
Lama Alexander berdiam diri di dalam kamar mandi, pikirannya kalut dan kacau
Bagaimana dia baru menyadari jika dirinya mempunyai anak dan anak tersebut buta
Terlebih bila diingatnya perkataan Dhea, jika Sania menjadi wanita malam demi menghidupi anaknya
Dan bagaimana tadi dia juga melihat pria hidung belang yang dulu pernah memakai Sania tampak seperti fly ketika mengingat momen dia meniduri Sania
Saya adalah orang nomor dua yang memakai Sania
Bergetar rasanya jantung Alexander bila mengingat kalimat itu. Bagaimana tadi pria tua bangka itu mengatakan jika dia harus membuat Sania tidak sadarkan diri ketika dia akan menidurinya karena Sania terlihat trauma dan ketakutan
"Ini semua terjadi gara-gara aku" kembali dia bergumam
"Aku harus menemui Sania, apapun caranya aku harus bicara padanya" ucap Alexander yang bangkit dari bawah shower lalu keluar dari dalam kamar mandi
Segera dia berganti pakaian lalu menelepon Mark, meminta aplikasi yang tadi dikirim pak Handoyo untuk bisa dipakainya membooking Sania
Tak sampai semenit, hp nya berdenting. Segera Alexander mengunduh aplikasi tersebut dengan dada yang berdegup kencang
Segera dia log in menggunakan email lalu memalsukan datanya untuk mengisi form yang ada
Barulah setelah itu tampil semua isi yang ada pada aplikasi itu, berisi banyak sekali perempuan cantik
"Nahla, Nahla....." gumamnya sambil menscrool ke bawah mencari nama Nahla
Tangannya langsung berhenti pada sebuah foto wanita cantik yang berdiri memakai gaun berwarna hitam dengan belahan dada rendah, rambutnya dibuat bergelombang dan seperti terbang terkena tiupan angin, riasan wajah flawless dengan kerlingan mata yang tajam
Pada profil tersebut tertera nama dan umur Nahla
Alexander terus menatap wajah profil tersebut dan dadanya berdenyut hebat ketika dia yakin bahwa itu adalah Sania
Memang Sania yang tadi dilihatnya dengan Sania yang dulu sempat diperkosanya jauh berbeda dengan yang ada di foto profil ini, yang ini jauh lebih cantik dan menggoda tapi dia yakin jika itu memang benar Nahla
Terlihat juga hari apa saja Sania bekerja, dan hari apa saja Sania off, serta tertera pula kriteria umur yang bisa memakai jasanya
Dengan tangan gemetar, dan itu belum pernah sama sekali terjadi selama ini, dimana tiap Alexander ingin memakai wanita, maka dia tinggal duduk maka wanitalah yang akan mendatanginya dengan suka rela
Tapi kali ini berbeda, yang akan dipilihnya adalah wanita yang melahirkan anaknya dan wanita yang membuat jantungnya berdebar tak karuan
Profil Sania langsung berputar ketika dia mengklik nama Nahla
Alexander langsung membaca semua komentar para hidung belang yang menawarkan harga pada mucikari
Semua pria hidung belang itu menawarkan harga yang berbeda dengan berbagai profesi dan berbagai kata-kata muluk membanggakan diri mereka
Alexander menggeram ketika dilihatnya ada dua pria yang ribut saingan harga dan sibuk saling membanggakan diri mereka
Saya menawar seratus juta tulis Alexander dengan wajah marah
Mami Ajeng yang saat itu sedang memonitor langsung terbelalak ketika melihat sebuah akun yang baru bergabung langsung menawarkan harga sepuluh kali lipat dari yang dua pria tadi ributkan
Tidak ada lagi komentar, tidak ada lagi yang ribut-ribut
__ADS_1
Bagaimana, ada yang berani lebih dari tuan Key ini? tulis mami Ajeng
Dua pria yang tadi ribut membalas dengan mengangkat tangan tanda menyerah
Kita lock, jadi yang memenangkan tawaran Nahla adalah tuan Key, dan tuan Key nanti anda akan saya kirimi email untuk konfirmasi lebih lanjut tutup mami Ajeng
Alexander menarik nafas lega begitu tidak ada orang yang berani melebihi tawarannya
Uang segitu tidak ada artinya bagi diriku batin Alexander
Lalu Alexander mengecek emailnya, karena mami Ajeng mengiriminya email
Nahla bisa bekerja tiga hari dalam satu minggu, anda tinggal pilih mau hari apa isi email yang dikirim mami Ajeng
Malam besok balas Alexander cepat
*Dijemput apa Nahla yang datang ketempat anda?
