
Tuan Anton terkesiap, dengan cepat dia memerintahkan seluruh anak buahnya mundur. Dan hal itu semakin membuat Milena merasa di atas angin
“Apa yang kamu inginkan? Katakan saja saya akan memenuhinya semua” ucap tuan Anton dengan suara bergetar
Sementara Alexander yang terjerembab di lantai dengan kursi yang menimpa tubuhnya saat ini terus berusaha untuk mendekati Junior yang tubuhnya gemetar penuh ketakutan
“Yang saya inginkan adalah Alexander, anak kecil ini dan ibunya” jawab Milena santai
“Aku saja yang kamu sandera, jangan anakku dan Sania” jawab Alexander
Tuan Anton yang menatap kearah Milena dengan wajah tegang bergantian menatap kearah anak dan cucunya ketika mendengar Alexander menjawab perkataan Milena
“Apa jaminan anda jika saya menyerahkan mereka bertiga sama kamu?” tanya tuan Anton
Milena menyeringai, kemudian dia memberi instruksi pada anak buahnya untuk membantu Alexander duduk kembali. Setelah Alexander duduk kembali, Milena mengedarkan pandangannya pada seluruh yang ada di ruangan ini
“Suruh pergi seluruh anak buah anda tuan Anton. Pedih mata saya melihat mereka semua” jawab Milena dengan tatapan meremehkan kearah anak buah tuan Anton yang sampai saat ini masih terus bersiaga
Tuan Anton bergeming, begitu juga dengan para bodyguardnya. Milena kembali menyeringai melihat jika tuan Anton masih tak merespon perintahnya
“Awww…..” teriak Junior ketika kembali Milena menjambak rambutnya
“Milena!!!!!” Alexander kembali berteriak melihat anaknya kembali disakiti oleh Milena
“Aku disini. Lepaskan anakku!!!” teriak sebuah suara yang sarat dengan suara tangisan
“Mamaaaaa…….” Junior langsung berteriak begitu didengarnya jika yang berteriak adalah mamanya
Melihat Sania berdiri di depan pintu masuk dengan wajah basah dan bibir bergetar, Milena kembali tersenyum menyeringai
“Sania, kamu jangan kesini. Papi janji jika ini semua akan papi selesaikan” ucap tuan Anton cepat dengan memegang lengan Sania
Sania menggeleng
“Sudah sekian hari tuan berkata begitu. Tapi sampai detik ini, perempuan ini belum juga melepaskan anakku. Aku lebih baik mati tuan dari pada melihat anakku disiksa”
Alexander menggeleng, begitu juga dengan tuan Anton. Tapi suara tangisan ketakutan Junior kian kencang. Dan hal itu semakin membuat hati Sania remuk
“Aku sudah berjanji sama kamu bahwa aku akan membawa Alexander sama kamu. Tapi ternyata aku gagal karena ternyata Alexander telah pergi lebih dulu. Tapi sekarang bukankah Alexander sudah ada di tangan kamu, jadi untuk apalagi kamu menyandera anakku?” tanya Sania dengan nada pilu
“Kamu nggak usah banyak bacot jika ingin anak kamu selamat” bentak Milena
“Aku sudah datang Milena. Jadi tolong lepaskan anakku” kembali Sania memohon
“Semuanya tergantung dengan tuan Anton, jika dia menyuruh seluruh anak buahnya pergi, anak ini akan aku lepaskan. Aku ingin tuan Anton berjanji jika dia akan menjamin keselamatanku jika aku menyerahkan anak ini. Tapi jika tuan Anton berkhianat, maka Alexander jaminannya”
__ADS_1
“Kalian semua keluar dari sini!!!!” perintah tuan Anton cepat kearah para bodyguardnya yang saling toleh dan menganggukkan kepalanya
“Kalian lihat kebawah, apakah anak buah tuan Anton tadi benar-benar pergi atau hanya taktik mereka saja!” perintah Milena pada anak buahnya yang segera berjalan kearah balkon
“Mereka benar-benar pergi bos!” teriak anak buah Milena ketika dia melihat kebawah, memberitahu jika beberapa mobil pergi meninggalkan area tempat itu
“Serahkan anak saya!” ucap Sania sambil berjalan kearah Milena
Dilewatinya Alexander yang menatap tegang kearahnya. Dan Junior yang mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya kian menangis sesenggukan
“Mama…….” Isaknya
“Kamu tenang nak, mama disini…..”
