Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Iqbal Membantu Kakek


__ADS_3

Keesokan paginya, kakek dan Iqbal saat ini sudah siap berangkat ke tempat kerja baru mereka.


"Pak, nak minum dulu nenek sudah siapkan sarapan" ucap nenek Iqbal.


"To uma akek ama Ibal cih net, ita eltida aja(kok cuma kakek sama Iqbal sih Nek, kita bertiga aja)" ajak Iqbal.


"Iya bu ayo" ajak kakek Iqbal.


Nenek pun ikut sarapan bersama Iqbal dan sang kakek.


Selesai sarapan Iqbal dan kakek pamit pada Nenek untuk pergi ke rumah si kembar, keduanya pergi berjalan kaki butuh waktu hampir 20 menit baru tiba di sana.


"Akek ni uma yaa ebal(kakek ini rumahnya kembar)" ucap Iqbal.


Kakek melihat rumah mewah dua tingkat yang ada di depan mereka sekarang, dengan halaman yang sangat luas.


"Besar ya nak rumahnya" ucap kakek.


"Ia kek, di alam ebih esal agi ama ayat isi yaa(iya kek, di dalam lebih besar lagi sama banyak isi nya)" ucap Iqbal.


"Eh nak Iqbal kok gak panggil bapak sih" ucap pak satpam yang sudah mengetahui kalau ada tukang kebun baru di rumah sang majikan.


"Alu aja au agil pa apam(baru aja mau panggil pak satpam)" ucap Iqbal.


"Mari nak, pak masuk tuan sama nyonya sudah menunggu di dalam" ucap pak satpam.

__ADS_1


Iqbal mengandeng tangan sang kakek masuk, mereka berjalan di halaman yang begitu luas itu, sampai lengkingan si kembar terdengar.


"Akek, Ibal(kakek, Iqbal)" panggil si kembar dari balkon lantai dua.


"Alah, Alih(Galah,Galih)" ucap Iqbal.


Si kembar pun masuk ke dalam kamar lalu turun ke lantai bawa untuk menyambut teman mereka dan sang kakek.


"Assalamualaikum" ucap kakek Iqbal.


"Waalitum alam kek(waalaikumsalam kek)" jawab si kembar.


"Yo asut kek(ayo masuk kek)" ajak Galih.


Iqbal dan sang kakek pun masuk, Gilang yang melihat kakek Iqbal sudah datang pun langsung menyambutnya dengan ramah.


"Makasih nak Gilang" ucap kakek.


Iqbal duduk di dekat si kembar, sedangkan kakek duduk sendiri di sofa yang berhadapan dengan Gilang.


"Sayang sini, ini kakek nya Iqbal yang mau bekerja jadi tukang kebun" ucap Gilang.


"Pak" sapa Ambar sambil tersenyum.


Gilang pun mulai memberitahu gaji kakek Iqbal perbulannya berapa, kakek yang mendengar itu merasa senang.

__ADS_1


"Alhamdulillah,, terimakasih nak, bu" ucap kakek.


"Sama-sama pak" ucap Gilang dan Ambar.


"Ibal anti ita ain ya(Iqbal nanti kita main ya)" ucap Galih.


"Ga isa Alih atu alus antuin akek, atu ga au akek elja dili(gak bisa Galih aku harus bantuin kakek, aku gak mau kakek kerja sendiri)" ucap Iqbal.


Membuat kakek, Gilang dan Ambar tersenyum mendengar perkataan Iqbal yang ingin membantu sang kakek.


"Ato alo amu da bis antu akek ita alu ain imana (atau kalau kamu udah habis bantu kakek kita baru main gimana)" ucap Galah.


"Ia anti alo da bis elja ya(iya nanti kalau udah habis kerja ya)" ucap Iqbal.


"Iya" ucap Galah.


Kakek dan Iqbal pun mulai bekerja, kakek membersihkan rumput-rumput yang sudah mulai panjang, yang ada di taman belakang di mana taman bunga-bunga mami Ambar berada, Iqbal membantu sang kakek dengan mengangkat rumput.


"Nak, ngangkat rumput nya sedikit-sedikit saja ya" ucap kakek.


"Ia kek(iya kek)" jawab Iqbal.


Sedangkan si kembar berada di dalam, mereka tidak mau menganggu sang sahabat yang sedang bekerja, sesuai apa kata Iqbal nanti bisa main kalau sudah selesai membantu sang kakek.


Next...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....


__ADS_2