Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Kembali Bertengkar


__ADS_3

Sania sontak menelan ludahnya dengan susah payah mendengar ancaman Alexander


Dia berusaha tenang dengan menutup kembali pintu lemari, kemudian memandang dingin kearah Alexander


"Bawa saja jika kamu berani. Kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu?"


Alexander yang hampir dikuasai emosi hanya membuang wajahnya dan mendengus kesal


Junior yang duduk di sebelahnya segera menarik tangan papanya dan menggenggam tangan Alexander dengan erat


"Denyut nadi papa bergerak sangat cepat, papa sedang marah" ucapnya


Sania hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Junior. Sementara hp-nya kembali berdering yang membuat Sania nekat menerima panggilan tersebut


"Iya Mi, tunggu sebentar. Sepuluh menit lagi aku akan keluar. Suruh saja orang tersebut menunggu" begitu yang dikatakan Sania ketika dia menerima panggilan dari mami Ajeng


Alexander kembali menatap tajam ke arah Sania yang sekarang tengah membuka lemari pakaiannya dan mengeluarkan dress yang akan dikenakannya malam ini


Tanpa memperdulikan bagaimana tatapan marah dari mata Alexander, Sania segera berniat keluar dari dalam kamar tersebut setelah sebelumnya dia mengambil alat make up yang ada di atas meja


"Aku tidak main-main dengan ucapan ku Sania !!!!" teriak Alexander


Sania yang sudah memegang gerendel pintu hanya menoleh sekilas kemudian tanpa ragu dia langsung membuka pintu kamar dan membantingnya dengan keras


"Sania !!!!!" kembali Alexander berteriak


Alexander yang sudah siap berdiri menyusul Sania keluar, tangannya segera ditangkap oleh Junior


"Papa kenapa marah-marah?, Mama itu kerja. Mama cari uang untuk aku. Harusnya papa itu tidak marah, harusnya papa itu bangga karena mama mandiri, tidak minta uang dari papa".


Alexander menggelengkan kepalanya dan menghembus nafas kasar, berusaha untuk menahan emosinya agar tidak membuat anaknya salah tanggap


"Papa tidak marah sama mama sayang. Junior tunggu di sini sebentar ya?. Papa mau keluar menyusul Mama, Papa ingin bilang sama Mama untuk hati-hati di jalan"


Junior menganggukkan kepalanya yang membuat Alexander langsung melesat keluar menyusul Sania.

__ADS_1


Ketika sampai di ruang tengah, Alexander kembali berteriak lantang memanggil nama Sania yang membuat beberapa gadis malam yang sudah siap berangkat bekerja menoleh ke arahnya


"Sania?!.. Sania?!!! Kamu di mana? keluar kamu!!!" kembali Alexander berteriak lantang


Mami Ajeng yang berada di lantai atas yang mendengar suara teriakan Alexander segera keluar dari dalam kamarnya dan setengah berlari menuruni anak tangga


"Jangan buat keributan di sini!. Jangan mentang-mentang saya bersikap baik sama kamu dengan menerima kamu di rumah ini, kamu bersikap semena-mena. Di rumah ini kamu adalah tamu, jadi bersikaplah sewajarnya sebagai tamu" ucap Mami Ajeng dengan nada dingin


Alexander mendengus kesal sambil tersenyum sinis mendengar ucapan Mami Ajeng .


"Apa yang Anda katakan itu memang benar. Saya adalah tamu di sini, tapi tentunya anda tahu Apa tujuan saya datang ke sini. Karena saya yakin Sania pasti sudah memberitahu anda mengapa saya sampai datang ke sini"


"Kedatangan kamu itu tidak akan pernah merubah sikap dan pendirian saya Alexander" ucap Sania yang muncul dari arah belakang dengan nada dingin


"Oke, jika kamu memang tetap bersikeras dengan keinginan kamu terus bekerja, dan meninggalkan Junior, detik ini juga saya akan membawa Junior terbang ke ibukota. Dan bisa saya pastikan kamu tidak akan pernah bertemu dengan Junior lagi"


"Coba saja kalau kamu berani, aku tidak takut. Jangan mentang-mentang kamu orang kaya yang banyak Bodyguard nya, terus kamu bisa mengancam saya"


"Ingat Alexander, Kamu itu siapa dan saya ini siapa. Kamu itu hanya Ayah biologis dari Junior bukan walinya. Jadi kamu tidak punya hak membawa Junior pergi dari sini. Karena secara catatan hukum Junior itu adalah anak saya bukan anak kamu"


Sementara dari arah luar terdengar suara klakson mobil berkali-kali yang membuat Sania menoleh ke arah Mami Ajeng, dan Mami Ajeng menganggukkan kepalanya


"Kamu berangkat lah. Alexander biar menjadi urusan mami" ucap mami Ajeng sambil menatap tajam ke arah Alexander


"Aku peringatkan sekali lagi sama kamu Sania!!!"