Dan ketika tangan Sania sudah terulur hendak menangkap tangan anaknya, secepat kilat Milena kembali menempelkan pistol ke kepala Junior yang membuat Sania terpekik kaget dan mundur selangkah
“Tidak semudah itu kamu bisa mengambil anak ini Sania. Kamu tahu, gara-gara anak inilah Alexander meninggalkanku. Gara-gara anak ini Alexander yang sudah sekian tahun menjadi kekasihku dalam sekejap melupakan semua yang telah kami lewati. Dan sekarang kamu seenaknya mau mengambil dia dari tanganku? Hemmm, tidak segampang itu…..” jawab Milena sambil memberi kode kepada anak buahnya untuk menyergap Sania
Dengan cepat dua orang anak buah Milena menyergap Sania dan Sania yang berusaha memberontak hanya bisa meronta dan berteriak
“Lepaskan mereka atau kamu saya tembak!!!” teriak tuan Anton
Dua anak buah Milena yang berusaha mengikat tangan Sania menghentikan gerakan tangan mereka dan menoleh cepat kearah tuan Anton
“Kamu pilih menembak saya, atau cucu anda ini mati!!!!” teriak Milena tak kalah sengitnya
“Cepat kamu ikat saya. Saya tidak akan melawan” ucap Sania dengan menyerahkan kedua tangannya pada anak buah Milena
“Milena, aku akan menikahi kamu, aku janji. Tapi tolong kamu lepaskan anakku dan Sania” ucap Alexander cepat dengan wajah tegang ketika dilihatnya sekarang Sania juga terikat
Milena terkekeh sembari menatap kearah Alexander yang menatap kearahnya dengan wajah tegang
“Tuan Anton, anda dengarkan apa yang barusan anak anda katakana?” kemudian Milena kembali terkekeh
“Kita pasti akan menikah Alex, tapi tidak hari ini. Hari ini aku masih ingin bermain-main dulu dengan kalian semua”
DORRR DORRRR DORRRR
Kembali suara tembakan terdengar, tapi kali ini langsung menuju kedalam ruangan ini. Milena dengan cepat menghindari tembakan dengan menundukkan tubuhnya. Dan dengan cepat dia menarik tubuh Junior dan membawanya kearah balkon
Sementara di dalam ruangan tempat mereka tadi telah terjadi baku tembak antara anak buahnya dan anak buah tuan Anton
“Kamu tidak ada pilihan lain selain menyerah Milena” lirih Alexander yang sekarang telah berdiri di atas balkon yang sama dengan Milena
Milena menoleh ke bawah kearah banyaknya orang yang berkerumun di bawah apartemen tempatnya berada saat ini
__ADS_1
“Menyerah kamu bilang? No way!!!”jawab Milena dengan kembali menempelkan pistol ke kepala Junior
“Tolong jangan lakukan ini Milena. Aku akan menikahi kamu. Aku sudah berjanji, aku mohon serahkan anakku sama aku” ucap Alexander dengan mengulurkan tangan kanannya membujuk Milena yang telah kembali berwajah kalap
Junior yang kembali tangannya digenggam paksa oleh Milena hanya bisa kembali merintih kesakitan
“Tolong jangan sakiti anak saya, saya mohon” lirih Sania yang juga berdiri di dekat Alexander
Milena kian terpojok, tidak ada celah untuknya untuk berlari sekarang. Dia yakin seluruh anak buahnya sudah mati semua sekarang. Dan di bawah juga telah banyak pihak kepolisian dan juga bodyguard tuan Anton yang juga terlihat mengacungkan senjata keatas
Di bawah terdengar suara pihak kepolisian yang meminta Milena untuk menyerahkan diri, dan hal itu semakin membuat Milena kian bingung dan tak tahu harus berbuat apa selain terus menempelkan pistol yang ada di tangannya ke kepala Junior
Suara peringatan dari pihak kepolisian dan juga permohonan dari Alexander dan Sania tidak digubrisnya. Dia masih kukuh pada pendiriannya dengan terus menyandera Junior
“Milena, lepaskan anak saya. Ini tidak ada di perjanjian kita” teriak sebuah suara dari pengeras suara
Milena sontak tersenyum sinis mendengar suara barusan. Tapi tidak dengan Alexander. Dengan cepat dia menggeser posisi berdirinya hingga dia bisa melihat kearah bawah, kearah kerumunan ramai orang dan juga pihak kepolisian dan anak buah papinya
“Mami…..?” lirihnya kaget. Kemudian Alexander menoleh kearah Milena yang tersenyum menyeringai kearahnya
“Kenapa? Kamu terkejut, iya?”
