Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Ketiduran Di Kamar Kak Dev


__ADS_3

Galih kembali masuk ke ruang bermain sambil membawa sesuatu, Galih terlihat kesusahan membawa apa yang ia bawa.


"Ais antuin don(guys bantuin dong)" ucap Galih.


Iqbal pun mendekati Galih yang kesusahan membawa spiker kecil itu, rupanya Galih pergi mengambil spiker kecil di kamar kak Dev.


"Alih to pitel tat Dep di abil ci(Galih kok spiker kak Dev di ambil sih)" tanya Galah.


"Ga apa ita tan uma injam(gak papa kita kan cuma pinjam)" ucap Galih.


"Ia ya(iya yah)" ucap Galah.


Iqbal dan Galih meletakan spiker kecil itu di atas karpet, lalu Galih mulai memutarnya.


"Anti don agu ya atu ga uka agu itu(ganti dong lagu nya aku gak suka lagi itu)" ucap Galah.


Galih pun menganti lagunya, bocah kecil itu beberapa kali menganti lagunya, setelah mendapat lagi yang enak di dengar, Galih pun menyudahi pencarian lagunya.


"To agu andut ci(kok lagu dangdut sih)" tanya Galah.


"Ni enat au agu ya di egal(ini enak tau lagu nya di dengar)" ucap Galih sambil berjoget.


"Yo ita ain(ayo kita main)" ajak Galih.


Keempat bocah kecil itu bermain robot, sambil mendengarkan musik dangdut, Galih terlihat berjoget sambil bermain.


"Alian uga dodet don, ial elu(kalian juga joget dong, biar seru)" ucap Galih.


"Ga ita tan ga ua dodet(gak kita kan gak tau joget)" ucap Kifli.


"Ish, alian ga acit(ish, kalian gak asik)" ucap Galih.


"Ais iat deh(guys liat deh)" panggil Galih.


"Wah amu elen, oba de atu ijam(wah kamu keren, coba deh aku pinjam)" ucap Galah.


"Ni elan-elan ya anti atun(nih pelang-pelang ya nanti jatuh)" ucap Galih.


Galah pun mengambil robot milik Galih, lalu memainkannya dengan pelan.


"Wa adus anet ya(wah bagus banget ya)" ucap Kifli.


"Ia don, ana ini atu itin uya amu(iya dong, mana sini aku buatin punya kamu)" ucap Galih.


"Ni" ucap Galah menyerahkan robot milik Galah.


"Elan-elan anti usat agi(pelan-pelan nanti rusak lagi)" ucap Galah.


Galih mulai merangkai robot sang kembaran, dengan Iqbal dan Kifli yang sedang melihat Galih.


"Alih amu elen(Galih kamu keren)" ucap Iqbal.


"Ia don(iya dong)" ucap Galih.


"Alah olon anti don agu ya agu andut agi ya(Galah tolong ganti dong lagu nya, lagu dangdut ya)" ucap Galih.


"Ia" jawab Galah.


"Ia Alah yan tu aja agu ya(iya Galah yang itu aja lagu nya)" ucap Galih.


"Alah uatin itit(Galah kuatin dikit)" ucap Galih.


Galah pun menguatkan suara musik itu, sampai terdengar ke ruang tengah, membaut mami Ambar yang sedang menonton TV terganggu.


"Ini suara musik dari mana sih, ribut banget" ucap mami Ambar seorang diri.


Dengan pelan mami Ambar berdiri dari sofa, sambil memeluk perut besarnya, mami Ambar berjalan ke arah suara musik itu.


"Suara nya kaya dari ruang main si kembar" ucap mami Ambar.


Mami Ambar pun membuka pintu ruangan main itu, dan benar saja setelah suar pintu terbuka, suara musik memenuhi ruangan itu. Sampai Iqbal, Kifli dan Galah menutup kedua telinga mereka karena ribut banget.


Sedangkan Galih acuh tak acuh sambil menggoyangkan kepalanya ke kiri ke kanan, membuat mami Ambar menggeleng kepala di buatnya.


