Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Lari Pagi


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, tapi kedua bocah kembar itu tidak ada tanda-tanda akan segera kembali ke kamar mereka.


Kakek Nicko sudah berapa kali meminta kedua cucu kembarnya itu, untuk segera tidur karena sudah sangat lat. Tapi lagi-lagi si kembar banyak alasan.


"Boy, sudah telat ini ayo sekarang balik ke kamar ya" ucap kakek Nicko kesekian kalinya.


"Akek enapa ci enen ita epat embali te amal(kakek kenapa sih pengen kita cepat kembali ke kamar)" ucap Galah.


"Ia adaal tan ita enen di tini ama eyan(iya padahal kan kita pengen di sini sama eyang)" ucap Galih.


Si kembar lagi-lagi mengajak sang eyang mengobrol, membuat kakek Nicko membuang nafasnya dengan kasar.


"Eyan, akek usil ita tu(eyang kakek ngusir kita tuh)" aduh Galih.


"Mas, jangan gitu dong sama cucu kesayangan aku" ucap ayang Nisa.


Membaut kedua bocah kembar itu bersorak senang, karena sang eyang membela mereka.


"Bukan ngusir sayang, ini kan udah telat mereka harus tidur" ucap kakek Nicko.


"Ga apa ita idul ama eyan ama akek uga(gak papa kita tidur sama eyang sama kakek juga)" ucap Galah.


Membuat kakek Nicko, menatap kedua cucunya dengan cepat.


"Enapa ke(kenapa kek)" tanya Galih.


"Nanti kakek tidur di mana dong?" tanya kakek Nicko.


"Idul ini lah ke ama ita(tidur sini lah kek sama kita)" ucap Galih.


"Jangan kalian tidur di kamar kalian aja, kalian kan udah besar masa tidur sama kakek sama eyang sih" ucap kakek Nicko.


"Enapa cih ita ga oleh idul ama eyan ama akek ya(kenapa sih kita gak boleh tidur sama eyang sama kakek ya)" tanya Galah.


"Boleh kok sayang" ucap eyang Nisa.


"Sayang" ucap kakek Nicko.


"Gak papa mas mereka tidur sama kita" ucap eyang Nisa.


"Tu ata eyan ga apa ita idul tini ke(tuh kata eyang gak papa kita tidur si sini kek)" ucap Galah.


"Eyan to aja ya akek esal ditu ci(eyang kok wajahnya kakek kesal gitu sih)" tanya Galih.


"Gak papa, mungkin kakek kalian udah ngantuk" ucap eyang Nisa.


"Eyan ita agi don etan ucel Blian ama ucel Alvel(eyang cerita lagi dong tentang uncle Brian dan uncle Marvel)" ucap kedua bocah kembar itu.


Eyang Nisa dan kedua cucunya pun mulai bercerita lagi, eyang Nisa mengenang masa kecil putra bungsu nya ya itu Brian.


Tiba-tiba kakek Nicko mendekati ranjang sebelah yang masi kosong, lalu berbaring di sana membiarkan si kembar dan eyang Nisa mendongeng di sampingnya.


"Eyan akek da au idul(eyang kakek udah mau tidur)" ucap Galih.


"Biarin aja, kita mendongeng lagi ya" ucap eyang Nisa, yang mendapat anggukan kepala dari kedua bocah kembar itu.


Eyang Nisa melihat Galih dan Galah sudah mulai menguap, rupanya kedua bocah kecil itu sudah mengantuk.


"Tidur sini aja ya sama eyang dan kakek" ucap eyang Nisa.


"Ia eyan(iya eyang)" ucap si kembar lalu berbaring di tengah-tenga kakek Nicko dan eyang Nisa.


Tak lama kemudian si kembar sudah berada dalam mimpi, menyusul sang kakek yang sudah tidur sedari tadi.