Alexander bergeming, tuan Anton yang juga berdiri di atas balkon tersebut dengan pistol yang mengacung kearah Milena memejamkan matanya mendengar suara istrinya
“Mami kamu terlibat dalam penculikan ini Alex. Asal kamu tahu, mami kamu meragukan anak ini anak kamu. Terlebih ketika dia mengetahui jika wanita ini adalah pelacur. Karena itulah mami kamu bekerja sama dengan aku dan Sandra untuk menculik anak kamu. Dan berkat bantuan mami kamulah aku tahu dimana alamat pelacur ini. Dan sayangnya, Alvin sering memakai perempuan ini. Karena itulah semuanya semakin memuluskan rencanaku untuk membalas sakit hatiku sama kamu”
“Kamu pikir, kamu bisa begitu saja lepas dari aku? tidak Alex. Aku sudah habis-habisan demi kamu. Jadi kamu harus membayar mahal untuk ini. Terlebih ketika aku mengetahui jika anak ini adalah benar-benar anak kamu, niatku untuk menghabisinya semakin besar. Tapi mami kamu bodoh, dia terlalu mudah aku tipu. Ketidaksukaannya pada masa lalu Sania telah melupakan kasih sayangnya pada cucunya sendiri, sehingga dia setuju untuk aku menghabisi nyawa anakmu”
Alexander menggeleng, tapi tuan Anton kembali memejamkan matanya menahan amarah dan sedih yang bercampur aduk mendengar ucapan Milena. Dan Alexander kian bergeming, sementara air mata Sania kian deras mengalir
Dan kembali terdengar suara nyonya Emma meminta Milena melepaskan anaknya, tetapi kembali Milena tidak mempedulikan permintaan nyonya Emma, dia semakin mencengkeram kuat leher Junior menggunakan lengannya yang membuat Sania kembali memohon untuk melepaskan anaknya
“Kalian mundur!!!” teriak Milena yang sekarang mengarahkan pistol kearah semua orang yang membuat Alexander semakin maju yang membuat Sania berteriak memerintahkannya untuk mundur karena melihat Junior semakin menangis ketakutan
“Milenaaaaaaa……!!!!” teriak Sania dengan nekad menarik tangan Junior karena Junior semakin berteriak histeris ketakutan
Dengan cepat didorongnya tubuh Junior kearah Alexander, dan Milena yang kaget nyaris terjerembab ke belakang. Namun tangannya yang memegang pistol dengan cepat mengarahkan senjata tersebut kearah depan
Dan Sania yang telah membaca apa yang akan dilakukan oleh Milena dengan berani mendekap tubuh Milena, hingga detik berikutnya
DORRRRR…..!!!
Sebuah tembakan meletus dari senjata yang dipegang oleh Milena yang membuat tuan Anton dan Alexander berteriak histeris
Tuan Anton segera berlari kearah tubuh Sania yang masih mendekap kuat tubuh Milena. Beberapa anak buah tuan Anton yang juga bersiaga di balkon ini turut berlari. Tapi mereka terlambat, Sania ternyata bukan hanya mendekap melainkan mendorong tubuh Milena, hingga detik berikutnya
__ADS_1
AAAAHHHHHHHHH…………