Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Menyandera Alexander


__ADS_3

Milena tersenyum menyeringai mendengar teriakan marah dari Alexander. Senyum sinis yang ditampilkan oleh Milena makin membuat darah Alexander mendidih. Dengan cepat dia berjalan kearah Milena, dan begitu dia sampai di depan wanita cantik tersebut, tangan Alexander langsung terulur ke leher Milena. Kepala Milena langsung terdongak begitu tangan Alexander mencengkeram kuat lehernya. Beberapa anak buah Milena yang ada di ruangan ini langsung menarik paksa tangan Alexander yang terus saja mencekik leher Milena


Sementara di luar kamar, anak buah Alexander yang menunggu di luar saat ini sedang terlibat baku hantam dengan anak buah Milena yang juga segera datang begitu mengetahui jika Alexander datang dengan membawa bodyguardnya. Karena mereka kalah jumlah, maka dengan mudah tiga orang bodyguard suruhan tuan Anton tersebut dapat mereka lumpuhkan dengan mudah


“Bawa mereka ke kamar sebelah!” perintah salah satu dari mereka yang membuat yang lain segera mengangkat tubuh tiga orang bodyguard tersebut masuk kedalam kamar dan segera mengikat tubuh mereka, kemudian memasukkannya kedalam kamar mandi. Kemudian langsung mengunci ketiganya yang dalam keadaan tidak sadarkan diri


Dan di dalam kamar, Wajah Milena sudah memerah kebiruan akibat kencangnya cengkeraman pada lehernya. Dan tarikan kuat dua orang anak buah Milena pada Alexander seolah tak bereaksi apa-apa pada lelaki bule itu.


“Mana anakku!!!” kembali Alexander berteriak


Satu orang anak buah yang lain segera menghantam tengkuk Alexander dengan pemukul yang memang sudah disiapkan di ruangan ini. Seketika kepala Alexander terdongak, matanya terpejam menahan sakit yang tiba-tiba menghantam kepalanya, kemudian tak lama berselang tubuhnya langsung ambruk


Dan Milena yang lepas dari cengkeraman Alexander terbungkuk-bungkuk seraya terbatuk-batuk sembari memegangi lehernya. Dengan lemas dia duduk di lantai dengan sebelah tangan berada di atas ranjang. Sementara tubuh Alexander yang ambruk di lantai di pandangi saja oleh anak buah Milena yang tadi memukulnya. Dan anak buah yang lain segera mendekati Milena menanyakan bagaimana keadaannya


“Kalian ikat dia, bawa ke atas. Dan pastikan jika satu hotel ini tidak ada yang curiga”


Empat anak buah Milena mengangguk, dan mereka saling bahu membahu mengikat tangan dan kaki Alexander, lalu setelah itu salah satu dari mereka mengangkat tubuh Alexander keatas bahunya dan dengan satu temannya, keduanya langsung keluar dari dalam kamar


“Kalian susul juga keatas, aku akan check out”


Dua orang anak buah yang tersisa menuruti perintah Milena, segera keduanya bersiap keluar dari dalam kamar setelah Milena keluar terlebih dahulu. Setelah memastikan jika Milena sudah masuk kedalam lift, barulah keduanya masuk pula kedalam lift lain dan segera menuju rooftop


Milena yang sudah check out segera mengeluarkan hp dalam kantong celana jeansnya. Kacamata yang sejak tadi berada tergantung di depan dadanya, segera dipakainya ketika dia berjalan keluar dari dalam hotel. Rambut panjang kecoklatannya yang terurai langsung disambut hembusan angin ketika dia keluar dari dalam hotel tersebut.


Sebuah mobil langsung berhenti tepat di depannya, dan sama cepatnya Milena langsung membuka pintu mobil kemudian masuk. Dan mobil mewah tersebut langsung melaju


Sementara di udara, tepatnya di atas hotel, satu helicopter mulai merangkak naik, dan Milena yang melihatnya dari dalam mobil hanya tersenyum samar


Di lain tempat, tuan Anton yang memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Alexander tengah sibuk menelepon dengan wajah tegang


“Kalian segera susul anakku ketempat dimana Milena membawa cucuku. Alexander tidak menjawab teleponku begitu juga dengan anak buah yang mengikutinya. Aku khawatir terjadi hal buruk pada Alexander”


Tak perlu menunggu perintah lagi, segera puluhan bodyguard bergerak ketempat yang dikatakan oleh tuan Anton. Dan ketika mereka sampai di hotel tersebut, tak mudah untuk mereka masuk, terlebih karena tampang tak ramah mereka yang membuat pihak hotel tidak membiarkan mereka untuk masuk dan menuju salah satu kamar tamu mereka

__ADS_1


“Ini urgent, dan saya yakin kalian tahu berita hangat beberapa hari ini”


Seorang pria muda yang saat ini sedang bertugas di bagian lobi hotel hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan wajah pucat mendengar jawaban penuh penekanan dari salah satu bodyguard yang melotot tajam kearahnya


“Tapi wanita yang tuan berikan footnya ini baru saja check out”


Bodyguard yang berdiri di depan petugas lobi mendecak kesal, kemudian salah satu dari mereka menempelkan hp ke telinganya