"Sekali saja kamu melangkah keluar dari rumah ini, dan ikut sama lelaki hidung belang yang ada di luar sana, maka aku akan membawa Junior keluar dari dalam rumah ini dan tidak akan pernah mengembalikannya sama kamu lagi!!"


"Persetan dengan ucapan kamu Alexander !!!" teriak Sania tak kalah emosinya


"Aku bilang jangan pergi !!!! geram Alexander sambil menarik tangan Sania dengan keras


"Kamu butuh uang? Iya? Sebutkan berapa nominal yang kamu mau. Aku akan bayar jauh lebih tinggi daripada pria yang ada di luar sana membayar kamu.


"Sebutkan berapa orang di luar sana membooking Sania malam ini. aku akan membayar sepuluh kali lipat" ucap Alexander masih dengan nada emosi ke arah Mami Ajeng

__ADS_1


Secepat kilat Sania menghentakkan tangannya yang di cengkram oleh Alexander, kemudian dengan berani Sania langsung menunjuk wajah Alexander dengan tatapan tajam penuh amarah


"Najis untuk aku melayani kamu malam ini. Kamu pakai saja uang kamu itu untuk yang lainnya, karena aku tidak mau menerima satu sen pun uang dari kamu!!"


"Aku membayar kamu bukan berarti kamu harus tidur dengan aku. Aku membayar kamu, agar kamu itu menjaga anakku malam ini. Dan satu lagi, aku sudah katakan sama kamu, untuk berhenti bekerja menjadi wanita malam. aku akan membayar Kamu setiap hari Sania, setiap hari!!!"


"Setiap hari aku akan membayar kamu dengan harga yang sangat tinggi hanya untuk satu pekerjaan, yaitu merawat anakku. Hanya itu saja Sania. Rawat anakku, bukan melayani setiap lelaki sementara anakku kamu tinggal sendirian!!"


PLAAAKKK!!!!


"Lancang kamu Alexander!!!. Kamu pikir kamu bisa membeli aku??!"


Alexander hanya bisa memalingkan wajahnya yang terasa panas akibat tamparan keras dari Sania


"Dengan atau tanpa izin dari kamu, aku akan keluar. Aku akan pergi sama orang yang telah membooking aku. Jika kamu mau, kamu bisa menemani Junior"


"Tapi jangan pernah berharap jika kamu bisa membawa Junior keluar dari rumah ini. Karena seluruh penghuni rumah ini tidak akan pernah membiarkan Junior pergi bersama kamu, kamu camkan itu!!!"


Setelah mengatakan kalimat dengan penuh emosi tersebut, Sania pergi meninggalkan Alexander yang kembali berteriak memanggil namanya


"Saya peringatkan kembali sama kamu, jangan buat keributan di tempat ini!!. Karena saya tidak akan segan-segan untuk menyuruh pengawal saya menghajar kamu" Mami Ajeng kembali bersuara dan masih sama seperti tadi nadanya dingin dan sinis


Alexander mendengus kesal mendengar ucapan mami Ajeng, kemudian dia langsung masuk kembali ke dalam kamar Junior dan mendapati Junior masih duduk di tempatnya semula


"Papa kenapa masih berteriak?. aku dengar Papa sama Mama ribut. Papa tadi bilang Papa hanya ingin mengucapkan hati-hati sama mama, tapi rupanya papa sama Mama ribut. Kenapa Papa bohong?"


Alexander tidak menjawab pertanyaan anaknya melainkan dia segera merangkul tubuh Junior dan mendekapnya dengan erat.


Alexander meletakkan dagunya di pundak Junior, yang membuat Junior membalas dekapan sang papa dan mengusap-usap punggung papanya dengan sayang


"Detak jantung Papa berdetak sangat cepat dan nafas papa memburu. Papa masih dikuasai oleh emosi, tapi papa berusaha untuk menahannya"


"Tenang ya Pa, ada aku disini. Aku akan berusaha membuat papa tenang karena aku sayang sama Papa"


Alexander hanya bisa menarik nafas panjang mendengar ucapan menyentuh dari anaknya, dan dia kembali mengusap-usap belakang kepala Junior selalu mencium seluruh wajah Junior dengan tatapan sedih

__ADS_1


__ADS_2