☘☘☘


Keesokan paginya, kaka Dev bangun pagi-pagi untuk mengajak si kembar lari pagi di halaman rumah, sedangkan Iqbal dan Kifli sudah tiba juga di lantai bawa.


"Tat Dep ama embal to lum anun ya(kak Dev sama kembar kok belum bangun ya)' ucap Iqbal.


"Ia ni tan da agi(iya ini kan sudah pagi)" ucap Kifli.


"Ita iat di amal eleta aja yo(kita liat di kamar mereka aja yuk)" ajak Iqbal.

__ADS_1


Kedua bocah kecil itu pun naik ke lantai dua, di mana kamar si kembar berada, bertepatan juga kak Dev baru keluar dari kamarnya.


"Hey, kalian udah datang, si kembar mana?" tanya kak Dev.


"Ga au tat, ni alu au ita iat(gak tau kak, ini baru mau kita lia" ucap Iqbal.


"Pasti masi tidur ni si kembar" ucap kak Dev.


Kak Dev, Iqbal dan Kifli pun membuka pintu kamar si kembar, di sana kosong gak ada si kembar di atas ranjang.


"Ta to embal ga ada ci, embal idul di ana tat(kak kok gak ada kembar sih, kembar tidur di mana kak)" tanya Iqbal.


"Mungkin tidur di kamar eyang sam kakek nya kali" ucap kak Dev.


Kak Dev lalu mengajak Iqbal dan Kifli lari pagi, karena kalau menunggu si kembar bakalan kesiangan nanti.


Sedangkan di dalam kamar eyang Nisa dan kakek Nicko, si kembar masi bergulung di bawa selimut sambil Galih memeluk sang kakek.


Sedangkan eyang Nisa sudah bangun, dan turun dari atas ranjang.


Eyang Nisa membuka kain garden, membuat cahaya matahari masuk ke selah-selah kamar.


"Du to ilau ci(aduh kok silau sih)" ucap Galih.


"Sayang ayo bangun udah siang nih" ucap eyang Nisa.


"Asi antut eyan(masi ngantuk eyang)" ucap Galih.


"Tuh liat Iqbal sama Kifli dan kak Dev lagi lari pagi" ucap eyang Nisa.


Membuat kedua bocah kembar itu membuka mata dengan cepat, mereka baru ingat kalau udah janjian kemarin mau lari pagi.


"Alah yo anun ita tan au ali agi(Galah ayo bangun kita kan mau lari pagi)" ucap Galih.


"Ia ita upa(iya kita lupa)" ucap Galih.


Kedua bocah kembar itu turun dari atas ranjang, lalu berjalan keluar dari kamar eyang dan juga kakek mereka.


Si kembar langsung ke halaman depan untuk menemui kak Dev, dan kedua sahabatnya yang sedang lari pagi.


Membuat Iqbal dan Kifli melihat ke asal suara, di sana si kembar berdiri dengan muka bantal mereka.


"Alian idul di ana ci ita aliin te amal ga ada(kalian tidur di mana sih kita cariin ke kamar gak ada)" ucap Iqbal.


"Ita idul di amal akek ama eyan(kita tidur di kamar kakek sama eyang)" ucap Galih.


"Alian ga ali agi(kalian gak lari pagi)" tanya Kifli.


"Ni au ali agi(nih mau lari pagi)" ucap Galah.


"Yo ita ali agi(ayo kita lari pagi)" ajak Galih.


Si kembar ikut lari pagi biar gak cuci muka, yang penting rame aja. Kak Dev melihat si kembar yang ikut lari pagi.


"Tat ungu(kak tunggu)" teriak Galih.


"Lari nya yang cepat dong" ucap kak Dev.


Keempat bocah kecil itu berlari mengejar kak Dev, karena halaman rumah yang sangat besar membuat mereka leluasa berlari memutari halaman depan.


☘☘☘☘


Vila...


