
Keempat bocah kecil itu tiba di masjid dengan di antar oleh pak satpam, terlihat murid-murid yang lain juga sudah mulai berdatangan.
"Maaci ya pa apam(makasih ya pak satpam)" ucap Galah.
"Sama-sama den, bapa balik dulu ya" ucap pak satpam.
"Ia pa apam(iya pak satpam)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Yo ita asut(ayo kita masuk)" ajak Iqbal.
Keempat bocah kecil itu masuk ke dalam masjid, karena pak ustad juga sudah datang. Si kembar dan kedua sahabatnya juga sudah hampir habis Iqro satu sekarang.
Sampai di dalam Galih langsung pergi mengambil buku Iqro yang tersusun di rak depan, Galih mengambil 7 buku Iqro untuk mereka berempat dan juga untuk kedua teman mereka.
"Ni utu Ito uat Alah, ni uat Ibal ni uat Ipli(ini buku Iqro buat Galah, ini buat Iqbal ini buat Kifli)" ucap Galih membagikan buku Iqro itu.
"Maaci ya Alih(makasih ya Galih)" ucap Iqbal dan Kifli.
Galih membagikan dua buku Iqro yang tersisa pada teman mereka yang lain.
Tata nii utu Ito uat alian (kaka ini buku Iqro buat kalian)" ucap Galih karena lebih tua.
"Makasih ya Galih" ucap kedua bocah laki-laki berumur 4 tahun itu.
"Ama-ama tata(sama-sama kaka)" ucap Galih lalu kembali bergabung bersama ketiga sohibnya.
"Da esai (udah selesai)" tanya Galah.
"Uda(udah)" ucap Galih.
Tak lama kemudian pak ustad masuk setelah selesai mengambil wudhu, pak ustad melihat semua murid-muridnya sudah duduk dengan manis menunggunya.
☘☘☘☘
Seorang wanita cantik saat ini sedang mengelilingi mall bersama sang sahabat, keduanya terlihat sangat menikmati sore mereka dengan jalan-jalan di mall.
"Gue kangen banget tau gak sih jalan-jalan kaya gini, kemarin-kemari sibuk sama kerjaan" ucap seorang gadis cantik.
"Kita nikmati aja sekarang" ucap sang sahabat.
"Mel, vidioin gue dong, mau di bikin story" ucap sang sahabat.
"Boleh, siniin hp loh" ucap gadis itu meminta ponsel sang sahabat.
Gadis itu berbalik hendak memulai merekam vidio sang sahabat tapi tiba-tiba.
__ADS_1
Duk..(suara tabrakan)
"Punya mata gak sih" ucap seorang pria yang ia tabrak.
Gadis itu berbalik dan kedua pria sedang berdiri di belakangnya, salah satunya mengenakan kacamata hitam dan pria yang satunya bisa di bilang adalah sang asisten.
"Maaf saya gak sengaja pak" ucap gadis itu.
Dari balik kacamata hitamnya pria itu melihat sang gadis yang diam mematung di depannya.
"Itu kan gadis yang waktu di bandara" ucap pria itu dalam hati.
"Mel loh gak papa kan, aduh pak maafin teman saya ya" ucap gadis yang satunya yang tak lain adalah sahabat Melatih.
"Kita lanjut" ucap pria itu yang tak lain adalah Raffa yang sedang meninjau perkembangan mall bersama sang asisten, karena pusat perbelanjaan itu adalah milik keluarga mereka.
Raffa dan sang asisten pergi meninggalkan kedua gadis itu, membuat Melatih dan sang sahabat melengos melihat kepergian pria itu.
"Mel loh gak papa kan" tanya Vani lagi sahabat dari Melatih.
"Gue gak papa kok Van" ucap Melatih.
"Sombong banget sih tuh cowok" ucap Vani melihat kepergian Raffa.
"Udah biarin aja, ayo kita jalan-jalan lagi" ajak Melatih.
