
Sore harinya Mami Ambar dan papi Gilang saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi memeriksa kandungan mami Ambar ke rumah sakit.
Gilang sudah membuat janji dengan dokter Kalina yang dulu juga menangani kehamilan mami Ambar.
Pasangan suami dan istri itu turun ke lantai bawa, dan mencari keberadaan si kembar dan teman-temannya.
"Bi liat si kembar dan temannya gak" tanya papi Gilang.
"Den Galah, sama deng Galih dan temannya juga den Dev ada di taman belakang pak, lagi main layangan" ucap bibi.
"Makasih ya bi" ucap papi Gilang.
Papi Gilang dan mami Ambar pergi ke halaman belakang, melihat si kembar yang sedang asik bermain layangan bersama kak Dev.
"Boy,,," panggil papi Gilang.
Si kembar melihat ke arah papi dan sang mami yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.
"Api ama ami au te ana(papi sama mami mau ke mana)" tanya Galih yang melihat penampilan kedua orang tuanya sudah rapi.
"Papi sama mami harus ke rumah sakit sayang untuk memeriksa adik bayi kalian di dalam perut mami.
"Sayang kalian main ya sama kak Dev dan teman-teman" ucap mami Ambar.
"Ia mi, ami ama api ati-ati ya(iya mi, mami sama papi hati-hati ya)" ucap Galah.
"Iya sayang, mami sama papi pergi dulu ya" ucap mami Ambar.
"Ia mi, pi" jawab si kembar.
Setelah menyalami punggung tangan kedua orang tuanya, si kembar kembali bermain dengan kak Dev, mereka berlima memiliki layang-layang satu per satu.
Galih memegang sinarnya kembali, tapi bocah kecil itu merasakan sinar yang ia pegang seperti sudah tak sekencang tadi, Galih melihat layangan nya terbang menjauh.
"Tat to ayanan atu elban au ci(kak kok layangan aku terbang jauh sih)" tanya Galih.
Dev melihat ke arah bocah kecil itu, lalu melihat ke atas sana ternyata layangan Galih sudah putus.
"Layangan kamu putus" ucap kak Dev.
"Ya lus imana don,(yah terus gimana dong)" ucap Galih.
"Udah kita stop mainnya ya, kalian kan harus siap-siap pergi ngaji" ucap kak Dev, karena tadi sebelum mami Ambar pergi, ia berpesan untuk mengingatkan si kembar dan kedua sahabat nya untuk ngaji.
"Ia ya, ita lus aji(iya yah, kita harus ngaji)" ucap Galah.
__ADS_1
"Yo ita iap-iap(ayo kita siap-siap)" ajak Galih.
Semuanya masuk ke dalam, kak Dev pun juga ikut masuk. Si kembar pergi ke kamar mereka dan kedua sahabat nya.
Sedangkan kam Dev pergi ke dapur untuk mengambil minuman dingin di kulkas, lalu pria bule itu naik ke lantai atas di mana kamarnya berada.
Di dalam kamar si kembar, terlihat keempat bocah kecil itu mandi bersama, dan lagi-lagi Galih suka banget mengusili ketiga sohibnya.
"Alih anan amu akal anet ci(Galih tangan kamu nakal banget sih)" ucap Iqbal.
"Hahaha,,," bukan nya berhenti, Galih malah semakin menjahili ketiganya sambil tertawa.
"Alih epat andi anti ita elat agi(Galih cepat mandi nanti telat lagi)" ucap Galah.
"Iap tata tu(siap kaka ku)" ucap Galih.
Membuat Galah, Iqbal dan Kifli hanya menggeleng kepala melihat Galih yang paling heboh.
☘☘☘☘
Mami Ambar dan papi Gilang baru saja tiba di rumah sakit, dokter Kalina sudah menunggu pasangan suami dan istri itu sedari tadi.
Gilang dan Ambar langsung pergi ke ruangan dokter Kalina yang akan memeriksa kandungan mami Ambar.
Dokter Kalina meminta mami Ambar dan papi Gilang duduk di kursi yang sudah di siapkan di depan meja dokter Kalina.
