Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Habis Di Makan Si Kembar


__ADS_3

Eyang Nisa dan kakek Nicko datang ke kediaman si kembar, sambil membawa tas berisi pesanan ibu hamil.


"Eyan Isa, akek Nit(eyang Nisa, kakek Nick)" panggil kedua bocah kembar itu.


"Hay cucu-cucu eyang, apa kabar nih" tanya eyang Nisa.


"Ita ait eyan, alo eyan ama akek pa abal(kita baik eyang, kalau eyang sama kakek apa kabar)" tanya Galih.


"Eyang sama kakek baik kok" ucap eyang Nisa.


"Eyan to ucel Blian ga itut ci(eyang kok uncle Brian gak ikut sih)" tanya Galah.


"Uncle kalian lagi pergi ke puncak sama uncle Marvel dan om Raffa juga temannya" ucap eyang Nisa.


"To ucel ga adat ita ci, ucel ga asit(kok uncle gak ajak kita sih, uncle gak asik" ucap Galih, bersedekap dada.


"Ih kamu ini lucu banget sih" ucap eyang Nisa.


"Akek(kakek)" panggil Galah.


"Hay boy," sapa kakek Nick.


"Akek ita te uncat uga don aya ucel ama yan ain(kakek kita ke puncak juga dong kaya uncle sama yang lain)" ucap Galah, membujuk sang kakek.


"Iya nanti kita ke puncak ya" ucap kakek Nick.


"Etalan ya ke(sekarang ya kek)" ucap Galah.


"Gak bisa sekarang dong boy, kan udah malam" ucap kakek Nick.


"Api akek anji ya ita atan elgi te uncat(tapi kakek janji ya kita akan pergi ke puncak)" ucap Galah.


"Iya boy" ucap kakek Nick.


"Sayang papi sama mami kalian mana kok gak ada?" tanya eyang Nisa.


"Da di amal eyan, agi idul ali(adah di kamar eyang, lagi tidur kali)" ucap Galih.


Eyang Nisa melihat sang suami, lalu mengajak kedua bocah kembar itu duduk di ruang TV, kedua mata si kembar tertuju pada tas yang di bawa oleh eyang Nisa.


"Eyan ni apa(eyang ini apa)" tanya Galih.


"Itu kue pesanan mami kalian" ucap Eyang Nisa.


"Wa aya ya enat ni, ita inta ya eyan(wah kaya nya enak nih, kita minta ya eyang)" ucap Galih.


"Iya, ambil aja" ucap eyang Nisa.


"Sayang ke kamar yuk, mas mau ganti baju gerah ni" ucap kakek Nicko.


"Sayang eyang sama kakek ke kamar dulu ya, kakek kalian pengen ganti baju" ucap eyang Nisa.


"Akek ama eyan au inap tini(kakek sam eyang mau nginap sini)" tanya Galah.


"Iya sayang, sampai hari ulang tahun kalian" ucap eyang Nisa.


"Ole(hore)" ucap si kembar.


Kakek Nicko dan eyang Nisa tersenyum melihat kedua cucu kembar mereka, pasangan suami dan istri lanjut usia itu pun pergi ke kamar, sedangkan si kembar sudah mulai melahap kue yang di bawa oleh eyang Nisa.


"Alih ue ya anat ya(Galih kue nya enak ya)" ucap Galah, sambil mengunyah kue nya.


"Ia enat, ita isin aja aya(iya enak, kita habisin aja ya)" ucap Galih.


"Ni tan au ya ami, anti alo ami arah imana (ini kan kue nya mami, nanti kalau mami marah gimana)" tanya Galah.


"Ga to ami ga atan arah ama ita, ita tan anat ya ami(gak kok mami gak akan marah sama kita, kita kan anak nya mami)" ucap Galih.


"Ia de ita bisin aja ue ya(iya deh kita habisin aja kue nya)" ucap Galah.