Saya akan suruh seseorang untuk menjemputnya
Oke, see you Mr. Key, saya pastikan sebelum jam delapan malam Nahla sudah ready*
Setelah itu Alexander melemparkan hpnya keatas ranjang dan mengusap kasar wajahnya
Berusaha memejamkan matanya tapi tak bisa-bisa. Akhirnya diambilnya hpnya, memuka galeri dan langsung melihat foto Junior
Kembali dadanya berdenyut hebat ketika melihat wajah Junior dan memang sangat mirip dengannya
"Ya Tuhan, aku tidak membutuhkan tes DNA, wajah Junior sangat mirip dengan wajahku" desisnya
Anak saya buta sejak lahir kembali terngiang ucapan Sania yang membuat matanya kembali basah
"Papa akan membuatmu melihat nak, papa janji" lirih Alexander sambil mendekap hp ke dadanya
Lalu kembali ditatapnya hp tersebut melihat wajah Sania dan Junior yang tersenyum bahagia ketika dia mengambil foto keduanya
"Akan kubuat kalian berdua bahagia sehingga kalian berdua lupa bagaimana getirnya hidup yang pernah kalian berdua hadapi" lirih Alexander dengan suara serak
Lalu Alexander berpindah dengan foto dirinya yang mendekap dan mencium wajah Junior
"Ada rasa yang tak bisa aku ungkapkan saat aku mendekapmu nak" bisiknya
...----------------...
Jam delapan pagi pintu kamar Alexander diketuk Mark. Sudah berkali-kali pintu itu diketuk tapi masih tak ada jawaban dari dalam
"Dia pasti masih tidur" ucap Mark sambil mengeluarkan hp dari dalam saku celananya
Segera didialnya nomor Alexander yang tersambung dan segera diangkat karena memang hp tersebut tak jauh dari kepala Alexander
"Kenapa Mark?"
"Kita pulang hari ini, saya sekarang di depan pintu kamar anda"
__ADS_1
Alexander duduk, mengusap wajahnya lalu berjalan kearah pintu. Dibukanya pintu kamar dimana telah berdiri Mark dengan wajah yang segar
Mark nyelonong masuk dan duduk di atas kasur dimana dilihatnya pakaian basah teronggok di lantai
Ck
Decak Alexander demi dilihatnya perubahan wajah Mark yang melihat sinis kearah onggokan bajunya
Segera Alexander berjongkok memungut baju tersebut dan membuangnya kedalam kotak sampah
"Hei, serius baju itu kau buang?"
Alexander tak menjawab, segera dia duduk di kursi menghadap Mark dengan wajah serius
"Aku tidak bisa pulang, bilang sama papi urusan aku belum selesai"
Mark yang juga menatap serius wajah Alexander hanya diam
"Malam ini aku akan menemui Sania, aku telah membookingnya"
Lalu Alexander menceritakan bagaimana dia membooking Sania dengan nada geram diceritakannya pula bagaimana ada dua pria yang memperebutkan Sania
"Aku akan membawa mereka pulang Mark, aku akan membawa anakku keluar negeri"
Kening Mark berkerut mendengar kalimat terakhir Alexander
"Keluar negeri?"
Alexander mengangguk pasti. Lalu diceritakannya pula bagaimana dia melihat Junior bermain dengan Dhea dan ketika mengatakan jika anaknya buta, ada mendung di mata Alexander yang sangat jelas terlihat oleh Mark
"Jadi Junior.....?"
Alexander mengangguk
"Iya Mark, anak saya buta" jawabnya dengan mendongakkan wajahnya menahan air mata yang siap tumpah
"Kau lihat sendiri wajahnya Mark, wajahnya sangat mirip dengan wajah saya"
Mark menerima hp yang diulurkan Alexander, wajahnya Mark langsung terkesiap begitu melihat wajah Junior
"Dia sangat mirip dengan saya kan Mark?"
Mark mengangguk
"Mata kalian sama coklat terang"
Alexander mengangguk dengan senyum mengembang di wajahnya
"So?"
"Kamu pulanglah duluan Mark, handle semua pekerjaan, jangan bilang sama papi jika aku disini mencari anakku, aku tak ingin papi sama mami shock"
Mark mengangguk lalu ditepuknya pundak Alexander
__ADS_1
"Aku yakin kamu bisa menghadapi ini, buktikan pada Sania jika kamu memang ingin menebus semua kesalahan dan dosamu padanya dan juga pada anakmu"
Alexander mengangguk dan dia menarik nafas panjang