Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
MAKANYA KAMU HARUS BERHENTI!!


__ADS_3

Sania segera berteriak memanggil pihak keamanan hotel karena saat ini Alexander tampak dikeroyok oleh dua orang lelaki paruh baya tersebut. Walaupun dikeroyok, tapi tenaga Alexander tidak bisa diremehkan.


Perkelahian terus berlanjut sampai beberapa orang pihak keamanan hotel berhasil melerai ketiga


“Kalian bertiga ikut kami ke pos keamanan” ucap salah seorang security


Alexander segera mendengus sambil mengusap ujung hidungnya dengan marah. Dan Sania yang melihat Alexander berjalan ikut pihak security mengekor di belakangnya


“Kamu kembalilah ke mobil. Jangan tinggalkan Junior!”


Sania tak menggubris ucapan Alexander, dia terus saja berjalan di belakang Alexander yang masih tampak marah


Sampai di ruang keamanan, tiga orang yang berkelahi tadi segera dimintai keterangan perihal ihwal mengapa sampai mereka terlibat perkelahian di depan hotel ini


Dua orang lelaki tadi langsung mengungkapkan alasan mereka, yang kembali menyulut emosi Alexander sehingga membuat Alexander kembali menarik kerah baju salah satu dari mereka


“Dia memang benar Nahla. Kami tidak salah orang. Kenapa anda marah?”


Wajah Sania langsung terkesiap ketika mendengar ucapan lelaki paruh baya tersebut


“Siapa Nahla?” tanya pihak keamanan karena tiga lelaki di depannya masih saling menyalahkan


“Dia” tunjuk salah satu dari dua lelaki paruh baya itu kearah Sania


Pihak keamanan menoleh kearah Sania yang berdiri tak jauh dari Alexander dan bertanya kebenaran tersebut pada Sania


Sania bergeming, dengan susah payah dia menelan ludahnya


“Dia bukan Nahla, dia istri saya” jawab Alexander cepat karena Sania diam


Dua lelaki tadi sontak terbahak dan kembali menulut emosi Alexander sehingga membuat Alexander kembali melayangkan pukulan kearah mereka berdua dengan membbi buta


“Stop! Stop!!!!” teriak security karena kembali terjadi keributan di ruangannya


“Jika kalian bertiga masih terus berkelahi, kalian bertiga terpaksa saya laporkan ke polisi” ancam pihak keamanan hotel dengan wajah marah


Ketiganya diam dan berusaha untuk tenang. Dan kembali pihak keamanan hotel melakukan interograsi pada mereka bertiga


“Jadi yang kalian ributkan ini Nahla, iya?”


Dua lelaki paruh baya mengangguk, sedangkan Alexander mendengus kesal


“Anda benar Nahla?”


Sania kembali menelan ludahnya, dan wajahnya kian tegang


“Sudah saya bilang, dia Sania dan dia adalah istri saya. Sekali lagi anda menyebut istri saya dengan nama itu, saya patahkan lidah anda” ancam Alexander kearah dua lelaki yang saat ini tersenyum mengejek dan juga kearah security yang tadi bertanya


“Anda lihat ini!!!” ucap salah satu lelaki paruh baya sambil memamerkan hp miliknya kearah Alexander dan juga security


“Wajahnya sama kan?, Cuma beda model rambut dan pakaian saja. Tapi tadi pagi ketika kami bertemu dengannya di meja sarapan, dia berpakaian persis seperti yang ada di gambar ini, terbuka dan sangat seksi”


Wajah Sania memucat dan dia berusaha untuk tenang. Sedangkan Alexander yang melihat wajah Sania di aplikasi yang dipamerkan oleh lelaki tua yang ada di depannya ini, hanya mampu mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras

__ADS_1


Security mengambil hp yang disodorkan lelaki tadi kearahnya, lalu mengamati wajah Sania dan gambar di hp secara bergantian. Kemudian tanpa komentar dia segera mengembalikan hp tersebut kepada pemiliknya


“Terus apa hubungannya dengan kalian berdua?” tanya security tersebut


Dua lelaki tadi terdiam, dan seperti sedang merangkai alasan


“Kami pelanggannya” jawab mereka kompak


Wajah Sania kian menegang dan dia menggeleng cepat


“Mereka bohong. Saya tidak mengenal dua lelaki tua ini. Dan yang ada di aplikasi itu bukan wajah saya. Jaman sekarang kan memang banyak aplikasi yang bisa mengganti-ganti wajah, tapi saya tegaskan jika itu bukan saya. Anda berdua jangan membuat fitnah, anda bisa saya laporkan ke pihak kepolisian karena sudah mencemarkan nama baik saya”


Dua lelaki tadi kompak tertawa mengejek mendengar jawaban Sania dengan suara bergetar dan gerakan tubuh yang kentara sekali gugup


“Nama baik? Hahahha” kembali mereke terbahak


“Apa perlu kami menelpon mami Ajeng?” tambah salah seorang dari mereka lagi


Alexander menggelengkan kepalanya sekali, lalu dengan cepat dia berdiri dan kembali melayangkan pukulan membabi buta kearah dua lelaki yang sejak tadi terus merendah martabat Sania


“Cukup Alexander!!! teriak Sania panik dan sekarang diiringi dengan linangan air mata


Alexander tak memperdulikan teriakan Sania dan pihak keamanan, dirinya yang telah dikuasai emosi terus saja melacarkan pukulannya. Dan tidak memperdulikan jika saat ini tubuhnya juga diserang oleh dua lelaki itu


“Telpon polisi!!!” teriak security panik sehingga membuat rekannya segera berlari keluar dan segera menelepon polisi


Tubuh Alexander sudah lemah karena sejak tadi terus melayangkan pukulan, hingga akhirnya dia terduduk lemas di lantai dengan peluh membanjiri tubuhnya. Ada merah lebam di wajah dan sudut matanya akibat pukulan balasan dari dua orang lelaki yang saat ini juga terkapar di lantai


Sania hanya mampu terisak sambil menyeka wajah Alexander. Dan ikut berdiri ketika tubuh Alexander diangkat oleh dua orang anggota polisi dan dipaksa naik keatas mobil


“Aku ikut!” ucap Sania


Di dalam mobil polisi, Sania terus menggenggam erat tangan Alexander yang masih tampak menahan emosi.