Kedua bocah kembar itu memakan yang di bawa oleh eyang Nisa sampai habis, kue yang tadinya banyak sekarang sudah tak tersisa satu pun.


"Uuhh, enyan anet(uuhhh, kenyang banget)" ucap Galih, sambil mengelus perut buncitnya.


"Ita te apul yu bil inum (ita ke dapur yuk ambil minum)" ajak Galah.


Kedua bocah kembar itu lalu pergi ke dapur untuk mengambil minum, sedangkan tas yang sudah kosong, yang tadi berisi kue masi berada di atas meja.


"Dad, mom kalian sudah datang, kok gak manggil sih" ucap Amba yang melihat daddy dan sang mommy baru keluar dari kamar.

__ADS_1


"Kata si kembar kalian lagi tidur sayang" ucap mommy Nisa.


"Gak kok, aku cuma nemanin mas Gilang kerja" ucap mami Ambar.


"Si kembar mana kok sepi?" tanya papi Gilang.


"Tadi di sini kok, daddy sama mommy tinggal ke kamar" ucap daddy Nicko.


Terdengar suara celotehan kedua bocah kembar itu dari arah dapur, sambil tertawa Galih menjahili sang kembaran.


"Tuh suara mereka" ucap papi Gilang.


"Mom, bawa kan kue yang aku minta?" tanya mami Ambar.


"Bawa kok sayang ini k..." ucapan mommy Nisa, terhenti melihat tas berisi kue sudah kosong di atas meja.


"Kok habis sih, tadi kan banyak" ucap mommy Nisa, melihat sang suami.


Daddy Nicko hanya mengangkat kedua bahunya, pertanda tak tau.


"Tadi mommy tinggal si kembar di sini makan kue" ucap mom Nisa.


Tak berselang lama kedua bocah kembar itu berjalan keluar dari dapur, dengan Galih yang masi mengelus perut buncitnya.


"Boy, sini" panggil mom Nisa.


"Da apa eyan(ada apa eyang)" tanya Galih.


"Kalian habisin kue ya" tanya eyang Nisa.


"Heheh, ia eyan bis ue ya enat ci adi ita atan mua de(heheh, iya eyang habis kue nya enak sih, jadi kita makan semau deh)" ucap Galih sambil menyigir.


Ambar menatap sang suami, sedangkan Gilang sedang menahan tawa melihat kedua putra kembarnya itu.


"Ami arah ya ue ya ita atan mua(mami marah ha kue nya kita makan semua)" tanya Galah mendekati sang mami.


"Gak kok sayang" ucap mami Ambar mengusap kepala kedua putra nya.


"Maaci ya mi(makasih ya mi)" ucap si kembar.


"Iya sayang" ucap mami Ambar.


"Api, ami ata akek ita au te uncat lo(papi, mami kata kakek kita mau ke puncak loh)" ucap Galah.


"Wah seru dong" ucap papi Gilang.


"Ia pi, ita atan adat abah ita uga(iya pi, kita akan ajak sahabat kita juga)" ucap Galah.


Daddy Nicko tersenyum melihat kedua ponakan nya itu, tak lama kemudian terdengar suara deru mobil dari depan.


"Assalamualaikum" ucap kak Dev memberi salam.


"Waalayikumsalam" ucap semau yang ada di sana.


"Tat Dep ali ana, to lu ulan ci(kak Dev dari mana, kok baru pulang sih)" tanya Galih.


"Kaka habis jalan-jalan sama teman" ucap kak Dev.


"To ga adat ita ci(kok gak ajak kita sih)" tanya Galih.


"Kapan-kapan aja ya kita jalan" ucap kak Dev.


"Enal ya tat(benar ya kak)" tanya Galah.


"Iya" ucap kak Dev.


Mereka pun mengobrol, di ruang TV eyang Nisa dan daddy Nicko akan menginap di rumah si kembar sampai hari ulang tahun ke dua bocah kembar itu, yang hanya tinggal seminggu lagi.


