
Sania masih menggelengkan kepalanya ketika dia melihat video yang ada di dalam hp yang tadi diberikan oleh polisi ketangannya. Sementara tuan Anton yang telah membuka matanya, berusaha untuk bangkit. Bodyguard yang sejak tadi berjaga di dekatnya, segera membantu mengangkat tubuh tuan Anton
Tuan Anton segera berjalan kearah Sania yang masih tampak membekap mulutnya
“Sania….” kembali tuan Anton menggumamkan nama Sania ketika dia berjalan semakin mendekat kearah Sania yang masih tampak shock
“Ini bohong kan tuan, aku tahu siapa tuan. Tuan nggak mungking melakukan ini” ucap Sania dengan nada bingung sambil mengusap wajahnya
“Saya tidak bisa menjawab banyak pertanyaan dari kamu Sania. Karena kamu tahu sendiri jika saya datang kesini berbarengan dengan Alexander. Dan itupun setelah Junior hilang. Tapi yang saya herannya ada rekaman wajah saya bersama Junior”
Sania bergerak bingung dan mengusap wajahnya ketika dia kembali melihat ulang video yang tadi ditunjukkan oleh seorang polisi yang berjaga
“Aku akan hubungi Alexander, tuan. Sumpah, aku benar-benar bingung jika begini. Satu sisi aku ingin tak mempercayai video ini. Tapi disini tampak sangat jelas wajah anda. Tapi jika aku mempercayai video ini, sedangkan selama ini aku sendiri mengetahui jika anda sangat menyayangi Junior. Dan anda tiba disini itu berbarengan dengan Alexander”
Tuan Anton menganggukkan kepalanya, dan berusaha mengusap bahu Sania
“Segeralah hubungi Alexander. Jika dia masih belum menemukan kabar berita tentang Junior. Suruh dia kembali kesini, bilang sama dia, papi ingin bicara empat mata sama dia”
Sania mengangguk, kemudian dia langsung mengeluarkan hp dari dalam saku celananya, dan langsung mendial nomor Alexander
Alexander langsung menerima panggilan Sania, ketika dilihatnya nama Sania tampil di layar hp
“Ya San, kenapa?” jawab Alexander begitu dia menempelkan hp ke telinganya
“Kamu dimana?”
“Entah ada di mana saya saat ini, kenapa San?”
“Papi ingin bicara empat mata sama kamu sekarang. Papi ingin kamu kembali saat ini juga”
“Kenapa? Apa ada hal buruk terjadi?” nada suara Alexander langsung terdengar panik
Sania bingung harus menjawab apa, karena tak ada jawaban lain, Sania segera mengulurkan hp nya kepada Tuan Anton. Dan tuan Anton langsung mengambil hp tersebut, dan menempelkan di telinganya
“Kamu dimana nak? Bisa kembali ke mall ini?” ucap tuan Anton begitu benda itu menempel di telinganya
“Ada apa pi?, ada hal penting apa yang ingin papi sampai sama aku? aku masih dalam perjalanan, masih mencari anakku”
“Biarkan anak buah kita dulu yang bergerak Lex, kamu kembalilah. Ada hal yang sangat penting yang ingin papi bicarakan, dan ini menyangkut Junior”
“Junior kenapa pi? Apa yang terjadi dengan anakku?” nada suara Alexander kian panik
Tuan Anton hanya bisa menarik nafas panjang mendengar nada panik anaknya
“Ada yang melihat jika yang terakhir bersama Junior sebelum Junior hilang itu papi. Dan ada rekaman videonya”
“Hentikan mobilnya!!!” teriak Alexander demi mendengar ucapan papinya di seberang
“Putar balik, kita kembali ke mall tadi. Yang lain teruslah menyebar. Bila perlu kalian cari sampai keujung dunia” putus Alexander
Bodyguard yang mengemudikan mobil, langsung berputar 1800 dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi atas perintah Alexander
Berbagai pikiran berkecamuk dalam dada Alexander ketika dia mendengar ucapan papinya. Ketika mobil telah berputar berbalik arah segera Alexander menghubungi nomor papinya, tapi ternyata yang mengangkat adalah polisi
