
Sania yang masih berada dalam dekapan mami Ajeng tak mampu menjawab, dia hanya bisa terus menangis dan menenggelamkan wajahnya di dekapan mami Ajeng. Kedua wanita itu sekarang sama-sama menangis haru.
Sania terharu dengan kebaikan dan ketulusan mami Ajeng padanya dan juga pada Junior, sedangkan mami Ajeng menangis haru karena masih ada orang yang memikirkan nasib anak semangnya dan juga cucunya.
Sementara di lain tempat, Alexander yang telah sampai kembali di kamarnya, saat ini tengah duduk termenung di balkon kamar. Puntung rokok sudah tidak terhitung berapa banyak dia hisap, pikirannya masih kalut memikirkan kejadian siang tadi
“Jejak digital Sania tentu masih ada walau wajahnya sudah terhapus diaplikasi tersebut” gumamnya sambil kembali menarik nafas panjang
“Bisa jadi ketika besar dan sembuh nanti anakku bisa melihat dan mengetahui masa lalu mamanya. Tidak, tidak, tidak. Aku tidak ingin mental Junior jatuh mengetahui kebenarannya. Aku tidak mau psikis anakku terganggu, aku harus mencari seorang IT yang bisa menghapus seluruh wajah Sania yang pernah di upload oleh nyonya Ajeng, harus” putus Alexandera sambil segera mengambil hp nya yang tadi diletakkannya di atas tempat tidur
Segera dihubunginya Mark, orang kepercayaan tuan Anton dan juga kepercayaannya. Yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri karena care yang dberikan oleh Mark padanya selama ini
“Ya Lex?” jawab Mark di seberang
“Cari seorang IT. Aku membutuhkannya sekarang juga”
“Hari sudah malam, orang sudah tidak ada yang bekerja Alexander”
“Aku tidak perduli. Pokoknya setibanya aku di ibukota, orang tersebut harus sudah ada di hadapanku”
Terdengar tarikan nafas panjang dari Mark. Dan itu membuat Alexander tersenyum menyeringai
“Bisa, kan?” tanya Alexander lagi
“Jika tidak?” balas Mark
“Come on Mark, kamu orang kepercayaanku. Jika bukan kepada kamu, terus kepada siapa lagi aku meminta bantuan?”
Terdengar suara terkekeh dari seberang.
“Kamu itu memujiku ketika membutuhkan bantuanku saja”
Giliran Alexander yang mendecak tak suka mendengar jawaban Mark
“Aku butuh IT karena Sania….”
“Sania?”
“Iya, Sania. Aku ingin IT itu menghapus semua wajah Sania yang ada di internet. Semuanya”
Mark mengernyitkan dahinya
“Aku tidak punya banyak waktu Mark, sekarang juga aku akan mengambil penerbangan tercepat mala mini. Dan aku minta sama kamu, segera temukan IT yang aku butuhkan. Bawa dia ke apartemen pribadiku”
“Oke, baiklah. Tapi bagaimana dengan Sania?”
“Maksud kamu?”
“Dia tahu apa yang akan kamu lakukan ini?, apa dia setuju?”
“Justru karena dia setuju itulah makanya aku memintamu untuk mencari IT itu. Sania sudah setuju untuk berhenti dari pekerjaan haramnya. Dan akan fokus mengurusi anakku”
Mark mengembangkan senyum di bibirnya mendengar ucapan Alexander.
“Aku turut bahagia dengan kebahagiaanmu Lex”
Alexander menarik nafas panjang
“Prosesnya masih panjang Mark. Ini baru awal, belum finish”
“I know, tapi setidaknya ini adalah awal yang baik”
“Kamu benar. Jika tidak demi anak kami, aku yakin Sania tetap akan keras kepala. Nantilah ketika sampai di apartemen aku akan ceritakan bagaimana hari ini aku lalui”
Mark kemabli tersenyum dan menganggukkan kepalanya
“Cepatlah sampai di apartemen. Karena IT yang kamu butuhkan sudah aku dapatkan”
“Serius kamu? Cepat sekali?”
“Jangan panggil aku Mark jika tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat” jawab Mark menyombongkan dirinya dengan bangga
“Pantesan papi sangat menyayangimu Mark. Kamu memang sangat pintar”
__ADS_1
Kemudian terdengar tawa dari Mark dans obrolan mereka langsung berakhir. Setelah obrolan dan permintaannya disanggupi oleh Mark, Alexander beralih menelepon bodyguard bayaran keluarganya
“Kalian stay disini sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Tugas kalian menjaga dan melindungi rumah bordil itu. Awasi dan lindungi seluruh penghuninya. Terutama anakku dan mamanya. Jangan sampai hal buruk terjadi sama mereka berdua”
“Baik tuan”
“Sekarang saya harus pulang ke ibukota, karena ada pekerjaan penting yang menunggu saya di sana”
Setelah itu kembali dengan cepatnya Alexander keluar dari dalam kamarnya. Dan segera menuju lobi untuk check out. Arya segera membukakan pintu mobil ketika Alexander berjalan kearahnya
“Yakin pulang malam ini bos?”
