
Galih, Iqbal dan Kifli mengikuti kemana Galah melangkah, dan kali ini Galah masuk ke dalam kamar kak Dev.
Galah melihat tajam ketiga sohibnya itu, lalu naik ke atas ranjang kak Dev, kemudian bocah kecil itu memutar vidio yang ada di dalam tap nya.
"Alah amu arah ya ama ita(Galah kamu marah ya sama kita)" tanya Galih ikut naik ke atas ranjang kak Dev.
Tapi tak mendapat sahutan dari sang kembaran, membuat Galih melihat ke dua sohibnya.
"Tu tan Alah arah ama ita, amu ci Alih(tuh kan Galah marah sama kita, kamu sih Galih)" ucap Iqbal.
"Uda anti ita inta aap (udah nanti kita minta maaf)" ucap Galih.
"Alau Alah ga au aapin ita imana don(kalau Galah gak mau maafin kita gimana dong)" ucap Kifli.
"Ya ita elu taah ial Alah au aapin ita(ya kita berusaha biar Galah mau maafin mita)" ucap Galih.
"Alah ita inta aap ya, ita da igalin amu dili(Galah kita minta maaf ya, kita udah ninggalin kamu sendiri)" ucap Iqbal.
Tapi lagi-lagi tak ada sahutan dari bocah kecil yang sedang serius menonton itu, membuat Galih, Iqbal dan Kifli lagi-lagi saling pandang.
"Alah amu enalan arah anet ya am ita(Galah kamu beneran marah banget ya sama kita)" tanya Kifli.
"Ia atu arah ama alin, alian da igalin atu dili di opa(iya aku marah sama kalian, kalian udah ninggalin aku sendiri di sofa)" ucap Galah dengan marah.
"Ia ita inta aap ya(iya kita minta maaf ya)" ucap Galih lagi.
"Ga au amu tu ian elot ya(gak kamu itu biang keroknya)" ucap Galah melihat sang kembaran.
Galih pun hanya diam, karena apa yang di bilang sang kembaran memang benar, tapi tenang Galih tak akan habis akal untuk membujuk sang kaka kembaran nya itu.
"Ibal, Ipli ini de atu isitin(Iqbal, Kifli sini deh aku bisikin)" ucap Galih mengajak kedua sohibnya.
Membuat Galah menatap curiga sang adik, entah apa yang akan ia lakukan lagi kalian ini, sedangkan Galih, Iqbal dan Kifli saling bisik entah apa yang mereka bisikin.
Setelah saling bisik Galih keluar dari kamar kak Dev, meninggalkan Iqbal dan Kifli bersama Galah di kamar kak Dev, sedangkan pemilik kamar sedang sekolah.
__ADS_1
"Alih au eman(Galih mau ke mana)" tanya Galah pada Iqbal dan Kifli.
"Ada de laasian don(ada deh rahasia song)" ucap Iqbal dan Kifli sambil tersenyum.
Galah pun kembali menonton vidio di tap miliknya, karena saat ini suasana hatinya masi marah pada ketiga sohibnya itu.
Clekk...
Tak lama kemudian pintu kembali terbuka, dan masuklah Galih dan mami Ambar yang sedang memeluk perut buncitnya, membuat Galah yang duduk di atas sofa melihat ke arah pintu.
Mami Ambar melihat sang putra yang duduk di atas tempat tidur, lalu mami Ambar duduk di dekat sang sutra.
"Ami to te tini(mami kok ke sini)" tanya Galah melihat sang mami.
"Iya kata adik kamu, kamu marah sama mereka kenapa nak" tanya mami Ambar dengan lembut sambil mengusap kepala sang putra.
"Alah di igal dili mi di opa ruan ain ama Alih, Ibal dan Ipli(Galah di tinggal sendiri mi di sofa ruang main sama Galih, Iqbal dan Kifli)" aduh Galah.
"Maafin ya, gak baik kalau marahan gitu, nanti mami bilangin juga sama Galih, Iqbal dan Kifli ya" ucap mami Ambar.
"Gak boleh lagi gitu ya, gak baik harus saling sayang, main bersama ya nak" ucap mami Ambar ada ketiga bocah kecil itu.
"Ia ami, ia ante(iya mami, iya tante)" ucap Galih dan kedua sahabatnya.
"Ayo sekarang minta maaf sama Galah ya" ucap mami Ambar.
Ketiga bocah kecil itu pun minta maaf pada Galah, terlebih dahulu Galih yang minta maaf pada sang kembaran.
"Alah atu inta aap ya da itin amu arah(Galah aku minta maaf ya udah bikin kamu marah)" ucap Galih.
"Ia atu aapin, atu uga inta aap(iya aku maafin, aku juga minta maaf)" ucap Galah.
"Maaci ya(makasih ya)" ucap Galih memeluk sang kaka dengan erat, Galah pun membalas pelukan sang adik.
"Alah atu uga inta aap ya(Galah aku juga minta maaf ya)" ucap Iqbal.
__ADS_1
"Ia atu uga inta aap ya(iya aku juga minta maaf ya)" ucap Galah juga.
Sekarang giliran Kifli yang minta maaf pada Galah, Kifli minta maaf karena sudah bikin sang sahabat marah, dan janji gak akan mengulanginya lagi.
Keempat bocah kecil itu pun berpelukan seperti teletabis, membuat mami Ambar tersenyum melihat hal itu, rupanya tadi Galih pergi memanggil sang mami, Galih mengakui salahnya pada sang mami karena sudah membuat sang kaka marah.
Dan mami Ambar haru turun tangan kalau sudah seperti ini, karan kalau tidak nanti keempat bocah kecil itu akan saling marahan dan mami Ambar gak mau itu terjadi.
"Maaci ya mi(makasih ya mi)" ucap Galih memeluk sang mami.
"Iya sayang" ucap mami Ambar memeluk keempat bocah kecil itu dengan sayang.
"Ayo kita keluar ya" ajak mami Ambar.
Mamak Ambar dan keempat bocah kecil itu keluar dari dalam kamar kak Dev, karena bisa berabe kalau si pemilik melihat ada penghuni lain di dalam kamarnya.
"Kalian tunggu di sini ya, kita makan kue" ucap mami Ambar.
"Ia mi, ia ante(iya mami, iya tante)" ucap si kembar dan kedua sahabatnya.
Mami Ambar pergi ke dapur untuk mengambil cemilan kue yang selalu di baut sama bibi, sedangkan keempat bocah kecil itu terlihat sudah mengobrol seperti biasa, karena Galah sudah tak marah lagi pada ketiga sohibnya.
"Tara ini dia kue nya" ucap mami Ambar meletakan piring kue do atas meja.
"Wa ue onis(wah kue brownies)" ucap si kembar dengan senang.
Keempat bocah kecil itu pun memakan kue nya, begitu pun dengan mami Ambar, terlihat coklat mulai belepotan di sudah bibir keempat bocah kecil itu, apa lagi Galih yang paling belepotan.
"Emm ue ya enat anet atu uka okay(emm kue nya enak banget aku suka coklat)" ucap Galih.
"Ia enat anet(iya enak banget)" ucap Iqbal.
Galah kembali mengambil sepotong kue brownies, begitu pun dengan ketiga sohibnya mami Ambar melihat itu tersenyum senang, mereka sudah seperti keluarga kalau lagi berkumpul seperti ini.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...