“Kenapa handphone papi saya ada pada anda?” tanya Alexander ketika mendengar jawaban polisi tadi
“Untuk sementara hp tuan Anton kami sita. Karena kami perlu melakukan penyelidikan pada beliau”
Alexander segera memutus panggilan tanpa membalas keterangan orang yang saat ini berbicara padanya. Segera dia mendial nomor Mark
“Ya Lex, ada perkembangan belum?” tanya Mark begitu dia menjawab panggilan masuk dari Alexander
__ADS_1
“Kamu kirim ahli IT kemarin kesini. Saat ini juga. Pakai helicopter, aku akan menelepon pilot untuk menyiapkan helicopter sekarang juga”
“Apa ada perkembangan tentang Junior?” kembali Mark mengulangi pertanyaannya
“Belum ada. Tapi ini juga menyangut anakku. Dan aku harap kamu jangan banyak bertanya dulu, karena ini bukan waktu yang tepat”
“Oke. Aku kaan hubungi IT itu sekarang juga” jawab Mark yang langsung memutus panggilan Alexander yang langsung mendial nomor ahli IT kemarin
“Kamu berangkat saat ini juga. Urgent!” ucap Mark di hp pada ahli IT itu yang bingung dan kaget ketika diminta pergi keluar kota detik itu juga
“Saya sudah diperjalanan menjemput kamu. Lima menit lagi saya sampai di depan apartemen kamu. Kamu turunlah sekarang” lanjut Mark yang makin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Ahli IT yang sangat professional itu segera turun dari tempat tidurnya, menyambar laptop dan berbagai alat lainnya dengan cepat, dan memasukkan seluruhnya dalam koper. Kemudian setelah itu dia langsung melesat turun dari apartemennya
Sampai di luar apartemen bertepatan dengan mobil Mark tiba. Dengan cepat lelaki itu membuka pintu mobil Mark, dan masuk. Dan kembali dengan kecepatan tinggi, Mark melajukan mobilnya menuju helipad pribadi tuan Anton.
Liam belas menit berikutnya, Mark telah sampai di luar gedung kantor anak perusahaan tuan Anton, diamna roof top nya adalah helipad pribadi tuan Anton.
Security kantor yang berjaga diluar langsung berdiri dan mendekat kearah Mark dan ahli IT yang turun bergegas dari mobil
“Buka kantor!” perintah Mark
Security tersebut yang memang mengenal Mark, tampak ragu untuk menuruti perintah yang diucapkan oleh Mark
“Ini perintah tuan Anton!” kembali Mark berkata
Tapi security tersebut masih tidak mau, dia beralasan ini belum saatnya kantor dibuka, karena ini masih tengah malam. Dan dia juga tak yakin jika ini memang perintah tuan Anton, karena bisa saja ini adalah akal-akalannya Mark. Dia tidak yakin jika semua anak buah Tuan Anton akan setia pada tuan Anton, bisa saja Mark berkhianat pada bos besarnya
Rahang Mark mengeras mendengar alasan yang diucapkan oleh security tersebut, tapi dia tidak dapat berbuat banyak, dia harus taat peraturan. Yang diucapkan oleh security itu tidaklah salah, ini memang belum saatnya kantor dibuka. Dan untuk berjaga-jaga, bisa jadi hanya akal-akalan Mark saja karena dia ingin mencuri data penting kantor
Dengan menahan amarah Mark segera mendial nomor tuan Anton, tapi betapa kagetnya dia ketika yang mengangkat panggilannya bukanlah tuan Anton melainkan polisi
“Mengapa hp bos besar saya ada di tangan anda, apa yang terjadi dengan bos besar kami?” tanya Mark dengan degup jantung berdebar kencang
Wajah Mark kian menegang mendengar jawaban yang diberikan orang di seberang. Kemudian dia segera mengalihkan panggilan dengan menghubungi Sania
“Ya tuan Mark?” jawab Sania ketika dia menjawab panggilan masuk dari Mark
“Apa tuan Anton ada bersama kamu saat ini?”
