
Si kembar tak henti-hentinya membujuk kakek buyut agar mau memaafkan mereka.
"Akek uyut da don arah yaa, akek uyut ga cian ya ama ita(kakek buyut udah dong marahnya, kakek buyut gak kasian ya sama kita)" ucap Galih.
"Alah aya ya akek uyut da ga ayang agi ama ita, tu utiya akek uyut ga au aapin ita(Galah kayak nya kakek buyut udah gak sayang lagi sama kita, tuh buktinya kakek buyut gak mau maafin kita)" ucap Galih pada sang kembaran.
"Ia, ya" ucap Galah juga.
"Alah, Alih alian agan elah don, oba udut akek uyut egan ium(Galah, Galih kalian jangan nyerah dong, coba bujuk kakek buyut dengan cium)" ucap Iqbal.
Si kembar pun dengan cepat menciumi wajah kakek buyut dengan berebutan, membuat kakek buyut tak dapat menahan tawanya karena ulah si kembar.
"Sudah-sudah kakek buyut sudah maafin kalian" ucap kakek buyut sambil tersenyum melihat si kembar.
Kedua bocah kembar itu saling pandang, lalu tertawa bersama kemudian memeluk sang kakek buyut.
"Maaci akek uyut, ita ayang akek uyut(makasih kakek buyut, kita sayang kakek buyut)" ucap si kembar kembali memeluk kakek buyut.
"Kakek juga sayang kalian cicit-cicit kakek" ucap kakek buyut.
"Maaci ya Ibal akek uyut da au aapin ita(makasih ya Iqbal kakek buyut udah mau maafin kita)" ucap Galih melihat Iqbal.
"Ia ama-ama, agan akal agi ya(iya sama-sama, jangan nakal lagi ya)" ucap Iqbal.
"Ia api ita ga aji ya(iya tapi kita gak janji ya)" ucap Galah.
__ADS_1
Membuat semua orang dewasa di situ tertawa dan menggeleng kepala mendengar perkataan si kembar.
"My, ita apel(my. kita laper)" ucap Galah memegang perutnya.
"Ayo kita liat di dapur sayang, sekalian ajak Iqbal ya" ucap Ambar.
"Yo Ibal ita te apul ita atan, amu uga apel tan(ayo Iqbal kita ke dapur kita makan. kamu juga laper kan)" ajak Galih.
Ketiga bocah kecil itu mengikuti mami Ambar ke dapur, masih jam 10 aja si kembar sudah laper.
"Wa da itan atal, atu au tu amy(wah ada ikan bakar, aku mau itu mamy)" ucap Galih menunjuk ikan bakar.
"Iya sayang sabar ya, duduk diam dulu nanti mami siapin ya" ucap Ambar.
"Ibal amu lus atan ayat ial ita epat esal ya(Ibal kamu harus makan banyak biar kita cepat besar ya)" ucap Galih.
"Ia ebal (iya kembar)" ucap Iqbal.
"Sebelum makan harus apa dulu" tanya mami Ambar.
"Lus el doa my(harus berdoa my)" ucap si kembar.
Iqbal memimpin doa makan walau dengan suara cadelnya, si kembar hanya mengikuti lalu mengucap Amin bersama.
"Ita ulai atan yo(kita mulai makan yuk)" ajak Galih.
__ADS_1
Ketiga bocah kecil itu mulai makan ikan bakar, sedangkan mami Ambar kembali ke ruang tengah untuk bergabung bersama yang lain.
"Enat ga Ibal(enak gak Iqbal)" tanya Galih.
"Enat anet, api atu inat nenet di umah(enak banget, tapi aku ingat nenek di rumah)" ucap Iqbal.
"Da ga usa edih, anti ita te umah amu buat etemu nenet ya(udah gak usah sedih, nanti kita ke rumah kamu buat ketemu nenek)" ucap Galah.
Iqbal pun hanya mengangguk, lalu kembali memakan hidangan yang sudah di siapkan oleh mami Ambar.
Si kembar terlihat menambah nasi dan ikan bakar lagi, ternyata ikan bakar nya sangat enak sampai kedua bocah kembar kembali menambah.
"Alah, Alih alian lum eyan ya(Galah, Galih kalian belum kenyang ya)" tanya Iqbal.
"Elum Ibal bis ya itan akal ya enat anet, amu ga amba agi ya(belum Iqbal habisnya ikan bakar nya enak banget, kamu gak nambah lagi ya)" tanya Galih.
"Ga atu da eyan(gak aku udah kenyang)" ucap Iqbal.
"Ita atan agi ya(kita makan lagi ya)" ucap Galah, yang mendapat anggukan kepala dari Iqbal.
Si kembar terlihat asik menikmati ikan bukannya, sambil sesekali mengusap perut mereka yang sudah terlihat buncit.
Next...
Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys....
__ADS_1