
Sekuat tenaga Alexander mengangkat tubuh besar Junior dalam gendongannya, kemudian dia membawa Junior keluar dari dalam kamar tersebut
"Papa, kita mau kemana?" tanya Junior karena Alexander masih menggendong tubuhnya
"Junior ikut papa, kita keluar dari rumah ini"
Junior hanya diam mendengar jawaban papanya, dan memilih mengeratkan kedua tangannya di leher Alexander
"Mau kamu bawa kemana cucu saya?!" bentak mami Ajeng ketika Alexander melewatinya
Dan kembali gadis-gadis malam yang libur menoleh ketika mereka mendengar mami Ajeng membentak
"Bukan urusan anda. Walaupun Junior anaknya Sania, tapi ada darah aku mengalir di dalam tubuh Junior. Jadi aku jauh lebih berhak dari kalian semua yang ada disini atas diri Junior!!"
Setelah berkata seperti itu Alexander segera melanjutkan langkahnya, keluar dari dalam rumah bordil ini dengan segunung amarah di dalam dadanya
"Berhenti, atau saya perintahkan seluruh anak buah saya membunuh kamu!!!" kembali mami Ajeng berteriak lantang.
"Nggak ada yang boleh nyentuh papa aku!!!" kali ini Junior yang berteriak
"Aku mau pergi sama papa. Karena aku yakin, cuma aku yang bisa tenangkan papa aku saat ini!"
Mami Ajeng menelan ludahnya mendengar Junior berteriak lantang
"Besok aku akan pulang kesini lagi sama papa, jadi oma dan aunty nggak usah khawatir"
Mami Ajeng hanya bisa menarik nafas panjang dan hanya bisa membiarkan Alexander menjauh sambil terus menggendong Junior
"Kalian ikuti mereka dari jauh. Awasi terus kemana pria bule itu membawa Junior!" perintah mami Ajeng pada dua orang penjaganya yang segera menganggukkan kepala mereka mendengar perintah mami Ajeng
Dan Alexander yang saat ini berjalan keluar dari lorong rumah bordil tersebut tidak menoleh ke belakang lagi, pikirannya hanya satu, membawa Junior pergi
Mobil sewaan Alexander berhenti tepat di depannya ketika Alexander tengah berjalan
"Maafkan saya tuan, saya terlambat" ucap sang supir ketika dia turun sambil membuka pintu mobil
"Kita ke bandara!" ucap Alexander ketika mereka semua sudah duduk di dalam mobil
"Baik tuan"
Alexander yang telah mendudukkan Junior di sebelahnya, kembali membawa anak tersebut ke dalam pangkuannya
"Kita mau kemana pa?"
__ADS_1
Alexander menarik nafas panjang dan kembali mengeratkan dekapannya pada tubuh besar Junior
"Pa?"
"Pulang ke rumah opa, Junior mau kan ketemu opa?"
Junior diam sejenak kemudian dia menggeleng
"Tidak mau jika tanpa mama"
Alexander langsung menyandarkan tubuhnya ke sandaran jok mobil ketika mendengar jawaban Junior
"Mama akan menyusul besok nak, sekarang kita berangkat duluan"
"Tidak pa, aku tidak mau. Aku mau ke rumah opa jika mama ikut, kalau mama nggak ikut aku juga nggak mau ikut"
Kembali Alexander menarik nafas panjang dan hanya diam tidak menjawab ucapan anaknya
"Jadi bagaimana ini tuan?" tanya supir
"Aku mau pulang jika papa tidak mau menuruti perintahku"
Alexander segera menarik tubuh Junior sehingga anak tersebut menyandar di dadanya
"Papa tidak mau jauh dari kamu lagi nak, oleh karena itulah makanya papa bawa kamu pulang ke rumah opa"
"Jadi Junior nggak mau ikut papa?"
