Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Junior Disiksa


__ADS_3

Helicopter yang membawa Milena dan Alvin terus melaju membelah teriknya langit kota pariwisata siang menjelang sore hari itu


“Kamu turunkan kami di helipad sebuah hotel!” ucap Milena


Sang pilot menganggukkan kepalanya, dan mencari sebuah helipad di sebuah hotel, begitu dia melihat ada sebuah helipad, helicopter langsung diterbangkannya dengan rendah. Setelah helicopter tersebut benar-benar berhenti, Milena yang masih menggenggam pistol di tangannya segera mengacungkan pistol tersebut kearah pilot


“Kamu bantu Alvin turun. Biar Junior sama saya!”


Pilot tersebut tidak membantah melainkan menganggukkan kepalanya, dengan segera dia membantu Alvin berjalan kearah pintu keluar helipad. Sedangkan Milena menarik paksa tangan Junior yang berontak sejak kakinya menginjak helipad


“Diam!! Kamu itu buta. Tanpa saya kamu tidak bisa kemana-mana!!!” bentak Milena yang membuat Junior tersentak dan memucat


Karena Junior sudah bergeming, maka dengan mudah Milena menarik tangannya, dan setengah menyeret ketika mereka keluar dari landasan helipad ini


“Alvin, kamu pegang pistol ini. Tembak saja anak kecil ini jika pilot ini mencoba macam-macam” ucap Milena dengan mata tajam kearah pilot ketika dia akan pergi ke lobi untuk memesan sebuah kamar


Tak butuh waktu lama untuk Milena mendapatkan kamar. Pihak hotel yang menawarkan jasa ingin mengantarkan ke kamar ditolaknya. Setelah mendapatkan kunci kamar, dengan cepat Milena kembali ketempat dimana dia meninggalkan Alvin beserta pilot dan Junior tadi


“Jalan kamu!!!” ucap Milena lagi sambil kembali mengarahkan pistol ke pilot yang berjalan dengan membawa Alvin yang mengerang kesakitan


Sampai di kamar Milena tampak seperti berbicara dengan seseorang


“Iya cepat pi. Ini urgent. Alvin terluka parah. Pokoknya Mil nggak mau tahu papi kirim semua dokter dan yang lainnya ke hotel ini. No hospital papi. Hotel. Mil dalam bahaya ini. Tuan Anton dan Alexander sudah mengetahui kalau kami yang menculik Junior”


Selesai berbicara seperti itu, Milena kembali mendekati Alvin yang wajahnya kian memucat


“Apa tidak di bawa ke rumah sakit saja nona. Akan lebih aman jika pacar nona dibawa ke rumah sakit. Bukan ke hotel ini”


Milena mengerlingkan matanya dengan tajam kearah pilot yang memberi saran padanya


“Tutup mulut kamu. Aku nggak butuh saran dari kamu”


Sang pilot terdiam dan mendekat kearah Junior, mendekap Junior yang tampaknya sangat shock


“Milena, aku sudah tidak tahan. Sepertinya aku akan mati” rintih Alvin yang membuat Milena menggeleng kuat


“Nggak Vin. Tujuan kita sebentar lagi sampai , kamu harus bertahan”


Junior menggerakkan kepalanya, dan kembali pilot yang mendekapnya mengelus kepalanya


“Kesini kan anak ini!!!” sentak Milena menarik kasar tangan Junior yang membuat anak kecil tersebut kembali menangis


“Bikin susah orang saja kamu!!!” teriak Milena sambil memerintahkan pilot mencari kain untuk mengikat tubuh Junior


“Jangan diikat nona. Toh dia tidak akan kabur” ucap pilot iba ketika Milena dengan kasar menyobek sprei dengan pisau lipat yang ada di dalam kantong celana nya. Kemudian dengan sobekan kain tersebut lah dia mengikat tangan dan kaki Junior


“Aunty jangan aunty. Aku nggak akan kabur” mohon Junior sambil terus menangis ketakutan


“Diam!!! Atau aku pecahkan kepala kamu!!!” teriak Milena lagi yang membuat tubuh Junior kembali menggigil


“Maafkan saya nona. Tapi saya harus melakukan ini” ucap pilot dengan berani yang langsung mendekap tubuh Junior

