
"Udah nih ayo kita turun ke bawa" ajak kak Dev.
"Tat poto ita anan di apus ya, anti ita etat (kak foto kita jangan di hapus ya, nanti kita cetak)" ucap Galih.
"Iya udah di simpan kok ini" ucap kak Dev.
Kak Dev dan keempat bocah kecil itu turun ke lantai bawa, Galih masi dengan wajah yang penuh dengan bedak.
"Eyan, akek(eyang, kakek)" panggil Galih.
"Sayang, kok wajah kamu putih gitu?" tanya mami Ambar.
"Ni edat mi(ini bedak mi)" ucap Galih.
Mami Ambar hanya menggeleng kepala melihat tingkah putra bungsunya itu.
Keempat bocah kecil duduk di dekat kak Dev, si kembar melihat sang kakek yang hanya diam saja.
"Ke to iam aja ci(kek kok diam aja sih)" tanya Galih.
"Akek agi arah ama ita(kakek lagi marah sama kita)" ucap Galah.
"Arah te apa(marah kenapa)" tanya Galih
"Ita tan emalam idul di amal akek(kita kan semalam tidur di kamar kakek)" ucap Galah.
"Ayo kita sarapan, kak Dev laper nih" ucap kak Dev.
"Mi ita alapan ulu ya(mi kita sarapan dulu ya)" ucap Galih.
"Iya sayang" jawab mami Ambar, sedangkan mami Ambar, papi Gilang dan eyang juga kakek sudah sarapan dari tadi.
"Ay bi antit(hay bibi cantik)" sapa Galih.
"Hay den Galih, kok wajahnya penuh bedak sih?" tanya bibi.
"Ia bi" ucap Galih.
Kak Dev, dan keempat bocah kecil itu duduk di kursi meja makan, Galih melihat nasi goreng yang ada di atas meja.
"Bi, atu au atan oti aja(bi, aku mau makan roti aja)" ucap Galih.
"Alo atu asi dolen aja bi(kalau aku nasi goreng aja bi)" ucap Galah.
"Iya, den kalau den Iqbal sama den Kifli mau sarapan apa?" tanya bibi.
"Ita oti aja bi(kita roti aja bi)" ucap Iqbal dan Kifli.
"Iya sabar ya den" ucap bibi.
Galih mengetuk sendok di dalam piringnya yang masi kosong, sedangkan kak Dev sudah memakan roti yang ia olesi dengan slei coklat.
"Tat, to atan ulu ci(kak kok makan dulu sih)" ucap Galih.
"Habis kaka laper sih" ucap kak Dev.
Setelah bibi selesai menyiapkan sarapan keempat bocah kecil itu, Galih pun tak tunggul lama. Bocah kecil itu langsung melahap rotinya.
"Maaci ya bi, bibi antit de(makasih ya bi, bibi cantik deh)" ucap Galih.
"Aduh makasih ya den" ucap bibi sambil tersenyum.
"Ia bi ama-ama(iya bi sama-sama)" ucap Galih.
"Ais esai alapan ita ain ola ya(guys selesai sarapan kita main bola ya)" ucap Galih.
"Ia" ucap ketiga sohibnya.
Setelah menghabiskan sarapan mereka, si kembar dan kedua sahabatnya pergi ke ruang bermain dan mengambil dua bola dari sana.
"Yo ita ain di aman akan(ayo kita main di taman belakang)" ajak Galih.
__ADS_1
Keempat bocah kecil itu berjalan ke arah taman belakang, Galih dan Iqbal membawa bola yang mereka ambil dari dalam ruang main si kembar.
"Alah amu yan aga awan ya, atu ama Ibal ama Ipli au ain ola(Galah kamu yang jaga gawang ha, aku sama Iqbal dan Kifli main bola)" ucap Galih.
"Ia api anti antian ya(iya tapi nanti gantian ya)" ucap Galah.
"Ia yo(iya ayo)" ucap Galih.
Galah pun mulai menjaga gawang, sedangkan Galih, Iqbal dan Kifli mulai bermain saling merampas bola.
Iqbal yang mendapatkan bola langsung menendang ke arah gawang dan masuk, membaut Galih mengadu karena kalah dari Iqbal.
"Yo agi Ipli ita asti enan(ayo lagi Kifli kita pasti menang)" ucap Galih.
"Yo(ayo)" ucap Kifli juga.
Galah kembali menjaga gawang, Galih, Iqbal dan Kifli pun kembali bermain rebutan bola, dan saat ini bola berada di Galih sekali tendang, bola masuk ke dalam kolam ikan.
"Ya ola ya asut olan itan ais(ya bolanya masuk kandang ikan guys)" ucap Galih.
"Lus imana don(terus gimana don" ucap Iqbal.
"Amu ci edan ya etana utan te tini(kamu sih nendang nya ke sana bukan ke sini)" ucap Galah.
"Bis atu emanat anet ci(habis aku semangat banget sih)" ucap Galih.
"Yo ita bil ola ya(ayo kita ambil bola nya)" ajak Iqbal.
Keempat bocah kecil itu pun pergi ke arah kolam ikan, mereka melihat ikan yang sedang berenang ke sana, kemari. Sedangkan bola berada di tengah-tengah kolam.
"Imana don ola ya au anet(gimana dong bola nya jauh banget)" ucap Galih.
"E ita ancin aja yo(eh kita mancing aja yuk)" ajak Galih.
"Ancin man amu au(mancing emang kamu tau)" tanya Galah.
"Au la ni ancin ya(tau lah ini pancing nya)" ucap Galih.
