
"Alhamdulillah,, terimakasih nak" ucap kakek itu menerima uang 400 ratus ribu yang di berikan keempat bocah.
"Ama-ama ke, di elima ya(sama-sama kek, di terima ya)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT nak" ucap kakek.
"Aminn, maaci ya ke(Amin, makasih ya kek)" ucap Galah.
"Uang ini akan kakek jadikan modal buat beli balon gas terus kakek jual kembali, biar kakek dapat pekerjaan yang layak gak mulung sampah lagi" ucap kakek itu.
"Uda-udaan uan ya elgunna ya ke(muda-mudahan uang nya berguna ya kek)" ucap Galah.
"Iya nak, sekalian terimakasih ya buat kalian" ucap kakek.
"Ia ke(iya kek)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Ya uda ita amit ulan ulu ya ke(ya udah kita pamit pulang dulu ya kek)" pamit keempat bocah kecil itu.
"Iya nak, ayo bapak antar kalian sampai depan gerbang" ajak kakek.
Keempat bocah kecil itu berjalan beriringan dengan kakek yang membawa karung bekas yang berisi botol-botol bekas itu, mendapat rezeki dari keempat bocah kecil membuat kakek sangat-sangat bersyukur.
"Ke ini uan ita(kakek ini rumah kita)" ucap Galah.
"Wah, rumah kalian besar ya" ucap kakek melihat para bocil.
"Utan uma ita ke uma si embal(bukan rumah kita kek rumah si kembar)" ucap Iqbal.
"Ia ke(iya kek)" ucap Kifli juga.
"To alian ilan ditu ci, tan ami ama api da ilan alo tu uga uma alian, adi ga ole ya omon ditu(kok kalian bilang gitu sih, kan mami sama papi udah udah bilang kalau itu juga rumah kalian, jadi gak boleh ya ngomong gitu)" ucap Galih panjang lebar.
Kakek tersenyum melihat kebaikan si kembar pada kedua teman, sudah berhati baik di usia yang masi beling dan juga tidak memili berteman dengan orang susah seperti kedua sahabatnya itu.
"Ya sudah sekarang kalian masuk ya, kakek mau pulang dulu udah mau sore" ucap kakek.
"Ia akek ati-ati ya di alan(iya kakek hati-hati ya di jalan)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Iya, ya sudah kakek pamit ya" ucap kakek.
"Ia ke(iya kek)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Pa apam uka intu ya pa(pak satpam buka pintunya pak)" ucap Galih dari balik pintu gerbang.
__ADS_1
"Den" ucap pak satpam.
Setelah pintu gerbang terbuka, keempat bocah kecil itu masuk ke dalam, tak lama lagi Iqbal dan Kifli akan di antar pulang oleh pak sopir karena hari sudah mulai sore.
"Ebelum alian ulan ita atan mi aso yo(sebelum kalian pulang kita makan mie bakso yuk)" ajak Galah.
"Ana aso ya(mana bakso nya)" tanya Galih.
"Tu da aban ual aso(tuh adah abang jual bakso)" ucap Galah menunjuk ke arah tukang bakso yang sedang mangkal di samping pagar besi rumah mereka.
"Api ita tan ga unya uan, uan ita da abis uat edeta adi(tapi kita kan gak punya uang, uang kita udah habis buat sedekah tadi)" ucap Galih.
"Ita inta ama ami aja yo(kita minta sama mami aja)" ajak Galah.
"Tu ami agi ilam uga(tuh mami lagi nyiram bunga)" ucap Galih.
"Yo ita inta uan ama ami(ayo kita minta uang sama mami)" ucap Galah.
"Mi, ami(mi, mami)" panggil si kembar.
Ambar melihat ke asal suara.
"Kok pulang ngaji gak ngasi salam sih" ucap mami Ambar.
"Waalayikumsala sayang" jawab mami Ambar.
Keempat bocah kecil itu mencium punggung tangan mami Ambar bergantian.
"Mi ita oleh inta uan ga mi(mi kita boleh minta uang gak mi)" tanya Galih.
"Uang buat apa sayang" tanya mami Ambar.
"Uat atan aso mi, tu aban ual aso ya(buat makan bakso mi, tuh abang jual bakso nya)" ucap Galah menunjuk keluar pagar.
"Ya sudah panggil abang baksonya ke mari, di suruh masuk aja gerobak nya ke halaman sayang ya" ucap mami Ambar.
"Enelan mi(beneran mi)" tanya Galih skali lagi.
"Iya sayang" ucap mami Ambar.
"Aban yo asut, ita au eli aso(abang ayo masuk kita mau beli bakso)" ajak Galah.
"Benar dek, Alhamdulillah" ucap abang bakso mendorong gerobak nya masuk ke halaman setelah pak satpam membukakan pintu.
__ADS_1
"Aban atu au aso esal yan da elul ya ya ban(Abang aku mau bakso yang ada telur nya ya bang)" ucap Galih memesan terlebih dahulu.
"Siap dek tunggu sebentar ya" ucap abang tukang bakso.
"Aban atu au aso yan esal ya tu yan da elul ya di alam(Abang aku mau bakso yang besar ya itu yang ada telur nya di dalam)" ucap Galah juga.
"Bakso tenes ya dek ada ko tunggu sebentar ya" ucap abang bakso lagi.
"Atu uga ya aban, atu uga aban(Aku juga ya abang, aku juga abang)" ucap Iqbal dan Kifli bersama.
"Iya dek sabar ya, ini sudah di buatin" ucap abang bakso sambil tersenyum melihat kehebohan ke empat bocah kecil itu.
"Sayang ajak pak satpam nya juga ya" ucap mami Ambar.
"Ote mi(oke mi)" ucap Galih.
"Pa apam yo ini ita atan aso(pak satpam sini kita makan bakso)" panggil Galih.
Pak satpam pun mendekati keempat bocah kecil itu, untuk memesan bakso juga karena yang bayar adalah mami Ambar.
"Aban ualnya elilin olon elobat ya(abang jualnya keliling dorong gerobak ya)" tanya Galah.
"Iya dek, lumayan buat hidup sehari-hari" ucap abang bakso.
"Ini dek baksonya" ucap abang bakso memberikan mangkuk bakso untuk keempat bocah kecil itu, juga untuk pak satpam.
"Uumm, aso ya esal anet(uumm, bakso nya besar banget)" ucap Galih.
Sebelum makan keempat bocah kecil itu tidak lupa berdoa terlebih dahulu, lalu menyantap bakso mereka.
"Aso ya enat ane ya(bakso nya enak banget ya)" ucap Iqbal.
"Ia enat, aya ya atu au amba agi de(iya enak, kayak nya aku mau nambah lagi deh)" ucap Galih.
Ketiga sohibnya melihat ke arah mangkuk Galih yang masi terisi banyak bakso kecil dan juga telur, tapi Galih mala mau minta tambah.
"Bis in ulu aso amu alu amba agi(abisin dulu bakso kamu baru nambah lagi)" ucap Kifli.
"Ia lah au di bisin ulu, asa atu amba asi ayat sini ci(iya lah mau di habisin dulu, masa aku nambah masi banyak gini sih" ucap Galih kembali melahap bakso miliknya.
Next....
Jangan lupa ya Like, Komen sama Vote nya guys....
__ADS_1