"Sayang kecilin suara musik nya" ucap mami Ambar.

__ADS_1


Galih pun memelangkan volume musik nya, seperti permintaan sang mami.


"Da apa mi, kamu gak berisik ya putar suara mudik gede gitu sayang" tanya mami Ambar.


"Ga to mi, Alih ala enan egal ya(gak kok mi, Galih mala senang dengar nya)" ucap Galih.


Mami Ambar hanya menggeleng kepala melihat tingkah putranya yang satu itu.


"Du iga adu adi udet ni(adu telinga aku jadi budek nih)" ucap Galah.


"Ama atu uga(sama aku juga)" ucap Iqbal dan Kifli.


"Ya sudah mami tinggal dulu ya" ucap mami Ambar.


"Iya mi" ucap keempat bocah kecil itu bersama.


Setelah mami Ambar menutup pintu ruangan permainan itu, Galih kembali menambah volume musik nya lagi. Membuat ketiga sohibnya hanya bisa menggeleng kepala.


"Ni da adi tan(nih udah jadi kan)" ucap Galih.


"Ia amu ital Alih(iya kamu pintar Galih)" ucap Galah.


"Ia don Alih itu lo(iya dong Galih gitu loh)" ucap Galih dengan bangga.


Di luar sana mobil kak Dev baru saja terparkir, pria bule yang berseragam sekolah itu baru saja keluar dari dalam mobil.


Kak Dev lalu masuk ke dalam rumah, dan mendapatkan kaka iparnya sedang duduk di soga ruang TV sambil menonton.


"Assalamualaikum kak" ucap Dev, menyalami punggung tangan mami Ambar.


"Waalayikumsalam Dev, udah pulang" tanya mami Ambar.


"Iya kak, hari ini sekolah lagi ada tamu" ucap kak Dev.


"Anak-anak mana kak, tumben gak ada" tanya Dev.


"Lagi di ruang bermain Dev" ucap mami Ambar.


Samar-samar kak Dev mendengar suara musik dari ruangan bermain si kembar, kak Dev pun pergi ke ruangan bermain si kembar.


Dung.. Dungg...


Suara musik lagi-lagi memenuhi seisi ruangan itu, membaut kak Dev, menggeleng kepala melihat tingkah keempat bocah kecil itu.


"Tat Dep, da ulan kola ya(kak Dev, udah pulang sekolah ya)" tanya Galih.


"Kok spiker kaka ada di sini" tanya kak Dev, balik bertanya.


"Ita injam tat(kita pinjam kak)" ucap Galah.


"Kecilin volumenya nanti rusak lagi" ucap kak Dev.


"Ga asit alo ume ya ecil tat(gak asik kalau volumenya kecil kak)" ucap Galih.


"Nanti kalau rusak gimana?" tanya kak Dev.


"Anti eli alu agi tat(nanti beli baru lagi kak)" ucap Galih.


"Habis dengerin musik balikin ke kamar kaka lagi ya" ucap kak Dev.


"Ia tat(iya kak)" ucap keempat bocah kecil itu.


Kak Dev kembali menutup pintu ruang bermain itu, bisa di buat pusing dia kalau menghadapi keempat bocah kecil itu.


☘☘☘☘


Raffa datang me kantor sang sahabat lagi, pria itu langsung masuk ke dalam ruangan Brian tampa mengetuk pintu.


"Bri, temanin gue dong" ucap Raffa.


"Kemana?" tanya Brian.


"Ke mana aja, yang penting bisa ngilangin suntuk" ucap Raffa duduk di sofa.


"Punya pacar kok suntuk sih" tanya Brian.

__ADS_1


"Lama-lamu gue enek sama kelakuan si Melodi" ucap Raffa.


"Kenapa, bukannya loh suka sama dia" ucap Brian melihat sang sahabat.


"Gue gak suka sama dia, dan gue jadian sama dia biar bisa lupain gadis kecil gue dan nyatanya gue gak bisa" ucap Raffa.


