
Polisi yang diajak menjauh oleh tuan Anton tampak serius menatap wajah tuan Anton
“Bukankah kalian tahu sendiri, jika aku datang ketika cucuku sudah hilang?” tanya tuan Anton
Polisi tersebut mengangguk, kemudian dia menoleh kembali kearah gadis kecil yang tadi berteriak menghentikan langkah tuan Anton. Saat ini gadis kecil tersebut sudah duduk kembali di dekat orang tuanya, dan tampak seperti dia sedang menjelaskan sesuatu pada kedua orang tuanya
“Bawa anak kecil itu beserta orang tuanya ke suatu tempat. Interograsi dia lebih lanjut” ucap tuan Anton yang hendak bersiap untuk kembali pergi
Tapi langkah tuan Anton segera dihentikan oleh polisi tersebut. Sehingga tuan Anton menoleh kaget padanya
“Maaf tuan Anton, anda tidak bisa pergi kemana-mana. Anda tetap disini. Dan anda harus ikut kami. Karena saya akan mengintrogasi anda juga”
Tuan Anton memejamkan matanya sebentar, tak yakin dengan jawaban yang diberikan oleh polisi yang bertugas di depannya saat ini. Bodyguard yang sejak tadi mengawal tuan Anton segara maju, dan berdiri antara polisi dan tuan Anton
“Saya yakin anda melihat sendiri ketika tuan Anton dan tuan Alexander datang. Jadi mana mungkin jika ini adalah konspirasi beliau”
Polisi tersebut tak gentar, dia balik menatap tajam mata bodyguard tuan Anton
“Jangan halangi pekerjaan saya. Semua yang ada di dalam ruangan ini berpotensi menjadi tersangka seluruhnya, tak terkecuali tuan Anton”
Kembali tuan Anton memejamkan sebentar matanya, kemudian dia menarik pundak bodyguard nya agar menjauh dari hadapannya
“Kalau begitu cepat laksanakan tugas anda. Bawa saya dan gadis kecil itu. Saya juga penasaran dengan yang dilihat oleh gadis kecil itu. Jika dia memang melihat cucu saya dibawa oleh orang yang mirip dengan saya. Jadi besar kemungkinan jika cucu saya diculik, dan saya yakin jika orang yang menculik cucu saya bukanlah orang sembarangan”
Polisi tersebut diam, kemudian dia membalikkan badannya, menatap kearah gadis kecil tadi yang sampai saat ini masih tampak serius berbicara pada kedua orang tuanya
“Saya ingin anda dan putri anda ikut kami!” ucap polisi tersebut ketika dia sudah sampai di depan kedua orang gadis kecil itu
Weajah tegang langsung tergambar jelas di wajah kedua orang tua gadis kecil itu
“Anda akan aman, yakinlah sama kami. Kami hanya ingin meminta keterangan anda dan anak anda. Keterangan anak anda sangat berarti untuk kami”
Ibu gadis kecil itu mengangguk, begitu juga dengan ayah sang anak. Lalu ketiga berjalan kearah sebuah ruangan, dan langsunglah beberapa orang kepolisian menanyai gadis kecil tersebut beserta orang tuanya
“Papa tadi merekam aku kan?” tanya gadis kecil tersebut
__ADS_1
Papanya mengangguk. Lalu mengeluarkan hp dari dalam kantong celana jeansnya. Dan pihak kepolisian menunggu sampai akhirnya lelaki muda itu menunjukkan hasil rekaman dan juga foto yang diambilnya ketika dia ada di dalam play ground tadi
“Periksa semua handphone orang yang ada di dalam play ground tadi, saya yakin jika mereka mengambil gambar dan juga video ketika anak mereka bermain. Saya yakin, secara tidak sengaja mereka juga menangkap wajah Junior” ucap tuan Anton
Seorang polisi segera menempelkan hp ke telinganya dan meminta kepada seluruh polisi yang berjaga di lantai playground, memeriksa semua hp pengunjung
“Nah, ini wajah tuan…..” ucap gadis kecil tersebut ketika dia melihat video yang sedang diputar di hp ayahnya
Dengan cepat polisi tadi mengambil hp yang ada di dalam genggaman gadis itu dan segera memutar ulang video tersebut
Betapa terkejutnya dia ketika secara tak sengaja memang di video tersebut tertangkap wajah tuan Anton. Berkali-kai video yang menunjukkan sekilas wajah tuan Anton di pause nya, kemudian dia menatap curiga kearah tuan Anton yang juga tampak serius menatap video tersebut
“Coba periksa foto!” perintah tuan Anton tanpa memperdulikan tatapan curiga polisi tersebut padanya
