
Galih terlihat tak henti-hentinya mencium bayi kecil itu, membuat bayi kecil itu menggeliat tak karuan jadinya.
"Alih uda top,(Galih udah stop)" ucap Galah menatap sang kembaran.
"Tenapa atu tan agi ium adit Atil(kenapa aku kan lagi cium adik Aqil)" ucap Galih dengan sewot menatap sang kembaran.
"Amu ga iat tu, adit Atil da au anis ala-ala amu(kamu gak liat tuh, adik Aqil udah mau nangis gara-gara kamu)" ucap Galah kesal.
"Lan aja alo amu ili tan ma atu(bilang aja kalau kamu iri kan sama aku)" ucap Galih.
"Ish, uat apa atu ili ama amu(ish, buat apa aku iri sama kamu)" ucap Galah.
"Sudah-sudah kok mala berantem sih," ucap aunty Maura.
"Alah ni oty, ilit aja(Galah nih aunty, sirik aja)" ucap Galih.
"Udah gak usah berantem ya, sini aunty punya sesuatu buat kalian," ucap aunty Maura.
"Apa oty(apa aunty)" tanya keempat bocah kecil itu dengan antusias.
"Kalian tunggu di sini ya, aunty ambil dulu," ucap aunty Maura.
"Ia oty(iya aunty)" ucap keempat bocah kecil itu.
Galih kembali mendekati beby Aqil, Galih me Noel-Noel pipi gembul beby Aqil, membuat bayi kecil itu tertawa jadinya.
"Ais iat de, adit Atil tawa ni(guys liat deh, adik Aqil ketawa nih)" ucap Galih menunjuk beby kecil itu.
__ADS_1
"Du eyum adit Atil antit anet de(adu senyum adik Aqil cantik banget deh)" ucap Galah mencium pipi gembul beby Aqil.
"Tu apa oty(itu apa aunty)" tanya Galih melihat ke arah aunty Maura.
"Ini kripik, kemari uncle Jo beli pulang dari luar kota, oleh-oleh buat kita," ucap aunty Maura.
"Nih di buka ya, enak kok," ucap aunty Maura.
"Maaci ya oty(makasih ya aunty)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Iya sama-sama sayang," ucap aunty Maura.
Galih membuka sebungkus kripik itu, lalu mencobanya. Begitu dengan ketiga sohibnya.
"Enat ipit ya ya ais(enak kripik nya ya guys)" ucap Galih.
"Amu ma alo atan uka mua(kamu mah kalau makan suka semua)" ucap Galih sambil mengunyah kripik nya.
"Ist, ga ebalit tu(ish, gak kebalik tuh)" ucap Galah.
"Ga la, tan amu yan buat atan(gak lah, kan kamu yang kuat makan)" ucap Galih.
Membuat aunty Maura tak bisa menyembunyikan senyumnya, melihat kedua bocah kecil itu. Sedangkan Iqbal dan Kifli duduk dengan diam, sambil memakan kripik mereka, berbeda dengan si kembar yang sedari tadi berceloteh tiada henti.
"Alah olon bil inum don, atu aus ni(Galah tolong ambil minum dong, aku haus nih)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Bil aja dili, tan amu da esal(ambil aja sendiri, kan kamu udah besar)" ucap Galah.
__ADS_1
"Yo Ibal ita bil inum(ayo Iqbal kita ambil minum)" ajak Galih.
"Yo, atu uga aus(ayo, aku juga haus)" ucap Iqbal juga.
"Ais ita itip inum uga ya(guys kita nitip minum juga ya)" ucap Galah.
"Bil aja dili, tan uya aki(ambil aja sendiri, kan punya kaki)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Ish, uma inta olon uga(ish, cuma minta tolong juga)" ucap Galah kesal, kembali memakan kripik miliknya.
Galih dan Iqbal beranjak pergi ke dapur, untuk meminta air minum pada bibi, aunty Maura juga meminta kedua bocah kecil itu memanggil bibi.
☘☘☘☘
Kak Dev baru saja selesai dengan mandinya. Pria bule itu kembali melilitkan handuk ke pinggang.
Lalu kak Dev keluar dari kamar mandi si kembar, kak Dev melihat seisi kamar sepi tak menemukan keempat bocah kecil itu.
"Kemana tuh parah bocil, kok gak ada sih," ucap kak Dev seorang diri.
Kak Dev lalu bersiap hendak keluar, tapi ia urung kan dan melihat lemari yaang di gunakan oleh Galih menyimpan sampo itu.
"Mumpung mereka gak ada gue kerjain aja kali ya, gue umpetin tuh sampo biar kelimpungan mereka nyarinya," ucap kak Dev seorang diri.
Karena kak Dev tau keempat bocah kecil itu sedang tidak berada di kamar, kaka Dev pun berjalan pelan mendekati lemari milik Galih, dan menarik handel lemari, kak Dev mencobanya beberapa kali tapi selalu keras.
"Gila di kunci, benar-benar nih si kembar," ucap kak Dev.
__ADS_1
Karena tak dapat membuka lemari itu, kak Dev pun keluar dari kamar si kembar, kak Dev masuk ke dalam kamar miliknya yang berdekatan dengan kamar si kembar.