Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Pura-Pura Pusing


__ADS_3

Keempat bocah kecil itu berjalan menghampiri kak Dev dan juga Zein.


"Tat(kak)" panggil Galih.


"Ada apa?" tanya kak.Dev melihat keempat bocah kecil itu.


"Ita oleh abung ga(kita boleh gabung ga" tanya Galah.


"Gabung, terus acara ulang tahun kalian gimana?" tanya kak Dev.


"Ialin aja tat, ita enen abun ama tat Dep(biarin aja kak, kita pengen gabung sama kak Dev)" ucap Galih.


Sedangkan Zein menatap keempat bocah kecil itu dengan wajah kesal. Kak Dev dan juga Zein belum tahu kalau yang mengerjai Zein tadi adalah si kembar dan kedua sahabat nya.


"Duuh pala atu usin ni(aduh kepala aku pusing nih)" ucap Galih duduk di bangku taman belakang.


"Ais olon don atu usin ni(guys tolong dong aku pusing nih)" ucap Galih sambil memegang kepala kecilnya.


"Astada Alih amu enapa to adi usin ci(astaga Galih kamu kenapa kok jadi pusing sih)" tanya Galah mendekati sang kembaran.


"Atu uga ga au, iba-iba pala atu usin ais(aku gak tau tiba-tiba kepala aku pusing guys)" ucap Galih sambil mengadu sakit.


"Tat Ein olon don bil inum uat Alih acian ni(kak Zein tolong dong ambil minum buat Galih kasian nih)" ucap Galah melihat ke arah Zein.

__ADS_1


"Kok aku sih, itu suruh mereka aja" ucap Zein menatap Iqbal dan Kifli.


"Ga isa tat eleta au aga atu di cini(gak bisa kak mereka mau jaga aku di sini)" ucap Galih menatap Zain.


"Udah biar kak Dev aja yang ambil ya" ucap kak Dev.


"Ga apa ni tat(gak apa nih kak)" tanya Galih melihat kak Dev.


"Iya gak papa kalian tunggu ya" ucap kak Dev pergi dari sana.


Keempat bocah kecil itu saling pandang lalu tersenyum, Galih yang tadi sedang mengadu sakit berdiri tegang melihat Zein.


"Kok udah sembuh, kamu bohong ya dasar anak kecil udah tau bohong" ucap Zein kesal.


Membaut keempat bocah kecil itu saling pandang lalu tertawa, apa lagi Galih yang tertawa terpingkal-pingkal melihat Zein berteriak.


"Awas kalian ya" ucap Zein.


"Ais op ada tat Dep(guys stop ada kak Dev)" ucap Galah melihat ke arah ruangan samping.


Dengan cepat Galih kembali duduk di bangku dan berpur-pura mengadu sakit kepala, sedangkan Iqbal sudah mengambil kembali ular karet itu dan menyimpannya lagi.


Membuat Zein di buat gagap melihat tingkah keempat bocah kecil itu, lalu Zein mendekati kak Dev yang sedang mendekat ke arah mereka sambil membawa air.

__ADS_1


"Beb, gak usah di kasi air, mereka cuma bohong" ucap Zein melihat keempat bocah kecil itu.


"Bohong gimana kamu gak liat Galih kesakitan gitu" ucap kak Dev menatap Zein.


"Iya tapi tadi mereka ngerjain aku, dan ternyata yang naru ular karet tadi itu mereka juga" ucap Zein menatap keempat bocah kecil itu dengan kesal.


"Anan ditu don tat, to tata ega ci uduh ita ditu(jangan gitu dong kak, kok kaka tega sih nuduh kita gitu)" ucap Galih sambil menatap kak Dev dan Zein.


"Aduh mulai lagi drama nya" ucap Zein.


"Cukup Zein, kamu itu udah keterlaluan ya" bentak kak Dev.


"Beb kok kamu bentak aku sih" ucap Zein dengan wajah di buat sedih.


"Karena aku gak suka kamu katain si kembar dan kedua sahabatnya gitu" ucap kak Dev masih marah.


Sedangkan keempat bocah kecil itu saling pandang dan saling bisik sambil tertawa, melihat kak Dev dan Zein bertengkar.


"Asain tu inyat itun(rasain tuh minyak zaitun)" ucap Galih sambil terkikik.


Zein melihat ke arah para bocah kecil itu yang sedang terkikik pelan.


"Tuh kamu lain mereka ketawa" tunjuk Zein.

__ADS_1


Tapi dengan cepat keempat bocah kecil itu kembali berekting dan pada saat kak Dev melihat mereka, Galih sudah kembali berekting dan kak Dev menatap Zein dengan tajam lagi.


__ADS_2