
Selesai mengaji pak ustad memberi ceramah sedikit untuk murid-murid ngajinya, terlihat si kembar dan ke dua temannya duduk dengan diam di dekat teman-teman yang lain.
"Assalamualaikum Warohmatulahi Wahbarokatu" ucap pak ustad.
"Waalayikumsalam Warohmatulahi Wabarokatu" jawab murid-murid pak ustad.
"Baiklah anak-anak pak ustad akan memberikan sedikit ceramah untuk kalian" ucap pak ustad.
"Siapa yang giat menabung di rumah" tanya pak ustad.
Terlihat banyak murid-murid yang mengangkat tangan termaksud juga si kembar, karena mereka juga giat menabung di rumah.
"Ada gak di sini yang giat menabung dan juga giat bersedekah?" tanya pak ustad, tapi tak ada yang mengangkat tangan pak ustad tersenyum melihat murid-murid nya.
"Sedekah itu pahalanya banyak loh, berapapun jumlah kita bersedekah yang penting ikhlas" ucap pak ustad.
"Man anat ecil oleh edeta pa utas(emang anak kecil boleh sedekah pak ustad?)" tanya Galah.
"Boleh dong kalau kalian punya rezeki" ucap pak ustad.
"Ala edeta ya imana pa utas(cara sedekahnya gimana pak ustad)" tanya Galih.
__ADS_1
"Bisa memberi sebagian hatta kepada anak yatim piatu, dan kepada orang yang susah" ucap pak ustad.
"Itu pahalanya sangat besar loh, kalau kedua orang tua kalian sudah meninggal kalian bisa bersedekah untuk mereka" ucap pak ustad lagi.
"Alo ama ita eyan uyut ya da enigal pa utas(kalau sama kita eyang buyut yang udah meninggal pak ustad)" ucap Galah.
"Gak papa nak, kalian boleh bersedekah untuk eyang buyut kalian" ucap pak ustad sambil tersenyum.
"Alo ditu ita alus elda ial apat uan uat edeta Alih(kalau gitu kita harus kerja biar dapat uang buat sedekah Galih)" ucap Galah.
"To elda cih ita tan oleh inta ama api(kok kerja sih kita kan boleh minta sama papi)" ucap Galih.
"Tapi ingat sedekah itu harus dengan hati yang ikhlas ya" ucap pak ustad lagi.
Selesai berceramah pak ustad meminta murid-murid nya berdoa dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.
Si kembar berjalan pulang bersama Iqbal dan juga Kifli, seperti biasa nanti Iqbal dan Kifli akan pulang bersama kakek Iqbal.
Pada saat ingin menyebrang jalan, keempat bocah kecil itu melihat kakek-kakek yang sedang memungut sampah botol di pinggiran jalan untuk di jual.
"Atian ya akek tu(kasian ya kakek itu)" ucap Galih mendapat anggukan dari Galah, Iqbal dan Kifli.
__ADS_1
"Ita te tana yo(kita ke sana yuk)" ajak Galah.
Keempat bocah kecil itu berjalan mendekati kakek tua itu, mereka melihat sudah banyak botol yang di dapatkan oleh kakek itu.
"Akek (kakek)" panggil Galih.
"Eh, nak baru pulang ngaji ya" tanya kakek itu.
"Ia ke, akek agi apa(iya kek, kakek lagi apa)" tanya Galah.
"Kakek lagi cari botol bekas nak, buat di jual" ucap kakek itu.
"Akek ual otol ekas, man ada yan eli kek(kakek jual botol bekas, emang ada yang beli kek)" tanya Galih dengan polosnya.
"Di beli kok nak, ini buktinya kakek ngumpul botol bekas" ucap kakek itu sambil tersenyum.
"Atian akek(Kasian kakek)" ucap Iqbal sedih, ia jadi ingat sang kakek.
"Atu aji atu atan etolah ingi ial isa antu akek ali uan(aku janji aku akan sekolah tinggi biar bisa bantu kakek cari uang)" ucap Iqbal dalam hati sambil melihat sedih kakek itu.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa Laki, Komen sama Vote ya guys....