
Keempat bocah kecil itu dan anak-anak yang lain ikut sholat Ashar bersama pak ustad dan jemaah yang lain.
Si kembar mengikuti gerakan orang dewasa tapi mata ke duanya tak tinggal diam melihat ke sana kemari.
Selesai sholat si kembar tidak lupa berdoa, selesai itu mereka mencium punggung tangan orang dewasa.
"Ayo sini anak-anak kita mulai ngajinya ya" ucap pak ustad.
"Tapi sebelum itu ustad mau tanya nih siapa yang lagi puasa" tanya pak ustad melihat murid-murid ngajinya.
Terlihat beberapa orang mengangkat tangan sedang kan yang lainnya tidak termaksud si kembar dan kedua sahabatnya, pandangan pak ustad tertuju pada keempat bocah kecil itu.
"Galah sama Galih gak puasa ya" tanya pak ustad.
"Ita uasa uma ampe jam dua elas utas, as adan uhul ita uka de(kita puas cuma sampe jam dua belas ustad, pas azan Zuhur kita buka deh)" ucap Galah.
"Masya Allah jadi Galah sama Galih puasa setengah hari ya" tanya pak ustad.
"Ia utas, oleh ga alo ita uasa agi ampe oleh utas(iya ustad, boleh gak kalau kita puasa lagi sampe sore ustad)" tanya Galih.
"Boleh dong" ucap pak ustad tersenyum.
"Tu ata utas ita oleh uasa agi ampe oleh(tuh kita boleh puasa lagi sampe sore)" ucap Galih pada ke dua kawannya.
__ADS_1
"Kalau Iqbal sama Kifli kenapa gak puasa" tanya pak ustad.
"Ita ga itut aul pa utas(kita gak ikut sahur pak ustad)" ucap Iqbal dan Kifli.
"Ya sudah gak papa, sekarang kita mulai ngajinya ya" ucap pak ustad.
"Baik pak ustad" ucap semua murid-murid.
Galah dan Galih mengaji bergantian dan juga ke dua sahabatnya itu, semakin hari keempat bocah kecil itu sudah bisa mengingat huruf-huruf hijaiya walaupun tidak semuanya.
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, dan murid-murid membaca doa pulang sebelum membubarkan diri, Si kembar dengan antusias ingin cepat pulang dan menunggu berbuka puasa bersama papi dan juga mami nya.
Setelah keluar dari masjid terlihat pak satpam sudah berjalan menyeberangi jalan besar untuk menjemput si kembar.
"Ibal, ifli ita ulan ya(Iqbal, kifli kita pulang ya)" ucap Galah.
Kedua sahabatnya juga sudah di jemput oleh ke dua orang tua mereka, keempat bocah kecil itu pun berpisah di depan pintu gerbang masjid.
Pak satpam kembali menuntun si kembar menyeberangi jalan, tiba di depan gerbang masuk si kembar mengenali mobil sport berwarna merah yang baru saja masuk.
"Ucel(uncle)" panggil si kembar.
Brian memberhentikan mobilnya di dekat kedua ponakan nya, ia lalu turun dari mobil.
__ADS_1
"Baru pulang ngaji ya" tanya Brian.
"Ia ucel, ucel pain te ini(iya uncle, uncle ngapain ke sini)' tanya si kembar sembari mencium punggung tangan uncle mereka.
"Uncle mau buka puasa di sini" ucap Brian.
"Man ucel uasa (emang uncle puasa)" tanya Galih.
"Bah, ya puasa lah, masa gak mau puasa" ucap Brian.
"Kalian puasa gak" tanya Brian.
"Uasa agi lah, uma adi uhul uka bis tu uasa agi ampe oleh(puasa lagi lah, cuma tadi Zuhur buka habis itu puasa lagi sampe sore)" ucap Galah.
"Puasa apa gitu, yang namanya puasa itu sampe sore" ucap Brian.
"Uka-uka ita don, ia tan Alah(suka-suka kita dong, iya kan Galah)" ucap Galih
Brian melengos mendengar perkataan si kembar, memang kalau mau berdebat bersama kedua ponakan nya itu gak bakalan menang, ketiganya pun masuk kedalam rumah tak lupa memberi salam.
Next....
Jangan lupa guys Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1