
"Saya kesini karena saya ingin menemui anak saya" jawab Alexander tak kalah dinginnya
Lelaki besar itu langsung mendorong dada Alexander sehingga Alexander mundur kebelakang
"Jangan sampai saya bertindak kasar pada anda" kembali lelaki itu berkata sambil menyeringai
Alexander tak tinggal diam, dia balas mendorong lelaki itu, hingga terjadilah saling dorong antar mereka berdua
"Anda keluar dari sini tuan Alexander!!!" teriak mami Ajeng akhirnya dengan nada emosi
Dan Junior yang tadi dibawa masuk oleh dua orang gadis mendengar jelas bagaimana Mami Ajeng berteriak
"Alexander?" ucapnya
Kedua gadis yang memegangi bahu dan tangan Alexander kaget dan mereka saling toleh
"Itu nama belakang saya tante"
Kedua gadis itu menggeleng
"Tidak sayang, mami Ajeng bukan memanggil Junior, mami Ajeng sedang berbicara sama temannya"
"Tidak tante, aku harus keluar, aku harus menemui orang yang bernama Alexander itu" Junior langsung berdiri dan menyentak bahunya
"Junior jangan!!!" kedua gadis tadi kembali menarik tangan Junior yang telah siap berjalan
"Tapi di luar terdengar suara ribut tante, aku harus nemuin oma, aku harus nanya sama oma kenapa oma marah-marah?"
Kembali kedua gadis itu menahan Junior jangan sampai anak kecil tersebut keluar, jika Junior keluar, bisa dipastikan semua rencana mereka gagal
"Mama kemana, aku harus minta mama menghentikan oma yang marah"
Kedua gadis itu kembali memutar otak mereka, mereka harus mencari akal baru agar Junior berhenti berniat keluar dari tempat persembunyiannya
Sementara di luar keributan antara Alexander dengan pengawal mami Ajeng tak terelakkan.
Alexander yang kekeuh ingin bertemu Junior tidak memperdulikan bagaimana pengawal bertubuh besar itu menghalanginya
"Junior... ini papa naaakk...." teriak Alexander dengan nekat
Mata kedua gadis yang bersama Junior membelalak begitu juga dengan mata mami Ajeng, dia yang sejak tadi berusaha menahan amarahnya, mendengar Alexander berteriak memanggil Junior jadi tersulut emosinya
"Tutup mulut kamu Alexander!!!!"
Alexander menoleh kearah mami Ajeng
"Kenapa nyonya?, memang benarkan Alexander itu anak saya?, jadi kenapa saya harus tutup mulut?, Junior berhak tahu yang sebenarnya"
"Tidak!!!!!"
__ADS_1
Semua mata langsung menoleh ke sumber suara dimana Sania berdiri dengan dada turun naik dan wajah marah, menatap tajam kearah Alexander yang menatapnya dengan dalam
"Pergi kamu dari sini Alexander, aku dan Junior tidak membutuhkan kamu!!"
Alexander dengan cepat berjalan kearah Sania, dan berusaha menangkap tangan wanita itu yang dengan cepat mengangkat tangannya agar Alexander tidak bisa menyentuhnya
"Aku akan pergi, tapi tolong beri aku sekali saja kesempatan untuk menemui Junior"
"Tidak!!!"
Junior yang mendengar jelas suara mamanya berteriak kian panik, dan sekarang makin tak bisa dikendalikan
Dengan nekat digigitnya tangan kedua gadis yang memegang paksa tangannya agar dia tidak kabur
Dan kedua gadis itu refleks melepaskan tangan mereka yang terasa sakit akibat digigit Junior
Lalu dengan cepat, Junior berlari kearah pintu, dan menabrak kursi sehingga dia jatuh, tapi anak pemberani itu tak menyerah, dia segera bangun dan kembali berjalan cepat kearah pintu
Ternyata pintu terkunci, dan Junior kian panik ketika mendengar suara sang mama kembali berteriak
"Mama bukaaa....!!!" teriak Junior sambil menggedor pintu
Kembali kedua gadis tadi menarik Junior agar menjauh dari pintu
"Tante lepas!!!" Junior kembali memaksa
"Mama tolong aku, kedua tante ini menyakitiku"
Sania menoleh kearah kamar yang yang tak jauh dari tempatnya berdiri, didengarnya dengan jelas jika dari arah dalam kamar tersebut ada suara gaduh, dia yakin saat ini Junior pasti sedang berontak ingin keluar.
