Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Perintah Konyol Si Kembar


__ADS_3

Iqbal dan Kifli sedang melihat kedua sahabat kembarnya itu asik mencium perut buncit sang mami, apa lagi Galih yang kebanyakan cium.


"Alih, Alah man adit ayi alian elat-elat ya(Galih, Galah emang adik bayi kalian gerak-gerak ya)" tanya Iqbal.


"Ia adit ayi ita elat-elat di elut ami(iya adik bayi kita gerak-gerak di perut mami)" ucap Galih.


"Ibal amu ga inta adit ayi ama akek ama nenet amu(Iqbal kamu gak minta adek bayi sama kakek dan nenek kamu)" tanya Galih.


"Man isa(emang bisa)" tanya Iqbal.


"Isa lah, ni aya ita unya adit ayi(bisa lah, nih kaya kita punya adik bayi)" ucap Galih.


Mami Ambar hanya menggelengkan kepala mendengar perkataan putra bungsunya itu, ada-ada saja nih si Galih.


"Anti atu anya ulu de ama akek ama nenet(nanti aku nanya dulu deh sama kakek sama nenek)" ucap Iqbal.


"Ia ial ita unya adit ayi alen(iya biar kita punya adik bayi bareng)" ucap Galih.


"Amu uga ya Ipli(kamu juga ya Kifli)" ucap Galih.


"Ga atu da elna inta ama ibu ama bapa, api ata eleta utup atu aja(gak aku udah pernah minta sama ibu sama bapak, tapi kata mereka cukup aku aja)" ucap Kifli.


"Mi anti alo adit ayi da lual atu ole tan mi au dendon(mi nanti kalau adik bayi udah keluar aku boleh kan mi mau gendong)" ucap Galih.


"Boleh dong sayang, nanti kalian juga bisa jagain adik bayi ya" ucap mami Ambar.


"Iap ami, iap ante(siap mami, siap tante)" ucap si kembar dan kedua sahabatnya.


"Mi, ayi oty ura da elual lum(mi, bayi aunty Maura udah keluar belum)" tanya Galah.


"Belum sayang, sama aunty Maura gak lama lagi akan lahiran" ucap mami Ambar.


"Wa oty ura atan edela unya adit ayi don(wah aunty Maura akan segera punya adik bayi dong)" ucap Galah.


"Iya sayang" jawab mami Ambar, saat ini mereka sedang duduk di teras samping rumah.


"Tat Dep to lum ulan kola ya(kak Dev kok belum pulang sekolah ya)" ucap Galih.


"Man enapa (emang kenapa)" tanya Galah.


"Ada de, asia don(ada deh rahasia dong)" ucap Galih sambil terkekeh geli.


"Amu ga elu Alih, ate asia egala (kamu gak seru Galih, pake rahasia segala)" ucap Iqbal.


"Anti alian uga au(nanti kalian juga tau)" ucap Galih.


Galih dan Galah kembali mengusap perut buncit sang mami, karena kedua bocah kembar itu sangat suka merasakan tendangan kedua adik kembar mereka dari dalam perut sang mami.


"Sayang eyang cariin kalian ada di sini" tanya eyang Nisa yang baru saja datang.


"Ia eyan ita agi elut elut ami(iya eyang kita lagi ngelus perut mami)" ucap Galih, eyang Nisa tersenyum melihat kedua cucunya itu.


"Ooo ia eyan ama akek ga uat adit ayi agi ya uat ucel Blian(ooh iya eyang sama kakek gak buat adik bayi lagi sama uncle Brian)" tanya Galih, membuat mami Ambar dan eyang Nisa saling pandang, di kira tuh bocil bikin bayi gampang apa.


"Gak sayang eyang sama kakek nunggu adek bayi di perut mami kalian aja" ucap eyang Nisa.


"Tu tan adit ayi ita eyan(itu kan adik bayi kita eyang)" ucap Galah.


"Iya itu adik bayi kita semua" ucap eyang Nisa.


"To ditu ci, eyan itin agi aja ama akek uat ucel(kok gitu sih, eyang bikin lagi aja dama kakek buat uncle)" ucap Galih.


Eyang Nisa dan mami Ambar kehabisan kata-kata mengobrol dengan si kembar, berbeda dengan Iqbal dan Kifli hanya duduk saja di dekat mereka.


"Ni adit ayi ita ia tan Alah(ini adik bayi kita iya kan Galah)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Ia ni adit ayi ita(ayi ini adik bayi kita)" ucap Galah.

__ADS_1


"Iya-iya itu adik bayi kalian sayang" ucap eyang Nisa mengalah, karena percuma berdebat dengan kedua cucu nakalnya itu, gak akan bisa menang.


Karena mereka bukan tepi yang mudah mengalah, seperti saat ini aja mereka gak mau ngalah sama eyang Nisa.


Tak berselang lama kakek Nicko datang sambil membawa sesuatu, membuat si kembar dan kedua sahabatnya turun dari atas kursi yang mereka duduki.


"Ke tu apa (kek itu apa)" tanya Galih.


"Ini nama nya, benen kakek lagi pengen berenang" ucap kakek Nicko.


"Ita uga don ke(kita juga dong kek)" ucap Galah.


"Ya sudah sana ganti baju, kalian" ucap kakek Nicko.


Keempat bocah kecil itu bersorak senang, lalu pergi ke dalam untuk berganti baju renang. Kerena mereka ingin berenang bareng kakek Nicko.


5 menit kemudian si kembar dan kedua sahabatnya kembali dengan mengenakan kostum renang.


"Uda ke(udah kek)" ucap mereka berempat.


"Ayo kita mulai berenang" ajak kakek Nicko.


