
Akhirnya pekerjaan kakek Nick dan keempat bocah kecil itu selesai juga, bertepatan dengan eyang Nisa yang baru saja masuk untuk memanggil mereka makan siang.
"Atil ya esai uga eldaan ita ya(akhirnya selesai juga kerjaan kita ya)" ucap Galih.
"Ia, esai uga(iya, selesai juga)" ucap Galah juga.
"Sekarang ayo kita makan siang dulu, eyang udah masakin banyak loh" ucap eyang Nisa.
"Ayo cucu-cucu kakek kita makan siang dulu" ajak kakek Nick.
Tapi keempat bocah kecil itu malah diam dan saling pandang, membuat eyang Nisa dan Kakek Nick saling pandang.
"Ada apa" tanya kakek Nick.
"Ita ga ajian ya ke tan ita da bis elja (kita gak gajian ya kek kan kita udah habis kerja)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari Galah, Iqbal dan Kifli.
Kakek Nicko melihat sang istri sambil tertawa, bagaimana tidak pertanyaan sang cucu terdengar sangat lucu.
"To akek ama eyan etawa ci(kok kakek sama eyang tertawa sih)" tanya Galah.
"Gak papa boy, kita makan dulu ya ngisi perut nanti habis makan kalian baru gajian oke" ucap kakek Nick.
__ADS_1
Mendengar perkataan kakek Nick keempat bocah kecil itu saling pandang dengan senang, karena habis makan akan segera gajian.
"Ote ke, ita uga da apel ia tan ais(oke kek, kita juga udah laper iya kan guys)" tanya Galih pada sohib-sohibnya yang mendapat anggukan kepala.
Mereka semua keluar dari ruangan buku lalu turun ke lantai bawa, terlihat mami Ambar juga baru sampai si kembar bertambah senang karena sang mami sudah datang, kakek Nick mengajak mereka semua ke ruang makan di mana di atas meja sudah tersaji banyak menu enak.
"Wa atan ya enat-enat(wah makanan nya enak-enak)" ucap Galih.
"Mi atu au ayam dolen yan da ecap ya ya(mi aku mau ayam goreng yang ada kecapnya ya)" ucap Galih.
"Atu uga mi(aku juga mi)" ucap Galah tak mau kalah dari sang kembaran.
Sedangkan Iqbal dan Kifli hanya diam saja, karena mereka tau saat ini sedang berada di rumah orang, si kembar melihat ke dua sahabatnya yang hanya diam saja.
"Ata kek ama nenet ita lus opan di uma olan(kata kakek sama nenek kita harus sopan di rumah orang)" ucap Iqbal.
"Ia ata ibu ama bapa atu uga ditu(iya kata ibu sama bapak aku juga gitu)" ucap Kifli juga.
Kakek Nick, eyang Nisa dan mami Ambar tersenyum melihat kedua bocah kecil sahabat dari si kembar, si kembar gak salah pilih sahabat biarpun berasal dari keluarga sederhana tapi mereka kesopanan sama seperti di rumah si kembar kalau bermain.
"Ga apa adap aja uma dili, ia tan ke(gak papa anggap aja rumah sendiri, iya kan kek)" ucap Galih.
__ADS_1
"Iya Kifli, Iqbal anggap saja rumah sendiri seperti kembar" ucap kakek sambil tersenyum.
"Tu alian egal tan apa ata akek(tuh kalian dengar kan apa kata kakek)" ucap Galih.
"Udah ngobrolnya sekarang kita mulai makan siang dulu ya" ucap mami Ambar.
"Iqbal sama Kifli mau menu apa nak)" tanya mami Ambar.
"Au ayam dolen ecap aja ante ama aya ebal(kita mau ayam goreng kecap aja tante sama kaya kembar)" ucap Iqbal.
"Kalau Kifli mau apa nak" tanya mami Ambar pada Kifli.
"Ama aja ama ebal ante(sama aja sama kembar tante)" jawab Kifli.
Setelah mami Ambar selesai menyiapkan makan siang untuk keempat bocah kecil itu, mereka kemudian pun mulai makan siang, sambil sesekali si kembar berceloteh mengajak kedua sahabatnya berceloteh bareng.
Next...
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
Mampir juga ya ke cerita Jovian & Maura udah bab 21 loh.
__ADS_1
Terimakasih...🙏***