Alexander mengangguk pasti, sehingga Arya langsung melajukan mobilnya menuju bandara. Penerbangan menuju ibukota akan take off satu jam yang akan datang. Selagi menunggu jadwal penerbangannya, Alexander mengeluarkan hp dalam saku bajunya, dan melihat video yang direkamnya ketika siang tadi mereka bermain jet ski
Tanpa disadarinya ada sebuah senyum terukir di bibirnya ketika melihat raut wajah Sania dan anaknya yang berteriak kegirangan dengan wajah dan rambut basah
Cukup lama dia memandangi video tersebut. Dan kembali dia beralih kepada barisan foto yang diambilnya ketika dia hang out berdua dengan Junior
“Orang bilang wajah kamu adalah wajahku Nak. Tapi aku menganggap mereka salah, karena yang sebenarnya adalah hati kamu itu adalah hatiku, dan hidup kamu itu adalah hidup ku” batin Alexander
Dan kembali ada sebuah senyum terukir di bibirnya ketika dia membatin kalimat tersebut
“Papa tidak lama pulang nak, sebentar lagi papa akan datang lagi”
Setelah itu Alexander langsung memasukkan hp nya kembali kedalam saku bajunya, dan segera berjalan masuk karena penerbangan dengan tujuan nya akan segera take off
Dengan cepat Alexander berjalan menuju sebuah mobil berwarna silver yang terparkir di depan bandara. Dan sama cepatnya dia segera membuka pintu mobil dan masuk
“Ke apartemen saya pak” ucap Alexander pada supir pribadi keluarganya
Supir pribadi tersebut menganggukkan kepalanya, lalu segera menembus jalanan ibukota yang mulai terlihat agak lengang karena memang saat itu telah lewat tengah malam
Mobil segera berhenti di depan apartemen, dan Alexander segera turun dan mengucapkan terima kasih pada pria paruh baya tersebut
“Bilang sama papi dan mami, aku akan pulang besok sores. Besok pagi aku langsung berangkat ke kantor”
“Baik Den”
Alexander langsung menekan angka lantai apartemennya dan ketika didalam lift dia membuka hpnya, dimana ada pesan masuk dari Mark
Kami sudah di lokasi. Saya harap kamu tidak terlambat sehingga membuat kami garing menunggu
Alexander tidak membalas pesan yang dikirimkan Mark satu jam lebih yang lalu itu, melainkan dia segera keluar dari dalam lift karena pintu lift telah terbuka
Alexander berjalan cepat kearah apartemennya yang berjarak tak jauh dari lift tempatnya keluar tadi. Ketika berdiri di depan pintu, Alexander mengetuk dan terdengar jawaban dari dalam
Mark yang yakin jika itu adalah Alexander segera membuka pintu dan benar dugaannya, Alexander segera masuk begitu pintu tersebut terbuka
Alexander mengulurkan tangannya kearah seorang pemuda yang umurnya tidak jauh diatasnya itu. Alexander memperkenalkan dirinya yang menyatakan maksudnya meminta bantuan IT tersebut
“Tuan Mark sudah menjelaskan semua pada saya tuan, dan sayangnya tugas itu sedang saya kerjakan tanpa menuggu tuan lagi. Jadi tuan tinggal melihat dan menunggu saja”
Alexander menoleh kearah Mark. Tatapannya berubah dalam dan ada pancaran terima kasih dari tatapannya itu. Mark hanya tersenyum segaris dan duduk di sebelah ahli IT tersebut tanpa memperdulikan tatapan haru dari Alexander
Alexander ikut duduk, dan langsung tampak serius menatap kearah layar laptop yang saat ini sedang fokus dipandang oleh ahli IT tersebut
Berdesir dada Alexander ketika melihat ada banyak foto Sania di internet tersebut
“Apa sebelum ini ada juga foto yang vulgar?” tanya nya dengan suara tercekat
“Banyak….” Jawab IT tersebut tanpa menoleh kearah Alexander
Dengan susah payah Alexander menelan ludahnya mendengar jawaban ahli IT tersebut. Dan dadanya kian berkecamuk tak karuan ketika dia melihat ada beberapa gambar Sania dengan lelaki. Alexander membuang wajahnya, dia tak sanggup membayangkan kelanjutan cerita setelah gambar tersebut diambil
“Hapus semua, dan pastikan tidak ada satupun yang tersisa”
Ahli IT tersebut mengangguk, dan membetulkan kacamatanya.
“Stop!!!” ucap Alexander ketika dia melihat gambar Sania dengan lelaki yang seperti dikenalnya
Ahli IT dan juga Mark menoleh cepat kearah Alexander, dan Alexander memutar layar laptop kearahnya. Dan menelitinya dengan seksama
“Zoom wajah lelaki ini!”
