Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Di Temukannya Posisi Junior Sekarang


__ADS_3

Ahli IT secara refleks menoleh kearah tuan Anton, dan menatap wajah tuan Anton dengan tatapan curiga


“Anda kenal?”


Tuan Anton menggeleng cepat, tetapi ahli IT menangkap jelas perubahan wajah tuan Anton sehingga memantiknya untuk kembali bertanya


“Yakin?. Tapi, dari nada suara tuan, sepertinya tuan mengetahui perempuan yang ada di cctv ini”


Tuan Anton kembali bersikap biasa, agar ahi IT yang sudah curiga padanya tidak semakin curiga


“Wanita seperti yang ada di video itu banyak, dan aku tidak mengenalnya. Dan anda tidak menjawab pertanyaan saya, dari mana anda mendapatkan rekaman cctv ini, padahal anda saat ini berada di sini”


Ahli IT tersebut tersenyum dan kembali menarik laptop agar mengarah kepadanya, kemudian dia kembali menatap layar laptop dengan seksama


“Hal mudah untuk saya meretas cctv di dunia ini tuan. Itulah mengapa saya bisa mengetahui dimana Milena berada kemarin. Tapi sialnya, kali ini perempuan itu tidak menginap di hotel manapun, dan saya kesulitan melacak setiap cctv karena wanita itu sepertinya sudah mengetahui jika langkahnya sudah terendus oleh kita”


Tuan Anton tersenyum samar, kemudian dia kembali memperhatikan bagaimana ahli IT itu kembali berkutat dengan berbagai gambar maps dan berbagai gambar abstrak yang tidak dimengerti oleh tuan Anton


“By the way, rekaman perempuan tadi jangan sampai Mark ataupun anak saya Alexander melihatnya. Saya harap rekaman itu cukup saya yang mengetahuinya, atau bila perlu rekaman itu kamu hapus saja”


“Oh, tidak bisa tuan. Rekaman itu akan saya hapus jika kasus ini sudah selesai, untuk masalah tuan Mark dan tuan Alexander jangan sampai mengetahuinya, oke, never mind. Saya tidak akan memperlihatkan rekaman tersebut pada mereka, asal anda yang bertanggung jawab. Karena saya yakin, perempuan yang ada di rekaman ini terlibat juga dalam penculikan cucu anda. Karena di video selanjutnya dia terlihat bersama dengan Milena”


Tuan Anton menarik nafas panjang mendengar ucapan ahli IT tersebut, tapi kembali beliau bersikap tenang dan menyetujui video tersebut tidak di hapus dan berharap jika ucapan ahli IT tersebut bisa dipegangnya, dan kembali wajah tuan Anton menegang ketika ahlin IT memperlihatkan lanjutan rekaman yang semakin membuat dada tuan Anton bergemuruh tak karuan


“Tuan, tuan Alexander sudah bangun. Dan beliau menanyakan keberadaan tuan” ucap salah seorang bodyguard yang masuk kedalam ruangan rawat inap ahli IT.


Tuan Anton menoleh kearah bodyguard tersebut kemudian menganggukkan kepalanya, kemudian tuan Anton berkata kembali pada ahli IT untuk tidak menunjukkan semua rekaman yang barusan dilihatnya bersama pada Mark dan Alexander


“As you wish tuan” jawab ahli IT yang membuat tuan Anton menarik nafas lega


Setelah itu segera tuan Anton keluar dari dalam ruangan tersebut dan berjalan masuk kedalam ruang perawatan Alexander, dimana dilihatnya jika anaknya tersebut sedang diperiksa oleh seorang dokter, dengan Mark yang duduk dengan kaki menjuntai


“Papi……” panggil Alexander demi dilihatnya papinya masuk dengan mengembangkan senyum manis


“Bagaimana keadaan anak saya dokter, dia baik-baik saja bukan?”