"Ialin aja ita ancin aja ya ial pat itan(biarin aja kita mancing aja ya biar dapat ikan)" ucap Galih.
"Ia de(iya deh)" ucap Iqbal dan Kifli ikut-ikutan.
Galih pergi mengambil satu buah pancing di dekat kolam ikan, dan juga mengambil umpannya yang sudah berada di sana.
Bukan bermain bola, keempat bocah kecil itu malah memancing ikan.
Si kembar yang pernah melihat sang kakek memancing pun mengikuti, apa yang di lakukan sang kakek tempo hari.
"Alah dini asan pan ya(Galih gini masang umpannya)" ucap Galah.
"Atu uga au to(aku juga tau kok)" ucap Galih.
"Amu ni di ilanin(kamu ini di bilangin)" ucap Galah.
Setelah selesai memasang umpan, Galih pun melempar tali pancing ke dalam kolam. Lalu keempat bocah kecil itu duduk di pinggiran kolam.
10 menit, 20 menit tapi belum juga ada ikan yang mau memakan umpan pancing mereka.
"Ama anet ci itan ya au atan(lama banget sih ikannya mau makan)" ucap Galih.
"Ia don anan icit anti itan ya ga ua atan(diam dong jangan berisik nanti ikannya gak mau makan)" ucap Galah.
"Man digu ya (emang gitu ya)" hanya Iqbal.
"Ia lah, man amu ga au ya (iya lah, emang kamu gak tau ya)" tanya Galih.
Galih menarik tali pancing dari dalam air, dan tenyata umpannya sudah habis di makan ikan, tapi ikannya gak ada yang nyangkut.
"Ya pan ya da abis, alin ci litit(ya umpannya udah habis, kalian sih berisik)" ucap Galih.
"To ita ci (kok kita sih)" tanya Kifli.
__ADS_1
Galih kalau kembali memasang kan umpan, lalu kembali melempar tali pancing ke dalam kolam ikan, dan kembali keempat bocah kecil itu menunggu di pinggiran kolam.
"Syut ia ya(syut diam ya)" ucap Galih.
"Iam ais, anti ita ga au atan(diam guys, nanti kita gak dapat ikan)" ucap Galah.
Para bocil itu duduk dengan diam di pinggiran kolam ikan, tapi pancing mereka gak ada yang makan satu pun membaut Galih capek memegang pancingnya.
"Alah tian don amu emang anci ya(Galih gantian dong kamu pegang pancing nya)" ucap Galah.
"Ana(mana)" ucap Galah.
Sekarang Galah yang mulai memegang pancing, sedangkan Galih sudah duduk di dekat Iqbal dan Kifli.
"To ita da ali adi ga apet itan ci(kok kita dari tadi gak dapet ikan sih)" ucap Iqbal.
"Ita lus abal au, tan ata pa utas ita lus abal(kita harus sabar tau, kan kata pak ustad kita harus sabar)" ucap Galih.
"Ia ia(iya iya)" ucap Iqbal.
Si kembar dan kedua sahabatnya kembali duduk dengan diam, sambil Galah yang memegang pancing.
Papi Gilang mencari keberadaan keempat bocah kecil itu yang tiba-tiba diam, Papi Gilang mencari keberadaan si kembar dan kedua sahabatnya ke arah samping, tapi tak menemukan mereka di sana.
"Boy" panggil papi Gilang.
"Du api agil agi, anti alo itan ga atan pan imana (aduh papi Gilang manggil lagi, nanti kalau ikan gak makan umpan gimana)" ucap Galih.
"Api(papi)" panggil Galih dengan pelan.
Papi Gilang melihat ke arah kolam ikan, papi Gilang melihat di sana keempat bocah kecil itu sedang duduk di pinggiran kolam ikan, di sana Galah sedang memegang pancing ikan.
"Pi ian, ita agi ancin ni(pi diam, kita lagi mancing nih)" ucap Galih.
Papi Gilang melangkah ke arah keempat bocah kecil itu, papi Gilang melihat ke arah kolam ikan.
"Boy, kalian ngapain di sini?" tanya papi Gilang.
"Ita agi ancing pi(kita lagi mancing pi)" ucap Galih.
"Itu pancing di mana kalian ambil?" tanya papi Gilang.
"Di ana pi(di sana pi)" tunjuk Galih.
Papi Gilang menggeleng kepala melihat keempat bocah kecil, ada-ada saja kelakuan mereka itu.
"Terus dapet ikan nya?" tanya papi Gilang.
"Lum apet pi, bis ali adi ita ibut ci adi itan ya ga au atan de(belum dapet pi, habis dari tadi kita ribut sih jadi ikannya gak mau makan de)" ucap Galih.
Galah kembali mengangkat pancing, dan lagi-lagi umpannya habis di makan ikan.
"Ya to itan ya ga aungkut ci(ya kok ikannya gak nyangkut si)" ucap Galah.
"Sudah lepas aja pancingnya di situ ya, ayo kita masuk aja" ajak papi Gilang.
"Lus ancin ita diana don pi(terus pancing kita gimana dong pi)" tanya Galih.
"Udah nanti lain kali kita mancing ya" ucap APPI Gilang.
"Ia de ita asut aja(iya deh kita masuk aja)" ucap Galih.
Keempat bocah kecil itu mengikuti papi Gilang masuk ke dalam rumah, sedangkan pancing di tinggalkan di dekat kolam ikan.
Rupanya papi Gilang memanggil keempat bocah kecil itu sedang, ada kakek Reza dan eyang Sinta.
"Akek, eyan(kakek, eyang)" panggil si kembar berlari ke arah eyang Sinta dan kakek Reza.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1