
Mark tersenyum menyeringai mendengar jawaban Alexander. Sungguh dia merasa senang karena berhasil menggoda sahabatnya itu. Tetapi dia juga bersyukur, karena panggilan dari Junior lah maka dia dan Alexander sedikit terselamatkan dari amukan tuan Anton
Sementara tuan Anton masih tampak mengobrol dengan cucunya. Dan membiarkan Alexander dan Mark menatap penuh rasa ingin tahu kearahnya. Permintaan Alexander yang meminta tuan Anton untuk menloudspeaker handphonenya tadi tidak diturutinya, sehingga Alexander tidak bisa mendengar apa yang saat ini dikatakan oleh anaknya
Yang Alexander tahu adalah bahwa wajah tegang dan marah dari papinya menghilang, berganti dengan senyuman manis dan suara yang lembut
“Opa boleh ngomong sama mama?”
Wajah Alexander seketika kembali menegang ketika mendengar papinya menyebut kalimat ingin berbicara pada Sania, entah ada rasa tak suka bercampur khawatir dari dalam dadanya mengetahui jika sang papa ingin berbicara pada Sania
Tuan Anton segera berdiri ketika mendengar jawaban Sania dari seberang. Kemudian beliau langsung berjalan kearah pintu dan meninggalkan Alexander dan Mark yang hanya bisa menatap beliau dengan tatapan heran. Terlebih Alexander yang wajahnya kian menegang karena papinya lebih memilih berbicara di luar ketimbang di dalam ruangan
“Pasti ada hal penting yang ingin tuan Anton bicarakan pada Sania, oleh karena itulah beliau sampai meninggalkan ruangan” ucap Mark
Alexander menarik nafas panjang, kemudian merebahkan kepalanya ke sandaran sofa
“Aku yakin papi pasti menginterogasi Sania”
“Kalau aku malah berfikir lain, besar kemungkinan tuan Anton malah meminta pada Sania untuk menjauhimu karena gara-gara kamu menemuinya lah pekerjaan hari ini beliau yang handle”
Alexander langsung menegakkan kepalanya dan memandang serius kearah Mark yang juga memandang serius kearahnya
“Begitukah?”
Mark mengangguk, sehingga kembali membuat Alexander harus meletakkan kepalanya kesandaran sofa dan memandang keata langit-langit ruangannya
“Kacau ini jika memang itu yang papa katakan pada Sania”
Lalu kedua pria tampan itu kembali membetulkan posisi tubuh mereka ketika kembali pintu ruangan dibuka oleh tuan Anton
“Kalian berdua selesaikan pekerjaan hari ini dengan baik. Papi akan disini sampai kantor bubar!”
Alexander dan Mark langsung berdiri dan bergegas ke tempat mereka masing-masing. Jika Alexander tetap berada diruangn tersebut dengan langsung duduk di kursinya, maka Mark langsung bergegas meninggalkan ruangan tersebut dan langsung masuk ke ruangannya. Dan dengan segera pula dia memanggil sekretaris Alexander dan kepala divisi yang tadi ikut rapat, menanyakan hasil rapat dn mendengarkan penjelasan dari mereka tentang hasil rapat tadi
Mark langsung menerima laporan tertulis dalam bentuk file yang dikirim oleh kepala divisi, mempelajarinya lalu tak lama kemudian wajahnya telah mulai serius menghadap laptop
Sedangkan tuan Anton yang masih berada di dalam ruangan Alexander hanya memperhatikan mimik serius anaknya ketika berkutat dengan pekerjaan
__ADS_1
“Berarti yang dikatakannya tadi memang benar. Buktinya Sania mengakui jika dia sudah berhenti menjadi wanita malam dan akan fokus menjaga Junior sesuai dengan permintaan Alexander. Bahkan tadi Sania juga bilang, jika untuk memintanya berhenti dari pekerjaan haramnya Alexander sampai rela mengeluarkan uang sebanyak satu milyar”
“Alexander, Alexander…. Kamu memang tidak hitung-hitung jika menyangkut urusan anakmu. Papi bangga sama kamu. Papi harap sifat ini akan selamanya ada sama kamu. Mengingat bagaimana bad boy dan arogannya kamu. Sania, entah ucapan terima kasih apa yang harus aku ucapkan sama kamu karena telah bisa membuat anakku yang bad boy ini berangsur menjadi pria baik”
“Aku yakin ini juga karena rasa sayang dan cinta Alexander pada Junior. Jika tidak, tidak mungkin Alexander rela melakukan apa saja untuk anaknya tersebut, bahkan sampai rela membayar mahal IT untuk menghapus jejak masa lalu Sania”
“Papi…..!!!”
Tuan Anton tergagap dan mengusap wajahnya karena Alexander setengah berteriak memanggil namanya
“Kenapa Lex? Papi nggak tuli”
Alexander tersenyum
“Papi dari tadi ngapain menatap aku kaya gitu?. Nggak yakin dengan kemampuanku karena hari ini?”
Tuan Anton diam dan pura-pura kembali memasang wajah dingin
“Nggak usah banyak protes, lanjutkan saja pekerjaan kamu. Papi akan ngecek hasilnya nanti. Semua yang hadir tadi itu adalah kolega lama papi. Jika bukan karena mereka menghormati papi, sudah bisa dipastikan jika nama baik kamu dan Mark akan tercoreng dengan kejadian hari ini”
Alexander langsung menelan ludahnya. Dia fikir jika papinya telah melupakan kesalahannya karena telah mengobrol dengan anaknya tadi, tetapi ternyata papinya masih mengungkit keteledorannya”
Tuan Anton masih bergeming, sementara Alexander kembali melajutkan pekerjaannya karena tak ingin papinya kembali marah
“Kamu kirim bodyguard di rumah Nyonya Ajeng?”