Keempat bocah kecil itu mengikuti kakek Nicko ke arah kolam renang, sedangkan eyang Nisa dan mami Ambar masi duduk si teras samping sambil melihat kakek dan para cucunya yang sedang berenang.


"Ayo sekarang kalian naik sini ya" ucap kakek Nicko.


Dengan bersorak senang, keempat bocah kecil itu naik ke atas benen yang di bawa oleh a kakek Nicko.


"Ke akek gak ait ya(kek kakek gak naik ya)" tanya Galih.


"Gak boy, kalian aja" ucap kakek kembali berenang.


Galih yang gak pernah diam pun terjatuh ke dalam kolam renang, karena kolam yang mereka mandi sangat dalam membuat Galih kesusahan.


"Akek Alih atun kek(kakek Galih jatuh kek)" ucap Galah.


Melihat cucunya jatuh kakek Nicko dengan cepat mengangkat Galih, untuk saja bocah kecil itu tidak meminum banyak air.


"Alih to amu tawa ci(Galih kok kamu ketawa sih)" tanya Galah.


"Ia bi elu ci(iya habis seru sih)" ucap Galih.


"Alih amu ga endelam(Galih kamu gak tengelam)" tanya Iqbal.


"Ga to tan ada di atat ama akek(gak kok kan udah di angkat sama kakek)" ucap Galih.


"Boy, duduk diam saja ya jangan bergerak nanti jatuh" ucap kakek Nicko.


"Ia ke(iya kek)" ucap keempat bocah kecil itu.


Kakek kembali berenang, setelah keempat bocah kecil itu duduk diam di atas benen, sambil berceloteh si kembar dan kedua sahabatnya asik bercerita dengan suara cadel mereka.


☘☘☘☘


Sore harinya di puncak, Raffa dan para kawan-kawan kini sudah bersiap-siap akan kembali pulang ke kota. Karena hari weekend sudah berlalu, dan besok mereka akan kembali beraktifitas seperti biasa.


"Udah siap belum?" tanya Marvel.


"Udah dong" ucap Brian.


"Ayo sekarang kita berangkat" ajak Marvel.


Mobil sudah terparkir di luar Vila, kali ini yang menyetir adalah Rasya.


Sedangkan penghuni Vila sebelah juga sudah siap akan kembali ke kota juga, karena mereka ke Vila hanya menghabiskan hari weekend saja.


Raffa dan yang lain masuk ke dalam mobil, lalu mobil pun keluar dari halaman Vila yang mereka tempati itu.

__ADS_1


Mobil keluarga Melatih juga keluar dari halaman Vila, mobil mereka saling mengikuti, mobil Raffa dan kawan-kawan di depan sedangkan mobil yang membawa mobil Melatih berada di belakang mobil mereka.


Sudah ratusan panggilan dari Melodi tapi raffa tidak pernah mengangkat telpon wanita itu, membuat keempat kawannya hanya diam saja.


"Men, lusa gue balik ke Prancis bokap nelpon tadi" ucap Raffa.


"Tapi nanti loh balik lagi kan?" tanya Marvel.


"Balik lah, kan gue masi mimpin perusahaan di sini" ucap Raffa melihat ke arah kaca spion.


"Ada apa sih sama gue, gak mungkin gue suka sama dia, gue cuma kasian karena dia tersesat di hutan, cinta gue cuma buat gadis kecil gue" ucap Raffa dalam hati.


"Kapan loh balik" tanya Brian.


"Gak pasti men" ucap Raffa.


Mobil terus melaju di jalan yang sunyi, karena mereka saat ini masi berada di area puncak, belum memasuki kota.


☘☘☘☘


Di salah satu kafe terlihat Melodi sedang mengobrol bersama kedua sahabatnya sesama model.


"Melodi kok wajah loh kesal gitu sih" tanya salah satu teman melodi.


"Raffa gak bisa di hubungin, kalau di telpon pun gak mau angkat" ucap Melodi.


"Mungkin lagi sibuk kali" ucap salah satu sahabat Melodi.


"Gak mungkin ini kan hari minggu" ucap Melodi.


"Loh gak coba ke apartemen dia?" tanya teman Melodi.


"Udah tapi kata petugas di sana Raffa pergi dari kemari dulu sama teman-teman nya" ucap Melodi.


"Mungin aja sekarang mereka lagi liburan" ucap teman Melodi.


"Iya bisa jadi" ucap teman melodi yang satu.


"Kok Raffa gak ngajak gue sih, sial gue kecolongan" umpat melodi kesal.


"Sabar mel, coba deh loh sebentar cek ke apartemen nya lagi siapa tau aja dia udah balik" ucap teman melodi.


"Iya loh berdua benar, nanti malam gue akan pergi ke apartemen nya dia" ucap melodi.


"Mel, kenalin gue dong sama temannya Raffa yang pemilik Wijaya Group itu)" ucap salah satu teman melodi.


"Brian?" tanya Melodi.


"Iya," ucap sahabat melodi.


"Loh naksir Brian, emang sih dia ganteng tajir lagi, tapi dia udah punya pacar deh kayaknya" ucap Melodi.


"Ya gak papa, kan belum jadi istri" ucap teman melodi.


"Gila loh mau rebut pacar orang" ucap temannya yang satu.


"Gak papa sih, nanti gue coba kenalin kalian ya" ucap Melodi.


"Benar ya gue tunggu loh" ucap teman melodi.


"Iya loh tenang aja" ucap Melodi.


Ketiga wanita itu mengobrol, karena ini hari libur juga, jadi Melodi dan kedua sahabatnya menghabiskan waktu jalan-jalan keluar.


Next...


***Jangan lupa Like, komen sama Vote ya guys...

__ADS_1


Terimakasih...


Aku up yang banyak ya, karena gak lama lagi cerita ini akan tamat guys***.


__ADS_2