Dokter yang telah selesai memeriksa keadaan Alexander menganggukkan kepalanya, kemudian dokter tersebut mencabut jarum infus yang melekat di nadi Alexander, kemudian menjelaskan jika tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada keadaan Alexander, dia hanya butuhh istirahat dan tenang


Setelah itu dokter berpindah kearah Mark, yang membuat Mark segera mengulurkan tangannya karena dokter akan memeriksa tensi darahnya


“Kedua anak tuan baik-baik saja. Tensi darah mereka juga normal, dan sepertinya istirahat yang cukup malam ini telah mengembalikan keadaan mereka menjadi normal”

__ADS_1


Mark menarik nafas lega, lalu dia yang segera turun dari atas ranjang rumah sakit dan berjalan kearah tuan Anton dan berdiri di depan bos besarnya tersebut


“Jika kami semua baik-baik saja, itu artinya kami bisa pergi dari rumah sakit ini kan dokter?” tanya Mark


Dokter rumah sakit mengangguk, kemudian dia tampak seperti menulis sesuatu di secarik kertas


“Ambillah obat ini di apotik, vitamin untuk kalian berdua agar kalian tetap fit”


Mark mengambil secarik kertas yang diulurkan oleh dokter tersebut kemudian memberikannya kepada seorang bodyguard yang langsung bergegas keluar dari dalam ruangan tersebut


“Ahli IT mana?. aku harap dia pun baik-baik saja” ucap Alexander yang juga ikut turun dari atas ranjang tempatnya tidur semalam


“Saya disini tuan, dan saya baik-baik saja. Dan saya telah siap melaksanakan tugas saya selanjutnya” jab ahli IT yang tahu-tahu telah berdiri di depan pintu


Mark dan Alexander menganggukkan kepala mereka kearah ahli IT, kemudian secara bersama mereka semua keluar dari dalam ruang perawatan yang langsung keluar dari rumah sakit tersebut, dimana ternyata di luar telah banyak bodyguard yang menunggu mereka


“Kalian segeralah bekerja kembali. Dan jangan buat aku kecewa. Ini adalah hari keempat hilangnya anakku. Dan sampai saat ini belum juga ada titik terangnya”


Puluhan bodyguard berbadan besar tersebut menganggukkan kepala mereka, dan secara bersamaan mereka segera masuk kedalam beberapa buah mobil dan langsung melesat keluar dari area rumah sakit setelah ada instruksi dari Alexander


Sementara bodyguard yang semalam memang bertugas menjaga Alexander di rumah sakit dan juga yang menjaga tuan Anton di hotel tetap berada di posisi mereka, dan segera membukakan pintu mobil ketika bos besar mereka mengatakan jika meminta diantar ke hotel tempat dia menginap semalam, karena beliau ingin mengadakan meeting dengan ahli IT dan juga kedua anaknya


Segeralah mereka melesat kembali ke hotel tempat tuan Anton menginap semalam, dan ketika sampai di kamar tersebut, ahli IT yang sejak dari rumah sakit telah menyalakan laptopnya langsung duduk membelakangi tuan Anton dan Alexander serta Mark yang langsung tampak berbicara serius


Mark mengangguk menyetujui ucapan Alexander, begitu juga tuan Anton, beliau juga menyetujui ucapan Alexander


“Kamu benar Lex. Kasihan Sania. Pikiran dan hatinya sudah tak karuan bagaimana bentuknya”


Kemudian ketiganya langsung membahas masalah kantor. Sudah tiga hari kantor ditinggalkan tanpa adanya seorang pemimpin. Hanya kepala direksi saja yang selama tiga hari ini yang diberi mandat untuk menjaga keadaan kantor agar kondusif


“Oleh karena itu, papi minta sama kamu Mark, kamu kembali ke ibukota. Kamu urus perusahaan seperti biasanya. Papi yakin perusahaan akan normal walau Alexander sama papi tidak ada di sana. Sama satu lagi, jangan bocorkan apapun situasi dan kondisi disini. Walau papi yakin, tidak aka nada para pegawai yang berani bertanya sama kamu”


Mark menganggukkan kepalanya, dan menuruti perintah tuan Anton yang memintanya untuk segera pulang ke ibukota nanti