__ADS_1


“Tenang sayang. Kamu anak berani. Kamu keturunan Louise… Opa dan papa kamu adalah orang berpengaruh dan berani di dunia ini. Jadi kamu jangan takut”


Milena tersenyum sinis mendengar ucapan sang pilot


“Kamu cepat berdiri. Bawa kami ke helipad lagi. Cari rumah sakit terdekat”


Dengan berat hati pilot yang berada di bawah ancaman pistol dari Milena, akhirnya berdiri dan berbisik di telinga Junior


“Paman tidak akan lama. Paman akan kesini lagi menyelamatkan kamu”


“Cepat!!!” teriak Milena yang telah berdiri dengan tubuh Alvin yang hampir ambruk


Dengan cepat pilot menangkap tubuh Alvin, membawanya keluar dari dalam kamar dengan setengah menyeret. Milena berada di belakang mereka dengan pistol yang terus mengarah ke pilot yang kesusahan membawa tubuh Alvin


“Aunty…. Aku jangan di tinggal” teriak Junior ketika didengarnya pintu di tutup


Milena yang telah berjalan keluar kembali lagi ke kamar ketika di dengarnya teriakan Junior. Dan kembali dengan kasar, dia mengikat mulut Junior, sehingga anak tersebut tak mampu lagi berteriak. Setelah itu dia kembali keluar dan setengah berlari menuju ke rooftop dimana pilot sudah hampir sampai di dekat helicopter


Dengan cepat tubuh Alvin di masukkan kedalam helicopter dan Milena ikut masuk. Semenit berikutnya helicopter mulai bergerak naik


“Awas jika kamu berani macam-macam. Anak majikan kamu yang jadi taruhannya” ancam Milena lagi


Pilot tersebut diam, hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian sepuluh menit berikutnya mereka sudah berhenti di sebuah rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat Alexander di rawat


Puluhan bodyguard yang melihat jika ada sebuah helicopter yang landing di rooftop segera bergerak cepat naik keatas. Begitu juga dengan Sania yang mendengar suara helicopter, dia yang duduk di sebelah Dhea segera bangkit


Sementara di hotel tempat Junior yang ditinggal sendirian, telah datang pasukan kiriman dari tuan Jeremy sesuai dengan permintaan Milena sebelum dia pergi


Puluhan bodyguard segera mengepung helipad dan jalan masuk ketika melihat pilot turun dengan Milena dan Alvin


“Minggir kalian. Jika tidak anak ini mati!!” ucap Milena menampilkan video Junior yang terikat dengan beberapa anak buahnya


Para bodyguard yang melihat video tersebut saling toleh, mereka masih berusaha menahan laju langkah Milena dan Alvin. Dan kembali dengan santainya Milena menekan-nekan tombol hp nya. Kemudian memamerkan layar hp nya kearah bodyguard yang menghalangi langkahnya


“Mama….. tolong aku!!!!. aku takut maaaaa….. awwww, jangan om… sakit om…. Jangan sakiti aku!!!”


“Siksa terus anak itu!!!”


“Jangaaaannnnn!!!!” teriak sebuah suara


Barisan bodyguard yang menghalangi langkah Milena bergerak ke samping begitu mendengar sebuah teriakan suara perempuan. Milena tersenyum menyeringai ketika dia melihat seorang perempuan muda yang usianya tak jauh dari dirinya berdiri dengan tubuh gemetar


“Saya mohon jangan sakiti anak saya. Saya mohon” isak Sania yang langsung berlutut di kaki Milena


“Mamaaa……..”


Wajah Sania langsung menengadah ke atas melihat ke hp yang masih di genggam Milena ketika mendengar teriakan anaknya


“Junior….. ini mama nak……” teriak Sania yang tak sadar sambil berusaha menarik hp Milena


“Siksa terus anak itu!!!”

