Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Bernostalgia


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah 2 siang, Ambar dan Maura mengajak si kembar pulang karena nanti sore akan pergi mengaji lagi.


"Sayang kita pulang ya, kan harus ngaji" ucap Ambar.


"Ya da au ulan ya my, daal ita asi au di tini ama om Laffa(yah udah mau pulang ya my, padahal kita masi mau di sini sama om Raffa)" ucap Galih.


"Nanti kapan-kapan kita ngobrol lagi oke" ucap Raffa.


"Enal ya om, anti ain te uma ita aja ama ucel Blian ama ucel Alvel(benar ya om, nanti main ke rumah kita aja sama uncle Brian sama uncle Marvel)" ucap Galah.


"Iya deh, nanti om main ke rumah kalian" ucap Raffa.


Si kembar pun turun dari pangkuan Marvel dan Raffa, keduanya mendekat ke arah uncle Brian.


"Ucel ita ulan ulu ya(uncle kita pulang dulu ya)" ucap Galih menyalami punggung tangan sang uncle, lalu bergantian dengan Marvel dan Raffa.


"Ita ulan ya om, ita au aji ial di ayan Alloh(kita pulang ya om, kita mau ngaji biar di sayang Allah)" ucap Galah.


"Kalian pintar banget sih, om salut sama kalian" ucap Raffa mengusap kepala kedua bocah kembar itu.

__ADS_1


"Om maasi ya uat aian yaa(om makasih ya buat mainan nya)" ucap Galih.


"Iya sama-sama" ucap Raffa.


Si kembar keluar dari ruangan uncle mereka dengan bersama dengan sang mama dan juga aunty Maura, terlihat tangan kedua bocah kembar itu sedang membawa tas yang berisi mainan di berikan oleh om Raffa.


"Anti ita ape umah ain ya(nanti kita sampai rumah main ya)" ucap Galah.


"Ia atu uga ga abal au ain ainan alu(iya aku juga gak sabar mau main mainan baru)" ucap Galih.


"Anti ita adat Ibal ama Ipli uga ya, ita ain aleng (nanti kita ajak Iqbal sama Kifli juga ya, kita main bareng)" ucap Galah.


Sepanjang keluar dari kafe itu sampai masuk ke dalam mobil pun si kembar tak henti-hentinya berceloteh, membuat mami Ambar dan aunty Maura membiarkan mereka.


☘☘☘☘


Sementara itu di dalam ruangan yang ada di kafe Brian sedang menjadi bahan tertawaan oleh sang teman kecil, Raffa tak dapat menahan tawanya saat Brian menceritakan kenakalan yang sudah si kembar lakukan di kantor.


"Mereka persis kaya loh berdua tau gak" ucap Raffa.

__ADS_1


"Ck, sialan loh malah ikut-ikutan ngebully kita" ucap Brian kesal.


"Sorry-sorry men gue cuma terlalu senang aja bisa mengenal si kembar" ucap Raffa.


Ketiganya kembali mengobrol, kali ini sudah bukan tentang si kembar lagi tapi obrolan soal bisnis.


"Jadi loh bakalan netap di jakarta" tanya Marvel.


"Yoi men, gue di suruh bokap buat mimpin perusahaan di jakarta" ucap Raffa.


"Bagus dong kalau gitu" ucap Brian.


Brian dan Marvel tidak tau kalau kedatangan Raffa ke indonesia juga karena ingin mencari gadis kecilnya yang bernama Melatih, entah ia harus mencari kemana karena indonesia begitu luas tapi semoga saja Allah mau mempertemukan mereka lagi.


Ketiga pria dewasa itu larut dalam obrolan mereka, sesekali mengenang masa kecil yang sudah mereka lewati bersama dulu, suara tawa nyaris terdengar sampai ke luar karena nostalgia mereka bertiga.


Next....


**Guys jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya....

__ADS_1


Terimakasih...❤❤❤**


__ADS_2