
"Aku harus turun mi" ucap Sania⁹ setelah cukup tenang
Mami yang melepas dekapannya pada Sania, menoleh kearah Sania dengan tatapan penuh kecurigaan
"Yang booking aku rupanya Alexander mi, dan dia tahu jika Junior buta, dan tadi dia memaksa untuk aku memaafkan semua kesalahannya dan meminta padaku untuk memperbolehkannya membawa Junior ke luar negeri"
Mami Ajeng memandang serius pada wajah Sania yang berbicara dengan nada tersendat-sendat
"Terus tanggapan kamu bagaimana?"
"Nggak mi, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan Junior bertemu dengan papa kandungnya"
"Jadi dia ayah kandungnya Junior?"
Sania mengangguk dan kembali air mata mengalir di pipinya, lalu dia menceritakan jika pria yang bertemu mereka di play ground kemarin adalah Alexander
Mami Ajeng tampak kaget terlebih ketika Sania menceritakan semuanya pada dirinya tentang apa yang terjadi di hotel
"Mi, uang aku sudah banyakkan mi?"
Mami Ajeng mengangguk
"Aku akan segera membawa Junior keluar negeri, aku tak ingin Alexander kembali mendapat alasan membawa Junior dariku, aku nggak mau mi"
Mami Ajeng mengangguk dan mengusap sayang kepala Sania
"Mami juga nggak akan tinggal diam, mami akan menghalangi lelaki tak bertanggung jawab itu jika dia bersikeras mau membawa Junior dari kita"
Mata Sania sedikit berbinar ketika mendengar ucapan mami Ajeng, itu artinya dia mendapatkan dukungan dari mami dan bisa jadi seluruh penghuni rumah bordil ini juga akan mendukungnya
"Sekarang kamu turunlah, dan beristirahatlah"
Sania mengangguk dan segera turun dari dalam kamar mami, menuruni tangga dengan setengah berlari agar cepat sampai di kamarnya
Ketika pintu kamar terbuka, didapatinya Junior tengah pulas tertidur, segera Sania berlari keatas ranjang, dan langsung memeluk Junior, kembali air matanya jatuh berderai dan Junior yang merasa ada yang berat menimpa tubuhnya menggeliat dan membuka matanya
"Mama...?" ucapnya dengan menggerakkan tangannya menyentuh wajah Sania
"Mama menangis?"
Sania duduk diikuti oleh Junior yang segera memeluk pinggangnya
"Mama kenapa menangis, siapa yang telah membuat mama menangis, bilang sama Junior, nanti Junior yang akan membalas orang tersebut"
Sania tak menjawab melainkan mengeratkan dekapannya pada Junior
"Jangan nangis lagi ma, kan mama sudah bersama Junior, Junior berjanji tidak boleh ada satu orangpun yang boleh membuat mama Junior menangis"
Sania berusaha menguatkan hatinya mendengar perkataan Junior, karena hanya Junior lah yang menguatkan hatinya selama ini
"Berjanjilah bahwa Junior tidak akan pernah meninggalkan mama"
Junior tertawa dan kembali disentuhnya wajah Sania
__ADS_1
"Mama masih tidak yakin dengan janji yang sering Junior ucapkan?"
Sania kembali berusaha tersenyum dan menciumi puncak kepala Junior
"Terima kasih nak karena telah menyayangi mama, kamu adalah sumber kekuatan hidup mama"
Junior kembali mendekap pinggang Sania dan Sania mengusap-usap kepala Junior sampai mata anak semata wayangnya kembali meredup
...----------------...
Mark yang telah kembali ke ibukota tidak memberitahu pada tuan Anton tentang apa yang terjadi di kota wisata selama mereka berlibur, bahkan dia sama sekali tidak menemui dan memberitahu tuan Anton jika dirinya telah kembali
Hanya saja tuan Anton yang gelisah karena Alexander sudah melewati masa liburnya tapi masih belum juga kembali
Dan Alexander yang belum menyelesaikan pembicaraannya pada Sania, siang ini meminta pada supir yang disewanya untuk mengantarkannya ketempat Sania
Jadilah pagi menjelang siang hari ini
Alexander telah berada di dalam mobil menuju kediaman Sania
Kedatangan mobil yang membawa Alexander disambut tatapan tajam dari penjaga yang sedang bertugas
Seorang lelaki besar mendatangi mobil ketika mobil tersebut berhenti, dan supir segera menurunkan kaca begitu kaca di ketuk dari luar
"Cari siapa?"
