
Keempat bocah kecil itu masuk ke dalam kamar. Sambil berceloteh, Galih dan Galah tak henti-hentinya mengatakan kekesalan mereka pada kedua sahabat mereka, ya itu Iqbal dan Kifli.
"Uda alian abal ya(udah kalian sabar ya)" ucap Iqbal lagi-lagi menenangkan si kembar.
Asik berceloteh, keempat bocah kecil itu pun mendengar suara benda jatuh dari dalam kamar mandi.
Takk...
Mendengar suara benda jatuh itu, membuat keempat bocah kecil itu saling pandang, sementara di dalam kamar mandi kak Dev sudah lelah mencari sampo miliknya yang di ambil si kembar.
"Ais tu uala apa ya(guys itu suara apa ya)" ucap Galih melihat ketiga sohibnya.
Galah hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tau, lalu Galih mengisyaratkan untuk jangan berisik.
"Anan itit, yo ita iat di amal andi, uala ya ali amal andi(jangan berisik, ayo kita liat di kamar mandi, suaranya dari kamar mandi)" ucap Galih.
"Ga ah, atu atut(gak ah, takut)" ucap Kifli.
"Ga uca atut tan ada ita di tini(gak usah takut kan ada kita di sini)" ucap Iqbal.
"Ia yo(iya ayo)" ajak Galah.
Keempat bocah kecil itu pun berjalan pelan mendekati pintu kamar mandi, dan membukanya dengan pelan.
Clekk...
__ADS_1
Keempat bocah kecil itu melihat kak Dev, dengan handuk yang melilit di pinggang sedang mencari sesuatu di dalam sana.
Kak Dev, belum menyadari keberadaan keempat bocah kecil itu yang berdiri di depan pintu.
"Tat, agi pain di amal andi ita(kak, Lagi ngapain di kamar mandi kita)" tanya Galih, membaut pergerakan kak Dev terhenti.
"Eh kalian di sana ya rupa nya," ucap kak Dev sambil meyigir.
"Tat Dep lum awap ita, tat agi pain tini(kak Dev belum jawab kita, kak Dev lagi ngapain sini)" tanya Galih lagi.
"Lagi nyari sampo yang kalian ambil, kaka mau mandi, kepala kaka gatal nih gak gosok sampo tadi," ucap kaka Dev.
"Samponya mana, kaka minta ya," ucap kak Dev.
"Ampo ya tan da ita inta tat, to di inta agi ci(samponya kan udah kita minta kak, kok di minta lagi sih)" ucap Galih.
Galih pun berjalan melewati kak Dev, lalu bocah kecil itu mengambil sampo yang dulu ia dan sang kembaran pakai.
"Ni tat(ini kak)" ucap Galih memberikan botol sampo bergambar bobo boy pada kak Dev.
"Ini buat apa di kasih sama kaka?" tanya kak Dev heran.
"Ni ita asi uat tat Dep, ni ampo ita yan da ga di ake tat(ini kita kasih buat kak Dev, ini sampo kita yang udah gak di pake kak)" ucap Galih, membuat kak Dev melotot tak percaya.
Yang benar saja Galih memberikannya sampo anak-anak, membuat kak Dev membuang nafas kasar.
__ADS_1
"Gak, kaka gak mau, kalian kira kaka anak-anak pake ni sampo apa," ucap kak Dev.
"Ali ada ga ake ampo tat(dari pada gak pake sampo kak)" ucap Galah.
"Ia bil aja ni(iya ambil aja ini)" ucap Galih lagi.
"Gak, kaka gak mau, bisa-bisa kaka kutuan lagi," ucap kak Dev.
"Mana sampo yang kalian minta, kaka minta dikit aja, udah pesan adan akan sampai besok di Indonesia," ucap kaka Dev.
"Ia api ditit aja ya(iya tapi dikit aja ya)" ucap Galih.
"Iya, mana samponya," ucap kak Dev.
"Ni Alah amu egang ulu, atu au bil ambo(ini Galah kamu pegang dulu, aku mau ambil sampo)" ucap Galih.
Galah pun mengambil botol sampo yang di berikan oleh Galih, Galih lalu keluar dari kamar mandi dan pergi mengambil sampo yang ia simpan di dalam lemari.
Kak Dev, dan yang lain ikut keluar dan melihat Galih mengambil sampo itu dari dalam lemari, Galih lalu kembali sambil membawa botol sampo itu.
"Pantes aja gue gak nemu di kamar mandi, ternyata sampo nya di umpetin di dalam lemari, benar-benar ini si kembar," ucap Kak Dev dalam hati sambil menggeleng kepalanya.
"Tiniin tat anan ya(siniin kak tangannya)" ucap Galih.
Bocah kecil itu pun menuangkan sampo ke telapak tangan kak Dev, benar-benar deh nih si kembar..
__ADS_1
Bonus Visual Si Kembar.