
Sania tersenyum bahagia ketika tangannya sibuk membidik wajah Junior yang tersenyum
"Jika anda tidak keberatan saya bisa mengambil foto anda dan anak anda" tawar Alexander memberanikan diri
Sania menoleh penuh selidik kearah Alexander tapi kemudian dia mengangguk
Dengan cepat Sania masuk kedalam ribuan bola lalu segera merangkul pundak Junior
"Senyum nak, Dhe sini!" ucap Sania sambil mengarahkan wajah Junior kearah Alexander
Wajah Dhea sedikit menegang ketika dilihatnya jika yang akan mengambil foto mereka adalah Alexander, walau wajah itu tertutup masker tapi dia bisa mengenali dari pakaian yang menempel di tubuh Alexander
Dhea memaksa tersenyum manis ketika Alexander memberi aba dengan jari tangannya
Selesai dengan hp Sania, Alexander segera mengeluarkan hpnya dan berkali-kali mengambil foto mereka bertiga
Bahkan tanpa diketahui Sania, Alexander berkali-kali membidik wajah Junior
Sania tersenyum kearah Alexander dan mengulurkan tangannya mengambil hpnya yang dipegang Alexander
"Terima kasih" lirih Sania
Alexander hanya mengangguk kemudian dia kembali menatap lekat Junior tanpa berkedip
Gejolak di dalam hatinya kian memaksanya untuk mendekat kearah Junior, tapi Dhea yang mengetahui jika itu Alexander memberi kode dengan menggelengkan kepalanya dan sedikit menggerakkan matanya
"Sudah malam nak, yuk kita makan malam dulu" ucap Sania yang membuat Junior yang sedang menyembunyikan tubuhnya dalam ribuan bola muncul dan membenarkan kaca mata putihnya
"Aunty....?" panggil Junior dengan menggerakkan kepalanya
Dhea segera mendekat kearah Junior dan mengangkat tubuh besar Junior lalu membimbingnya berjalan
Melihat Junior yang seperti kesulitan berjalan membuat rasa penasaran di hati Alexander kian menggunung
"Anak anda kenapa?"
"Oh, anak saya buta, sejak lahir dia diagnosis dokter buta" jawab Sania santai
Tubuh Alexander tiba-tiba limbung, nyaris terjatuh. Dan Sania yang melihatnya hampir terjatuh segera memegang tangannya
"Anda kenapa?, anda baik-baik saja?"
Alexander mengangguk dengan gugup dan berusaha membenarkan kacamata dan maskernya agar Sania tak melihat wajah aslinya
__ADS_1
"Mama...." Sania langsung refleks melepaskan tangannya yang tadi memegang tangan Alexander
"Sudah puas mainnya?" tanya Sania dengan langsung berjongkok di depan Junior
Junior langsung mengulurkan tangannya dan Sania segera mengambil hand sanitizer dari dalam tasnya, menyemprotkan ke tangan Junior lalu Junior mengusap kedua tangannya barulah setelah itu dia menjalankan kedua tangannya di wajah Sania
Dan Sania tersenyum bahagia ketika Junior menyentuh wajahnya
"Aunty mama aku cantikkan?"
Dhea ikut berjongkok dan menempelkan kepalanya kepundak Junior
"Cantik, sangat cantik"
Junior tertawa sedangkan Alexander yang sejak tadi melihat apa yang dilakukan Junior membuang wajahnya karena saat ini air matanya telah mengalir dengan deras
"Oh iya, ini ada uncle, tidakkah Junior ingin berkenalan dengannya?" ucap Dhea sambil menoleh kearah Alexander yang membelakangi mereka karena mengusap matanya yang berair
"Siapa aunty?"
Sania menoleh kearah Alexander yang sekarang berjongkok di depan Alexander
"Hai boy...." ucap Alexander dengan suara penuh penekanan dan bergetar
"Wajah uncle tertutup?"
Alexander menggenggam kedua tangan Junior yang berhenti bergerak di wajahnya
"Uncle flu, makanya uncle pakai masker"
Dhea menggigit bibirnya menahan haru melihat Alexander yang memandang penuh cinta pada Junior
"Boleh saya swa foto sama anak anda?" tanya Alexander pada Sania yang mengangguk
Kembali dengan cepat Alexander mengambil foto dirinya dengan Junior, bahkan ada moment dimana Alexander mencium wajah Junior
Sania yang melihat menjadi curiga dan menatap serius pada gerak gerik Alexander
"Anda siapa?"
Alexander terkesiap mendengar pertanyaan Sania, dia segera berdiri dan kembali membenarkan kacamata dan maskernya
"Saya penjaga di play ground ini nona, saya baru bekerja disini"
__ADS_1
Sania masih tak yakin dengan jawaban Alexander dan tangannya terulur kearah wajah Alexander, dan Dhea yang menyadari situasi sulit Alexander segera menarik cepat tangan Sania
"Nggak sopan, yuk ah tadi katanya mau makan malam, yuk!"
Sania mengangguk lalu segera menggandeng tangan Junior
"Dagh uncle" ucap Junior yang langsung mengulurkan tangannya
Alexander kembali berjongkok dan langsung memeluk erat Junior
Kembali perasaan aneh menyergap Sania, dengan cepat ditariknya tangan Junior agar melepas dekapannya pada lelaki asing yang saat ini mendekapnya
"Hati-hati ya sayang....." lirih Alexander sambil mengusap kasar wajahnya ketika melihat Sania menggenggam erat tangan Junior dan membawanya berjalan dengan cepat
Dhea menepuk punggung Alexander sekilas lalu segera berlari menyusul Sania yang telah berjalan terlebih dahulu
Alexander melepas kaca mata dan masker yang menempel di wajahnya lalu mengusap wajahnya berkali-kali karena air matanya makin deras mengalir
Sedangkan Sania dan Junior telah duduk di kursi saat Dhea membawakan pesanan mereka dan meletakkannya di atas meja
Alexander yang masih berada di dalam mall ini memperhatikan Sania yang saat ini sedang menyuapi Junior
Hatinya kian tersayat-sayat ketika melihat Junior makan disuapi Sania
"Aku harus membawa anakku pergi, aku akan membawanya keluar negeri, akan kubuat anakku bisa melihat" janjinya dalam hati
...----------------...
Alexander berjalan cepat kearah mobil yang masih menunggu di seberang mall
Ketika tubuhnya telah duduk di dalam mobil, Alexander segera melepas masker dan topi lalu membuangnya kesebelahnya duduk, kemudian Alexander langsung menangis tertahan
Mark yang melihatnya menangis hanya bisa diam dan membiarkannya
"Jalan!" perintah Mark pada supir yang juga terdiam melihat Alexander menangis tertahan
Begitu sampai di dalam kamar, Alexander segera berlari masuk kedalam kamar mandi dan langsung terduduk di bawah shower, air matanya mengalir seiring dengan air yang mengalir dari atas shower
Tangannya terkepal kuat dan berkali-kali dia meninju dinding kamar mandi
"Ya Tuhan, mengapa aku harus tahu sekarang?" lirihnya pilu
Berkelebat bayangan buruk di kepalanya membayangkan bagaimana perjuangan berat Sania seorang diri dalam membesarkan anaknya
__ADS_1
"Maafkan papa nak, ampuni aku Sania...." lirih Alexander yang kembali tersedu-sedu