☘☘☘☘


Puncak.....


Brian, Marvel, Raffa, Rasya dan Ilham saat ini sedang berada di luar Vila. Untuk menikmati angin malam.


"Udara nya sejuk banget ya guys" ucap Marvel.


"Yoi, sayang nya gak bawa cewek" ucap Rasya.


"Cewek mulu yang ada di pikiran loh" ucap Ilham.

__ADS_1


"Yang jomblo diam aja" ucap Rasya.


"Sialan loh" ucap Ilham.


Sedangkan Raffa yang duduk di salah sagu bangku hanya diam, sambil melihat indah cahaya bintang di atas sana.


"Aku masi sangat berharap Tuhan mau mempertemukan kita Melatih" ucap Raffa dalam hati, bersamaan dengan bintang jatuh.


Raffa lalu menutup kedua matanya dan berdoa, meminta ingin di pertemukan lagi dengan sang gadis kecil yang saat ini keberadaannya entah di mana.


Ponsel milik Brian bergetar, ternyata telpon dari sang gadis.


"Bro gue masuk dulu ya, gadis gue nelpon nih" ucap Brian.


"Iya" ucap semau yang ada di sana.


Rasya lalu melihat Marvel, membaut Marvel juga melihat ke arah Rasya.


"Kenapa loh liatin gue gitu?" tanya Marvel.


"Gadis loh gak nelpon juga?" tanya Rasya.


"Gak gue udah telponan barusan" ucap Marvel.


Lalu pandangan Marvel, Rasya dan Ilham tertuju pada Raffa yang hanya diam saja di salah satu bangku.


"Raf, jangan bengong nanti ke sambet" teriak Marvel.


Tapi teriakan Marvel tak di hiraukan oleh Raffa, pria itu masi tetap diam sambil menatap bintang-bintang.


"Bakar-bakar daging di mana nih, harum banget" ucap Marvel.


"Penghuni Vila sebelah kali, tuh asapnya" ucap Ilham.


☘☘☘☘


Di vila sebelah terlihat Melatih dan Vani sedang asik bakar-bakar sate di halaman Vila, Vila yang mereka empati bersebelahan dengan Vila yang di tinggal akan oleh Raffa dan kawan-kawan.


"Sayang udah mateng belum?" tanya mama Melatih.


"Dikit lagi tan" ucap Vani.


Terlihat papa Rehan juga baru saja keluar dari pintu Vila bagian samping, papa Rehan mendekati sang istri.


"Pa, udah selesai kerja?" tanya mama Melatih.


"Udah sayang, sate nya belum mateng ya" tanya papa Rehan.


"Dikit lagi pa" ucap mama Melatih.


"Taraa, sate nya udah mateng nih ma, pa" ucap Melatih, membawa piring berisi sate yang sudah mateng.


"Taruh sini sayang" ucap mama Melatih.


"Ayo kita langsung makan aja" ajak papa Rehan.


Melatih dan Vani pun ikut duduk di kursi yang ada di sana, nasi sama lauk lain sudah ada di atas meja, mereka semua pun mulai makan malam.


"Sate nya enak" ucap papa Rehan.


"Iya, sayang enak, masakan kalian top deh" ucap mama Melatih melihat kedua gadis itu.


"Makasih ya tan, om" ucap Vani.


"Pa mau nambah ini gak?" tawar mama Melatih.


"Boleh ma" ucap papa Rehan.


Melatih dan Vani saling pandang lalu tersenyum, melihat keromantisan kedua orang tua melatih.


"Ni Van, nambah lagi" ucap Melatih.


"Iya Mel, ini masi ada kok, nanti gue nambah lagi kalau dah habis" ucap Vani.


Suasana makan malam di Vila malam ini terasa sangat nikmat, karena sambil di temani hembusan angin malam yang begitu sejuk.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....

__ADS_1


__ADS_2