Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Damai


__ADS_3

Si kembar keluar dari kamar sambil membawa tap milik mereka, kedua bocah kecil itu hendak turun ke lantai bawa, tapi di urungkan dan mendekat ke arah pintu kak Dev.


Kedua bocah kecil itu mendengar kak Dev sedang telponan di dalam kamar, membuat kedua bocah kecil itu saling pandang.


"Tat Dep asti agi epon ama tewe ya(kak Dev pasti lagi telpon sama cewek nya)" ucap Galih.


"Ia tat Dep ni utan ola yan enal ana atalan(iya kak Dev ini bukan sekolah yang benar malah pacaran)" ucap Galih lagi.


"Yo ita asut aja, ita ia tat Dep(ayo kita masuk aja kita liat kak Dev)" ucap Galah.


Kedua bocah kembar itu membuka pintu kamar kak Dev, dan melihat kak Dev sedang vc bersama sang kekasih di seberang sana.


Kak Dev melihat ke arah pintu yang terbuka, sedangkan si kembar mendekat ke arah kak Dev.


"Kalian ngapain masuk kesini" tanya kak Dev.


"Tat Dep ni utan ajal ala atalan di amal(kak Dev ini bukan belajar malah pacaran di kamar)" ucap Galih.


"Kalian tuh bocah diam aja deh" ucap kak Dev.


"Enat aja ilan ita oca(enak aja bilang kita bocah)" ucap Galah.


"Beb itu siap sih ganggu aja deh" ucap seorang wanita di seberang sana.


Si kembar yang mendengar suara wanita itu, langsung saling pandang dan menatap wanita itu dengan tajam, Galih lalu mendekati kak Dev.


Galih melihat wajah wanita yang berada di layar ponsel, lalu melihat kak Dev.


"Kenapa?" tanya kak Dev.


"Ita ga uka ama tewe ini tat(kita gak suka sama cewek ini kak)" ucap Galih.


"Kenapa?" tanya kak Dev.


"Ya ita ga uka aja(ya kita gak suka aja)" ucap Galih.


Galih melihat kalau wanita yang sedang menjadi pacar kak Dev saat ini, menatap Galih dengan tak suka.


"Yo Alah ita ula aja ali tini(ayo Galah kita keluar saja dari sini)" ajak Galih.


"Ia yo, ga uca eman ama tat Dep(iya ayo, gak usah teman sama kak Dev)" ucap Galah.


Kak Dev melihat bocah kecil itu yang hendak keluar dari kamar nya, kak Dev lalu dengan cepat menutup sambungan VC nya.


"Tunggu kalian mau ke mana?" tanya kak Dev.


"Ita au te ual la, pain di tini ga di espon(kita mau ke luar lah, ngapain di sini gak di respon)" ucap Galah.


"Kalian gitu aja ngambek" ucap kak Dev.


"Ita ga ambet tan Alah(kita gak ngambek kan Galah)" ucap Galih.


"Ia ita ga ambet(iya kita gak ngambek)" ucap Galih.


"To epon ya da di tiin ci(kok telpon nya udah di matiin sih)" tanya Galih.


"Iya habis kalian ngambek sih" ucap kak Dev.


Si kembar saling pandang lalu kembali mendekati kak Dev, Galih meletakan tap miliknya di atas meja.


"Tat Dep tu lus ayat ladal, utan atalan(kak Dev itu harus banyak belajar, bukan pacaran)" ucap Galih.


"Siap tuan kembar" ucap kak Dev.


"Uan ebal, esot agi ukin atalan agi(tuan kembar, besok lagi mungkin pacaran lagi)" ucap Galih.


"Hehehe, kalian tau aja deh" ucap kak Dev sambil terkekeh.


Kedua bocah kembar itu melihat kak Dev dengan tajam, membuat kak Dev tersenyum kikuk karena tatapan itu.


"Santai bro, jangan melotot gitu dong" ucap kak Dev sambil terkekeh.


"Tat anan itin ita arah de(kak jangan bikin mita marah deh)" ucap Galah.


"Siapa yang bikin kalian marah sih bro" ucap kak Dev.

__ADS_1


"Tuh mata melotot gitu, bikin takut aja" ucap kak Dev.


"Ata ya anan acam-acam ama ita(makanya jangan macam-macam sama kita)" ucap Galih.


"Ia anan acam-acam(iya jangan macam-macam)" ucap Galah juga, melihat ke arah kak Dev.


"Heheheh" kak Dev hanya terkekeh geli melihat kedua bocah kembar itu.


"Damai deh, damai" ucap kak Dev.


"Alo ita ga au di ana don(kalau kita gak mau gimana dong)" ucap Galih.


"Harus dong kita kan sahabat" ucap kak Dev.


"Ga ita da ga au eman ama tat Dep(gak kita udah gak mau teman sama kak Dev)" ucap Galah.


"Kenapa?" tanya kak Dev.


"Ita arah ama tat Dep(kita marah sama kak Dev)" ucap Galah.


"Ia ita arah(iya kita marah)" ucap Galah juga.


"Jangan marah dong, nanti kita beli eskrim deh" bujuk kak Dev.


Mendengar kata es krim, kedua mata si kembar berbinar senang, seperti mendengar kabar gembira.


"Enal ni tat(benar nih kak)" tanya Galih.


"Yah benar lah, asal kalian mau berdamai sama kaka" ucap kak Dev.


"Alo itu asti, etit ni uga ita adi eman agi(kalau itu pasti, detik ini juga kita jadi teman lagi)" ucap Galah.


"Giliran dengar es krim aja cepat banget" ucap kak Dev.