Dengan segera polisi tadi membuka galeri, dan membuka satu persatu foto ketika gadis kecil tadi bermain. Tapi disana, tak ada satupun gambar yang menangkap wajah Junior ataupun tuan Anton
“Hanya di video ini” ucap polisi tersebut
Lalu mulailah polisi tersebut meminta keterangan gadis kecil tersebut dan juga orang tuanya
“Saya juga pak polisi, saya sama dengan suami saya. Saya sibuk mengabadikan momen liburan kami di sini” jawab ibu gadis tersebut
“Apa kamu mendengar jika anak kecil yang ada di sebelah tuan ini berbicara?” tanya polisi pelan kearah gadis kecil yang mulai menguap itu
Gadis kecil itu diam, tampak dia berfikir dan mengingat-ngingat
“Tolong nak ingatlah sesuatu. Petunjuk dari kamu sangat berharga untuk kami” lanjut tuan Anton
Gadis kecil itu masih diam, kemudian matanya yang tadi melirik keatas menoleh cepat kearah tuan Anton
“Anak itu bilang “I love you opa”. Hanya itu yang aku dengar tadi. Selebihnya mereka tertawa”
Berdesir dada tuan Anton mendengar jawaban gadis kecil itu. Kemudian dia menoleh kearah polisi yang tadi mengintrogasi gadis kecil tadi
“Junior memang memanggil saya dengan sebutan opa. Dan asal kalian tahu, cucu saya itu buta. Mungkin karena itulah makanya dia tidak sadar jika yang bersama dengannya saat itu bukanlah saya” jawab tuan Anton dengan mengusap wajahnya
__ADS_1
“Jadi dia buta tuan?” tanya gadis kecil itu dengan nada kaget
Tuan Anton mengangguk
“Tapi dia seperti tak buta. Dia seperti orang normal kebanyakan. Dia cakap bermain bola”
Tuan Anton tersenyum getir mendengar ucapan gadis itu
“Sekilas semua orang tidak akan menduga jika dia buta. Karena matanya sangat terang, dan juga memang dandanannya seperti bukan orang buta. Dia selalu berpakaian modis. Bukankah begitu?” tanya tuan Anton pada gadis kecil yang menganggukkan kepalanya itu
“Urusannya bukan masalah dia buta, atau dia modis tuan Anton. Masalahnya adalah anda ada bersamanya disaat cucu anda itu hilang” ucap polisi kearah tuan Anton
“Okey, saya hargai kejelian anda dan tugas anda. Silahkan anda bawa gadis kecil dan orang tuanya ini kembali ketempat mereka kembali. Dan setelah itu baru anda introgasi saya” ucap tuan Anton yakin
Polisi tersebut lalu menoleh kearah rekannya yang cepat tanggap dengan langsung membawa gadis kecil tadi dan juga orang tuanya kembali ke tempat mereka semula
“Mohon maaf, hp anda terpaksa kami sita dulu untuk barang bukti. Karena hanya di hp anda inilah petunjuk itu bisa kami dapatkan”
Ayah gadis kecil tadi hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan menoleh kearah tuan Anton
“Hp anda aman. Jika rusak akan saya ganti dengan harga yang jauh lebih tinggi dari hp ini” janji tuan Anton kearah pria tadi yang masih menoleh kearah hp nya yang saat ini telah berpindah tangan ke tangan polisi yang telah siap meminta keterangan dari tuan Anton
“Saya doakan semoga cucu tuan segera ditemukan” lirih gadis kecil itu sambil menyentuh lengan tuan Anton
Tuan Anton tersenyum kemudian mengusap kepala gadis kecil itu
“Tapi ma, jika itu cucu tuan itu. Tidak mungkin kan ma dia menculik cucunya sendiri?” tanya gadis kecil itu sambil berjalan meninggalkan rombongan polisi dan tuan Anton
Tuan Anton kembali tersenyum getir ketika dia mendengar ucapan gadis kecil itu. Kemudian dia segera duduk disebuah kursi plastik, kemudian menatap kearah tiga orang polisi yang saat ini masih saja tampak serius mengamati video yang ada di dalam hp yang ada dalam genggaman salah satu diantara ketiga polisi itu
“Ayo, silahkan introgasi saya. Waktu sangat berharga. Saya ingin, selesai dengan introgasi saya kalian bisa langsung bergerak” ucap tuan Anton
Ketiga polisi tadi langsung ikut duduk di depan tuan Anton. Dan tuan Anton hanya menatap ketiganya dengan santai. Sementara bodyguard yang terus bersamanya sejak tadi diminta menjauh oleh pihak kepolisian karena mereka ingin melakukan penyelidikan pada tuan Anton
“Anda ada dimana sebelum pukul tiga sore tadi?”
__ADS_1