
Si kembar dan kedua sahabatnya tak henti-hentinya berceloteh tentang banyaknya hewan-hewan yang berada di sana, bahkan si kembar beberapa kali bertanya pada uncle Brian kalau bolehkan hewan-hewan itu di bawa pulang ke rumah.
Sampai uncle Brian di buat kewalahan menjawab pertanyaan kedua ponakan kembarnya itu.
"Du atu enen anet de awa ajah ya ulan(aduh aku pengen banget deh bawa Gajah nya pulang)" ucap Galih.
"Man amu isa awa ajah ya tan esal anet Alih(emang kamu bisa bawa gajah nya kan besar banget Galih)" ucap Kifli yang berdiri di dekat Galih.
"Ya di uat di obil pot ya ucel la(ya di muat di mobil sport nya uncle lah)" ucap Galih, membuat uncle Brian melihat ponakan nya itu dengan tajam.
Masa iya gajah di muat di mobil sport, yang benar saja Galih ada-ada saja kalau bicara.
"Atu uma eltanda cel, iat ya itu anet(aku cuma bercanda uncle, liat nya gitu banget)" ucap Galih melihat sang uncle.
"Du ucel ita apal ni(aduh uncle kita laper nih)" ucap Galah memegang perutnya.
"Ya sudah ayo kita cari makan ya sayang" ajak kak Sheila pada semuanya.
"Oleh ita ali atan yo ais(hore kita cari makan ayo guys)" ajak Galih pada yang lain.
Uncle Brian dan kak Sheila mengajak keempat bocah kecil itu pergi menari makan di restoran dekat kebun binatang.
"Tat atan di titu aja, ita enen atan ate(kak makan di situ saja, kita pengen makan sate)" ucap Galih menunjuk wartek kecil di dekat jalan raya.
"Gak mau makan di restoran sayang" tanya kak Sheila.
"Ga tat ita enen atan ate ya ais(gak kak kita pengen makan sate ya guys)" tanya Galih pada ketiga sohibnya.
"Ia tat(iya kak)" ucap Galah, Iqbal dan Kifli.
"Ya sudah ayo sayang" ajak kak Sheila.
"Wa alum anet ya ate ya(wah harum banget ya sate nya)" ucap Galih, melihat sate yang sementara di bakar oleh penjual.
"Ia alu(iya harum)" ucap Galah juga.
"Ayo kita duduk di meja situ ya" ajak kak Sheila.
Kak Sheila menuntun keempat bocah kecil itu duduk di salah satu meja kosong, uncle Brian juga ikut duduk di dekat kak Sheila.
"Neng, mas mau pesan apa teh?" tanya seorang penjual.
"Sate 30 tusuk, sama sayur yang ada aja ya pak" ucap kak Sheila.
"Baik neng, tunggu sebentar ya" ucap pak penjual.
Kedua mata Galih tak henti-hentinya melihat sate yang sedang di bakar, Galih sedang membayangkan sate saat ini sedang berada di meja makan.
"Eemm asti enat(eemm pasti enak)" ucap Galih.
"Alih amu enapa (Galih kamu kenapa)" tanya Iqbal melihat sang sahabat.
"Atu agi ayan atan ate Ibal(aku lagi bayang makan sate Iqbal)" ucap Galih tersenyum melihat ketiga sohibnya.
"Sabar ya sayang, bentar lagi sate nya masak kok" ucap kak Sheila.
"Ia tat(iya kak)" ucap Galih.
"Ita ga enen awa ate ya ulan te umah(kita gak pengen bawa sate nya pulang ke rumah)" tanya Galah.
__ADS_1
"Ga uca anti di inta ama tat Dep agi(gak usah nanti di minta sama kak Dev lagi)" ucap Galah, melihat sang kembaran.
"Ga oleh ditu don tan tat Dep ait ama ita(gak boleh gitu dong kan kak Dev baik sama kita)" ucap Iqbal.
"Ia ita ga oleh ditu(iya kita gak boleh gitu)" ucap Kifli juga.
"Permisi neng, mas adek-adek nih satenya sama nasi udah siap" ucap pak penjual.
"Wau anyat anet ate ya tat(wou banyak banget sate nya kak)" ucap Galih dan Galah melihat sate yang ada di atas piring.
"Iya dong ayo kita makan sayang, pelan-pelan ya" ucap kak Sheila.
"Alo ditu atu au bil ima usut(kalau gitu aku mau ambil lima tusuk)" ucap Galih dan langsung mengambil lima tusuk sate menaruh ke atas piring yang sudah berisi nasi.
Lima tusuk sate sudah berada di piring Galih, Galah mengambil empat tusuk, begitu pun dengan Kifli dan Iqbal.
"Amba atu agi de(tambah satu lagi deh)" ucap Galih mengambil lagi satu tusuk.
Keempat bocah kecil itu makan mengunakan tangan, sedangkan kak Sheila dan uncle Brian melihat keempat bocah kecil itu makan dengan lahap.
"Kalian laper ya?" tanya uncle Brian.
"Apel la ucel, tan ali adi elilin iat ewan(laper lah uncle, kan dari tadi keliling liat hewan)" ucap Galah sambil memakan satenya.
"Ucel anti ulan li oye-oye ate uat tat Dep ya(uncle nanti pulang beli oleh-oleh sate buat kak Dev ya)" ucap Galih melihat sang uncle yang sedang mengigit sate.
"Iya nanti kita beli oleh-oleh buat eyang sama kakek juga" ucap uncle Brian.
