Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Adik Untuk Si Kembar


__ADS_3

"Daddy, dad" panggil mommy Sinta dengan antusias.


Membuat semua yang ada di ruang tengah melihat ke arah mami Ambar, mommy Nisa dan mommy Sinta.


"Da apa ci eyan to aya na enan anet(ada apa si eyang kok kayaknya senang banget)" tanya Galah sambil memijit lengan sang daddy.


"Sayang kalian mau punya adik" ucap mommy Sinta.


Membuat yang ada di sana melihat mom Sinta, termaksud Gilang yang sedang berbaring, daddy Reza dan daddy Nicko saling tatap.


"Asut eyan apa ci ita ga elti (maksud eyang apa sih kita gak ngerti)" ucap Galih.


"Sayang aku hamil" ucap mami Ambar pada papi Gilang.


"Serius sayang?" tanya papi Gilang.


"Iya, ini coba liat, tadi mommy nyuruh aku cek dan hasilnya garis dua" ucap mami Ambar senang.


"Alhamdulillah" ucap papi Gilang memeluk mami Ambar.


"Mom benar putri kita hamil?" tanya daddy Nicko pada mommy Nisa.


"Iya mas, kita mau punya cucu lagi" ucap mom Nisa dengan senang.


"Alhamdulillah,, akhirnya aku mau punya cucu lagi" ucap daddy Nicko.


Semuanya turut bahagia menyambut kehamilan mami Ambar, tapi berbeda dengan keempat bocah kecil itu yang hanya diam saja.


"Ami amil, amil tu apa ci(mami hamil, hamil itu apa sih)" tanya Galih dengan polosnya.


Semuanya melihat ke arah keempat bocah kecil itu, mereka hampir lupa kalau ada si kembar dan kedua sahabatnya di situ juga.


Eyang Sinta berjongkok di depan kedua cucunya, sambil tersenyum senang.


"Sayang mami kalian lagi hamil adik bayi kalian" ucap mom Sinta.


"Adit ayi, ita atan uya adit ayi eyan(adik bayi, kita akan punya adik bayi eyang)" tanya Galih.


"Iya, di perut mami lagi tumbuh adik kalian" ucap eyang Sinta.


"Elati ita atan adi tata don(berarti kita akan jadi kaka dong)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari semuanya.


"Alah ita atan adi tata(Galah kita akan jadi kaka)" ucap Galih dengan senang.


"Ia ita atan adi tata(iya kita akan jadi kaka)" ucap Galah senang juga mendengar mami mereka sedang mengandung adik mereka.


"Emoga adit ita uga ebal ya aya ita(semoga adik kita kembar ya kaya kita)" ucap Galah.


"Amin" ucap Galih, Iqbal dan Kifli bersama.

__ADS_1


"Alah, Alih elamat ya alian au unya adet ayi(Galah, Galih selamat ya kalian mau punya adek bayi)" ucap Iqbal.


"Ia elamat ya(iya selamat ya)" ucap Kifli Juga.


"Maaci ya(makasih ya)" ucap si kembar.


"Sayang nanti temani istri kamu periksa ke dokter kandungan ya" ucap mom Sinta.


"Iya mom, nanti kita periksa" ucap mami Ambar mengelus perut ratanya.


Semuanya sudah klir kalau papi Gilang g tenyata sedang ngidam kehamilan sang istri, jadi tak ada yang perlu di kuatir kan.


"Ita te amal tat Dep yo(kita ke kamar kak Dev yuk)" ajak si kembar.


"Yo(ayo)" ucap Galih.


Keempat bocah kecil itu menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamar mereka dan kamar kak Dev berada.


Clekkk...


Dev lagi-lagi melihat ke arah pintu, dan melihat keempat bocah kecil itu masuk.


"Kenapa" tanya kak Dev.


"Tat Dep ita au unya adit ayi(kak Dev kita mau punya adik bayi)" ucap Galah dengan antusias.


"Ia ami ita amil tat(iya mami kita hamil kaka)" ucap Galih tak kalah hebohnya.


