
Si kembar dan kedua sahabatnya sedang berada di dalam kamar si kembar, terlihat keempat bocah kecil itu sedang asik menonton vidio di tap milik si kembar.
Sesekali suara tawa terdengar dari mulut mereka, apa lagi Galih yang sangat heboh dan ceria di antara mereka berempat.
"Ais ita te amal tat Dep yo(guys kita ke kamar kak Dev yuk)" ajak Galih.
"Ia yo(iya ayo)" ajak Galah juga.
Keempat bocah kecil itu pun turun dari atas tempat tidur si kembar, Galah dan Galih tidak lupa membawa tap mereka juga.
Keempat bocah kecil itu keluar dari kamar si kembar, lalu pergi ke arah pintu kamar kak Dev, seperti biasa para bocah itu tak pernah mengetuk pintu dan langsung masuk begitu saja.
"Tat Dep(kak Dev)" panggil Galih.
Kak Dev yang sedang serius dengan ponselnya di atas ranjang pun tak menghiraukan panggilan Galih, kak Dev terus menonton vidio di dalam ponsel miliknya.
Karena tak mendapatkan respon dari si pemilik kamar, kempat bocah kecil itu pun naik ke atas ranjang kak Dev, merasa ranjang bergoyang kak Dev pun melihat ke arah samping. Kak Dev melihat keempat bocah kecil itu sudah berbaring di dekatnya sambil melihat vidio yang ia tonton.
"Tat Dep agi onton apa ci(kak Dev lagi nonton apa sih)" tanya Galah.
"Kalian kok di sini" tanya kak Dev melihat keempat bocah kecil itu.
"Wah idio dojet eluh ni(wah vidio joget seru nih)" ucap Galih dan langsung berdiri ikut berjoget, membuat kak Dev dan ketiga sohibnya sling pandang.
Rupanya kak Dev sedang menonton vidio tik tok, dan Galih pun ikut berjoget.
"Duduk kamu nih kaya orang gila, joget mulu" ucap kak Dev.
"Bis elu si tat alo dodet(abis seru sih kak kalau joget)" ucap Galih.
"Tat Dep agi onton apa ci(kak Dev lagi nonton apa sih)" tanya Galah.
"Lagi nonton tik tok" ucap kak Dev.
"Tewe ya esi esi ya(ceweknya seksi-**** ya)" ucap Kifli.
"Anak kecil gak boleh nonton" ucap kak Dev.
"La ini ita da onton imana don(lah ini kita udah nonton gimana dong)" ucap Iqbal.
"Ck kalian ini ganggu aja" ucap kak Dev.
Kak Dev kembali menggeser vidio lain dan mendapat vidio joget juga, Galih pun langsung ikut berjoget dalam keadaan duduk, membuat ketiga sohibnya saling pandang lagi.
"Alih amu uka anet ya dodet(Galih kamu suka banget ya joget)" tanya Iqbal.
"Ia atu uka anet dodet, eluh yo ita dodet aleng (iya aku suka banget joget, seru ayo kita joget bareng)" ucap Galih.
"Ha aa ita alu(gak aa kita malu)" ucap Kifli.
"Ya uda alo ga au atu dili aja(ya udah kalau gak mau aku sendiri aja)" ucap Galih kembali berjoget, karena lagi yang terdengar dari hp kak Dev sangat enak buat berjoget.
Galih menggoyangkan pantat kecilnya dengan lucu. membuat ketiga sohibnya tertawa terpingkal-pingkal melihat Galih, apa lagi kak Dev yang sedari tadi diam-diam melihat bocah kecil yang sedang asik berjoget itu.
Kak Dev pun menjahili Galih dengan mematikan musik yang ia dengar, membuat bocah kecil itu berhenti berjoget, lalu melihat ke arah kak Dev.
"Tat to agu ya elenti ci(kak kok lagunya berhenti sih)" tanya Galih.
__ADS_1
"Tunggu bentar kaka putar spiker kecil ya" ucap kak Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap Galih dengan senang.
Spiker kecil di dekat meja nakas pun berbunyi, kak Dev memutar lagi DJ membuat Galih senang bukan main.
Sedangkan ketiga sohibnya yang duduk di atas ranjang kak Dev pun saling bisik, karena saat ini kamar kak Dev ribut dengan lagi.
"Alah to adit amu uka anet ya dodet(Galah kok adik kamu suka banget ya joget)" ucap Iqbal.
"Atu uga ga au, atu ga uka dodet(aku juga gak tau, aku gak suka joget)" ucap Galah.
"Ata ami Alih itut ucel Blian ama ucel Alve, eleta atu ecil uka dodet aya Alih(kata mami Galih ikut sama uncle Brian sama uncle Marvel, mereka waktu kecil suka joget kaya Galih)" ucap Galah.
"Antes aja Alih uka dodet(pantes saja Galih suka joget)" ucap Iqbal.
Puas berjoget Galih pun berhenti dan duduk bersama ketiga sohibnya di atas ranjang, Galah melihat sang kembaran.
"To elenti ci(kok berhenti sih)" tanya Galah.
"Itahat la tan apek (istirahat lah kan capek)" ucap Galih.
"Atu te antai awa ulu ya(aku ke lantai bawa dulu ya)" ucap Galih turun dari atas ranjang kak Dev.