Tak jauh dari meja mereka makan, terlihat seorang bocah laki-laki sedang melihat mereka sambil mengusap perut nya, anak itu juga sedang menahan laper saat ini.
Asik memakan sate miliknya, kedua mati Galih tak sengaja melihat anak itu, baju nya yang sobek dan berantakan membuat Galih melihat anak itu terus.
Tapi Galih malam meninggalkan makan nya dan pergi mengejar anak laki-laki itu, membaut ketiga sohibnya dan kak Sheila juga uncle Brian melihat ke arah Galih.
"Alih amu au te ana(Galih kamu mau ke mana)" tanya Galah melihat sang kembaran beranjak dari kursi yang ia duduki.
"Biar uncle liat dulu" ucap uncle Brian beranjak menyusul Galih.
"Ei ungu(hey tunggu)" panggil Galih, membuat bocah itu berhenti dan melihat ke arah Galih.
"Maaf ya aku gak bermaksud menganggu kalian makan" ucap anak laki-laki itu yang berumur 5 tahun.
"Ga apa to, amu enapa elgi(gak papa kok, kamu kenapa pergi)" tanya Galih.
"Aku mau ngamen dulu, mau cari uang buat beli makan" ucap anak laki-laki itu.
"Yo itut atu aja(ayo ikut aku aja)" ajak Galih memegang tangan anak laki-laki itu.
"Boy, kamu lagi apa" tanya uncle Brian yang baru saja datang.
Membuat anak laki-laki itu menunduk takut melihat uncle Brian, sedangkan Galih melihat sang uncle yang baru saja tiba.
"Ucel eman atu ni oleh itut atan ga, acian dia lum atan(uncle teman aku ini boleh ikut makan gak, kasian dia belum makan)" ucap Galih menatap sang uncle.
Uncle Brian melihat penampilan anak itu, ia juga merasa iba melihat anak itu yang terlihat terlantar.
"Boleh ayo ajak masuk" ucap uncle Brian. membaut kedua mata Galih berbinar senang.
"Yo ita asut, ita atan ate alen ama abat atu uga(ayo kita masuk, kita makan sate bareng sama sahabat aku juga)" ajak Galih menarik tangan anak laki-laki itu.
__ADS_1
Anak laki-laki itu lun mengikuti uncle Brian dan Galih masuk ke dalam wartek itu, di mana di sana yang lain sudah menunggu.
"Yo udut tini ni abat atu(ayo duduk sini nih sahabat aku)" ucap Galih sambil tersenyum.
"Aku beneran gak papa nih" tanya Anak laki-laki itu.
"Ia ga apa tot amu udut aja ya(iya gak papa kok kamu duduk aja ya)" ucap Galah juga.
"Makasih ya)" ucap anak laki-laki itu.
Pak penjual datang membawa satu piring nasi lagi buat anak laki-laki, terlihat keempat bocah kecil itu sudah akrap dengan anak itu yangs sedang makan dengan lahapnya.
"Amu apel ya, atan ya epat(kamu laper ya, makannya cepat)" tanya Galah.
"Iya habis aku gak makan tiga hari" ucap anak laki-laki itu.
"Iga ali(tiga hari)" tanya Iqbal.
"Iya, aku aja sekarang baru mau ngamen" ucap anak laki-laki.
Keempat bocah kecil itu saling pandang, lalu melihat uncle Brian dan kak Sheila yang hanya diam mendengar percakapan mereka.
"Sate nya enak banget" ucap anak laki-laki itu.
"Ia atan aja yan anyat(iya amakn aja yang banyak)" ucap Galih.
"Makasih ya kalian baik banget sama aku" ucap anak laki-laki.
"Ia ama-ama, ama amu iapa (iya sama-sama, nama kamu siapa)" tanya Galah.
"Nama aku Atar" ucap anak laki-laki.
"Kalau nama kalian siapa?" tanya Atar melihat keempat bocah kecil itu.
"Atu Alih, ni Alah tata atu, lau ni Ibal ni Ipli eleta abat ita(kalau Galih, ini Galah kaka aku, kalau ini Iqbal ini Kifli mereka sahabat kita)" ucap Galih memperkenalkan ketiga sohibnya.
"Senang bisa kenalan sama kalian" ucap Atar sambil memakan sate miliknya.
"Yo atan agi(ayo makan lagi)" ucap Galih.
Kak Sheila dan uncle Brian saling pandang dan tersenyum melihat tingkah si kembar yang begitu baik sama orang lain, sama seperti Brian waktu kecil dulu.
"Amu igal di ana(mau tinggal di mana)" tanya Galih lagi.
"Aku tinggal sama bapak aku" ucap Atar.
"Lus apak amu di ana to ga asi amu atan ci(terus papa kamu di mana kok gak kasih kamu makan sih)" tanya Galah melihat Atar.
"Apak atu agi elda di aut adi lum ulan(baapk aku lagi kerja di kaut jadi belum pulang)" ucap Atar.
Selesai makan, uncle Brian membayar semua makanan yang di pesan tadi, dan juga oleh-oleh buat kak Dev.
"Makasih ya kalian udah baik mau ajak aku makan, om tante" ucap Atar pada uncle Brian dan kak Sheila juga.
"Iya sama-sama" ucap kak Sheila dan uncle Brian.
"Kalau gitu aku pergi dulu ya" ucap Atar.
"Ia amu ati-ati ya(iya kamu hati-hati ya)" ucap keempat bocah kecil itu.
__ADS_1