Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Menjemput Keempat Bocah Kecil Itu


__ADS_3

Kempat bocah kecil itu tak henti-hentinya berceloteh dengan suara cadel mereka, sampai ketiga teman Dev tersenyum melihat tingkah mereka.


"Tat Dep ni kola tata ya(kak Dev ini sekolah kaka ya)" tanya Galih.


"Iya ini sekolah kaka" ucap kak Dev.


"Kolah ya adus ya ais(sekolah nya bagus ya guys)" ucap Galih lagi.


"Ayo masuk" ajak Dev.


"Tat di tini to ayat uanan ci aya antol(kak di sini kok banyak ruangan sih kaya kantor)" tanya Galah.


"Ini bukan ruangan tapi kelas" ucap kak Dev.


"Elas tu apa tat(kelas itu apa kak)" tanya Iqbal.


"Kelas itu tempat buat belajar" ucap kak Dev.


"Oh ditu ya tat(oh gitu ya kak)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Wa ada ola,(wah ada bola)" tunjuk Galah pada bola dunia yang ada di atas meja.


"Hey jangan itu bukan bola" ucap kak Dev.


"Utan ola to ulat ci tat (bukan bola kok bulat sih kak)" tanya Galih.


Keempat bocah kecil itu lalu duduk di kursi yang ada di dalam kelas itu, kak Dev benar-benar di baut geleng kepala oleh keempat bocah kecil itu.


Galah lalu maju ke depan dan melihat wajahnya di depan papan tulis bening, membuat bocah kecil itu tersenyum sendiri.


"Alah amu agi pain ci(Galah kamu lagi ngapain sih)" tanya Kifli.


"Iat de adus tan(liat deh bagus kan)" ucap Galah.


"Wa adus ni uat dodet(wah bagus nih buat joget)" ucap Galih juga beranjak dari kursi yang ia duduk.


Galih berdiri di depan papan tulis bening itu, lalu melihat pantulan dirinya. Lalu Galih kembali melihat kak Dev dan teman-temannya.


"Tat otal usit don atu au dodet(kak putari musik dong aku mau joget)" ucap Galih.


"Jangan ini itu di sekolah bukan di rumah" ucap kak Dev.


"Man ga oleh ya tat(emang gak boleh ya kak)" tanya Galih.


"Ya gak boleh lah, nanti di marahin sama guru" ucap kak Dev.

__ADS_1


"Ya agal don atu au dodet(ya gagal dong aku mau joget)" ucap Galih.


"Dev, adik loh lucu banget sih" ucap salah satu sahabat Dev.


"Lucu apaan mereka tuh nakal, buktinya ada ikut ke sini kan, diam-daim masuk ke bagasi mobil" ucap kak Dev melihat temannya.


"Yo ais ita ain edal-edalan aja(ayo guys kita main kejar-kejaran aja)" ajak Galih.


Membuat ketiga sohibnya mengangguk dengan cepat, dan mulailah kejar-kejaran di dalam kelas kak Dev, sampai kak Dev dan para sahabatnya di buat pusing dengan keempat bocah kecil itu.


☘☘☘☘


Mami Ambar baru saja menelpon sang suami, mengatakan tentang keempat bocah kecil itu yang saat ini pasti sudah berada di sekolah Dev.


Papi Gilang pun dengan cepat kembali ke rumah untuk menjemput sang istri, dan saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju sekolah Dev.


"Sayang kamu tenang ya, mereka pasti baik-baik aja" ucap papi Gilang menenangkan sang istri.


"Si kembar ini suka sekali deh bikin orang panik" ucap mami Ambar.


"Ngikutin kelakuan uncle mereka" ucap mami Ambar.


Papi Gilang hanya tersenyum melihat sang istri medumel, sudah sering kali mereka di buat pusing oleh kelakuan kedua bocah kembar itu, apa lagi sekarang mengajak kedua sohibnya juga.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai papi Gilang memasuki gerbang sekolah kak Dev, terlihat suasana sekolah sepi pertanda kalau semua murid sedang berada di dalam kelas.


"Iya sayang, tapi kayaknya anak-anak udah gak ada deh, kita cari ke dalam yuk " ajak papi Gilang mengandeng tangan sang istri.


Papi Gilang yang mengetahui di mana kelas adik sepupunya itu pun langsung pergi ke lantai dua.


Di dalam kelas Dev, guru sedang proses ajar mengajar. Sedangkan keempat bocah kecil itu duduk dengan diam di kursi yang sudah di sediakan di samping.


Si kembar melihat guru yang sedang menerangkan di depan kelas, Dev tak membiarkan keempat bocah kecil itu bermain di luar.


"Ais alian elti ga(guys kalian ngerti gak)" tanya Galih sambil berbisik.


"Ga ita ga elti (gak kita gak ngerti)" ucap Galah.


Kak Dev sesekali melihat keempat bocah kecil itu dan memberi isyarat agar jangan berisik, dengan menaruh jari telunjuknya kak Devi di bibir dan keempat bocah kecil itu hanya mengangguk patuh.


Papi Gilang dan mami Ambar sampai di depan pintu kelas Dev, dan melihat guru yang sedang mengajar.


Tokk...


Tokkk...

__ADS_1


Guru melihat ke arah pintu, di mana seorang ibu hamil dan seorang berjas rapi berdiri di sana.


"Permisi pak maaf menganggu sebentar, kami ingin bertemu dengan Dev" ucap papi Gilang.


"Iya silahkan pak, bu" ucap guru itu.


Keempat bocah kecil itu belum melihat kedatangan papi Gilang dan mami Ambar, karena saat ini mereka duduk di kursi dekat kak Dev.


"Ami, api(mami, papi)" panggil si kembar melihat kedua orang tua mereka.


"Sayang, kenapa kalian bisa ada di sini" tanya mami Ambar.


"Ita agi ko lah mi(kita lagi sekolah mi)" ucap Galih.


"Jadi ini anak ibu sama bapak" tanya guru.


"Iya pak, mereka ikut diam-diam kemari" ucap mami Ambar.


"Tadi pagi mereka bikin heboh sekolah, katanya mereka ini tuyul karena muncul tiba-tiba" ucap guru.


Membuat mami Ambar dan papi Gilang saling pandang, si kembar dan sahabatnya ini ada-ada saja kelakuannya.


"Kami minta maaf ya pak" ucap Gilang.


"Iya pak tidak apa-apa" ucap guru.


"Kalau begitu kami pamit dulu ya pak, Dev kaka pulang ya" ucap Gilang.


"Iya kak, baik pak" ucap kak Dev dan guru.


"To ulan ci pi, ita tan agi eladal(kok pulang sih pi kita kan lagi belajar)" ucap Galih.


"Nanti belajar di rumah ya boy" ucap APPI Gilang.


"Ya adaal ita au kola uga(yah padahal kita mau sekolah juga)" ucap Galah.


"Yo ais ita ulan tata tata itu ulan ulu ya anti ita alit agi(ayo guys kita pulang kaka kaka kita pulang dulu ya nanti kita balik lagi)" ucap Galih.


Membuat semua yang ada di dalam situ tersenyum melihat tingkah Galih, sementara kak Dev hanya mengangguk kepala.


"Pa ulu ita ulan ya(pak guru kita pulang ya)" ucap Galah.


"Iya" ucap guru tersenyum melihat tingkah mereka.


Papi Gilang dan mami Ambar pun mengajak keempat bocah kecil itu keluar dari kelas kak Dev, dan proses belajar pun di lanjutkan.

__ADS_1


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....


__ADS_2