Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Naluri Seorang Ibu


__ADS_3

“Aku harus menghubungi Deri. Sudah sekian tahun aku tidak pernah menghubunginya”ucap perempuan separuh baya tersebut yang segera mengambil hp nya dan langsung mencari nomor Deri


Segera di tempelkannya hp ke telinganya dan berharap jika panggilannya aka segera tersambung


“Halo ini siapa?” jawab seorang perempuan di seberang


Perempuan paruh baya tersebut yang memang sudah sejak tadi gugup tampak tertegun sebentar ketika mendengar jika yang menjawab adalah suara perempuan. Sehingga perempuan di seberang kembali mengulangi pertanyaannya


“Maaf, apa ini benar nomor dokter Deri?” jawab perempuan paruh baya tersebut dengan takut-takut


“Benar, dia suami saya. Anda siapa ya?”


“Saya mama Liza. Mamanya Sania”


Wanita di seberang mengernyitkan dahinya begitu mendengar jawaban dari yang meneleponnya


“Sania?” gumamnya


Mama Liza menganggukkan kepalanya dengan terus menggigit bibirnya dengan gugup


“Ada perlu apa ya bu?”


“Maaf, ada hal penting yang ingin saya tanyakan dengan suami anda jika anda tidak keberatan”


Deri yang saat itu baru keluar dari dalam kamar mandi menoleh kearah istrinya dan menanyakan siapa yang meneleponnya


“Katanya mama Liza. Mamanya Sania”


Dengan cepat Deri mendekat dan mengambil hp yang diulurkan istrinya. Wajahnya yang semula tampak biasa saja, tiba-tiba sedikit tegang ketika mendengar jawaban istrinya


“Ya ma? Beneran ini yang menelepon saya mama?”


Istri dokter Deri memandang kearah wajah suaminya yang menoleh kearahnya dengan memaksakan sebuah senyuman


“Maaf Der jika mama ganggu kamu. Setelah sekian tahun, sejak terakhir kali kamu ke rumah mama. Sejak itu pula kita lost contact”


Deri tersenyum kaku mendengar ucapan mama Liza dari seberang. Setelah itu mereka saling menanyakan kabar sampai akhirnya, mama Liza menyinggung soal berita viral di kota mereka dalam beberapa hari ini

__ADS_1


“Aku nggak begitu tahu sih ma. Tapi orang di rumah sakit memang banyak yang bicarain. Memangnya kenapa ya ma?”


Mama Liza menarik nafas panjang


“Entahlah, tapi mama merasa jika itu berita tentang Sania”


Mulut Dokter Deri ternganga sebentar mendengar kelanjutan ucapan mama Liza. Tapi dia segera tersenyum kaku kembali kearah istrinya


“Masa sih ma? Bukan mungkin. Tapi nanti aku akan lihat”


“Iya Der, tolong mama ya. Mama merasa jika ada video yang menampilkan seorang wanita yang wajah dan kepalanya diitutupi jaket itu Sania”


Dokter Deri menarik nafas panjang kembali


“Memang Sania tidak pernah pulang?”


Terdengar suara isak tangis yang membuat istri dokter Deri yang semula menempelkan kepalanya di bahu suaminya, mengangkat kepalanya ketika dia mendengar suara seperti orang terisak


“Sejak hari mama mengusirnya, hingga detik ini Sania tak pernah kembali lagi ke rumah ini. Jangankan kembali, kabar saja mama tidak mengetahuinya. Tapi mama yakin Sania masih hidup, dan mama yakin jika dia baik-baik saja”


Kembali dokter Deri menarik nafas dalam mendengar jawaban pilu dari seberang. Dia yakin betapa wanita paruh baya yang saat ini meneleponnya sangat rapuh dan bersedih. Jika memang yang dikatakannya benar, itu artinya beliau sudah lebih dari delapan tahun tidak bertemu dengan anak semata wayangnya tersebut


Istri dokter Deri menurut dan bangkit dari duduknya, segera dia menyalakan televisi dan kembali duduk di sebelah suaminya


Deri yang masih ditelepon oleh mama Liza akhirnya mengatakan jika dia akan mencari kebenaran kabar yang didapatnya tersebut dan meminta pada mama Liza untuk tidak terlalu memikirkan hal yang belum pasti


“Jangan over thinking ma. Yakinlah jika Sania memang baik-baik saja” tutupnya


Berita local kembali mengulangi tayangan tentang banyaknya helicopter hari ini yang terbang di langit kota wisata, kemudian menghubungkannya dengan ledakan malam kemarin dan penculikan beberapa hari yang lalu


Dokter Deri diam ketika melihat layar televisi dan mendengarkan dengan seksama keterangan berita tersebut


“Kenapa sih sayang?” tanya istrinya ketika dia melihat raut wajah suaminya yang serius


“Kamu sering nonton berita ini?”