“Saya tidak mau dengar kalian gagal lagi. Kalian segera masuk kesana apapun caranya” jawab tuan Anton dengan nada marah ketika menerima laporan dari anak buahnya


Mereka saling lirik, kemudian tanpa ba bi bu, seorang bodyguard langsung menarik tengkuk penjaga lobi tadi yang menyebabkannya terjepit dengan wajah penuh ketakutan


“Saya tidak bohong tuan, wanita itu memang benar-benar sudah check out”


Tanpa ampun, pemuda itu ditarik paksa masuk oleh bodyguard yang mencengkeram lehernya, kemudian secara bersama mereka masuk ke dalam lift. Pengunjung hotel yang melihat kejadian itu tidak ada satupun yang berani menolong, mereka dengan cepat masuk kembali ke dalam kamar mereka dan ada juga yang pura-pura tidak melihat dengan langsung berjalan cepat


Sampai di depan kamar yang tadi ditinggali Milena, pemuda penjaga lobi segera mengeluarkan card yang menempelkannya ke depan pintu yang membuat pintu terbuka. Dengan kasar tubuh pemuda tadi didorong kasar oleh bodyguard yang mencengkeramnya. Kemudian bodyguard yang masuk langsung memeriksa seluruh ruangan


“Mana tuan Alexander?” tanya salah satu bodyguard yang tadi mendobrak pintu kamar mandi sambil berusaha melepaskan ikatan pada temannya


“Kami tidak tahu” jawab mereka


Beberapa tangan para bodyguard terkepal kuat begitu mendengar jawaban temannya, kemudian dengan dibantu oleh bodyguard yang lain, tiga bodyguard yang sekarang sudah lepas dari ikatan di bawa keluar dari dalam kamar mandi.


“Tidak ada bos. Kami hanya menemukan tiga bodyguard yang terkunci di dalam kamar mandi” lapor seorang bodyguard pada sambungan telepon pada tuan Anton


Tuan Anton langsung memutus panggilan, berjalan cepat kearah ahli IT yang juga menoleh kearahnya


“Sebuah helicopter terbang tiga puluh menit yang lalu dari atas rooftop hotel tersebut tuan. Dan ada sesuatu yang mereka panggul”


Tuan Anton menajamkan matanya pada gambar yang ditampilkan layar laptop ahli IT tersebut


“Lacak terus!”

__ADS_1


Tak ada jawaban karena ahli IT langsung bekerja sesuai dengan fokus


“Bagaimana Alexander?” tanya Sania


Tuan Anton menggeleng. Melihat jawaban tuan Anton, Sania segera mengeluarkan hp nya kemudian langsung menempelkan benda tersebut ke telinganya


Tak ada jawaban, dan hal itu membuat Sania bergerak gelisah.


“Mereka kembali ke ibukota tuan” ucap ahli IT ketika di layar laptop di depannya menampilkan sebuah gambar maps


Dengan cepat tuan Anton keluar dari dalam ruang perawatan Alexander, gerakan cepatnya juga diikuti oleh gerakan cepat puluhan bodyguard yang mengekor di belakangnya


“Siapkan semua helicopter, kita pulang ke ibukota!” ucap tuan Anton di hp sambil berjalan keluar dari dalam lift.


Lalu secepat kilat beberapa orang bodyguard berlari menuju parkiran dan langsung membawa mobil berhenti di depan pintu masuk rumah sakit. Setelah pintu mobil dibukakan oleh seorang bodyguard, tuan Anton masuk lalu mobil tersebut melesat masuk


Jadilah di jalan raya beriringan banyak mobil berwarna hitam dengan kecepatan cepat membelah jalan raya yang cukup padat. Sania yang duduk bersama lima bodyguard dalam satu mobil hanya bisa memandang dengan wajah tegang ke depan


Saking tidak memperhatikan keadaan sekeliling, Sania sampai tidak menyadari jika dia baru saja berpapasan dengan mobil Deri yang membawa mamanya


Mobil yang melaju cepat segera masuk kedalam bandara. Dan dengan cepat puluhan bodyguard turun dan langsung memasang pagar dengan badan mereka ketika tuan Anton turun dan hendak masuk kedalam salah satu helicopter yang baling-balingnya sudah berputar


Tuan Anton mengulurkan tangannya kearah Sania ketika dilihatnya gadis itu menatap kearahnya dengan sendu. Dan Sania tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan cepat disambutnya tangan tuan Anton dan langsung melompat naik pula kedalam helicopter yang langsung mengudara ketika keduanya sudah duduk


Sedangkan puluhan bodyguard yang lain segera masuk kedalam belasan helicopter yang juga sudah stand by sejak tadi. Dan tak lama, langit kota wisata telah kembali dipenuhi oleh belasan helicopter yang mengudara


Sementara Milena yang telah tiba di ibukota, segera turun dari dalam pesawat pribadi yang menjemputnya. Dan beberapa anak buahnya yang tadi membawa tubuh Alexander kembali menggotong tubuh tersebut dan memasukkannya kedalam mobil yang telah menunggu


“Ketempat dimana kalian menyekap anaknya!” ucap Sania pada anak buahnya yang duduk di belakang kemudi


Setelah menganggukkan kepala, mobil langsung melaju kencang.


“Welcome to the hell!” uca Milena sambil tersenyum menyeringai ketika Alexander membuka matanya

__ADS_1


__ADS_2