Alexander yang duduk di sebelah supir langsung menjawab
"Kami ingin bertemu dengan yang punya rumah ini"
"Sudah ada janji?"
Supir langsung menoleh kearah Alexander
"Sudah, bilang saja Mr. Key ingin bertemu dengannya"
Lelaki tinggi besar itu segera mengangguk dan berjalan meninggalkan mobil, sementara Alexander segera turun dan berjalan di belakang lelaki tersebut
"Anda tunggu disini!" ucap lelaki itu sambil membalikkan badannya kearah Alexander yang langsung menghentikan langkahnya
Alexander berdiri di teras, tampak sesekali menoleh kanan kiri bahkan menoleh kearah dalam rumah
Suasana rumah bordil tampak sepi, tak terlihat satupun ada orang di dalam sana
Alexander terlihat gelisah karena lelaki besar tadi tak juga keluar, dan si supir yang juga sudah keluar dari dalam mobil, dan sekarang berdiri menyandarkan tubuhnya di body mobil memperhatikan gerak gerik gelisah Alexander
Alexander cepat menoleh kearah dalam demi didengarnya ada suara langkah sepatu
Didapatinya seorang perempuan dewasa cantik berambut coklat bergelombang, bertubuh ramping, tinggi, putih dan wajahnya terlihat dingin
Dibelakang wanita itu berjalan lelaki yang masuk tadi
"Anda siapa?, kenapa mencari saya?"
__ADS_1
"Saya Mr. Key nyonya, yang pernah masuk dalam group chat nyonya"
Mami Ajeng tampak menganggukkan kepalanya sambil melihat Alexander dari atas hingga bawah
"Pantesan Junior tampan, begini rupa ayah kandungnya" batin Mami Ajeng ketika memperhatikan Alexander
"Bisa kita bicara sebentar nyonya?"
Mami Ajeng menarik bibirnya dan menganggukkan kepalanya
"Mari...." ajak mami Ajeng sambil berjalan kearah dalam mendahului Alexander yang mengekor di belakangnya, dan kembali lelaki besar tadi ikut masuk pula kedalam, berdiri di belakang kursi mami Ajeng
Setelah duduk tanpa berbasa basi, Alexander segera menyatakan maksud dan tujuannya mendatangi mami Ajeng
"Saya adalah ayah kandungnya Junior, nyonya" ucapnya diakhir keterangannya
"Bagaimana anda begitu yakin jika Junior adalah anak anda?" tantang mami Ajeng
Alexander tersenyum segaris mendengar pertanyaan mami Ajeng
"Saya tidak membutuhkan tes DNA nyonya, dari wajahnya saja sudah dapat dipastikan jika Junior adalah anak saya, dia mewarisi seluruh ciri fisik saya, mata terangnya, kulit indo nya, rambutnya, seluruhnya sama persis seperti saya"
Mami Ajeng tersenyum getir mendengar jawaban percaya diri Alexander
"Mamaa..........." teriak sebuah suara
Alexander spontan menoleh kearah dalam ketika didengarnya suara anak kecil, dan dilihatnya Junior berjalan seperti layaknya orang normal, tidak kesulitan sama sekali
Dengan cepat Alexander berdiri dari duduknya dan langkah kakinya yang telah siap mendekati Junior dihentikan seketika oleh pengawal mami Ajeng
"Dia anak saya!" ucap Alexander dingin
"Ma.....?" kembali Junior memanggil yang membuat beberapa wanita keluar dari dalam kamar mereka dan dengan cepat menarik tubuh Junior
"Junior....!!!" panggil Alexander cepat ketika dilihatnya dua orang gadis menarik tangan Junior
Junior menoleh tapi dengan cepat dua gadis yang tadi menariknya segera membawanya masuk kesebuah kamar
"Nyonya tolong bantu saya, saya ingin menemui anak saya" ucap Alexander yang segera duduk kembali dan mengarahkan badannya menghadap mami Ajeng
Mami Ajeng menggeleng sambil menatap sinis kearah Alexander
"Tolong nyonya"
"Tidak akan, saya dan kami semua yang ada di rumah ini tidak akan membiarkan anda menemui Junior"
Alexander menggelengkan kepalanya tak percaya pada pendengarannya
"Tolong saya nyonya...."
Mami Ajeng memandang sinis pada Alexander, kemudian dia menoleh kearah pengawalnya yang mengerti apa maksud mami Ajeng
"Silahkan anda keluar dari sini, dan jangan pernah datang lagi kemari"
__ADS_1
Kembali Alexander menggeleng dan dia balik menatap tajam sang pengawal yang memandang sangar padanya