__ADS_1


“Jangaaannnnn….!!!” Teriak Sania lagi sambil kembali menjatuhkan dirinya di kaki Milena


“Saya mohon. Jangan lakukan itu. Kami tidak bersalah apa-apa”


Dengan santai Milena menarik kakinya yang dipeluk Sania. Kemudian dia kembali membentak beberapa bodyguard untuk segera mengangkat tubuh Alvin, membawanya masuk kedalam rumah sakit


Wajah Sania kembali terkesiap dan memucat ketika dia melihat wajah Alvin. Dan kembali Milena tersenyum sinis kearahnya begitu melihat perubahan wajah Sania


“Bekerja samalah dengan baik jika ingin kamu selamat” ucapnya santai sambil menggerakkan pistol di tangannya ke wajah Sania


Sania bergeming merasakan dinginnya moncong pistol ketika menyentuh wajahnya


Beberapa bodyguard yang membawa tubuh Alvin segera melarikannya ke ugd. Dan pihak rumah sakit segera menanganinya dengan cepat.


“Saya masuk!” ucap Milena ketika pintu ruang operasi hendak di tutup


Perawat dan dokter yang menghalangi keinginan Milena tak bisa berkutik lagi setelah Milena mengarahkan pistol yang ada di tangannya kearah mereka


Sedangkan Sania yang masih di atas rooftop kembali menangis histeris sejadi-jadinya ketika kembali dia teringat bagaimana keadaan anaknya, terlebih setelah dia sendiri mendengar teriakan anaknya yang sepertinya sangat kesakitan


“Dosa apa yang hamba buat Tuhan sehingga anak hamba yang harus merasakan ini?” isaknya pilu


Beberapa bodyguard yang masih berada di atas menarik nafas panjang. Sedangkan Dhea yang sejak tadi berdiri di dekat pintu keluar dari rooftop dengan ketakutan akhirnya mendekati Sania dan memeluknya


“Apapun akan aku lakukan demi anakku Dhe. Asalkan perempuan itu melepaskan anakku. Jika dia mau nyawaku, aku rela memberikannya asalkan dia melepaskan Junior. Sakit hati aku Dhe mendengar teriakan kesakitan dan ketakutannya. Sakit aku Dhe……”


Dhea hanya mampu menahan tubuh Sania yang bergetar hebat menahan kesakitan batin dan pisiknya yang hanya dia yang tahu sebesar apa rasa sakit itu


Sementara di bawah, tuan Anton yang melihat sekilas tubuh Milena segera berlari tepat disaat pintu ruang operasi ditutup


“Sial!!!” geram tuan Anton


Kemudian dia segera tersadar jika Sania dan Dhea tidak ada di tempat, dengan cepat tuan Anton menghubungi nomor Sania. Dan dengan agak kesusahan Dhea mengambil hp Sania dan mengangkat panggilan tuan Anton


“Kami di rooftop tuan” jawab Dhea yang membuat tuan Anton segera berlari menuju rooftop


“Kalian jaga anak saya!!” ucap tuan Anton kearah beberapa bodyguard yang siap ikut bergerak bersamanya


“Saya ikut tuan” ucap ahli IT yang tak dijawab oleh tuan Anton


Dengan cepat dua orang tersebut berjalan menuju rooftop. Dan kembali tuan Anton harus terhenyak ketika dilihatnya jika Sania tengah terduduk sambil menyandarkan tubuhnya di dekapan Dhea. Suara tangis dari wanita itu sangat jelas di telinganya


“Apa yang terjadi?” tanya tuan Anton ketika dia sampai di dekat Sania


“Mereka menyiksa anak saya tuan. Mereka menyiksa Junior…..!!!” jawab Sania dengan kembali menangis kencang sambil memeluk kaki tuan Anton


“Tolong, tolong saya tuan. Selamatkan nyawa anak saya. Kami tidak bersalah, kami tidak tahu ada urusan apa antara tuan dengan wanita itu. Tapi saya mohon, selamatkan anak saya. Setelah itu kami berjanji kami tidak akan masuk dalam kehidupan tuan dan anak tuan lagi”


Tuan Anton memalingkan mukanya ketika Sania memeluk kakinya sambil menangis pilu. Tangannya terkepal kuat. Terlebih ketika ahli IT memperlihatkan video yang dapat di sadapnya dari hotel tempat dimana Junior disekap


“Jeremy….. tamat perusahaan mu hari ini!!!” geram Tuan Anton

__ADS_1


__ADS_2