarik tangan mereka dari genggaman Junior, Junior kembali mengeratkan genggaman pada kedua tangan tersebut yang membuat keduanya akhirnya hanya bisa menarik nafas panjang


Alexander yang memang masih ngantuk segera merosot kan tubuhnya, dan dia langsung tidur dalam posisi telentang


Sedangkan Sania masih berusaha untuk menyandarkan tubuhnya tidak sedikitpun berusaha untuk tidur seperti yang dilakukan oleh Alexander


"Tidurlah, saya yakin kamu ngantuk. Tenang saja, saya nggak akan macam-macam kok sama kamu"


Sania hanya melirik marah ke arah Alexander ketika mendengar Alexander berkata


Kemudian Alexander langsung memiringkan tubuhnya sehingga tangannya yang tadi digenggam oleh Junior dibuatnya untuk memeluk tubuh anaknya


"Tangan kamu jangan nyentuh-nyentuh" ucap Sania tak suka ketika tanpa sengaja tangan Alexander menyentuh pahanya


Alexander tidak menjawab melainkan segera menarik tangannya sehingga tangannya kembali berada di atas perut oleh Junior


tak lama berselang terdengar nafas teratur dari Alexander yang menandakan jika lelaki itu sudah kembali terlelap. Sania yang sejak tadi berusaha menahan kantuknya sepertinya mulai akan tumbang, sehingga dia juga akhirnya tanpa sadar ikut tertidur di sebelah Junior


Deno beserta dua pengawal rumah Mami Ajeng segera meninggalkan hotel tempat Alexander dan Junior menginap, ketika mereka menerima pesan dari Sania, yang mengatakan jika Sania sudah berada di dalam kamar tersebut dan sudah bertemu dengan anaknya


Hingga malam itu berlalu, tanpa disadari oleh Alexander dan Sania jika mereka tidur dalam satu ranjang yang sama dengan anak mereka

__ADS_1


Dan Junior pun semakin terlelap tidurnya dengan menggenggam kedua tangan orang tuanya. Sedangkan Alexander yang tidurnya dalam posisi miring sekarang tangannya sudah berada di atas pinggang Sania karena saat itu Sania juga memiringkan tubuhnya mengarah ke arah Junior


...----------------...


Alexander membuka matanya, ketika dirasanya bahwa sudah cukup lama untuk dia tertidur. Dan betapa kagetnya dia, ketika dia menyadari bahwa saat itu dia tidur dengan memeluk Junior dan juga Sania secara bersamaan


"Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan malam ini?, mengapa aku bisa tidur satu ranjang dengan Sania?" gumam Alexander yang segera menarik tangannya dari atas pinggang Sania.


Kemudian Alexander mengamati wajah Sania yang masih tampak pulas. Ada senyum segaris di bibirnya, ketika dia melihat wajah Sania yang tampak sangat tenang


"Manis juga dia jika dia dalam keadaan begini" kembali Alexander bergumam lirih


Tangan Alexander yang hendak bergerak kearah wajah Sania segera ditarik dengan cepat ketika wanita tersebut bergerak


Dan dengan cepat pula Alexander kembali memejamkan matanya. Dia tidak ingin jika Sania mengetahui jika dia sudah bangun dan saat ini tengah memperhatikannya


Dan benar saja dugaan Alexander, ternyata Sania benar-benar bangun


Melalui matanya yang sangat sedikit terbuka, Alexander bisa melihat bagaimana sekarang Sania menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang


"Belum bangun juga pria ini. Dasar orang kaya belagu, sering bangun siang pasti orang ini. Tidak mikir apa dia, jika saat ini dia tidur di mana?"


Alexander hanya tersenyum dalam hati mendengar Sania menggerutu. Kemudian Alexander menggerakkan tubuhnya yang membuat Sania langsung kaget dan bersikap biasa saja, berusaha menenangkan degup jantungnya yang tiba-tiba berdebar kencang


Lalu Sania melirik ke arah Junior yang saat ini juga menggerakkan tubuhnya miring ke arah Alexander dan langsung memeluk badan Alexander


"Ya ampun...., Ini Junior kenapa pula bisa bangun siang. Biasanya dia nggak seperti ini. Ini kenapa dia malah memeluk tubuh Papanya. Kalau begini, bagaimana cara aku membangunkannya?" keluh Sania


Karena dua orang yang berada di sampingnya masih tampak pulas, akhirnya membuat Sania kembali merosot kan tubuhnya dan kembali berbaring di sebelah Junior


Sebenarnya aku masih ngantuk "banget. Karena dua orang ini masih tidur, Okelah aku melanjutkan tidur aku juga" ucap Sania sambil menguap lebar


Dan Alexander hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Sania. Dan kembali dilihatnya jika Sania memang kembali memejamkan matanya


Cukup lama waktu yang dibutuhkan oleh Alexander untuk membuat Sania akhirnya benar-benar terlelap. Setelah menyadari jika nafas Sania mulai tampak teratur yang mengindikasikan jika dia sudah nyenyak, Alexander membuka matanya dan kembali menoleh ke arah Sania.


