
Si kembar mencari keberadaan sang mami, kedua bocah kembar itu mengetuk pintu kamar sang mami dan juga sang papi.
"Tott tott mi uka intu ya mi(tokk tokk mi buka pintunya mi)" ucap si kembar dari balik pintu.
"Ama anet ci ami uka intu ya, gi apa ci ama api di alem(lama banget sih mami buka pintunya. lagi apa sih sama papi di dalem)" ucap Galih.
"Ami, api uka intu don(mami, papi buka pintu dong)" ucap Galah juga.
"Alah, ami ama api agi idul ali(Galah mami sama papi lagi tidur kali)" ucap Galih.
"Ga utin tan ni da ian(gak mungkin kan ini udah siang)" ucap Galah.
Kedua bocah kembar itu kembali mengetuk pintu dengan keras.
Cclekk...
"Ada apa boy" tanya papi Gilang melihat kedua putranya kembarnya.
"Ami ana pi, to ama anet ci uka intu ya(mami mana pi, kok lama banget sih buka pintunya)" tanya Galih.
"Gak ngapa-ngapain kok boy" ucap papi Gilang.
Si kembar saling pandang, lalu berjalan masuk mencari keberadaan sang mami. Akhir-akhir ini kedua bocah kembar itu suka banget menyentuh perut buncit sang mami.
"Pi to ami ga ada ci(pi kok mami gak ada sih)" tanya Galah.
"Mami kalian lagi di kamar mandi boy" ucap papi Gilang.
Si kembar duduk di sofa yang ada di kamar kedua orang tua mereka, sambil menunggu sang mami mereka berceloteh gak jelas di sana.
"Alah amu enapa ci ga uka ama ompon(Galah kamu kenapa sih gak suka sama ompong)" tanya Galih melihat sang kembaran.
"Ga usa omonin dia atu ga uka(gak usa ngomongin dia, aku gak suka)" ucap Galah kesal.
"Hehehe,, aap atu uma tanda aja to uel(hehehe,, maaf aku cuma bercanda aja kok suer)" ucap Galih.
Galah lalu melihat sang mami yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang membungkus kepala mami Ambar.
"Mi lu bis andi ya(mi baru habis mandi ya)" tanya Galih.
"Iya sayang, kalian kok di sini, kedua sahabatnya mana?" tanya mami Ambar.
"Ibal ama Ipli lum atan mi(Iqbal sama Kifli belum datang mi)" ucap Galah.
"Mi ita au elut elut ami agi(mi kita mau ngelus perut mami lagi)" ucap Galih.
"Ayo sini sayang" panggil mami Ambar.
Si kembar pun mendekat dan duduk si dekat sang mami, Galih langsung mengusap perut sang mami dengan lembut, begitu pun dengan Galah.
__ADS_1
"Adit ayi alian ait-ait ya di alam elut ami(adek bayi kalian baik-baik ya di dalam perut mami)" ucap Galah.
Si kembar lalu mencium perut buncit sang mami bergantian, membuat mami Ambar tersenyum melihat kedua putranya itu.
"Papi gak di cium nih" tanya papi Gilang.
"Api uga au di ium (papi juga mau di cium)" tanya Galih.
"Iya dong" ucap papi Gilang.
"Tini pi ita ium(sini pi kita cium)" ucap Galah.
Si kembar mencium sang papi bergantian, membuat papi Gilang dan mami Ambar tertawa melihat si kembar yang berebutan.
"Uda pi" ucap Galih.
"Mami gak di cium?" tanya mami Ambar.
"Ia ya upa, tini mi ita ium(iya yah lupa, tini mi kita cium)" ucap si kembar.
Mendengar suara kedua sahabat mereka, si kembar pun langsung keluar dari kamar kedua orang tuanya.
Terlihat Iqbal dan Kifli sedang membawa sesuatu, membuat si kembar penasaran dan dengan cepat mendekati kedua sahabat mereka.