__ADS_1
Ahli IT tersebut langsung menzoom wajah lelaki yang saat ini duduk di sebelah Sania. Memang disana Sania tidak sendiri, ada beberapa wanita juga dengannya saat itu. Yang diyakini Alexander sebagai wanita malam anak semang nyonya Ajeng
“Alvin……” lirih Alexander
Kembali Mark dan Ahli IT tadi menoleh kearah Alexander
“Anda kenal lelaki itu?”
Alexander mengangguk pelan
“Dia teman dekatnya Milena. Dia sangat mencintai Milena, dan sayangnya perasaannya tak pernah terbalaskan karena Milena mencintaiku”
Mark menganguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban Alexander
“Kapan ini kejadiannya?” tanya Alexander lagi
“Empat bulan yang lalu, dan wajah lelaki ini bersama Sania ada beberapa kali menghiasi internet. Sepertinya memang lelaki ini yang menguploadnya”
Tangan Alexander terkepal dan rahangnya tampak mengeras. Terlebih ketika digambar selanjutnya terlihat Alvin memeluk Sania
“Hapus semua. Jangan sampai satupun yang tersisa”
Ahli IT itu mengangguk, dan segera tangannya bergerak lincah. Alexander menoleh kearah Mark yang tampak menguap beberapa kali
“Tidurlah Mark. Biar IT ini saya yang menemaninya”
Mark menggerak-gerakkan kepalanya, dan memejamkan matanya berkali-kali, berusaha menahan kantuk. Tapi Alexander kembali memaksanya untuk tidur hingga akhirnya Mark berjalan kearah ranjang, dan tak lama sudah tak bergerak lagi
Kantuk dan lelah Alexander hilang ketika matanya kembali fokus menatap gambar Sania. Ada begitu banyak foto Sania yang bertebaran di intenet. Berkali-kali Alexander menarik nafas panjang, memang dia sadar jika tidak semua orang bisa mengakses gambar tersebut, hanya pria dewasa saja yang bisa mengaksesnya, tapi tidak menutup kemungkinan jika semua orang mudah mengaksesnya mengingat internet siapa saja bisa menggunakannya
Ahli IT masih terus serius menatap layar laptop. Sepertinya dia sama seperti Alexander, tidak merasakan ngantuk sedikitpun. Hingga fajar menyingsing barulah dia menarik nafas lega dan memjutar laptopnya kearah Alexander
“Bersih tuan”
Alexander menatap layar laptop dan menekan sebuah kalimat di mesin pencarian. Dan hasilnya memang dia tidak menemukan apa-apalagi untuk menemukan jejak Sania. Bahkan dia menggunakan kata kunci lain yang sekiranya menghubungkan dengan dunia malam tapi hasilnya tetap sama, semuanya nihil
Kembali Alexander mencoba kata kunci lain yang berhubungan dengan barcode aplikasi milik mami Ajeng, dan kembali hasilnya tidak menunjukkan adanya rekam jejak Sania ataupun Nahla
Alexander tersenyum puas, dan menarik nafas lega. Segera diputarnya laptop menghadap kembali kearah ahli IT tersebut. Dan kembali dia menarik nafas lega
“Terima kasih, entah saya akan bagaimana jika tidak ada bantuan dari anda”
Ahli IT itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian Alexander mengambil selembar cek dalam lemarinya. Dan terlihat dia menulis sesuatu di atas sana
“Sebagai ucapan terima kasih saya karena bantuan anda. Dan saya harap, anda bisa menjaga rahasia ini, jangan pernah bocorkan kepada orang lain jika kita pernah bertemu dan saya meminta bantuan anda untuk menghapus foto Nahla”
“Saya yakin, jika suatu hari nanti saya butuh seorang IT, saya akan menghubungi anda. Dan saya harapkan, jika kita bisa bekerja sama. Jangan sungkan untuk datang kekantor saya dan meminta bantuan saya. Saya akan dengan senang hati membantu anda”
Ahli IT tersebut mengangguk, dan matanya langsung terbelalak lebar ketika melihat angka yang tertera di selembar cek yang ada di tangannya
“Tidak salah nominalnya tuan?” tanyanya takjub
“Kenapa, kurang?” tanya Alexander
“Tidak tuan, ini malah kebanyakan” jawab ahli IT itu cepat
“Setimpal untuk tugas yang telah kamu lakukan untuk saya dan masa depan saya”
Kemudian Alexander menelepon anak buahnya yang diperintahkannya untuk mengantar ahli IT tersebut pulang, sementara Alexander segera berjalan kearah ranjang dimana Mark masih tampak pulas
“Heh bule sialan, geser!!!” seringai Alexander karena hampir seluruh tempat tidur habis oleh Mark
Mark tak menjawab, hanya menggeser sedikit tubuhnya dan membelakangi Alexander
Bugh!!!!
Alexander memukul keras tubuh Mark karena lelaki itu buang angin
“Sialan kamu Mark!!!” maki Alexander yang segera bangun dan pindah ke sofa
Sebelum memejamkan matanya, Alexander kembali meraih hp dan mengusap wajah Sania kembali sambil tersenyum
“Aku lakukan semua ini demi kamu dan anak kita San…..” gumam Alexander sambil memejamkan matanya
__ADS_1