
Sania menelan ludahnya saking kagetnya, menatap wanita muda yang berdiri di depannya dengan merentangkan kedua tangannya
Tanpa bersuara, Sania berdiri dan langsung merangkulnya dengan erat
Lama, lama mereka berpelukan hingga masing-masing dari mereka terisak
"Kamu kemana saja San?"
Sania mengusap kasar wajahnya, mengajak Dhea duduk, lalu menggenggam tangannya dengan erat
"Aku kangen banget sama kamu Dhe" lirih Sania
Dhea kembali mendekat kearah kursi Sania, dan kembali mendekap Sania dengan erat
"Mama, apa yang terjadi?"
Dengan cepat Sania melepas dekapannya pada Dhea lalu mengusap kepala Junior
"Sayang, sekarang di depan kita ada teman lama mama"
Dhea menatap ke arah Sania lalu menatap kearah Junior, lalu kembali menatap ke arah Sania, dan Sania menganggukkan kepalanya kearah Dhea
Dhea langsung menggeser kursi yang ada di dekat Junior, berjongkok di lantai, lalu dengan cepat menggenggam erat tangan Junior
"Sayang, tante temannya mama kamu, teman lamanya"
Junior menarik tangannya lalu meletakkan sepuluh jarinya ke wajah Dhea, menggerakkan jarinya berkali-kali
Dhea yang tidak tahu jika Junior buta memejamkan matanya sebentar lalu tersenyum
"Kenapa nak?, ada apa dengan wajah tante?"
Sania yang mendengar pertanyaan Dhea jadi kaget dan dadanya sedikit berdegup kencang
"Junior cuma ingin mengenali wajah tante" jawab Junior sambil kembali menggerakkan jarinya
"Tante ada tanda di dekat rahang kanan"
__ADS_1
Dhea langsung menoleh ke arah Sania, dan Sania yang sejak tadi meneteskan air mata makin menangis terisak
"San, anak kamu....?" suara Dhea tercekat
"Iya tante, saya buta, saya tidak bisa melihat"
Meledak lah tangis Dhea, dipeluknya erat Junior dan langsung menangis tanpa bersuara. Hanya bahunya yang dilihat Sania berguncang
Dan Junior yang polos tidak mengetahui jika saat itu hati Sania kembali hancur berkeping-keping mendengar jawaban polosnya
"Tante kenapa nangis?" tarik Junior lalu kembali mengusap-usap wajah Dhea yang basah
Dhea tak menjawab, melainkan meletakkan wajahnya di pangkuan Junior lalu kembali terisak
Sania segera bangkit dari kursinya
"Sudah Dhe, nanti apa kata orang" ucap Sania sambil mengangkat tubuh Dhea
Dhea menoleh ke arah Sania lalu kembali memeluknya erat dan kembali menangis
"Mama....?" panggilan Junior membuat Sania tersadar dan melepaskan dekapan Dhea
"Mama nangis?"
Sania menggeleng dan meletakkan wajahnya di atas kepala Junior
Dan Dhea menatap iba pada Sania dan Junior sambil tak berhenti terisak
"Junior masih lapar...."
Sania segera membetulkan posisi duduknya, mengambil kembali piring yang tadi diletakkannya lalu kembali menyuapi Junior
"Kamu kemana saja San?"
Sania yang telah tenang tersenyum kearah Dhea
"Nggak kemana-mana, di kota ini saja, kamu yang kemana?" tanya Sania
__ADS_1
Dhea menunduk dan makin merasa bersalah
"Maafkan aku San, dihari kamu ingin minta jemput itu hp ku hilang entah kemana, sampai detik ini juga aku tak tahu bagaimana kabar hp ku yang hilang itu"
Sania tersenyum sekilas
"Sumpah San aku nggak bohong"
Kembali Sania tersenyum
"Sudahlah Dhe lupakan, toh hari itu telah lama berlalu"
Wajah Dhea semakin tak enak hati menatap kearah Sania yang terus menyuapi anaknya
"Dan anak kamu kenapa bisa...?"
Sania tersenyum getir karena Dhea menggantung pertanyaannya
"Sudah takdirnya, dan aku bahkan sampai detik ini terus berusaha mencari pendonor mata yang bersedia mendonorkan retinanya untuk Junior"
"Junior nggak apa-apa mama, malah Junior senang jadi buta, dengan Junior buta, akhirnya Junior tidak punya dosa"
Sania mengelus kepala Junior sambil berlinang air mata mendengar jawaban polos putra semata wayangnya itu
"Kita pulang ma?"
Sania mengangguk. Lalu menoleh kearah Dhea yang sepertinya masih ingin berlama-lama mengobrol
"San minta nomer hp kamu, jika aku libur, kamu mau kan ketemuan sama aku? kita ngobrol lagi, masih banyak hal yang ingin aku tanyakan sama kamu
Sania mengangguk, lalu menyebutkan nomor hpnya yang langsung dicatat oleh Dhea kedalam hpnya.
Selesai itu, Sania langsung menggenggam tangan Junior mengajaknya turun dari kursi lalu Dhea berdiri di depan mereka, memeluk hangat Sania dan berjongkok di depan Junior, mendekap anak kecil tersebut dengan sayang
"See you soon boy"
"Ok tante..."
__ADS_1
Dhea berdiri lalu melambaikan tangannya kearah Sania yang mulai berjalan menjauh
Dhea yang melihat Sania berjalan berdua dengan Junior sambil bergandengan tangan hanya bisa menarik nafas panjang lalu matanya kembali berkaca-kaca