Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Ular Karet


__ADS_3

Galah dan Galih menaruh kado pemberian Zein di sudut ruangan paling pojok, lalu kedua bocah kembar itu kembali bergabung dengan yang lain.


"Alah, Alih to ama alian di alo di udut ci dia ali tat Ein (Galah, Galih kok sama kalian di taro di sudut sih hadiah dari kak Zein)" tanya Iqbal.


"Ia ialin aja(iya biarin aja)" ucap Galih.


"Yo ita auin agi(iya biarin aja ayo kita main lagi)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu lalu kembali bermain dengan yang lain, terlihat Puput sedang di suapin oleh sang mama, membuat Galih mendekat ke arah gadis kecil itu.


"Ompon amu to asi di uapin ci, tan amu da usal(ompong kamu kok masi di suapin sih, kan kamu udah besar)" tanya Galih berdiri di dekat gadis kecil itu.


"Atu asi uka di uapin Alih(aku masih suka di suapin Galih)" ucap Puput sambil membuka mulutnya besar-besar.


"Ish amu ni(ish kamu ini)" ucap Galih, sedangkan Puput hanya tersenyum jahil melihat Galih.


"Atu abun ama yan ain ulu ya(aku gabung sama yang lain dulu ya)" ucap Galih.


"Ia anti atu usul ya(iya nanti aku nyusul ya)" ucap Puput.


"Ia amu atan yan anyat aja(iya kamu makan yang banyak aja)" ucap Galih, lalu Galih kembali bergabung dengan yang lain.

__ADS_1


"Beb liat deh foto yang ini bagus gak?" tanya Zein menempel pada Dev.


"Iya bagus kok" ucap kak Dev.


"Kita foto lagi yuk, kamu senyum dong biar tambah ganteng, aku mau buat stori IG" ucap Zein.


"Ish ga au alu anet ci da anyat Olen elut-elut tat Dep(ish gak tau malu banget sih ada banyak orang peluk-peluk kak Dev)" ucap Galih melihat ke arah kak Dev dan Zein.


"Ia agu uga ga uka iat ya(iya aku juga gak suka liatnya)" ucap Galah juga.


"Iana alo ita eldain aja(gimana kalau kita kerjain aja)" ucap Galih.


"Amu enal yo(kamu benar)" ucap Galah mendukung ide sang kembaran.


Keempat bocah kecil itu pergi ke ruangan bermain si kembar, lalu Galih mengambil ular karet yang tersimpan di dalam kardus.


"Alih tu aut apa(Galih itu buat apa)" tanya Galah.


"Ni uat atutin inyat itun Alah(ini buat nakutin minyak zaitun Galah)" ucap Galih.


"Yo ita ual (ayo kita keluar)" ajak Galih.

__ADS_1


Keempat bocah kecil itu kembali keluar, dan bergabung bersama teman-teman yang lain, sedangkan ular karet yang di bawa Galih tadi masi berada di tangan bocah kecil itu.


Pandangan Galih lalu tertuju pada kak Dev dan sang kekasih yang sedang asik berfoto, dengan pelan Galih berjalan memutari belakang sofa, lalu meletakan ular itu dengan pelan di atas tas yang ada di dekat Zein, Galih sudah bisa menduga kalau itu pasti tas milik wanita itu.


Setelah itu Galih kembali lagi bergabung dengan teman-teman yang lain, membiarkan kedua pasangan yang sedang asik berfoto itu.


"Bagus gak beb?" tanya Zein.


"Ini bagus, kamu keliatan cantik" ucap kak Dev.


"Iih kamu tuh bisa aja deh" ucap Zein tersenyum manja.


"Aku buat stori IG ya" ucap Zein, yang mendapat anggukan dari kak Dev.


Zein lalu mengambil tisu dari dalam tas, tapi ia seperti memegang sesuatu yang sangat dingin dan licin, Zein lalu melihat kearah tas dan melihat apa yang ia pegang dan...


Aaakkhhh....


Teriak Zein dengan kuat dan membuat semua yanga di situ melihat ke arah Zein,.sedangkan ular karet yang di pegang Zein tadi sudah terlempar dan mengenai wajah mommy Sinta.


Membuat kak Dev melotot melihat ke arah sang aunty yang, mommy Sinta mengambil ular karet itu dan menatap Zain dengan marah. Membaut kak Dev susah bernafas jadinya.

__ADS_1


"Astaga Zein apa-apa an sih" ucap kak Dev dalam hati.


__ADS_2