
"Saya tidak bohong, saya juga tidak menyangka jika nasib Sania akan se tragis ini, tapi pernahkah anda berfikir tuan Alexander yang terhormat, seorang wanita muda yang ditolak oleh siapapun, dengan perut yang membesar dan ingin mempertahankan hidupnya jika bukan jual diri dengan cara apa lagi?"
"Sania melakukan ini karena dia terpaksa demi menghidupi anak anda, anak yang anda tidak ketahui hingga detik ini"
"Demi Tuhan tuan Alexander, saya tidak akan pernah memaafkan kejahatan anda pada sahabat saya" setelah berkata seperti itu dengan berani Dhea mendorong kasar dada Mark hingga pria bule tampan itu terhuyung kebelakang
Mark sama sekali tidak berniat mengejar Dhea, dia membiarkan gadis itu pergi, karena dia telah dengar sendiri, jika gadis itu tidak mengetahui Sania ada di mana sekarang kalaupun dia tahu, dia juga tak akan mau memberitahu mereka, jalan satu-satunya yang harus dilakukan mereka adalah mencari tempat lokalisasi di seluruh kota wisata ini
Sementara Alexander yang terduduk di trotoar kembali berwajah kusut dan kali ini lebih parah karena matanya basah dengan rambut yang berantakan
Mark memilih duduk di dekatnya, menepuk pundaknya berkali-kali
"Apa gadis itu berkata jujur Mark?"
Mark menarik nafas panjang
"Sepertinya dia berkata jujur, karena terlihat kilatan amarah, kecewa dan dendam di matanya
"Kemana lagi kita harus mencarinya Mark?"
Mark mengangkat bahunya
"Kita minta pada supir yang kita sewa untuk membawa kita ketempat lokalisasi di daerah ini, hanya itu jalan satu-satunya"
Alexander mengangguk cepat, sedangkan Mark telah menempelkan hp ke telinganya, menghubungi supir taksi
Tak lama taksi yang mereka sewa datang dan malam itulah mereka langsung bergerak ketempat lokalisasi
Di tempat pertama, Mark dan Alexander di sambut oleh seorang mucikari dan beberapa wanita malam yang langsung terpesona begitu melihat ketampanan dua pria bule ini
Tapi tujuan Alexander dan Mark bukanlah ingin menyewa mereka, ketika berhadapan dengan sang mucikari, Alexander langsung menunjukkan foto Sania dan bertanya adakah anak semangnya yang bernama Sania dan berwajah seperti yang ada di hpnya
Tapi hingga di tiga lokalisasi, semua mucikari menggelengkan kepala mereka dan mengatakan jika mereka tidak mengenal Sania, walaupun saat itu demi meminta kejujuran sang mucikari Alexander berani membayar mahal
Ditempat keempat ada secercah harapan ketika sang mucikari mengatakan jika ada anak semangnya yang bernama Sania dan wajahnya mirip dengan yang ada di foto
Tapi ketika wanita malam itu kembali ke rumah bordil dan berhadapan dengan Alexander, Alexander menggeleng, dan mengatakan jika wanita malam itu bukanlah Sania yang dia cari
Tak berhenti sampai di sana, mereka sampai turun ke jalan melihat satu persatu wanita malam yang mangkal di pinggir jalan
Hingga dini hari barulah Alexander dan Mark kembali ke hotel dengan tidak membawa hasil apa-apa
...----------------...
Dan Sania yang masih mendapatkan update kabar terbaru dari Dhea menjadi ketakutan dan khawatir
Pada Dhea dia berpesan jangan sampai memberitahukan keberadaan dirinya, walau sebenarnya Dhea juga tidak tahu dimana Sania tinggal karena Sania tidak pernah mau menyebutkan alamatnya
Sejak waktu mengetahui jika Sania menjadi wanita malam, setiap malam selanjutnya tak henti-hentinya Alexander dan Mark mencari keberadaan Sania, bahkan hingga jauh keluar daerah, tapi hasilnya tetap sama
__ADS_1
Dan jadwal liburan mereka hanya tinggal satu hari saja, itu artinya lusa mereka harus kembali lagi ke ibukota dan memulai rutinitas harian mereka
Dan Alexander yang masih terus berusaha mencari keberadaan Sania tak putus asa
Berkali-kali dia menemui Dhea dan selalu memohon pada Dhea untuk dibawa pada Sania
Karena melihat kegigihan dan kesungguhan hati Alexander, kerasnya hati Dhea menjadi luluh, terlebih ketika dia mengingat jika Junior buta dan membutuhkan biaya yang banyak untuk operasi
"Lusa saya harus kembali ke ibukota, tapi saya akan kembali lagi kesini, bagaimanapun caranya" ucap Alexander pelan ketika dia berpamitan pada Dhea siang ini saat itu mereka bertiga berada di sebuah caffe
"Saya harap anda bisa membantu saya menemukan Sania walau saya tidak disini, saya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya pada Sania, dan saya akan menikahinya bila perlu"
Dhea menatap dalam kesungguhan dan kejujuran di mata Alexander, dia ingin meyakinkan dirinya jika semua yang dikatakan Alexander itu benar
"Walau anda tahu jika dia adalah seorang pelacur?"
