Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Mengajak Kak Dev


__ADS_3

Matahari sudah bersinar terang di luar sana, kicauan burung-burung juga terdengar begitu indah di telinga kedua bocah kembar yang baru saja bangun dari tidurnya.


Galih mengucek kedua matanya, lalu melihat sang kembaran yang masi berbaring, Galih melihat cahaya yang masuk dari selah garden jendela mereka.


"Da ian Alah(udah siang Galah)" ucap Galih.


Bocah kecil itu turun dari atas tempat tidur, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, karena ia sudah sangat kebelet.


Sedangkan Galah bangun dari baringnya, lalu mengatur kamar mereka dengan rapi, Ga lah tak melihat sang kembar dan tak lama kemudian Galih keluar dari kamar mandi.


Galih membuka kain garden jendela mereka, dan melihat ke dua sahabatnya yang baru saja masuk dari pintu gerbang sambil mengibas sesuatu.


"Alah, Ipli ama Ibal da ateng(Galah, Kifli sama Iqbal udah datang)" ucap Galih.


"Yo ita andi(ayo kita mandi)" ajak Galah, Galih pun ikut masuk lagi ke kamar mandi.


Kedua bocah kembar itu mandi bersama seperti biasa di pagi hari.


Sedangkan di lantai bawa Iqbal dan Kifli di sambut oleh bibi, karena para penghuni rumah masi belum keluar kamar.


"Bi, ebal asi idul ya(bi, kembar masih tidur ya)" tanya kedua bocah kecil itu.


"Iya den, den kembar belum turun" ucap bibi.


"Yo ita te amal tembal aja(ayo kita ke kamar kembar aja)" ucap Iqbal.


"Yo(ayo)" ajak Kifli juga.


Kedua bocah kembar itu menaiki tangga menuju lantai du, di mana kamar si kembar berada sambil mengibas bendera merah puti kecil di tangan mereka.


Cllekk...


Kedua bocah kecil itu masuk gak mendapatkan si kembar di sana, Iqbal lalu mendengar suara si kembar dari dalam kamat mandi.


"Ebal agi andi(kembar lagi mandi)" ucap Kifli.


Kifli dan Iqbal menunggu si kembar duduk di karpet bulu, tujuan mereka adalah buat mengajak si kembar ikut lomba makan kerupuk di lapangan dekat masjid, karena memperingati hari kemerdekaan.


"Alin da ungu ama(kalian udah nunggu lama)" tanya Galih yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Alu to, Alah ana(baru kok, Galah man)" tanya Iqbal.


"Agi pup(lagi pup)" ucap Galih.

__ADS_1


"Alin to awa dela sih(kalian kok bawa bendera sih)" tanya Galih.


"Ia ita tan au itut omba atan eluput(iya kita kan mau ikut lomba makan kerupuk)" ucap Iqbal.


"Ita itut don ita adat tat Dep uga(kita ikut dong kita ajak kak Dev juga)" ucap Galih.


"Ia ita te tini au adat alian(iya kita ke sini mau ngajak kalian)" ucap Kifli.


Tak lama kemudian Galah keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang melilit di pinggangnya.


"Alah ita itut omba atan eluput yo(Galah kita ikut lomba makan kerupuk yuk)" ajak Galih.


"Di ana(di mana)" tanya Galah.


"Di apanan egat asjit(di lapangan dekat masjid)" ucap Galih.


"Ita adat tat Dep uga(kita ajak kak Dev juga)" ucap Galih.


"Ia yo(iya ayo)" ajak Galah juga.


Si kembar memakai pakaian mereka, lalu mengajak ke dua sahabatnya untuk pergi ke kamar kak Dev.


Cllekk...


"Tat Dep anun tat(kak Dev bangun kak)" ucap Galih.


"Apa lagi sih, pagi-pagi udah ganggu aja" ucap kak Dev.


"Itut ita yo tat te apanan itut omba atan eluput(ikut kita yuk kak ke lapangan ikut lomba makan kerupuk)" ucap Galih.


"Kalian aja kaka gak mau" ucap kak Dev.


Bukan si kembar namanya kalau gak bisa memaksa kak Dev ikut dengan mereka, Si kembar meminta Galih untuk mendekat.


"Ita lus inta auntuan api(kita harus minta bantuan papi)" ucap Galah.


"Ia yo ita te atai awa iat api(iya ayo kita ke lantai bawa liat papi)" ajak Galih.


Keempat bocah kecil itu pun keluar dari kamar kak Dev, merasa kamar sudah sepi kak Dev pun membuka ke dua matanya.


Sedangkan keempat bocah kecil itu mencari keberadaan sang papi yang belum keliatan.


"Mi, api ana(mi, papi mana)" tanya Galah.

__ADS_1


"Papi masi di kamar sayang, ada apa?" tanya mami Ambar.


"Ga mi, ita au omon ama api(gak mi, kita mau ngomong sama papi)" ucap Galah.


Baru di omongin aja papi Gilang udah keluar dari dalam kamar, si kembar dan kedua sahabatnya pun langsung mendekat.


"Pi antuin ita don, ilan ama tat Dep uat itut omba atan eluput di apanan(pi bantuin kita don, bilang sama kak Dev buat ikut lomba makan kerupuk di lapangan)" ucap Galih.


Gilang tau itu adalah lomba dalam memperingati hari ulang tahun RI kemarin tepatnya tgl 17 Agustus, dan pastinya ada banyak orang di sana.


"Iya nanti papi bilang sama kak Dev ya" ucap papi Gilang.


"Asit asti tat Dep ga isa olat de(asik pasti kak Dev gak bisa nolak deh)" ucap Galih bersorak senang.


Keempat bocah kecil itu pergi ke arah ruang tengah, untuk menunggu papi Gilang bilang pada kak Dev.


Papi Gilang naik ke lantai dua di mana kamar si kembar dan kak Dev berada, sebelum masuk Gilang mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kak" sapa Dev yang masi dengan muka bantal nya.


"Dev, kaka boleh minta tolong gak?" tanya Gilang.


"Boleh kak minta tolong apa" tanya Dev.


"Tolong temanin si kembar dan sahabatnya ya, mereka mau ikut lomba makan kerupuk di lapangan dekat masjid, kaka takut mereka gak ada yang ngawasin" ucap papi Gilang.


"Oke lah kak, aku mandi dulu ya" ucap kak Dev.


"Iya makasih ya Dev" ucap papi Gilang.


"Iya kak" ucap Dev.


Papi Gilang pun keluar dari dalam kamar Dev, kembali turun ke lantai bawa mencari keberadaan keempat bocah kecil itu.


"Pi imana tat Dep au tan(pi Gimana kak Dev mau kan)" tanya Galih.


"Iya kak Dev mau, tapi jangan nakal ya kalian harus dengerin kaka Dev" ucap papi Gilang.


"Ote iap pi, ita atan egalin tat Dep(oke siap pi, kita akan dengerin kaka Dev)" ucap Galah dan Galih.


Keempat bocah kecil itu bersorak senang, karena akan ikut lomba makan kerupuk bersama peserta yang lain di sana, apa lagi lombanya juga ada lomba goyang pasti seru banget kalau keempat bocah kecil itu ikut lomba bergoyang, apa lagi Galih yang sangat aktif dan lebih ceria.


Next....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...


__ADS_2