
"Ia enal apa ata Alah(iya benar apa kata Galih)" jawab Galah membenarkan perkataan kembaran nya itu.
Brian benar-benar di buat pusing oleh ke dua ponakan nya itu, masi kecil-kecil udah tau **** ternyata ponakan kembarnya itu lebih parah darinya dan juga Marvel.
Brian harus segera ke ruang meeting, karena beberapa menit lagi meeting akan segera di mulai. Terpaksa Brian harus meninggalkan ke dua ponakan nya itu.
"Boy,, uncle pergi meeting dulu ya, kalian jangan ke mana-mana oke" ucap Brian
"Ita itut don ucel te uan itin(kita ikut donh uncle ke ruang meeting)" ucap Galah
Brian tak tega meninggalkan keponakannya sendirian di dalam ruangannya yang besar itu, Brian pun mengajak Galah dan Galih untuk ikut dengannya pergi ke ruang meeting.
Brian keluar dari ruangannya bersama ke dua bocah kembar itu, tiba di pintu ruangan meeting, Brian masuk di ikuti oleh ke dua bocah kembar itu.
"Maaf saya telat" ucap Brian
"Gak papa pak Brian, kami juga baru sampai kok" jawab salah satu rekan kerja.
Semua mata yang berada di ruang meeting menatap ke dua bocah kembar yang baru saja masuk bersama CEO Wijaya Group, sedangkan Brian sudah duduk di kursi yang sudah di siapa kan untuknya.
"Ucel ita udut ih ana don(uncle kita duduk di mana dong)" tanya Galih karena melihat semua tempat duduk sudah penuh
Brian tersenyum pada rekan kerjanya, lalu mengatakan sesuatu pada ponakan nya itu.
"Kalian main dulu ya, uncle mau meeting" ucap Brian
"Ita ga itut itin ya cel(kita gak ikut meeting ya cel)" tanya Galih
"Kalian kan gak ngerti apa-apa" ucap Brian, sudah pusing harus menjelaskan bagaimana lagi pada si kembar.
"Mereka anak siapa pak Brian" tanya salah satu rekan kerja Brian
__ADS_1
"Mereka ponakan saya pak Samuel, ke dua orang tua mereka sedang keluar jadi mereka sama saya" ucap Brian
"Mereka lucu-lucu ya" ucap pak Samuel
"Iya pak" jawab Brian singkat
"Lucu sih lucu, tapi kalau nakal minta ampun deh" ucap Brian dalam hati.
Brian pun memulai meeting nya, sedangkan si kembar sedang bermain ponsel milik uncle Brian, di sudut ruangan itu. Galah yang saat ini sedang memegang ponsel pun memencet aplikasi kamera.
"Alih itu oto yo(Galih kita foto yuk)" anak Galah
"Yok.." ucap Galih
Ke dua bocah kembar itu pun berfoto bersama dengan membuat banyak gaya, dan sekarang galery ponsel Brian penuh dengan foto ke dua bocah kembar itu.
Puas berpose Galah dan Galih keluar dari ruangan itu, karena melihat uncle mereka yang masi berbicara dengan rekan kerja yang lain.
"Alah ita elual aja yo, ucel uga aci omon ama eman yaa(Galah kita keluar aja yuk, uncle juga masih ngomong sama temannya)" ucap Galih
Ponsel milik Brian di masukan ke dalam saku celana Galah, lalu mereka berjalan menuju lift yang tak jauh dari mereka.
Galah menekan tombol lift terbuka, jangan tanya bocah kecil itu tau dari mana karena ia selalu memperhatikan papi dan juga mami nya kalau lagi mereka pergi ke kantor Hadinata.
Tingg..
Pintu lift terbuka dan saat ini mereka berada di lantai dasar, si kembar keluar dari dalam lift dan menjadi pusat perhatian para karyawan yang sedang berlalu lalang di lantai dasar.
"Hey,, kalian mau ke mana" tanya karyawan
Galah dan Galih saling pandang, lalu melangkah meninggalkan lantai dasar berjalan menuju bangku taman yang ada di samping gedung itu.
__ADS_1
"Alah ita au apa ih ini(Galah kita mau apa di sini)" tanya Galih
"Ita alan-alan ulu tan ocan ih uan itin(kita jalan-jalan dulu kan bosan di ruang meeting)" ucap Galah
Sedangkan di ruang meeting Brian dan rekan kerja yang lain baru selesai meeting nya, pada saat Brian melihat ke arah di mana si kembar bermain tadi tapi tak menemukan mereka di sana.
"Pak mau saya pesan kan mak.." ucapan Miranda terhenti karena Brian sudah keluar terlebih dahulu.
Brian mencari keberadaan si kembar yang tak di temukan di mana-mana, Brian taku ke dua ponakan nya kenapa-kenapa.
Sedangkan ke dua bocah yang sedang duduk di bangku taman, melihat mobil yang sangat mereka kenali ya mobil sang kakek yang tak lain adalah kakek Nicko.
Nicko dan Leo turun dari mobil terlihat ke dua pria paru baya itu sedang mengobrol di selah langkah mereka.
"Akek..(kakek)" panggil Galah dan Galih
Nicko dan Leo samar-samar mendengar suara anak kecil memanggil, dan Nicko sangat kenal dengan suara itu. Nicko menatap luar kantor dan bertapa kaget nya Nicko melihat ke dua cucu nya sedang duduk di bangku taman.
"Astaga itu cucu-cucu ku" ucap Nicko pada Leo
Ke dua pria paru baya itu berjalan mendekati si kembar yang sedang duduk berdua di bangku taman kantor.
"Cucu-cucu kakek sedang apa di sini" tanya Nicko
"Ita agi alan-alan ke, ocan ih uang itin ama ucel(kita lagi jalan-jalan kek, bosan di ruang meeting sama uncle)" ucap Galah
Nicko mengambil ponselnya dari saku jas, dan mencoba menghubungi sang putra tapi ponsel milik Brian berbunyi di saku celana Galah.
"Akek epon ucel ya, pe ucel ama ita(kakek telpon uncle ya, hp uncle sama kita)" ucap Galah
Nicko dan Leo pun mengajak si kembar ikut bersama mereka, karena tak mungkin Nicko meninggalkan ke dua cucu kesayangannya di sana tampa pengawasan. Apa lagi si kembar nakal banget.
__ADS_1
Next...
LEKE, KOMEN DAN VOTE YA...🙏🙏