"Ibal, Ipli alian awa apa(Iqbal, Kifli kalian bawa apa)" tanya Galih.
"Ita awa ua butan ni(kita bawa buah rambutan nih)" ucap Iqbal.
"Iya" ucap Iqbal dan Kifli.
Keempat bocah kecil itu pergi ke dapur sambil membawa tas berisi rambutan, Iqbal meletakan tas nya di atas meja dan langsung di buka oleh si kembar.
"Wah butan ya elah-elah ya(wah rambutan nya merah-merah ya)" ucap Galih mengambil satu dan langsung menggigitnya.
"Emm enat, anis agi(eemm enak, manis lagi)" ucap Galih.
"Alih ati-ati anti iji ya te elan(Galih hati-hati nanti biji nya ke telan)" ucap Kifli.
"Ia atu au to Ipli(iya aku tau kok Kifli)" ucap Galih.
Terlihat Galah juga menggigit rambutan yang ia ambil, begitu pun dengan Iqbal dan Kifli.
"Alian bil butan ali ana(kalian ambil rambutan dari mana)" tanya Galih.
"Alih aman uma atu(dari halaman rumah aku)" kata Kifli.
"Esot-esot awa agi ya yan ayat(besok-besok bawa lagi ya yang banyak)" ucap Galih.
"Ia anti ita wa agi(iya nanti kita bawa lagi)" ucap Kifli.
__ADS_1
Kak Dev melihat para bocil itu sedang duduk di meja makan sambil memakan sesuatu, dengan pelan kak Dev mendekat.
"Wah kalian lagi makan apa?" tanya kak Dev mendekat dan ikut duduk di salah satu kursi.
"Ita agi atan butan tat(kita lagi makan rambutan kak)" ucap Galih.
"Kaka mau coba ya" ucap kak Dev.
"Olan eman eman isa atan butan(orang jerman emang bisa makan rambutan)" tanya Galah.
"Bisa lah, cuma buah ini dong kecil" ucap kak Dev mengambil satu buah rambutan dan mengupasnya.
"Enat ga(enak gak)" tanya Galih melihat kak Dev.
"Enak, manis lagi" ucap kak Dev.
Galih pun memindahkan tas berisi rambutan itu ke dekatnya, membuat kak Dev menatap heran dengan bocah kecil itu.
"Kenapa kok di pindahin sih" tanya kak Dev.
"Anti bis ama tat Dep agi(nanti habis sama kak Dev lagi)" ucap Galih.
"Jangan pelit-pelit dong, nanti kak Dev gak mau temanan lagi ya sama kalian" ancam kak Dev.
"Ialin aja(biarin aja)" ucap Galih.
Membuat kak Dev kehilangan kata-kata kalau berdebat dengan kedua bocah kembar itu, apa lagi Galih yang ketua genk.
"Ni uat tat Dep iga aja ya ukup (ini buat kak Dev tiga aja ya cukup)" ucap Galih.
"Iya deh dari pada gak ada" ucap kak Dev.
Sedangkan Galah, Iqbal dan Kifli asik makan rambutan sambil melihat perdebatan Galih dan kak Dev yang tak habis habisnya itu.
Rumput kulit rambutan berserah kan di atas meja makan, siap lagi pelakunya kalau bukan keempat bocah kecil itu, dan yang paling besar adalah kak Dev.
"Tat Dep lus eletin eja ya(kak Dev harus beresin meja ya)" ucap Galih, membuat kak Dev menatap bocah kecil itu hak percaya.
"Suruh bibi aja deh" ucap kak Dev.
"Tat Dep alas anet ci(kak Dev malas banget sih)" ucap Galih.
"Ial ita aja Alih yan eletin(biar kita aja Galih yang beresin)" ucap Iqbal.
"Iya kalian aja" ucap kak Dev.
Keempat bocah kecil itu hanya mengangguk patuh.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....