☘☘☘☘
Selesai membaca doa pulang, si kembar dan kedua temannya keluar dari masjid bersama teman-teman mereka yang lain.
"Imana don pa apam lum eput ita(gimana dong pak satpam belum jemput kita)" ucap Galah.
"Ita alan aja(kita jalan aja)" ajak Galih.
"Yo, (Ayo)" ajak Galah.
Keempat bocah kecil itu berjalan pulang dengan pelang, mereka tidak lupa melihat kiri dan kana untuk memastikan tidak ada kendaraan.
"Ais tu tan akek itu(guys itu kan kakek itu)" ucap Galih menunjuk ke arah tong sampah yang ada di seberang jalan, di mana kakek itu sedang mencari botol bekas.
"Ia tu akek (iya itu kakek)" ucap Iqbal.
"Yo ita te tana(ayo kita ke sana)" ajak Galih.
Keempat bocah kecil itu pun melihat kiri kanan, di rasa sudah tidak ada kendaraan lewat keempat bocah kecil itu menyeberangi jalan sambil berpegangan tangan untuk mendekati kakek itu.
__ADS_1
"Akek(kakek)" panggil keempat bocah kecil itu masi dari tengah-tengah jalan besar.
"Yo epat(ayo cepat)" ucap Galah.
Kakek itu melihat keempat bocah kecil yang tempo hari itu sedang menyeberangi jalan, kakek melihat kiri sama kanan memastikan kalau aman dan tidak ada kendaraan lewat.
"Cepat nak,ada mobil" ucap sang kakek melihat ada mobil dari arah kiri.
Keempat bocah kecil itu dengan cepat berjalan ke pinggir jalan untuk mendekati sang kakek.
"Lain kali jangan gitu lagi ya, bahaya nak" tegur sang kakek.
"Ia ke ita uma au apelin akek to(iya kek kita cuma mau nyamperin kakek kok)" ucap Galah.
"Bahaya buat kalian menyebrang tampa orang dewasa" ucap kakek lagi.
"Ia te ita ga atan itu agi(iya kek kita gak akan gitu lagi)" ucap Galih.
"Kalian baru pulang ngaji ya" tanya kakek.
"Ia ke, akek bis ali ana, ali otol etas agi ya(iya kek, kakek habis dari mana, cari botol bekas lagi ya)" tanya Galah.
"Iya, Alhamdulillah kakek dapat banyak botol bekas hari ini" ucap sang kakek.
"Atian akek(kasian kakek)" ucap Galih.
Kakek itu tersenyum melihat keempat bocah kecil itu yang kasian padanya, karena jarang ada anak kecil yang memahami arti hidup seseorang.
Si kembar mengambil uang 100 ribu dari saku gamis mereka, begitu pun dengan Iqbal dan Kifli total uang yang di kumpul jadi 400 ribu dari keempat bocah kecil itu.
"Uda-uda an ni ucup ya uat antu akek(muda-mudahan ini cukup ya buat bantu kakek)" ucap Galih.
"Ia(iya)" ucap ketiga sohibnya.
Galih memberikan uang itu pada sang kakek, membuat kakek bingung melihat uang yang di kasih oleh Galih.
"Apa ini nak" tanya kakek.
"Ni ada editit edeti ali ita buat akek emoga isa embantu ya ke(ini ada sedikit rezeki dari kita buat kakek semoga bisa membantu ya kek)" ucap Galih.
"Gak usah nak, kakek gak mau nanti orang tua kalian mikirin gak-gak" ucap sang kakek.
"Ga apa te olan ua ita au to alo ita au asi edeta uat akek, uan ni uga asil ita elja edili ga inta ama olan ua ita, ia tan ais( gak papa kek orang tua kita tau kok kalau kita mau kasi sedekah buat kakek, uang ini juga hasil kita kerja sendiri kok gak minta orang tua kita, iya kan guys)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.
Next....
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys,,