"Mamaaaa..."
Akal Alexander telah hilang ketika didengarnya Junior berteriak panik
Didorongnya kasar tubuh Sania yang menghalangi langkahnya, sehingga membuat wanita itu nyaris terjerembab
Lalu dengan cepat Alexander berlari kearah pintu dan langsung memutar gerendel pintu yang ternyata terkunci dari dalam
"Junior.... ini papa nak..."
Pengawal mami Ajeng, Sania beserta mami Ajeng tak tinggal diam, segera ketiganya berlari cepat kearah Alexander, bahkan pengawal mami Ajeng kali ini melayangkan tinju besarnya kearah wajah Alexander
Alexander terhuyung dan sedikit terbungkuk menahan sakit pada wajahnya, tapi dia tak tinggal diam, di balasnya pula dengan melayangkan pukulan
Sehingga kembali antara Alexander dan pengawal mami Ajeng terlibat saling pukul
Mami Ajeng segera berlari keluar yang tak lama telah muncul dengan tiga orang pengawal lain, dan supir sewaan Alexander yang sejak tadi khawatir karena mendengar suara gaduh di dalam sekarang ikut masuk juga
Dilihatnya jika empat orang lelaki sedang memukuli Alexander
__ADS_1
"Hentikan!!!!" teriaknya berusaha melerai keempat pria yang mengeroyok Alexander
Sementara Junior kian berteriak histeris ketika mendengar keributan di depan pintunya
"Tante bukaaaa!!!!!" teriaknya sambil menangis meraung
Alexander dan supir sewaannya saat ini masih terus berusaha melawan keempat pengawal mami Ajeng yang sepertinya memang terlatih dalam berkelahi
Darah segar terlihat mengalir dari sudut bibir dan hidung Alexander, dan Sania yang tidak menyangka jika akan terjadi keributan hanya bisa berteriak histeris
"Mamaaaa.....!!!" kembali Junior berteriak histeris
Alexander yang terus berusaha melawan akhirnya bisa mendorong tubuh salah satu pengawal mami Ajeng dengan kuat sehingga pintu tempat dimana Junior disembunyikan terbuka
"Kakak tarik Junior dari depan pintu!!!!" teriak Sania
Terlambat, tubuh pengawal yang didorong Alexander tadi jatuh tepat di depan pintu sehingga pintu yang terbuka tiba-tiba dengan keras membuat Junior yang berdiri di belakang pintu menjadi korban
Tubuhnya terjerembab akibat benturan keras pintu
"Junior.....!!!!" teriak Alexander lantang ketika dilihatnya tubuh gemuk Junior menghantam keras lantai
Alexander melangkahi tubuh pengawal mami Ajeng yang terjerembab, tapi dia lengah, karena dengan cepat tangan pengawal itu menarik kakinya sehingga mengakibatkan Alexander ikut terjerembab
Sedangkan kedua gadis yang tadi mengurung Junior juga berteriak sama paniknya ketika melihat Junior jatuh terlentang
Dengan cepat keduanya mengangkat Junior dan membawanya menjauh dari tubuh Alexander yang sekarang menjadi bulan-bulanan tendangan dua orang pengawal
"Junior.... ini papa nak..." erang Alexander yang menahan sakit akibat tendangan bertubi-tubi pada tubuhnya
"Tuan....." supir sewaan Alexander yang juga dihajar habis-habisan terus berusaha menolong Alexander yang kini tidak berdaya lagi
Junior memejamkan matanya dan menggerak-gerakkan sedikit kepalanya akibat pusing oleh hantaman keras pintu, tapi indera pendengarannya menangkap dengan jelas gerakan apa saja yang terjadi di ruangan itu saat ini
"Berhenti!!!!" teriaknya lantang
Sania yang bisa meloloskan diri masuk ke kamar segera mendekap Junior dengan berlinang air mata
Tapi Junior tak menggubris pelukan mamanya, kepalanya terus bergerak menangkap suara gaduh
"Darah!!!" lirihnya yang refleks mendorong perut Sania yang mendekapnya
Dengan langkah tak teratur Junior berjalan cepat kearah suara bedebak bedebuk di lantai
"Hentikan!!!!" teriaknya lantang
Dua pengawal yang menendang Alexander menahan ayunan kaki mereka ketika Junior secara refleks mendekap tubuh Alexander yang sudah tak bergerak
"Darah...." kembali Junior bergumam sambil meraba wajah Alexander yang terpejam
__ADS_1