
Dua hari sudah berlalu, saat ini si kembar dan kedua sahabatnya sedang membuka kado-kado yang di berikan pada mereka saat ulang tahun kemarin.
"Ni iti ya apa ya, atu adi enatalan ais(ini isi nya apa ya, aku jadi penasaran guys)" ucap Galih melihat ketiga sohibnya.
"Itu tan ado ali tata Adel(itu kan kado dari kaka Adel)" ucap Galah.
"Ia ita uka yo(iya kita buka yuk)" ucap Iqbal.
Galih pun mulai membuka isi kado itu, dan ternyata pistol besar dengan warnah yang sama, membaut kedua mata si kembar berbinar senang.
"Wa istol, ni elen anet(wah pistol, ini keren banget)" ucap Galih mengangkat pistol dan mengarahkan pada sang kembaran.
"Anta anan Alah(angkat tangan Galah)" ucap Galih seperti ingin menembak sang kembaran.
"Wa tat Adel au aja yan ita uka(wah kak Adel tau aja yang kita suka)" ucap Galah.
"Ia ga aya iyat itun ala asi ita obot upin dan ipin(iya gak kaya minyak zaitun mala kasih kita robot upin dan ipin)" ucap Galih dengan wajah kesalnya.
Masih tersisa satu kado yang belum di buka, dan kado itu dari kak Sheila.
"Ita uka yan ni ya, ni yan aci tata ela(kita buka yang ini ya. ini yang kasih kaka Sheila)" ucap Galah.
"Ia yo di uka(iya ayo di buka)" ucap Galih dan ketiga sohibnya.
Galah pun membuka kado yang di berikan oleh kak Sheila, ternyata dua jam tangan kecil berwarna putih dan hitam, sangat cocok buat si kembar.
"Wa am anan, adus ya ais(wah jam tangan, bagus ya guys)" tanya Galih memperlihatkan jam tangannya.
__ADS_1
"Ia adus, oba de alian ake(iya bagus, coba deh kalian pake)" ucap Kifli.
"Uat atu alna utih ya Alah(buat aku warna putih ya Galah)" ucap Galih melihat sang kaka.
"Ia uat atu alna itam(iya buat aku warna hitam)" ucap Galah.
Si kembar lalu mencoba jam tangan pemberian dari kak Sheila, Galih berdiri dari duduknya lalu bergaya layaknya model yang sedang mempromosikan jam tangan.
"Wa amu ocot aja odel Alih(wah kamu cocok jadi model Galih)" ucap Iqbal.
"Enelan ais(beneran guys)" tanya Galih kembali duduk.
"Ia amu elen anet(iya kamu keren banget)" ucap Iqbal lagi.
"Api atu tan enen adi TEO(tapi aku kan pengen jadi CEO)" ucap Galih.
Galah lalu mencoba jam nya, warnah hitam sangat cocok dengan kulit putih milik Galah, membaut bocah kecil itu tersenyum senang.
"Igal ucel Blian ama ucel Alvel yan lum asi ita ado(tinggal uncle Brian sama uncle Marvel yang belum kasih kita kado)" ucap Galih di selah mengeluarkan jam tangan miliknya.
"Ia ita lus inta ni ama eleta, eleta tan da anji ama ita(iya kita harus minta nih sama mereka, mereka kan udah janji sama kita)" ucap Galah juga.
Si kembar kembali memasukan jam tangan ke dalam tempatnya, lalu menyimpan ke dalam laci meja nakas masing-masing.
"Da abic de ado ya(udah habis deh kado nya)" ucap Galih.
"E ungu ni asi da atu, ni tan ado ali ompon ais(eh tunggu nih masi ada satu, ini kan kado dari ompong guys)" ucap Galih.
__ADS_1
"O ia ya, yo di uka Alih(oh iya ya, ayo di buka Galih)" ucap Iqbal.
"Abal ya atu uka ulu(sabar ya aku buka dulu)" ucap Galih membuka kado pemberian Puput.
"Wa obil emot(wah mobil remot)" ucap Galih mengambil dua mobil remote dari dalam dus.
"Ompon au aja yan atu uka(ompong tau aja yang aku suka)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Ish agu ga uka(ish aku gak suka)" ucap Galah kesal.
"Ya uda alo amu ga au uat atu aja ya(ya udah kalau kamu gak mau buat aku aja ya)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Bil aja uat amu(ambil aja buat kamu)" ucap Galah cuek.
"Yet obil emot atu aja anyat de(yes mobil remote aku jadi banyak deh)" ucap Galih bersorak senang.
Selesai membuka kado dari Puput, keempat bocah kecil itu keluar dari kamar. Pergi ke lantai bawa untuk menemui kakek Nicko.
"Ke(kek)" panggil si kembar bersama.
"Hey boy, ada apa heemm" tanya kakek Nicko.
"Diah ita ana ke(hadiah kita mana kek)" tanya Galih.
"Sabar ya, kakek udah minta kakek Leo buat urus semuanya" ucap kakek Nicko.
Si kembar pun hanya mengangguk, lalu keempat bocah kecil itu duduk bersama kakek Nicko.
__ADS_1