
Di luar ruangan si kembar dan kedua temannya bermain bersama anak-anak panti, keempat bocah kecil itu terlihat sangat asik bisa ikut bermain dengan anak-anak itu.
"Tata ni obat ya to ga ala cih(kaka kok robot nya gak nyala sih)" tanya seorang anak kecil seumuran mereka.
"Tini atu adalin ya, ni di etan adat ama tu tan obot ya ala(sini aku ajarin ya, ini di tekan agak lama tuh kan robot nya nyala)" ucap Galih mengajarkan anak kecil itu.
"Maaci ya tata(makasih ya kaka)" ucap anak kecil itu lalu kembali bermain dengan temannya yang lain.
"Atian ya eleta(kasian ya mereka)" ucap Iqbal sedih.
Galah, Galih dan Kifli yang mengerti perasaan sang sahabat pun mendekat dan berkata.
"Uda agan edih ya, tan ada ita elualda amu(udah jangan sedih ya, kan ada kita keluarga kamu)" ucap Galah.
"Maacih ya(makasih ya)" ucap Iqbal.
Keempat bocah kecil itu pun berpelukan dengan erat, membuat anak-anak panti tersenyum melihat mereka yang berpelukan dengan sayang.
"Anten, alian di tini uga(ganteng, kalian di sini juga)" ucap seseorang dari arah belakang.
Membuat keempat bocah kecil yang sedang berpelukan itu pun melepaskan diri, lalu melihat ke asal suara.
"Ompon, amu di tini uga(ompong kamu di sini juga)" tanya Galih mendekati gadis yang ternyata adalah Puput.
"Ia atu itut mama atu(iya aku ikut mama aku)" jawab Puput.
__ADS_1
Iqbal dan Kifli terlihat mendekati gadis itu dan Galih, hanya Galah yang hanya diam di tempat dan melihat ke arah lain.
"Ay Uput(hay Puput)" sapa Iqbal dan Kifli.
"Ay Ibal, Ipli(hau Iqbal, Kifli)" sapa Puput juga sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang ompong.
"Uput amu alo eyum ucu ya(Puput kamu kalau senyum lucu ya)" ucap Iqbal.
"Hehehe, maaci Iqbal, asti alna atu ompon ya(heheh,, makasih Iqbal, pasti karena aku ompong ya)" tanya Puput.
"Ia api amu agan arah ya(iya tapi kamu jangan marah ya)" ucap Iqbal.
"Ga to atu ga arah, Alih aja agil atu ompon atu ga arah hihihi(gak kok aku gak marah, Galih aja manggil aku ompong aku gak marah hihihi)" jawab Puput sambil terkikik geli, membuat tiga bocah kecil itu juga ikut terkikik bersama.
Membuat Galah yang di panggil hanya memasang wajah datar dan dingin, pertanda kalau ia sedang kesal dan gak mood saat ini, bukannya mendekat Galah malah melangkah masuk ke dalam untuk mencari sang mami.
"Alah inin anet ci ama atu(Galah dingin banget sih sama aku)" ucap Puput.
"Dini, dini elti et ya(dingin, dingin seperti es ya)" tanya Galih menjahili Puput.
"Ih utan Alih(ish bukan Galih)" ucap Puput kesal.
"Hehehe ia aap de(heheh iya maaf deh)" ucap " Galih.
Mereka mengobrol dengan seru di halaman panti, sesekali Galih, Iqbal dan Kifli tertawa lepas karena menanyakan hal-hal konyol pada gadis yang saat ini sedang bersama dengan mereka.
__ADS_1
"Ompon eman didi amu te ana to ga ada ci(ompong emang gigi kamu ke mana kok gak ada sih)" tanya Galih.
"Didi atu ilan alna atu atan elmen(gigi aku hilang karena aku makan permen)" ucap Puput.
"Atana amu agan ayat atan elmen(makanya kamu jangan banyak makan permen)" ucap Iqbal.
"Ia talan da ga to(iya sekarang udah gak kok)" ucap Puput.
Sementara itu di dalam sana Ambar melihat wajah putra pertama nya masuk dengan tak biasa, Ambar berpikir pasti ada sesuatu.
"Ada apa sayang" tanya Ambar.
"Atu ga apa mi(aku gak papa mi" ucap Galah karena tau di dalam situ juga ada mama dari gadis kecil tadi, jadi ia merasa gak enak.
"Galah kenapa gak main sama Puput sayang" tanya mama Puput karena sudah kenal juga dengan keluarga Ambar dan anak-anaknya.
"Ga ante, da ada Alih, Ibal ama Ipli di ual(gak tante, udah ada Galih, Iqbal sama Kifli di luar)" ucap Galah sopan.
Mama Puput tersenyum mendengar perkataan bocah kecil itu, sedangkan Ambar sudah bisa menebak apa yang membuat sang putra terlihat gak mood dan kesal.
Galah duduk di dekat sang mami dengan diam, sedangkan para orang tua sedang mengobrol, karena kedatangan mama Puput juga akan berbagi rezeki ke panti asuhan.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1