Dan dokter Kalina hanya tersenyum, karena ngidam mami Ambar kali ini di rasakan oleh papi Gilang.
"Kita langsung USG aja ya" ucap dokter Kalina
Dokter Kalina meminta mami Ambar berbaring di atas ranjang pasien yang sudah di siapkan di ruangan dokter Kalina.
Setalah mengoleskan jall, dokter Kalina, Papi Gilang dan mami Ambar melihat ke arah layar monitor, dokter Kalina memeriksa beberapa kali takut ia salah liat, tapi tidak itu benar.
Sedangkan papi Gilang hanya melihat saja ia tak mengerti apa-apa yang ada di layar monitor sana hanya bayang-bayang hitam dan cahaya yang seperti ia liat dulu saat sang istri hamil si kembar.
"Kalian akan memiliki anak kembar lagi" ucap dokter Kalina tiba-tiba.
Membuat mami Ambar dan papi Gilang saling pandang, lalu melihat ke arah dokter Kalina.
"Maksud dokter?" tanya Ambar lagi.
"Kamu hamil anak kembar lagi, dan usia kandungan kamu baru memasuki minggu ke 3" ucap dokter Kalina
"Serius Kal istri ku hamil kembar lagi" tanya papi Gilang dengan antusias.
__ADS_1
"Iya benar, coba kalian liat ini, ada dua janin yang tumbu di perut Ambar" ucap dokter Kalina menunjuk layar monitor di mana gambaran USG.
"Sayang, anak kita kembar lagi" ucap mami Ambar memegang punggung tangan sang suami.
"Iya sayang Alhamdulillah" ucap Gilang penuh syukur dan mencium kening sang istri dengan sayang.
"Jenis kelaminnya masi tidak di ketahui karena usia kandungan Ambar masi sangat mudah, mudah-mudahan saja beby twins nya girls ya" ucap dokter Kalina.
"Amin makasih dok" ucap mami Ambar.
"Sama-sama" ucap dokter Kalina.
Selesai melihat perkembangan kandungan mami Ambar, papi Gilang dan mami Ambar duduk kembali di kursi depan dokter Kalina.
Dokter memberikan hasil foto USG tadi pada mami Ambar, dan memberikan vitamin penghilang rasa mual kalau nanti mami Ambar tiba-tiba mual.
"Nanti jadwal periksa kandungan seperti biasa ya" ucap dokter Kalina pada pasangan suami, istri itu.
Selesai memeriksa kandungan sang istri, papi Gilang dan mami Ambar kembali pulang ke rumah karena jam sudah menunjukan pukul setengah 5 sore.
☘☘☘☘
Keempat bocah kecil itu baru saja pulang habis ngaji, terlihat Galih sudah tidak memakai kopiah kecil miliknya, hanya di pegang saja.
"Assalamualaikum,," ucap keempat bocah kecil itu.
"Waalayikumsalam" jawab kak Dev dari ruang TV yang sedang menonton.
"Tat Dep ami ama api lum ulan ya(kak Dev mami sama papi belum pulang ya)" tanya Galah mencium punggung tangan kak Dev, di susul oleh Galih, Iqbal dan Kifli juga.
"Belum, dikit lagi mungkin" ucap kak Dev.
"Yo ais ita anti aju(ayo guys kita ganti baju)" ajak Galih.
Dev hanya tersenyum melihat keempat bocah kecil itu, masih kecil-kecil tapi keren.
"Tat ita te amal ulu ya au anti aju(kak kita ke kamar dulu ya mau ganti baj)" ucap Galah.
"Iya nanti balik lagi ya, temanin kak Dev nonton" ucap kak Dev.
"Ote(oke)" ucap keempat bocah kecil itu bersama lalu pergi menaiki tangga menuju lantai dua.
Dev sampai saat ini belum bisa membedakan mana Galah dan mana Galih, maklum kedua bocah kembar itu memiliki wajah ya sama, membuat kak Dev susah mengenali keduanya.
Next....
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya.....