"Au pain di atai awa(mau ngapain di lantai bawa)" tanya Iqbal.
"Au bil inum atu aus(mau ambil minum aku haus)" ucap Galih keluar dari dalam kamar kak Dev.
Galih turun ke lantai bawa, melihat keberadaan sang mami yang tak terlihat, bocah kecil itu pun langsung berjalan ke arah dapur.
"Bi, bibi yan antit(bi, bibi yang cantik)" panggil Galih.
"Bi atu au inta inum don aus(bi aku mau minta minum dong haus)" ucap Galih duduk di salah satu kursi di meja makan.
"Tunggu sebentar ya den, bibi ambilkan" ucap bibi.
"Ote bi(oke bi)" ucap Galih.
"Ini den" ucap bibi.
"Maaci ya bibi yan air dan antit(makasih ya bibi yang baik dan cantik)" ucap Galih.
Sedangkan bibi hanya tersenyum melihat anak dari majikannya itu, Galih yang super ceria membuat para art tertawa melihatnya.
โโโโ
Di sisi lain tempatnya di kantor milik Raffa, terlihat seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan kerja Raffa, ya wanita itu adalah Melodi kekasih Raffa.
Setelah resmi berpacaran dengan Raffa, Melodi menjadi sering datang ke kantor Raffa kalau tidak ada jadwal pemotretan, terkadang orang kantor enak melihat kedatangan wanita itu yang selalu berpakaian mini.
"Beb," panggi Melodi langsung masuk ke ruangan Raffa.
"Kamu kok ke sini gak bilang" tanya Raffa.
"Aku mau kasi kejutan tau buat kamu" ucap Melodi dengan suara manjanya.
"Beb jalan yuk, aku bosan nih" ucap Melodi.
__ADS_1
"Sorry aku gak bisa, lagi banyak kerjaan ini" ucap Raffa karena ia memang lagi banyak kerjaan.
"Kamu kan bos nya, jadi gak papa dong kalau di kerjain lain kali aja" ucap Melodi tak henti membujuk Raffa.
"Maaf sayang aku beneran gak bisa, lain kali aja ya" ucap Raffa.
"Ya udah deh gak papa, aku nemenin kamu kerja aja ya" ucap Melodi.
"Iya" ucap Raffa.
Melodi duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Raffa, sesekali Melodi meneliti seisi ruangan Raffa yang sangat besar dan mewah, membuat Melodi beruntung memiliki pria sekaya Raffa.
"Beruntung banget sih gue, bisa pacaran sama Raffa yang pemilik perusahaan ini, Melodi gak sabar ingin cepat-cepat menjadi nyonya" ucap Melodi dalam hati.
"Sayang aku pesanin makan siang buat kita ya" tanya Melodi.
"Gak usah, kita akan makan di luar" ucap Raffa.
"Oke lah aku ikut aja sama kamu" ucap Melodi.
Setelah menyelesaikan beberapa berkas, Raffa menyudahi pekerjaannya karena waktu makan siang sudah tiba.
"Ayo kita pergi sekarang" ajak Raffa.
Melodi pun langsung mengandeng lengan tangan Raffa keluar dari ruangan kerja Raffa, semua karyawan yang melihat itu berbisik-bisik melihat Melodi yang tak tau malu.
Sampai di lobby Raffa membukakan pintu untuk Melodi, lalu Raffa duduk di kursi kemudi mobil sport milik Raffa pun keluar dari area kantor.
Tujuan mereka saat ini adalah restoran di mana sudah ada Brian dan Tio menunggu kedatangan mereka, tak lama kemudian mobil Raffa berhenti di depan restoran di jalan xx.
Melodi melihat mobil sport milik Brian sudah terparkir di sana, sebelum keluar Melodi melihat penampilannya di depan cermin kecil lalu ia keluar menyusul Raffa.
"Ayo beb" ajak Melodi kembali memeluk lengan tangan Raffa.
Brian dan Tio melihat kedatangan sahabatnya bersama sang kekasih, apa lagi melihat cara Melodi yang memeluk lengan Raffa.
"Sorry bro gue telat" ucap Raffa.
"Gak papa santai aja" ucap Brian.
Raffa dan Melodi pun duduk, membelakangi meja yang di duduki oleh dua orang gadis yang sedari tadi melihat Raffa dan Melodi masuk ke dalam restoran.
"Mel, itu bukannya cowok yang suka kamu tabrak" tanya Vani teman Melatih.
"Iya Van" ucap Melatih kembali memakan makanan nya.
Rupanya Melatih dan Vani makan siang di restoran itu juga, tapi keduanya sudah datang sedari tadi.
"Beb kamu mau pesan apa" tanya Melodi perhatian.
"Samain aja sama kamu" ucap Raffa.
Hal itu tak luput dari pandangan Melatih yang duduk di belakang mereka, selesai menghabiskan makan siang mereka Melatih dan Vani pun bersiap pergi, tapi tiba-tiba seseorang memanggil Melatih.
"Melatih" panggil seseorang.
Membaut Raffa yang sedang asik berbincang dengan Brian dan Tio pun melihat ke belakang, dan pada saat itu juga pandangan Melatih dan Raffa bertemu cukup lama.
__ADS_1
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys,, kopi juga boleh lah buat author๐