“Jangan menangis. Aku nggak apa-apa” lirih Alexander berusaha menenangkan Sania


Sementara Arya yang melihat Alexander dan Sania di dalam mobil polisi segera mengeluarkan hp nya dan menghubungi nomor Alexander


Alexander dengan susah payah mengambil hp yang ada di dalam saku celananya, kemudian menerima panggilan dari Arya


“Bawa anak saya naik kembali Arya, sebentar lagi saya dan Sania kembali. Katakan pada anak kami, jika kami ada keperluan mendadak”


Kembali air mata Sania mengalir mendengar ucapan Alexander yang menyebut anak kami. Tiba-tiba hatinya kembali berdebar tak menentu, ada getaran aneh yang menjalar di dalam hatinya.


Kemudian masih dengan angkuhnya, Alexander segera mencari kontak Mark dan mendial nomornya


“Kirim pihak keamanan kemari Mark. Dan juga pengacara”


Mark yang ada di seberang tentu saja kaget mendengar ucapan Alexander


“Apa yang terjadi sama kamu?”


Alexander mendecak

__ADS_1


“Jangan banyak tanya, turuti saja perintahku. Dan satu lagi, jangan kasih tahu papi”


“Kamu sekarang dimana?”


“Kantor polisi”


Setelah berkata demikian, Alexander langsung mengakhiri obrolan dan memasukkan hp nya kedalam saku kembali


Setengah jam kemudian, keempatnya sudah berada di kantor polisi. Pihak keamanan hotel datang setelahnya, dan langsung memberikan keterangan


Baru setelah itu, pihak kepolisian menanyai Alexander dan juga dua orang lelaki teman duelnya tadi. Mereka bertiga sibuk dengan argumentasi mereka masing-masing


Dan Sania kembali harus menyaksikan bagaimana Alexander membela dirinya di depan pihak kepolisian


“Dia istri saya. Bukan wanita malam seperti yang dua lelaki bajiang ini katakana. Catat itu pak polisi!” ucap Alexander


Kedua lelaki itu kembali membantah dan kembali menunjukkan aplikasi prostitusi online yang memajang wajah Sania


Suasana kian alot, dan akhirnya pihak kepolisian memastikan jika ketiga akan dikurung hari ini. Dan akan dilakukan penyelidikan


“Tidak bisa!” ucap Alexander cepat ketika pihak polisi hendak menahannya


“Sampai kalian membuktikan saya bersalah, baru kalian boleh menahan saya. Dan sebelum itu terjadi, biar pengacara saya yang akan menyelesaikan masalah ini”


Setelah itu kembali Alexander mengeluarkan hp nya dan kembali mendial Mark


“Mana pengacaranya?”


“Sudah berangkat satu jam yang lalu. Tunggulah, saya yakin satu jam lagi beliau akan sampai”


Setelah itu Alexander menatap pihak kepolisian dengan percaya diri


“Anda dengar sendirikan, pengacara saya sudah dalam perjalanan. Dan anda tenang saja, saya tidak akan kabur. Saya akan tetap disini sampai pengacara saya yang menyelesaikan ini semua”


Sementara dua lelaki paruh baya yang tadi berduel dengannya sudah sejak tadi digelandang masuk kedalam sel untuk dilakukan tindakan lanjutan


“Saya boleh keluar sebentar pak polisi? Tidak jauh. Hanya dia luar ruangan ini saja. Saya ingin bicara empat mata dengan istri saya”


Pihak kepolisian mengangguk, lalu salah satu petugas mengikuti Alexander dan Sania yang berjalan keluar dari dalam ruang BAP, dan berdiri agak jauh dari keduanya


“Inilah mengapa aku selama ini meminta kamu untuk berhenti dari pekerjaanmu itu” geram Alexander menahan marah kearah Sania yang menundukkan kepalanya


“Pernahkan kamu berfikir bahwa suatu hari nanti, Junior akan mengetahui siapa kamu sebenarnya Sania, hem?. Tidak?”


“Aku melakukan ini untuk mental anakku Sania. Bukan untuk kamu. Aku tidak ingin mental anakku down setelah mengetahui jika mamanya adalah wanita malam. Jejak digital kamu tidak bisa dihilangkan Sania. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada anakku ketika dia mengetahui yang sebenarnya”


“Apa permintaan ku terlalu berat untukmu, hah?”


Sania masih menunduk dan mengusap kasar wajahnya karena air matanya telah mengalir sejak tadi


“Karena masalah ini, akhirnya me time aku dengan Junior terganggu. Tapi setidaknya aku bersyukur, karena masalah ini siapa tahu kamu akan berpikir ulang dengan penawaranku”


“Berhentilah Sania. Aku mohon. Jika tidak demi aku, aku mohon demi Junior”

__ADS_1


__ADS_2