Dan kali ini dengan berani Alexander membelai wajah Sania dengan punggung jarinya


"Entah harus dengan cara apalagi aku meyakinkan kamu Sania, agar kamu berhenti dari pekerjaan haram itu" lirih Alexander ketika dia membelai wajah Sania


Kemudian Alexander menarik nafas panjang dan menatap kosong ke langit-langit kamar


"Pokoknya hari ini aku harus berhasil membuat Sania melepaskan pekerjaannya tersebut. harus bisa"


"Jika aku masih juga tidak bisa membuat Sania berhenti dari pekerjaannya aku pastikan jika aku akan benar-benar membawa pergi Junior"

__ADS_1


Setelah berkata demikian di dalam hatinya, Alexander lalu duduk. Kemudian dia kembali menoleh ke arah Junior dan Sania


"Lucu juga jika ternyata kami bertiga adalah keluarga kecil" ucap Alexander sambil tertawa pelan


Kemudian Alexander langsung turun dari atas ranjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya


"Nggak nggak nggak nggak nggak aku nggak boleh berpikiran macam-macam. Walau memang ada niat hati aku untuk menikahi Sania, belum tentu Sania mau. Karena jelas terlihat olehku jika Sania sangat membenci diriku"


Masih dengan wajah yang berusaha untuk dibuatnya normal akibat barusan dia berpikir ngelantur, Alexander segera keluar dari dalam kamar dan langsung menuju ke bawah minta kepada pihak hotel untuk menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga dan membawanya langsung ke kamar


Ketika Alexander sampai di kamar, dilihatnya Junior sudah duduk


"Eh, anak Papa sudah bangun...." sapa Alexander sambil langsung mengusap kepala Junior


Junior Hanya menggerakkan kepalanya kemudian langsung mengulurkan tangannya. Dan Alexander langsung mengangkat tubuh besar anaknya tersebut, menggendongnya .


"Bagaimana tidurnya, nyenyak?" tanya Alexander


Junior hanya menganggukkan kepalanya, kemudian kembali Dia menempelkan kepalanya di bahu Alexander


"Mama masih tidur ya Pa?" tanya Junior dengan suara khas orang bangun tidur


"Iya sayang, mama masih tidur. Emangnya kenapa? Junior mau sama mama? kalau Junior mau membangunkan Mama, Junior akan papa bawa ke sebelah mama. Biar Junior yang membangunkan. Papa nggak berani bangunkan Mama, nanti mama marah sama papa"


Tampak Junior tertawa kecil mendengar jawaban Papanya


"Kalau begitu serahkan sama aku pa, biar aku yang membangunkan Mama"


Dan Alexander langsung membawa Junior ke sebelah Sania, dan setelah itu Junior langsung menggerakkan bahu Sania, memanggil mamanya dan meminta mamanya untuk bangun


Sania langsung membuka matanya dan didapatinya jika Junior duduk di sebelahnya sementara Alexander berdiri


"Ngapain kamu berdiri di sana?, mau macam-macam sama aku ?" tanya Sania dengan nada ketus


Alexander langsung membuang wajahnya mendengar ucapan ketus Sania. Sementara di luar pintu, terdengar suara ketukan. dari pada Sania makin berprasangka buruk terhadapnya, Alexander segera berjalan ke arah pintu karena dia yakin bahwa yang mengetuk pintu adalah pelayan yang dimintanya untuk membawakan mereka sarapan


Dan benar saja tebakan Alexander seorang pelayan mendorong troli masuk. Di mana di atas troli tersebut telah terhidang beraneka macam sarapan yang tadi sudah dipesankan oleh Alexander


Alexander langsung mengajak Sania dan Junior untuk sarapan. Dan Sania yang masih memasang wajah kesal tidak menghiraukan ajakan Alexander. Sementara Junior langsung turun dari ranjang yang membuat Alexander langsung dengan cepat menangkap tubuh anaknya tersebut dan membawanya langsung duduk di atas sofa


"Marah itu tidak membuat kamu kenyang, malah membuat energi kamu berkurang. Makanlah, isilah perut kamu. Baru setelah itu kamu boleh marah sama aku lagi" Alexander berkata


Sania masih menekuk wajahnya mendengar perkataan Alexander. Sedikitpun dia tidak ada niat untuk turun dari ranjang dan ikut bergabung dengan anaknya


"Kamu rupanya keras kepala juga ya Sania"

__ADS_1


__ADS_2