Alexander menggeleng dan wajahnya kembali menyiratkan kesedihan
"Sania menjadi pelacur karena saya, karena kejahatan saya" jawab Alexander berusaha tegar sambil mengusap wajahnya
Dhea langsung beralih ke tas nya ketika hpnya berdering, dan matanya terbelalak ketika dilihatnya jika yang menelepon adalah Sania
"Ada apa?" tanya Mark cepat
Dhea dengan ragu memperlihat layar hpnya pada dua pria tampan yang saat ini juga membelalakkan mata mereka
Dhea bimbang, jika dia mengangkat panggilan Sania, dua pria ini akan tahu dia ada dimana, dan jika mereka tahu, mereka pasti akan menemui Sania, tapi jika sampai Alexander pulang dan tidak bertemu Sania, bagaimana nasib Junior?, Alexander orang kaya, tentulah dia akan dengan mudah membawa Junior keluar negeri dan membawanya ke dokter mata terbaik di dunia ini, dan bisa dipastikan Junior akan bisa melihat
Layar hp Dhea gelap karena panggilan tak kunjung di angkat Dhea, dan Alexander langsung kembali memasang wajah memelas pada Dhea
"Saya mohon, saya janji saya tidak akan menemui Sania jika itu memang mau anda, tapi saya mohon tolong bantu saya melihat Sania dan anak saya, walaupun itu dari jauh"
Hati Dhea trenyuh ketika melihat air mata mengalir di wajah tampan Alexander, seumur hidupnya dia tidak pernah menemukan seorang pria yang menangis karena rasa bersalahnya
Kembali layar hp Dhea menyala, dan sebelum mengangkat panggilan dari Sania, Dhea meminta pada Alexander dan Mark untuk diam, jangan bersuara sekecil apapun
"Ya San?"
"Dhe kamu dimana?"
"Kenapa?"
"Junior ngamuk pengen ketemu kamu"
Dhea memandang kearah wajah Alexander yang tampak antusias ketika mendengar suara Sania
"Mana Juniornya?"
Terdengar suara anak kecil yang sedang mengamuk dan menangis
__ADS_1
"Iya nak, ini aunty Dhea nya...Junior ngomong sama aunty yaaa...."
Alexander mengusap kasar wajahnya demi mendengar suara anaknya menangis, terlebih ketika mendengar suara Sania yang sedang membujuk anaknya agar berhenti mengamuk
"Aunty......"
Air mata Alexander kembali mengalir ketika untuk pertama kalinya dia mendengar suara anaknya
Mark menggenggam kuat bahu Alexander demi dilihatnya jika bad boy itu terisak
"Aunty dimana? Junior pengen ketemu aunty"
Kembali Dhea melirik kearah Alexander yang semakin terisak
"Boleh sayang, kapan Junior mau ketemu aunty?"
"Sekarang"
"Oh, gituuuu, oke, siapa takut?. Kebetulan aunty sedang off hari ini, nggak kerja, mau ketemu aunty dimana?, atau aunty saja yang jemput Junior gimana?" jawab Dhea dengan suara lembut selayaknya berbicara dengan anak kecil
Mark mengangguk kuat menyetujui ide Dhea
"Nggak usah Dhe, kita ketemuan di tempat kemarin aja, by the way, Alexander ada ketemu kamu lagi nggak?"
Dengan cepat Alexander memberi kode melambaikan tangannya dengan kuat
"Nggak ada, sudah kembali ke ibukota mungkin dia. Lagian orang model dia mana bisa lama di sini, iya kan?"
"Kamu benar Dhe, tapi aku khawatir dia ada mata-mata yang mengawasi aku dan Junior, aku takut dia akan mengambil Junior dari tangan aku, dan kamu tahu sendiri Dhe, bagaimana perjuangan aku demi Junior, jadi aku bersumpah, aku tidak akan pernah mempertemukan Junior dengan ayah kandungnya"
Alexander menarik nafas panjang dan kembali matanya berair mendengar ucapan Sania
"Udah ya Dhe aku mau siap-siap, kamu tahu tidak? Junior sudah ganti baju" terdengar tawa renyah dari Sania yang mampu membuat jantung Alexander berdenyut sakit
Setelah obrolan berakhir, Dhea menatap kearah Alexander yang menyusut sudut matanya
"Saya akan melihat kalian dari jauh, saya janji, saya tidak akan muncul di hadapan kalian" ucap Alexander dengan suara bergetar menahan tangis
"Saya pegang omongan anda, dan saya harap anda bisa menahan perasaan anda ketika nanti anda melihat Junior"
"Jadi nama anak saya Junior?"
Dhea mengangguk
"Lengkapnya Junior Alexander"
Air mata yang sejak tadi berusaha ditahan Alexander kembali tumpah dan kali ini Alexander sampai terisak-isak
"Sania sengaja memberi nama belakang anaknya dengan nama anda, kata Sania agar itu selalu mengingatkannya dengan anda yang telah menghancurkan masa depannya"
__ADS_1