Melatih membuka kedua matanya, gadis itu melihat ke sekeliling nya ternyata ia sudah berada di dalam kamarnya.


Melatih melihat ke arah pintu yang terbuka, mama Melatih masuk sambil membawa nampang berisi sarapan.


"Sayang kamu sudah bangun" tanya mama Melatih meletakan nampang itu di atas meja.


"Ma, aku kok bisa di sini bukannya semalam masi di hutan ya?" tanya Melatih.


"Kamu di anter sama nak Raffa semalam" ucap mama.

__ADS_1


"Kok aku gak tau sih ma" tanya Melatih.


"Iyalah kamu gak tau, kamu kan tidurnya pules banget semalam di gendongan nak Raffa" ucap mama sambil tersenyum geli.


"Mama kok ketawa sih?" tanya Melatih.


"Gak kok, ayo sekarang kamu sarapan dulu ya" ucap mama.


"Kaki masi sakit gak" tanya mama.


"Udah gak terlalu kok ma" ucap Melatih.


"Mau mama suapin gak?" tanya mama.


"Gak biar aku sendiri aja ma" jawab melati.


"Ya udah, mama tinggal ya mau ke dapur dulu" ucap mama.


"Iya ma" ucap Melatih.


Mama Melatih keluar dari kamar sang putri, dan tak lama kemudian masuklah Vani.


"Mel, kamu udah bangun" tanya Vani duduk di sisi ranjang sang sahabat.


"Iya baru aja, gue ke kamar mandi bentar ya mau cuci muka sama gosok gigi" ucap Melatih.


"Mau gue bantuin gak?" tanya Vani.


"Gak usah, gue bisa sendiri kok" ucap Melatih.


Melatih masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Vani masi menunggu di luar, gadis itu sangat kepo kok bisa Melatih bertemu dengan Raffa di hutan.


Tak berselang lama Melatih keluar dari kamar mandi, dan kembali duduk di atas ranjang miliknya.


"Van, loh udah sarapan?" tanya Melatih.


"Udah kok Mel, oh iya Mel kok loh bisa sih ketemu sama tuh cowok di hutan?" tanya Vani.


"Iya katanya dia liat kita lari terpisah, dan dia liat aku yang lagi ke arah hutan dan gak kembali-kembali dia nyusul aku juga ke dalam hutan" ucap Melatih.


"Cie, sos wit banget sih" ucap Vani.


"Iih apaan sih kamu" ucap Melatih malu.


"Loh tau gak, tuh cowok yang ngater loh ke sini, sampai ke dalam kamar lagi" ucap Vani.


"Benar, kok papa ijini sih" tanya Melatih.


"Iya lah, om Rehan sama tuh cowok kan saling kenal" ucap Vani.


"Apa papa sama dia saling kenal?" tanya Melatih.


"Iya mereka itu rekan bisnis" ucap Vani.


"Mereka tinggal di Vila sebelah, dia ke sini sama keempat temannya yang laki semua" celoteh Vani, sedangkan Melatih hanya mendengar sambil memakan sarapannya.


"Kata tante sama om tadi bilang ntar siang mereka mau ngajak tuh cowok sama teman-temannya mau makan siang bersama" ucap Vani.


"Serius papa sama mama bilang gitu" tanya Melatih.


"Iya gue serius banget mala" ucap Vani.


"Eh kaki loh udah gak papa kan" tanya Vani.


"Udah gak papa kok Van" ucap Melatih.


"Eh tapi kata om Rehan tadi di meja makan loh mau di jodohin sama tuh cowok, cuma sayangnya gak jadi karena tuh cowok udah punya cewek" ucap Vani.


"Papa mau jodohin aku sama tuh orang" ucap Melatih.


"Iya" ucap Vani.


Melatih terdiam cukup lama, lalu ia kembali memakan sarapan yang masi tersisa di piring.

__ADS_1


Next...


Jangan lupa Like, komen sama vote ya...


__ADS_2