"Ia don, yo ita amai ya(iya dong, ayo kita damai ya)" ucap Galih mengulurkan tangan mungilnya ke arah kak Dev.


"Dil(deil)" ucap Galih.


"Oke deil" ucap kak Dev membalas uluran tangan bocah kecil itu.


"Ote etalan ita elgi eli et tim(oke sekarang kita pergi beli es krim)" ucap Galah.


Si kembar mengikuti kak Dev keluar dari kamar, mereka bertiga turun ke lantai bawa.


"Tat awa obil pot ita aja ya(kak bawa mobil sport kita aja ya)" ucap Galah.


"Iya koncinya mana?" tanya kak Dev.


"Ada di amal atu bil ulu ya(ada di kamar aku ambil dulu ya)" ucap Galah.


"Oke" ucap kak Dev.


Kak Dev duduk di ruang tamu bersama dengan Galih, sedangkan Galah kembali naik ke lantai atas untuk mengambil kunci mobil miliknya.


Tak berselang lama Galah kembali dengan membawa konci mobil miliknya, lalu memberikan pada kak Dev.


"Ayo kita berangkat" ajak kak Dev.


"Yo(ayo)" ucap kedua bocah kembar itu.


"Sayang kalian mau ke mana?" tanya mami Ambar.


"Ita au eli et tim mi(kita mau beli es krim mi)" ucap si kembar.


"Iya kak, kita mau beli es krim" ucap kak Dev.


"Hati-hati ya sayang" ucap mami Ambar.


"Ia mi, iya kak)" ucap si kembar dan juga kak Dev.


Kak Dev dan kedua bocah kembar itu keluar dari dalam rumah, berjalan ke arah garasi mobil. Di sana mobil sport milik si kembar terparkir.


Kak Dev menekan remote kunci dan mobil Galah pun menyalah.


"Elen tat tan obil pot atu(keren kan kak mobil sport aku)" ucap Galah.

__ADS_1


"Iya keren" ucap kak Dev.


"Ia don(iya dong)" ucap Galah.


"Ayo kita masuk" ajak kak Dev.


Galih dengan cepat masuk ke dalam kursi depan, sedangkan Galah yang punya mobil duduk di kursi belakang.


"Alih to amu ci yan udut di epan, tan ni obil atu(Galih kok kamu sih yang duduk di depan, kan ini mobil aku)" ucap Galah.


"Tan atu ya luan Alah(akan aku yang duluan Galah)" ucap Galih.


"Ish amu ni(ish kamu ini)" ucap Galah.


"Udah jangan berantem dong, kita habis beli es krim ke rumah sahabat kalian ya" ucap kak Dev.


"Enal tat(benar kak)" tanya Galih.


"Iya, ayo kita berangkat" ucap kak Dev.


Mobil sport milik Galah keluar dari gerbang rumah mereka, Galih terlihat menikmati angin yang menerpa wajahnya.


"Anin ya edut ya(anginnya sejuk ya)" ucap Galih.


"Ia tu uka(iya aku suka)" ucap Galah.


"Ita upa ya awa atamatak(kita lupa ya bawa kacamata)" ucap Galih.


"Ia bis ulu-ulu ci(iya habis buru-buru sih)" ucap Galah.


Galih melihat ke arah kak Dev, membuat kak Dev juga melihat ke arah bocah kecil itu.


"Tat Dep uga ga ake atamata(kak Dev juga gak pake kacamata)" tanya Galih.


"Gak" ucap kak Dev, kembali fokus dengan menyetir.


"Tat ita eli et tim di ama(kak kita beli es krim di mana)" tanya Galah.


"Di mall aja kalian mau gak?" tanya kak Dev.


"Au don yo(mau dong ayo)" ucap Galih.


"Oke kita ke mall" ucap kak Dev.


Mobil sport berwarna merah melaju dengan cepat di jalan raya, si kembar mengangkat tangannya ke atas.


"Ga elu ya alo ga da Ibal ama Ipli(gak seruh ya kalau gak ada Iqbal sama Kifli)" ucap Galih.


"Ia ga elu(iya gak seru)" ucap Galah.


"Udah nanti kan kita ke rumah mereka)" ucap kak Dev.


Tak lama kemudian mobil sport milik Galah memasuki parkiran area mall, si kembar melihat ke sekitar situ.


"Yo tat cepat(ayo kak cepat)" ajak Galah.


"Sabar dong, kita kunci mobil dulu" ucap kak Dev.


Setelah itu kak Dev dan si kembar turun dari mobil. Berjalan masuk ke dalam mall, tujuan mereka saat ini adalah ke supermarket yanga ada di dalam mall.


"Sini pegang tangan kaka, jangan jauh-jauh nanti kalian hilang lagi" ucap kak Dev.


"Ia tat(iya kak)" ucap si kembar.


Kak Dev mengajak kedua bocah kembar itu masuk ke dalam supermarket, para pengunjung lain melihat kak Dev yang sedang menuntun kedua bocah kembar itu, agar tidak jauh-jauh darinya.


"Wa et tim ya anya anet ya tat(wah es krimnya banyak banget ya kak)" ucap Galih melihat ke arah lemari es krim.


"Ilaha ini kan di mall" ucap kak Dev.


"Tat ita eli anyat ya, uat Ibal ama Ipli uga(kak kita beli banyak ya, buat Iqbal dan Kifli juga)" ucap Galah.


"Iya kita beli banyak" ucap kak Dev.


Kak Dev lalu mendorong troli dan mengambil beberapa macam es krim dan di taruh ke dalam troli.

__ADS_1


Next...


Like, Komen sama Vote...


__ADS_2