Alexander langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat dari laptop kearah papinya kembali, dan menganggukkan kepala
“Buat apa?”
Alexander menarik nafas panjang, kemudian dia kembali mengulangi ceritanya dengan mengatakan jika dia tak ingin ada orang yang kembali melecehkan Sania dan dia ingin anaknya terjaga keamanannya. Dia tak yakin dengan kinerja pengawal di rumah mami Ajeng yang sepertinya amatiran dan terkesan kurang terlatih
Tuan Anton menganggukkan kepalanya dan mengatakan jika dia menyetujui maksud dan tujuan Alexander mengirim bodyguard berjaga di rumah mami Ajeng karena misi keselamatan Junior
Hingga akhirnya sampai jam kantor bubar, Mark dan Alexander masih saja berkutat di depan pekerjaan mereka. Niat mereka ingin lembur, tapi niat itu di cegah oleh tuan Anton karena dia ingin malam ini mengajak kedua anaknya itu makan malam di luar
Sejak perintah Alexander yang memintanya berhenti menjadi wanita malam, dan juga sesuai dengan janjinya, Sania mulai berhenti total menjadi wanita malam. Berita Sania berhenti total menjadi wanita malam langsung sampai di telinga seluruh wanita malam yang ada di rumah bordil ini
__ADS_1
Dan mereka merasa senang dan juga bangga dengan pengorbanan Alexander yang meminta Sania untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan rela merogoh kocek sangat dalam demi meminta Sania rela menjaga dan mengurusi anaknya
“Tak banyak lelaki macam Alexander jaman sekarang Sania. Walau kalian tidak terikat pernikahan, tetapi dia sangat memikirkan masa depanmu dan juga masa depan anak kalian” ucap Helen
Sania mengangguk setuju dan dia juga terharu dengan pengorbanan Alexander. Dan Junior yang sekarang setiap malam selalu bersama mamanya, adalah orang yang paling bahagia. Hampir setiap malam sebelum tidur dia akan meminta mamanya untuk menelepon papanya, dan hal itu semakin membuat Sania dan Alexander sekarang semakin intens berkomunikasi
Bahkan Alexander tak segan menelepon duluan, dan menanyakan kabar Sania. Dan Sania yang mulai belajar tak canggung dengan Alexander demi Junior selalu welcome dengan obrolan mereka.
Begitu juga dengan para bodyguard yang menjaga mereka dari jauh, Sania mulai berani untuk bertegur sapa dengan mereka. Dan sekarang setiap dia akan keluar rumah, mengajak Junior keluar, jalan-jalan atau bahkan hanya bertemu dengan Dhea, Sania merasa sangat aman. Tidak takut lagi akan adanya orang yang akan bertindak kurang ajar padanya
Dan kabar dua orang lelaki yang dua bulan lalu melecehkannya pun tidak pernah didengarnya lagi. Dia sudah tidak mau tahu bagaimana keadaan mereka. Yang dipikirkannya saat ini adalah quality time nya yang semakin baik dengan Junior
Kalian dimana sekarang?I
Isi pesan yang dikirim oleh Alexander siang ini ketika dia sedang istirahat siang
Kami sedang berada di mall, aku mengajak Junior bermain di play ground balas Sania
Lalu Sania mengambil gambar Junior yang sedang bermain, dan mengirimnya pada Alexander. Alexander tersenyum ketika melihat gambar anaknya. Lalu chatingan mereka terus berlanjut, hingga Sania terus fokus menatap layar hp nya, dan tidak fokus lagi melihat Junior
Kapan kamu siap aku membawa Junior ke luar negeri San?. Junior tidak sendiri, nanti kamu juga akan ikut serta
Sania kembali membalas pesan dari Alexander, dan kian lupa dengan Junior. Hingga akhirnya lebih setengah jam kemudian barulah dia mengangkat kepalanya, dan sibuk mencari keberadaan Junior. Karena Junior tidak kelihatan olehnya, maka Sania segera beranjak dari tempat duduknya dan dan mulai mendekat kearah tempat Junior mandi bola tadi
“Junior…..?” panggil Sania
Tapi sebanyak orang yang ada di dalam mandi bola tersebut, tidak satupun dikenalnya. Dan itu semakin membuat jantungnya berdegup kencang
Sania segera masuk kedalam mandi bola tersebut, dan kembali meneriakkan nama anaknya. Tapi tetap tidak ada sahutan anaknya, bahkan beberapa pengunjung disana mulai mendekat dan menanyakan mengapa Sania terlihat seperti khawatir
“Tadi anak ada laki-laki, berbadan besar, kulitnya putih, rambutnya coklat kepirangan, memakai kaos biru dan celana jeans mandi bola di pinggir sini. Dia tidak bergerak kemana-mana karena dia tidak bisa melihat, adakah diantara bapak ibu melihat anak tersebut?”
“Ada banyak anak disini tadi, dan kami tidak begitu memperhatikan” jawab mereka
“Iya benar, kami hanya memperhatikan anak kami, dan mengambil gambar nya” jawab yang lain
Sania kian panik dan mulai bergerak kesana kemari sembari terus memanggil nama anaknya. Karena masih juga tidak menemukan anaknya, akhirnya Sania berlari keluar dari dalam play ground tersebut, menemui dua bodyguard yang sedang bermain di tempat permaian dewasa yang ada di sebelah tempat Junior bermain tadi
__ADS_1
“Apa kalian melihat Junior?” tanya Sania dengan wajah dan suara panik