Istrinya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


“Pulang dinas aku capek. Jadi mana sempat aku nonton berita beginian. Ada juga muncul di beranda sosial media ku tapi aku skip”


Dokter Deri segera membuka kembali hp nya, dan mencari berita tersebut. Bahkan dia juga melihat tayangan utuhnya di internet


Pada gambar video yang menampilkan wanita yang ditutupi dengan jaket oleh seorang lelaki, Deri tertegun. Kemudian dia menghentikan video tersebut. Diulang-ulangnya video tersebut, tetapi gambar wajah wanita yang ditutupi tersebut hanya tampak sekilas dan itu juga juga hanya beberapa detik terlihat ketika dia berjalan keluar dari dalam sebuah bangunan


“Sayang maaf ya. Tapi aku harus menyelidiki video ini. Nggak apa-apa kan jika aku mengulangi wajah perempuan ini terus?”


Istrinya diam, kemudian melongok kearah hp suaminya, kemudian mengangguk. Dan ikut melihat video tersebut


“Kayanya aku pernah lihat sekilas deh sayang dengan wanita yang ada di video ini” ucap istri dokter Deri ketika suaminya menghentikan video yang menampilkan sekilas wajah Sania


Tanpa permisi diambilnya hp suaminya dan segera dia menzoom gambar tersebut yang blur tak jelas. Dengan kecewa dikembalikannya hp tersebut pada suaminya karena tak berhasil melihat jelas wajah siapa itu


“Sebentar deh sayang. Kayanya teman-teman aku yang gila sosial media pasti mencari tahu siapa sosok wanita ini. Aku yakin” ucapnya sambil menggerakkan jari lentiknya di atas layar hp miliknya


“Tuh benar kan sayang. Nih, teman aku yang ada di mall tempat kasus penculikan anak itu terjadi mengupload wajah wanita yang kita lihat videonya tadi”


Dokter Deri yang sejak tadi sibuk mencari berita online lain yang mengabarkan tentang kejadian penculikan yang terjadi empat hari lalu itu segera melongok kan kepalanya ke hp istrinya. Dan seketika degup jantungnya langsung berdetak dengan cepat ketika dilihatnya dipostingan teman istrinya itu menampilkan utuh wajah Sania


“Sania…….” Desisnya


Tanpa sadar diambilnya hp istrinya kemudian membaca tulisan di atas wajah Sania tersebut


Wanita kuat, yang tenang ya. Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk anakmu


Setelah itu dokter Deri langsung menggerakkan jarinya kebawah mencari postingan lain yang ternyata hanya itu saja postingan temannya tentang Sania. Dibawah postingan tersebut dilihatnya ada ribuan komentar


“Apa ada yang menyebut siapa nama perempuan ini?” lirih dokter Deri dengan gugup sambil mengembalikan hp pada istrinya


Istrinya tak menjawab melainkan segera menekan bagian komentar


“Komentarnya ribuan sayang. Capek kalau saya harus baca semuanya. Tapi tata-rata sih doa yang mereka tuliskan disini”


Dokter Deri tersenyum getir mendengar jawaban istrinya. Dia hanya bisa menganggukkan kepala dengan kembali menampilkan senyum kaku agar istrinya tak curiga


“Emang kamu kenal sayang dengan wanita ini? Tadi kamu bilang siapa? Sania?. Emang wanita ini Sania?”

__ADS_1


Dokter Deri mengangguk pelan.


“Iya, dia memang Sania. Wanita yang ada di postingan teman kamu itu memang Sania. Berarti wanita yang ada di video tadi benar Sania. Dan mama Liza benar, jika wanita itu adalah Sania” gumamnya seakan pada dirinya sendiri


__ADS_2