“Iya” jawab Sania singkat
“Tolong berikan hp kamu pada tuan Anton, aku ingin bicara pda beliau”
Sania langsung memberikan hp nya pada tuan Anton
“Tuan Mark ingin bicara pada tuan”
Tuan Anton mengangguk dan langsung menerima hp yang diulurkan Sania
“Tuan, saya sudah di depan kantor anak cabang, tapi security tidak mau membuka akses ke helipad tanpa perintah dari anda”
“Berikan hp kamu pada security tersebut!”
Mark langsung memberikan hp pada security yang masih berdiri di depannya. Wajah security itu langsung menegang ketika mendengar Mark mengucapkan kalimat jika dia tidak mau membukakan akses pada Mark untuk menuju ke helipad
“Buka akses menuju helipad. Sekarang juga!” ucap tuan Anton
Security tersebut hanya bisa menjawab dengan gugup, lalu dengan cepat mengembalikan hp pada Mark, dan dia langsung berlari menuju gedung. Dimana dia mendengar suara dengung baling-baling helicopter di atas gedung. Segera dibukanya pintu kantor. Beberapa security lain yang juga berjaga, yang tadi mendongakkan kepala mereka keatas karena mereka juga mendengar suara dengung helicopter, segera mengganti posisi security yang berlari masuk tadi
Mark dan ahli IT berjalan cepat menyusul security tadi. Dan setengah berlari ketiganya langsung berlari kearah lift, dan dengan segera security tadi menekan angka paling atas dari gedung ini, yang tak lama setelahnya, ketiganya telah tiba di ruang paling atas
__ADS_1
“Terima kasih” ucap Mark sambil menepuk pundak security tersebut sebelum akhirnya dia berlari kearah helicopter yang telah berputar
Dengan cepat Mark dan ahli IT berlari kearah helicopter, dan langsung melompat masuk. Setelah pintu helicopter tertutup, dengan segera helicopter tersebut mengudara
Sementara di mall, Sania duduk di dekat tuan Anton menunggu kedatangan Alexander yang masih diperjalanan. Baik Sania dan juga tuan Anton hanya bisa duduk diam, bergulat dengan pikiran mereka yang berkecamuk
“Yakinlah sama papi San, papi tidak mungkin melakukan ini” lirih tuan Anton
Sania menarik nafas panjang, menoleh kearah tuan Anton yang tampak kusut.
“Kita tunggu pemeriksaan selanjutnya saja tuan. Apa nanti kata pihak kepolisian dan juga Alexander” lirih Sania
Sementara di luar gedung mall, garis polisi yang terpasang sejak malam tadi cukup menandakan jika mall tersebut tidak bisa dimasuki oleh orang lain kecuali pihak keamanan. Dan berita hilangnya anak di mall telah menjadi trending topik di daerah pariwisata. Seluruh berita local baik cetak maupun online,semuanya mengabarkan berita tersebut
“Sepertinya wajah wanita itu tak asing bagiku…..” lirih seorang perempuan paruh baya ketika dia melihat berita tv lokal yang menampilkan sebentar wajah Sania sebelum akhirnya wajah Sania ditutupi oleh Alexander dengan jas yang dipakainya
“Buka!!!” ucap seorang bodyguard ketika mereka turun dari mobil dan mengawal Alexander yang hendak masuk kedalam mall
Polisi dan juga bodyguard yang menjaga pintu masuk mall, segera berdiri dan membuka pintu mall untuk Alexander yang tampak sedang berbicara di hp. Dengan segera Alexander masuk dan berjalan cepat kearah yang ditunjuk oleh Sania melalui panggilan telepon
“Papi……” ucap Alexander ketika dia hampir sampai di dekat papinya dan Sania
Tuan Anton yang tadi tampak sangat kusut segera mengangkat kepalanya dan berdiri. Alexander segera menarik kursi dan ikut duduk di dekat papinya
“Apa yang sebenarnya terjadi?” ucap Alexander dengan nada suara panik
Tampak sekali jika wajahnya tegang ketika dia datang tadi. Dan itu sangat jelas terlihat.