"Bukan nggak mau papa, aku mau. Tapi harus sama mama. Aku ikut papa sekarang karena aku tahu papa sedang marah dan sedih, dan aku yakin papa akan tenang jika bersama aku"
Alexander kembali mendekap erat buah hatinya dan menciumi puncak kepalanya berkali-kali
"Bawa kami ke hotel!" perintah Alexander kepada supir yang menganggukkan kepalanya setelah cukup lama dia diam
Begitu sampai di lobi hotel, Alexander yang masih mendekap Junior dalam gendongannya segera menyuruh supir sewaannya untuk mengambil kunci kamar dan membawa mereka ke kamar
Dan sang supir yang begitu telah menerima kunci kamar langsung mendahului berjalan di depan Alexander, dan membukakan pintu kamar ketika mereka sampai di depan kamar yang tadi sudah di pesan oleh Alexander
"Tidur sama papa disini, ya nak?" ucap Alexander sambil mendudukkan tubuh Junior di atas ranjang
Junior mengangguk, kemudian Alexander masuk kedalam kamar mandi, menyiapkan air hangat di bath up untuk dirinya dan Junior mandi
"Kamu carikan baju untuk anak saya!" ucap Alexander pada supir ketika dia keluar dari dalam kamar mandi
__ADS_1
"Jangan lama, karena saya tak ingin anak saya kedinginan"
Supir tersebut mengangguk dan langsung meninggalkan kamar setelah menerima uang dari Alexander
Dan Alexander langsung membawa Junior masuk ke dalam kamar mandi dan keduanya langsung berendam dalam bath up
Suara tawa dari mulut keduanya memenuhi kamar mandi. Hangatnya air dan juga hangatnya rasa kasih sayang diantara ayah dan anak tersebut mampu menguapkan kekesalan dan emosi yang menggunung di dalam dada Alexander
Benar yang dikatakan Junior tadi, bahwa dirinya bisa meredakan emosi di dada papanya
Nyaris satu jam keduanya berendam dan bermain buih sabun di dalam bath up, sampai akhirnya Alexander mengajak Junior menyelesaikan mandi mereka, karena Alexander berencana mengajak Junior untuk hang out
"Heh, sudah lama kamu kembali?" tanya Alexander dengan nada kaget ketika melihat supir yang tadi disuruhnya belanja sudah duduk di sofa
"Tidak kok tuan, barusan" jawab supir tersebut sambil menyerahkan kantong tas pada Alexander yang segera menerimanya dan mengamati pakaian yang dibelikan supir tersebut
"Lumayan, bagus juga selera kamu" puji Alexander ketika pakaian tersebut sudah melekat ditubuh Junior
Setelah Junior rapih, giliran Alexander yang berganti baju, barulah setelah itu ketiganya kembali turun dan berjalan kearah mobil
"Malam kita kita hang out sayang, kita manfaatkan quality time kita berdua"
Junior hanya mengangguk dan menurut saja ketika papanya membawanya masuk kedalam mobil
Ketika sampai disebuah mall terbesar di kota ini, Alexander dengan masih ditemani oleh supir sewaannya membawa Junior ke restoran, baru setelah ketiganya selesai makan malam, Alexander membawa anaknya ke pusat permainan
Sampai mall akan tutup barulah Alexander dan Junior berhenti menikmati setiap wahana permainan yang ada di mall ini
Walau Junior tidak bisa melihat permainan apa yang sedang dimainkannya tapi berkat bantuan dan ketangkasan Alexander, Junior merasa bisa ikut andil dalam semua jenis kegiatan permainan yang mereka mainkan
Di jalan pulang menuju hotel, sedikitpun Alexander tidak melepaskan dekapannya pada tubuh Junior yang duduk dalam dekapannya
Bahkan sekarang saat Junior telah terlelap, sedikitpun Alexander tidak berniat untuk meletakkan kepala Junior di pangkuannya
Dia menggendong Junior layaknya anak kecil yang digendong ibunya. Sesekali diciumnya dengan sayang pipi gembul anaknya yang terlelap
"Papa akan bawa kamu pergi suatu hari nanti nak, papa janji" batin Alexander ketika dia kembali mencium wajah anaknya
Dan ketika sampai di hotel, kembali dengan sedikit kesulitan Alexander membawa Junior dalam gendongannya dan setibanya di kamar, dengan hati-hati pula dia membaringkan tubuh Junior di atas ranjang
Setelah menyelimuti tubuh Junior, Alexander masuk kedalam kamar mandi dan mencuci mukanya
Baru saja dia akan berbaring, hp nya yang diletakkannya diatas meja berdering
__ADS_1
Alexander tersenyum sinis ketika melihat ada nama Sania tampil di layar
"Kita lihat, siapa sekarang yang kebakaran jenggot" gumam Alexander sambil menolak panggilan masuk dari Sania