“Selanjutnya kita atur kembali strategi kita. Papi dengar Jason yang terlibat dalam hal ini. Bagaimana bisa sedangkan kita sendiri tahu, Jason sudah cukup lama bekerja sama kita, sudah lebih dari lima tahun. Bahkan Sania bilang, Jason adalah satu-satunya bodyguard yang paling dekat dengan Junior. Tapi ternyata kita kecolongan, justru orang terdekat kitalah yang berkhianat”


Ahli IT menghentikan gerakan tangannya ketika mendengar ucapan terakhir tuan Anton, dan otaknya langsung mengarah kearah perempuan yang terekam di cctv yang dia tunjukkan tadi


Kemudian Alexander langsung menjelaskan keterlibatan Jason dengan Milena. Semua bukti di ceritakan semua oleh Alexander sampai dengan Kevin dan juga tragedy ledakan semalam pun semuanya tak luput dia ceritakan


“Yang diincar oleh Milena itu aku pi, bukan anak ku. Yang membuat aku heran adalah dari mana dia tahu tentang Sania dan tempat tinggalnya. Padahal semua jejak digital Sania sudah aku hapus”

__ADS_1


Mark dan tuan Anton diam sesaat mendengar kalimat Alexander


“Apa jangan-jangan Sandra terlibat dalam kasus ini?” gumam Mark yang membuat Alexander langsung mengangguk-anggukkan kepalanya


“Bisa jadi. Karena yang tahu tentang kehamilan Sania adalah Sandra. Bisa jadi Sandra dan Milena bekerja sama dalam hal ini”


Setelah berkata seperti itu Alexander tampak menghubungi seseorang


“Kalian selidiki Sandra. Sekretaris yang saya pecat beberapa bulan yang lalu. Segera kalian laporkan pada saya satu jam dari sekarang”


Kemudian Alexander meletakkan hpnya, kemudian ketiganya kembali membahas masalah seriussampai akhirnya rembukan meraka buyar oleh suara Ahli IT


“Ketemua tuan…..”


“Siapa?” tanya Alexander cepat


“Posisi Milena dengan tiga orang lainnya”


Dengan cepat ketiganya berdiri dan langsung berdiri mendekat kearah ahli IT yang tangannya terus meng klak klik mouse dimana di layar laptopnya tampil empat buah titik merah yang bergerak


“Mereka berada di atas sebuah bangunan”


Wajah Alexander langsung menegang ketika ahli IT menyebutkan dimana posisi Milena sekarang


“Bisa kah kamu melihat, apakah ada anak ku di antara mereka?”


“Tidak tuan, di sini tidak tampil bentuk orang. Disini hanya tampil gerakan. Tapi akan saya coba lagi meretas cctv yang ada di sekitar bangunann sana yang bisa menampilkan gambar lebih jelas”


Alexander dan tuan Anton kian bergerak gelisah ketika ahli IT terus berkutat dengan laptopnya. Sementara Mark yang duduk di sebelah ahli IT juga menatap serius pada layar laptop


“Come on, come on……..” gumam ahli IT ketika dia bisa menemukan sebuah titik gambar yang dapat melihat gambar orang di atas pucak gedung


Tuan Anton dan Alexander serasa berhenti bernafas ketika lambat laun mulai tampil wajah-wajah orang di layar laptop ahli IT tersebut walau tidak begitu jelas


“Itu Junior…….” ucap Alexander tercekat ketika dia melihat sebuah gambar anak kecil yang tangannya terikat dengan mulut tersumbat


Tampak anak kecil tersebut menggerakkan badannya seperti berusaha melepaskan ikatan yang menjerat tubuhnya


“Dimana posisi mereka?” tanya Alexander dengan nada khawatir bercampur marah


Ahli IT tak menjawab, dia masih saja terlihat menggerakkan jemarinya di atas keyboard dan juga terkadang beralih ke mouse

__ADS_1


“Luar pulau yang sangat jauh dari sini, sepertinya mereka berada di sebuah mercusuar. Menurut maps yang tampil di sini, tempat mereka saat ini di sebuah mercusuar yang berjarak ratusan kilo meter dari sini”


“Cepat siapkan helicopter sekarang!!!!” teriak tuan Anton melalui hp yang telah menempel di telinganya


__ADS_2