“Tuan lihat saja video ini” ucap polisi yang kembali menunjukkan video pada Alexander
“Tidak perlu, karena sepanjang perjalanan kesini aku sudah puluhan kali mengulang video itu” jawab Alexander sambil mendorong hp yang terulur kearahnya
“Mark dan ahli IT yang kemarin bekerja padaku sudah di jalan, aku yakin tak lama lagi keduanya sampai” ucap Alexander sambil menggenggam tangan papinya
“Papi tenang, seujung kuku saja aku tak mempercayai video itu. Aku tahu bagaimana sayangnya papi pada Junior. Dan aku sangat yakin ada orang yang mendalangi ini semua. Aku yakin orang itu ingin aku dan papi saling benci. Aku selalu bersama papi. Dan aku tahu kemana saja papi pergi”
Tuan Anton hanya tersenyum getir mendengar dukungan yang diberikan oleh Alexander. Kekhawatirannya tentang ketidakercayaan Alexander padanya menguap sudah. Dia bersyukur karena anaknya lebih mempercayainya ketimbang video yang dilihatnya itu
“Anda tidak bisa masuk!!”
Alexander dan tuan Anton yang tampak serius berbicara langsung menoleh kesumber suara, dimana dilihat oleh mereka beberapa orang polisi menghalangi langkah Mark dan seorang lelaki yang tak dikenal oleh tuan Anton
“Dia anak saya, Mark” ucap tuan Anton lantang dengan segera bangkit dan berjalan cepat kearah beberapa polisi yang masih tampak menghalangi Mark
Alexander ikut berdiri, dan berjalan mengekor di belakang papinya
Ini ahli IT yang akan menganalisa kebenaran video yang ada pada kalian” ucap Alexander dingin sambil menarik tangan Mark
Polisi yang tadi membuat baris dengan tubuh mereka terpaksa menyingkir begitu mendengar ucapan dingin Alexander
“Kamu lihat video ini!” ucap Alexander pada ahli IT yang langsung duduk di lantai ketika dia sudah dibawa masuk oleh Alexander
Ahli IT tersebut langsung mengambi hp yang diulurkan Alexander dan dengan segera pandangannya langsung fokus menatap layar hp
Setelah selesai video berdurasi sepuluh detik itu di lihatnya, dia langsung membuka laptopnya. Tangannya langsung bergerak lincah diatas laptop yang menyala, dan seluruh yang ada di ruangan tersbeut pandangannya ikut melihat ke layar laptop yang saat ini sedang ditatap fokus oleh ahli IT tersebut
“Saya minta tolong bawa saya ke ruang pengawas cctv” ucap pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang sudah ditentengnya
Seorang polisi langsung membawa lelaki itu keluar dari ruangan, tuan Anton, Mark dann Alexander tak mau ketinggalan. Alexander segera meraih tangan Sania ketika mereka meninggalkan ruanga yang semalaman ini mengurung tuan Anton
Sementara di luar, suasana gelap mulai temaram berganti dengan fajar yang hendak menyingsing. Para pengunjung mall yang juga semalaman ini terkurung, masih tampak pulas dalam tidur mereka. Selimut yang ada di dalam mall ini mereka ambil tanpa permisi dan mereka pakai. Bahkan ada yang nekad tidur di atas ranjang dan sofa yang terpajang di mall ini
__ADS_1
Dan rombongan tuan Anton yang telah sampai ruang pengawas kembali fokus melihat kearah ahli IT yang sekarang mengambil alih komputer yang sejak kemarin hanya di otak atik oleh anak buah pengawas ruang cctv ini
“Ini……” ucap ahli IT tersebut dengan menghentikan sebuah rekaman cctv yang sejak tadi diotak-atiknya