"Enal anya aja ama Ibal ama Ipli(benar tanya aja sama Iqbal sama Kifli)" ucap Galih.


"Enal tata Ule(benar kaka bule)" ucap Iqbal.


"Kalian senang" tanya kak Dev.


"Enan don ita tan au punya adit ayi ya ucu aya ita(senang dong kita kan mau punya adik bayi lucu kaya kita)" ucap Galih.


"Terus kalian ngapain ke kamar kaka?" tanya kak Dev.


"Au ain ama tat Dep la(mau main sama kak Dev lah)" ucap Galah.


"Kaka gak mau main sama kalian, tadi kalian udah ngadu sama eyang kalian" ucap kak Dev.


"Tu ala ya tat Dep la(itu salahnya kak Dev lah)" ucap Galih tak mau kalah.


"Salah apa, kalian juga ikut andil" ucap kak Dev kesal karena daun telinganya masi terasa panas.


Keempat bocah kecil itu tak menghiraukan perkataan kak Dev, mereka malah naik ke atas ranjang king size milik kak Dev dan berguling-guling di sana.


Sepertinya si kembar dan kedua sahabatnya punya teman baru untuk di kerjain selai uncle Brian.

__ADS_1


"Alih anan edan don(Galih jangan nendang dong)" ucap Galah kesal karena mendapat tendangan kecil dari sang kembaran.


"Aap atu ga aja(maaf aku gak sengaja)" ucap Galih.


"Jangan berantem ya, awas kalau kalian berantem" ucap kak Dev kembali meng utak-atik ponselnya.


"Tat ita oleh itul tini gak(kak kita bole tidur di sini gak" tanya Galih.


"Gak boleh, punya kamar sendiri mau tidur di sini" ucap kak Dev.


"Iasa aja don ita tan uma aya(biasa aja dong kita kan cuma nanya)" ucap Galih kembali berguling-guling.


"Alah amu au adit tewe apa towo(Galah kamu mau adik cewek apa cowok)" tanya Galah.


"Atu au adit tewe, ial ga akal aya amu Alih(aku mau adik cewek, biar gak nakal kaya kamu Galih)" ucap Galah, membuat sang kembaran menatap Galah.


"Eman amu ga akal(emang kamu gak nakal)" tanya Galih.


"Akal ci api tan itit(nakal sih tapi kan dikit)" ucap Galah.


Sedangkan kak Dev hanya menjadi pendengar kedua bocah kembar itu yang sedang asik mengobrol, sedangkan Iqbal dan Kifli sedang melihat kak Dev yang sedang bermain game.


Si kembar melihat kedua sahabatnya, yang duduk di dekat kaka Dev, karena penasaran Galih pun ikut mendekat dan melihat.


"Tat agi apa(kak Lagi apa)" tanya Galih.


"Lali main game" ucap kak Dev.


"Atu ijam don(aku pinjam dong)" ucap Galih.


"Kamu mana bisa main, ngerti juga gak" ucap kak Dev.


"Ya di adalin la ama tat Dep(ya di ajarin lah sama kak Dev)" ucap Galih.


"Yah, kalah deh, kamu sih ganggu kakak lagi main" ucap kak Dev.


"To atu ci(kok aku sih)" tanya Galih.


"Ya kamu kan ganggu kakak dari tadi lagi main game" ucap kak Dev.


"Atu ilanin eyan Inta ya(aku bilangin eyang Sinta ya)" ucap Galih, membuat kak Dev gelagapan kalau sudah mendengar nama aunty nya itu di sebut.


"Iya iya gak" ucap kak Dev.


Galih terkikik geli karena kak Dev takut kalau akan di laporin ke eyang Sinta, karena kak Dev nanti akan mendapat jeweran lagi di telinga.


Tak lama kemudian bibi datang memanggil mereka, kalau makan siang sudah siap dan semuanya sudah menunggu di ruang makan.


Kak Dev mengajak keempat bocah kecil itu untuk turun ke lantai bawa, untuk makan siang karena waktu memang sudah menunjukan setengah 12 siang.

__ADS_1


Next...


Jangan lupa like, komen sama vote ya guys...


__ADS_2