"Sabar men, loh pasti akan ketemu sama dia" ucap Brian.


"Loh hubungin yang lain deh, kita ke Vila yang ada di puncak entar sore, besok kan weekend" ucap Raffa.


"Nanti gue kabarin yang lain deh" ucap Brian.


"Iya nanti gue tunggu ya" ucap Raffa.


Brian menyelesaikan pekerjaannya, lalu ikut bergabung bersama dengan sang sahabat Raffa.


☘☘☘☘


Puas bermain, keempat bocah kecil itu menyudahi main mereka. Galih duduk di karpet bulu sambil memelangkan volume musik.


"To di etilin ti Alih(kok di kecilin sih Galih)" tanya Iqbal.


"Ia ni da au di alitin ama tat Dep(iya ini udah mau di balikin sama kak Dev)" ucap Galih.


"Yo ais antuin atu antat ini, te amal tat Dep(ayo guys bantuin aku angkat ini, ke kamar kak Dev)" ajak Galih.


Kifli pun membantu Galih mengangkat spiker itu keluar dari ruang bermain, keempat bocah kecil itu melewati ruang TV menuju ke lantai atas.


"Yo Ipli antat(ayo Kifli angkat)" ucap Galih.


"Amu ga isa ya atat dili(kamu gak bisa ya angkat sendiri)" tanya Kifli.


"Ga isa, tan ada amu(gak bisa kan ada kamu)" ucap Galih sambil tersenyum.


Galih dan Kifli menaiki tangga dengan membawa spiker kecil itu, sedangkan Iqbal dan Galah hanya berjalan santai.


"Alah uka intu amal tat Dep don(Galah buka pintu kamar kak Dev dong)" ucap Galih.


Dari dalam kamar kak Dev mendengar suara keempat bocah kecil itu, dengan cepat kak Dev pura-pura tidur, nanti bisa berabe kalau apa bocah kecil itu bikin kekacauan di kamarnya.


Cllekk...


Pintu kamar kak Dev terbuka, keempat bocah kecil itu masuk ke dalam, dengan Galih dan Kifli yang membawa spiker.


"Ya tat Dep agi idul, ita ga isa adat tat Dep ain don(ya kak Dev lagi tidur, kita gak bisa ajak kak Dev main dong)" ucap Galah.


"Ita anunin aja(kita bangunin aja)" ucap Galih.


"Ga oleh, atian tat Dep tan agi idul(Gak boleh, kasian kak Dev kan lagi tidur)" ucap Iqbal.


Sedang kan kak Dev membuka sedikit matanya untuk melihat keempat bocah kecil itu, rupanya lagi duduk di sisi ranjang.


"Lus ia mana don(terus gimana dong)" ucap Galih.


"Ita ungu tat Dep anun aja(kita tunggu kak Dev bangun aja)" ucap Kifli.


"Anti ama don(nanti lama dong)" ucap Galah.


"Ga apa ita ungu aja(gak apa-apa kita tunggu aja)" ucap Iqbal.


"Ya uda deh, abil ungu tat Dep ita idul tini yo(ya udah deh, sambil tunggu kak Dev kita tidur sini yuk)" ajak Galah.


"Ia yo ita idul di tini(iya ayo kita tidur di sini)" ajak Galih juga.


Keempat bocah kecil itu pun naik ke atas ranjang kak Dev, lalu berbaring di sebelah kak Dev yang masi kosong itu.


Si kembar berbaring di dekat kak Dev, sedangkan Iqbal dan Kifli berada di samping si kembar, rupanya bermain lama tadi membuat keempat bocah kecil itu kelelahan.


Buktinya baru berbaring sebentar saja, keempat bocah kecil itu sudah tertidur pules, rencana ingin mengerjai keempat bocah kecil itu, Kak Dev malah ikut ketiduran.


Next...


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...


Beberapa bulan ini, cerita ini akan tamat ya guys...

__ADS_1


Terimakasih🙏🙏***


__ADS_2